Anda di halaman 1dari 4

Bell’s palsy

kelainan dan ganguan neurologi pada


nervus cranialis VII (saraf facialis) di
daerah tulang temporal, di sekitar
foramen stilomastoideu
Penyebab terjadinya bell’s palsy antara
lain
• Virus herpes simplex-1
virus ini dapat menyerang pada siapa saja baik pria maupun wanita
segala usia. Virus ini menyebabkan radang, penekanan atau
pembengkakan saraf fasialis
• Virus influenza
• Terpaan angin pada bagian muka atau terlalu sering terkena angin
Bell's palsy memang sangat erat kaitannya dengan cuaca dingin.
Untuk itu, sebaiknya menghindari terpaan angin secara langsung
pada bagian tubuh. ''Orang yang duduk dekat jendela kendaraan,
kereta api, tiduran di atas lantai dengan menempelkan sebelah pipi
di lantai, sesudah bepergian jauh dengan kendaraan, tidur di
tempat terbuka berpotensi mengalami bell's palsy,'' ujar (Pranata
SpS MARS, 2011)

Gejala pada penderita Bell’s palsy :
• 1. tak bisa mengerutkan dahi
• 2. alis mata jatuh
• 3. mata sebelah tidak dapat dipejamkan
• 4. tidak mampu atau sulit mengedipkan mata
• 5. kelopak mata bawah jatuh
• 6. sensitif terhadap cahaya
• 7. air mata mengalir terus menerus
• 8. hidung terasa kaku terus – menerus
• 9. mulut atau bibir “merot/mencong” ke salah satu sisi
• 10. mulut tidak bisa “mencucu”
• 11. sulit berbicara
• 12. kesulitan untuk makan dan minum, karena makanan terkumpul pada satu sisi
• 13. rasa pengecapan terganggu
• 14. salivasi yang berlebih atau berkurang
• 15. bila tersenyum “mesem” sudut bibir tertarik ke satu sisi
• 16. bila berkumur air dalam mulut sering keluar sendiri karena bibir tidak bisa menutup rapat
• 17. telinga terasa sangat sensitif
• 18. sensitive terhadap suara ( hiperakusis )
• 19. nyeri didalam atau disekitar telinga
• 20. pembengkakan wajah
Gejala Klinis
• 1. Bells palsy terjadi secara tiba-tiba beberapa jam sebelum terjadi kelemahan
pada otot wajah
• 2. Biasanya terdapat rasa nyeri di daerah mastoid
• 3. Kelemahan otot ringan sampai berat
• 4. Selalu pada salah satu sisi wajah
• 5. Merasa sensasi menurun walaupun sebetulnya sensasi normal
• 6. Sisi wajah dengan kelemahan tampak tanpa ekspresi
• 7. Mengalami kesulitan dalam menutup salah satu mata.
• 8. Kadang mempengaruhi pembentukan ludah, air mata, atau rasa pada lidah
• 9. Kesulitan bercukur karena bibir mencong
• 10. Inflamasi n. VII saraf cranialis
• 11. Diduga infeksi virus yang menyebar
• 12. Umumnya menyerang remaja dan dewasa muda
• 13. Prognosis cukup baik jika penanganan sedini mungkin
• 14. Biasanya pulih dalan 1 – 6 minggu