Anda di halaman 1dari 34

Menganalisis silabus Kimia SMA

Deni Ainur Rokhim


Dewi Sekar Sari
Nafa Aries P
Riski Arfian
Siti Aqilah R A
Viki Fajarrini
Hakikat ilmu kimia
Kompetensi Dasar Materi Pokok
Siswa mampu : Hakikat ilmu kimia, metode ilmiah, keselamatan dan keamanan
3.1 Menjelaskan metode ilmiah, kimia di laboratorium, serta peran kimia dalam kehidupan
hakikat ilmu kimia, keselamatan • Hakikat Ilmu Kimia
dan keamanan kimia di a. Sejarah Ilmu Kimia
laboratorium, serta peran kimia b. Pengertian Ilmu Kimia
dalam kehidupan c. Ruang Lingkup Ilmu Kimia
3.2 Menyajikan hasil rancangan dan Membahas tentang :
hasil percobaan ilmiah - Susunan/komposisi materi
- Struktur materi
- Sifat materi
- Perubahan materi dan besar energi yang menyertainya
• Metode Ilmiah
a. Identifikasi masalah
b. Merumuskan masalah
c. Menyusun hipotesis
d. Eksperimen
Kompetensi Dasar Materi Pokok
e. Mengumpulkan Data dan Hasil Penelitian
f. Mengolah dan menganalisis data
g. Kesimpulan
• Keselamatan dan Keamanan Kimia di
Laboratorium
Membahas tentang:
a. Pengenalan alat laboratorium
b. Pengenalan bahan-bahan kimia di laboratorium
c. Keselamatan kerja di laboratorium
Kompetensi Dasar Materi Pokok
• Peran Kimia dalam Kehidupan
Mempelajari tentang :
a. Peran kimia dalam bidang biologis
b. Peran kimia dalam bidang kedokteran.
c. Peran kimia dalam bidang farmasi
Struktur atom
Kompetensi Dasar Materi Pokok Alasan
Siswa mampu: Perkembangan Model Atom: Sesuai, karena alur berfikir
3.2 Menganalisis a. Model Atom Dalton siswa pemula harus dimulai
perkembangan model b. Model Atom Thomson dari yang dasar terlebih
atom dari model Dalton, c. Model Atom Rutherford dahulu.
Thomson, Rutherford, d. Model Atom Niels Bohr
Bohr, dan mekanika e. Model Atom Modern
gelombang
4.2 Menggunakan model
atom untuk menjelaskan
fenomena alam atau hasil
percobaan
Kompetensi Dasar Materi Pokok Alasan
Partikel penyusun atom: Sesuai, karena materi tentang
a. Elektron partikel penyusun atom
b. Proton diberikan setelah siswa
c. Neutron mendapatkan pengetahuan
tentang atom.

Nomor atom, nomor massa Kurang sesuai, karena isotop


dan isotop: sangat berkaitan dengan
a. Nomor atom dan nomor nomor atom dan nomor
massa massa sehingga isotop
b. Isotop digabung pada point nomor
c. Isoton atom dan nomor massa
d. Isobar
e. Isoelektron
revisi
Kompetensi Dasar Materi Pokok Materi Pokok
(Revisi)
Siswa mampu: Struktur Atom Struktur Atom
3.2 Menganalisis perkembangan • Perkembangan model atom • Nomor atom dan nomor
model atom dari model Dalton, Thomson, massa
Dalton, Thomson, Rutherford, Rutherford, Niels Bohr, De • Isotop
Bohr, dan mekanika Broglie • Sejarah perkembangan
gelombang • Partikel penyususun atom model atom
4.2 Menggunakan model atom • Nomor atom dan nomor
untuk menjelaskan fenomena massa
alam atau hasil percobaan • Isotop
Nomor atom dan nomor massa

 Nomor atom dan nomor massa efektif jika disebut bilangan atom dan
bilangan masaa.
Diganti dengan kata “bilangan”, karena lebih bermakna, sedangkan jika
memakai nomor hanya sekedar nomor dan tidak memiliki makna khusus
 Nomor Atom / Bilangan Atom
Merupakan nomor yang menyatakan jumlah proton atau jumlah elektron
suatu atom
 Nomor Massa / Bilangan massa
Massa atom = massa proton + massa elektron + massa neutron
Diperoleh data :
Massa Proton : 1,6 x 10-27
Massa Elektron : 9,11 x 10-31
Massa Neutron : 1,6 x 10-27
Karena massa elektron jauh lebih kecil dari massa proton dan
massa neutron, sehingga nomor massa didapatkan dari jumlah
proton dan jumlah neutron

Nomor massa = Massa proton + massa neutron



 Bilangan Neutron
Bilangan neutron = bilangan massa – bilangan proton
 Isotop
Merupakan atom-atom dari unsur yang sama yang memiliki bilangan atom
sama, namun bilangan massa yang berbeda
KOMPOTESI DASAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN

Siswa mampu Hubungan konfigurasi •Meriviu teori mekanika gelombang dan menjelaskan tentang konsep kulit, sub-kulit, dan
3.3 Menjelaskan elektron dalam tabel orbital
konfigurasi elektron dan periodik unsur •Mendiskusikan bentuk orbital s, p dan d
pola konfigurasi elektron •Konfigurasi elektron dan •Membahas aturan dan prinsip penilisan konfigurasi elektron dan menuliskan konfigurasi
terluar untuk setiap diagram orbital elektron dalam bentuk diagram orbital
golongan dalam tabel -Prinsip Aufbau •Menentukan bilangan kuantum elektron tertentu dari suatu atom
periodik -Azas Pauli (Prinsip ekslusi •Membahas perkembangan sistem periodik unsur dengan menggunakan media yang paling
Pauli) sesuai dengan kondisi sekolah (misal video atau gambar)
4.3 Menentukan letak -Aturan Hund •Membahas perkembangan sistem periodik unsur dikaitkan dengan letak unsur dalam Tabel
suatu unsur dalam tabel •Bilangan kuantum dan Periodik Unsur berdasarkan konfigurasi elektron
periodik berdasarkan bentuk orbital
konfigurasi elektron •Tabel Periodik Unsur

3.4 Menganalisis kemiripan Kemiripan Sifat unsur •Menjelaskan kemiripan sifa-sifat unsur dalam satu golongan
sifat unsur dalam golongan dan Keperiodikan Unsur •Menganalisis dan mempresentasikan hubungan antara nomor atom dengan sifat
dan periodiknya • Sifat fisis dan sifat kimia keperiodikan unsur (jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, dan keelektronegatifan)
unsur berdasarkan data sifat keperiodikan unsur
4.4 Menyajikan hasil •Sifat keperiodikan Unsur •Membuat dan menyajikan karya yang berkaitan dengan model atom, Tabel Periodik Unsur,
analisis data-data unsur -Jari-jari atom atau grafik keperiodikan sifat unsur
dalam kaitannya dengan -Energi Ionisasi
kemiripan dan sifat -Afinitas elektron
keperiodikan unsur -keelektronegatifan
Materi pokok : Ikatan Kimia, Bentuk antar molekul dan
Interaksi Antar Molekul
 KD 3.5
Membandingkan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan
ikatan logam serta kaitannya dengan sifat zat
Maka dalam KD ini minimal akan ada pembelajaran mengenai
1. Perbandingan ikatan dari (a) ion, (b) kovalen, (c) kovalen koordinasi, (d)
logam.
2. Perbandingan sifat zat yang memiliki ikatan ion/ ikatan kovalen/ ikatan
kovalen koordinasi/ikatan logam.
Pada kolom pembelajaran silabus ini, materi yang tidak ada adalah penjelasan
mengenai ikatan logam.
Pada kolom pembelajaran juga terdapat materi prasyarat yang tersebar di
antara materi pokok yang diajarkan
1. Teori Lewis
2. Sifat zat karena perbedaan keelektronegatifan
3. Aturan oktet
KD 4.5
 Merancang dan melakukan percobaan untuk menunjukkan karakteristik
senyawa ion atau senyawa kovalen berdasarkan beberapa sifat fisika
Maka pada KD ini kurang lebih akan dilaksanakan pembelajaran mengenai
1. Merancang percobaan untuk menentukan karakteristik senyawa
ion/kovalen berdasarkan sifat fisika.
2. Melakukan percobaan penentuan karakteristik senyawa kovalen / ion
berdasarkan sifat kimia.
Pada kolom pembelajaran, pada poin terakhir materi pokok, ada poin
tentang perancangan sekaligus pelaksanaan percobaan kepolaran beberapa
senyawa yang dikaitkan dengan perbedaan keelektronegatifan unsur-unsur.
Pada pembelajaran ini hanya diambil salah satu percobaan yaitu percobaaan
sebyawa kovalen polar dan nonpolar.
Materi Pokok : Bentuk Molekul
KD 3.6
 Menerapkan TeoriTolakan Pasangan Elektron Kulit Valensi (VSEPR) dan
Teori Domain elektron dalam menentukan bentuk molekul.
 Pada KD ini telah terpenehui semua dalam kolom pembelajaran poin 1
dan 2 yaitu
 Mengamati gambar/model molekul/video beberapa bentuk molekul,
mendiskusikan dan memperkirakan bentuk molekul berdasarkan teori
jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan hubungannya dengan
kepolaran senyawa
KD 4.6
 Membuat model bentuk molekul dengan menggunakan bahanbahan yang
ada di lingkungan sekitar atau perangkat lunak komputer.
 Maka pada pembelajaran minimal akan ada salah satu dari dua hal tersebut,
pada kolom pembelajaran tertulis
 "Membuat dan memaparkan model bentuk molekul dari bahan-bahan
bekas, misalnya gabus dan karton, atau perangkat lunak kimia."
 Yang mana telah memenuhi KD 4.6, sehingga KD 4.6 telah terpenuhi pada
kolom pembelajaran.
Interaksi antar partikel
Kompetensi Dasar Materi Pokok
3.7 Menghubungkan interaksi antar ion, atom dan • Ikatan logam
molekul dengan sifat fisika zat

4.7 Menerapkan prinsip interaksi antar ion, atom dan • Interaksi antarpartikel
molekul dalam menjelaskan sifat-sifat fisik zat di - Ikatan Hidrogen
sekitarnya - Gaya Van Der Waals
- Gaya London

Alasan: sesuai,karena pembelajaran dimulai dari materi ikatan logam didalam materi ikatan logam siswa sudah
diberi dasar pengetahuan tentang materi lautan elektron, dan didalam teori lautan elektron siswa dapat
mengetahui adanya interaksi antarpartikel. Partikel dapat diartikan sebagai ion, atom, dan molekul
 Konsep Prasyarat
Elektron valensi
 Konfigurasi Elektron
 Moment dipol
Ikatan Logam

Suatu logam terbentuk dari ikatan logam antara atom-atom logam


yang dapat dijelaskan melalui teori lautan elektron.

Teori lautan elektron menjelaskan adanya interaksi antara


elektron-elektron dari atom-atom logam, sehingga siswa dapat
mengetahui adanya interaksi antarpartikel logam dan senyawa
lainnya.

Partikel dalam hal ini merupakan ion, atom, atau molekul.


Interaksi AntarPartikel
Gaya Van Der Waals
Gaya Van Der Waals disebut juga sebagai gaya antar molekul atau gaya tarik
antar molekul. Dimana didalam gaya Van Der Waals dapat diklasifikasinan
menjadi ikatan hidrogen dan gaya London
Ikatan Hidrogen
Adalah gaya tarik-menarik antara dipol-dipol antar atom hidrogen yang
melibatkan ikatan antara atom F, O, dan N
Gaya London
Terjadi karena adanya akibat polarsasi awan elektron, yang menyebabkan
pemisahan pusat muatan positif dan negative pada
molekul nonpolar.
Larutan elektrolit dan non-elektrolit
Kompetensi Dasar Materi Pokok
3.8. Menganalisis sifat larutan berdasarkan daya hantar • Larutan elektrolit
listriknya • Larutan Nonelektrolit
• Daya hantar
• Peran larutan elektrolit di dalam tubuh manusia
4.8 Membedakan daya hantar listrik berbagai larutan
melalui perancangan dan pelaksanaan percobaan

Alasan :
Sesuai, karena pembelajaran dimulai dari materi larutan elektrolit yaitu mengetahui kekuatan larutan elektrolit.
Serta peran ion dalam hantaran listrik larutan (teori arhenius) menganalisis jenis ikatan kimia dan sifat elektrolit
suatu zat dan menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen polar.
Kemudian mengetahui fungsi larutan elektrolit dalam tubuh manusia serta cara mengatasi kekurangan elektrolit
dalam tubuh.
Konsep prasyarat

Fakta Konsep

 Konduktor
• Larutan
• Larutan elektrolit
 Isolator
• Larutan non elektrolit
 Pelarut
• Reaksi
 Terlarut
• Ionisasi
Larutan elektrolit
 Suatu larutan yang dapat menghantarkan listrik dinamakan larutan elektrolit.
Kekuatan menghantarkan listrik tergantung pada jumlah ion yang terdapat
dalam larutan tersebut.Semakin banyak jumlah ionnya semakin kuat sifat
elektrolitnya. Hal ini disebabkan oleh derajat ionisasi zat yang terlarut.
1. Larutan elektrolit kuat
 terionisasi sempurna
 menghantarkan arus listrik
 lampu menyala terang
 terdapat gelembung gas

Contoh:
 HCl, H2SO4, HNO3, HClO4, NaOH, KOH, Ca(OH)2, NaCl, K2SO4, CaCl2-
2. Larutan elektrolit lemah
 terionisasi sebagian
 menghantarkan arus listrik
 lampu menyala redup
 terdapat gelembung gas
Contoh :
CH3COOH, NH4OH
3. Larutan Non-Elektrolit
 tidak terionisasi
 tidak menghantarkan arus listrik
 lampu tidak menyala

Contoh :
C6H12O6 (amilum/karbohidrat), C12H22O11 , CO(NH2)2 (Urea) dan C2H5OH
(Alkohol/etanol), dll
Konsep reaksi oksidasi reduksi dan
tata nama senyawa
Kompetensi dasar
3.9. mengidentifikasi reaksi reduksi dan oksidasi menggunakan konsep bilangan oksidasi
unsur
4.9. menganalisis beberapa reaksi berdasakan perubahan bilangan oksidasi yang
diperoleh dari data hasil percobaan dan/atau melaluti percobaan

Analisis :
 Materi bilangan oksidasi undur dalam
senyawa atau ion

perlu ada penambahan proses pengamatan


langsung dalam lab untuk memahtami
proses terjadinyaperubahan bilangan
oksidasi dan mendiskusikannya
 Materi perkembangan reaksi reduksi Oksidasi

Tidak perlu ada penambahan materi karena


sudah lengkap dan bagus

 Materi tatanama senyawa

Perlu adanya penambahan sejarah dan perkembangan tatanama senyawa


Hukum-hukum Dasar Kimia dan Stoikiometri
Kompetensi dasar :
3.10 Menerapkan hukum-hukum dasar kimia, konsep massa molekul relatif,
persamaan kimia, konsep mol, dan kadar zat untuk menyelesaikan
perhitungan kimia
4.10 Menganalisis data hasil percobaan menggunakan hukum-hukum dasar
kimia kuantitatif
Materi pokok pembelajaran
Hukum-hukum dasar •Mengamati demonstrasi reaksi larutan
kimia Misalnya kalium iodida dengan larutan
Timbal(II) Nitrat yang ditimbang massanya
sebelum dan sesudah reaksi
•Mendiskusikan dan menyimpulkan bahwa
massa zat sebelum dan setelah reaksi dalam
ruang tertutup adalah sama (Hukum
Lavousier).
•Menganalisis data untuk menyimpulkan,
hukum Proust , hukum Dalton, hukum Gay
Lussac dan hukum Avogadro

 Materi pokok sudah sesuai dengan Kompetensi dasarnya dan pembelajaran yang
dilakukan pun sudah meliputi kompetensi dasar 4.10, akan tetapi pada pembelajaran
hanya diberikan demonstrasi pada satu hukum saja, mungkin yang lainnya bisa
diberikan gambaran umumnya dari video atau media yang lain, baru menganalisis
dan menyimpulkan data.
Materi pokok pembelajaran
Massa atom relatif (Ar) Menentukan massa atom relatif dan massa
dan Massa molekul molekul relatif
relatif (Mr)
Persamaan Kimia Menyetarakan persamaan reaksi kimia.
Konsep mol dan Menentukan hubungan antara mol,jumlah
hubungannya dengan partikel, massa molar,dan volume molar gas
jumlah partikel, massa
molar, dan volume
molar

• Materi pokok dengan pembelajarannya sudah sesuai


• Untuk pembelajaran mengenai Mr dan Ar sudah tepat karna pada materi
sebelumnya sudah dipelajari mengenai nomor atom dan nomor massa
• Materi persamaan kimia mungkin bisa ditambah pembelajarannya yaitu membuat
persamaan reaksi kimia, tidak hanya dapat menyetarakan
• Untuk konsep mol sudah sesuai dengan pembelajarannya
Materi pokok Pembelajaran
Kadar zat Menghitung banyaknya zat dalam campuran
(persen massa, persen volume, bagian per juta,
kemolaran, kemolalan, dan fraksi mol) seperti
kadar urea di dalam pupuk, konsentrasi garam
di dalam air laut
Rumus empiris dan Menghubungkan rumus empiris dengan rumus
rumus molekul molekul
Kadar dan perhitungan •Menghitung banyaknya molekul air dalam
kimia untuk senyawa senyawa hidrat
hidrat •Melakukan percobaan pemanasan senyawa
hidrat dan menentukan jumlah molekul air
dalam sebuah senyawa hidrat

• Pada materi kadar zat, mungkin sebelumnya bisa ditambah mendiskusikan mengenai
konsep kemolaran, kemolalan, fraksi mol, dll. Sebelum melakukan perhitungan
• Pada materi rumus empiris dan rumus molekul, ditambahkan pembelajaran yaitu
setelah menghubungkan, menentukan rumus empiris atau rumus molekul suatu zat
• Setelah percobaan seharusnya ditambahkan diskusi dan analisis sehingga dapat
menentukan jumlah molekul air dalam senyawa hidrat
Materi pokok Pembelajaran
Perhitungan kimia Menentukan jumlah mol,massa molar, volume
dalam suatu persamaan molar gas dan jumlah partikel yang terlibat
reaksi dalam persamaan kimia
Pereaksi pembatas dan Menentukan pereaksi pembatas pada sebuah
pereaksi berlebih reaksi kimia

• Pada materi diatas, sudah sesuai dengan pembelajarannya, karena kedua materi
tersebut sudah mencangkup perhitungan dari materi materi sebelumnya, sehingga
tidak perlu diberi perubahan atau revisi