Anda di halaman 1dari 54

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

PALEMBANG

KAIDAH PENULISAN SOAL ESAI DAN PILIHAN GANDA

BY:
EFFENDI
Alat Evaluasi
Secara umum alat evaluasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
a. Tes
Tes adalah alat atau prosedur yang dipergunakan dalam rangka
pengukuran dan penilaian, yang dapat berupa pertanyaan , perintah, dan
petunjuk yang ditujukan kepada peserta didik untuk mendapatkan
respons sesuai dengan petunjuk tersebut, dengan tujuan untuk mengukur
tingkat kemampuan seseorang atau mengungkap aspek tertentu dari
orang yang dikenai tes.
a. Non-tes adalah prosedur penilaian yang ditujukan untuk menilai hasil
belajar dari aspek tingkah laku seperti menilai aspek afektif dan aspek
keterampilan (psikomotorik).
Ditinjau dari segi pelaksaaan, tes terdiri dari tiga jenis,
yaitu;

1. Tes Tertulis (Written Test). Yaitu alat penilaian yang


harus dijawab oleh siswa, meliputi;
Tes bentuk uraian, yaitu semua tes yang pertanyaannya
membutuhkan jawaban dalam bentuk uraian.
Tes bentuk Objektif, yaitu semua tes yang
mengharuskan siswa memilih diantara kemungkinan-
kemungkinan jawaban yang telah disediakan, memberi
jawaban singkat, atau mengisi jawaban pada kolom
titik-titik yang telah disediakan.
2. Tes Lisan (Oral Test). Merupakan alat penilaian yang pelaksanaannya dilakukan
dengan mengadakan Tanya jawab secara langsung untuk mengetahui kemampuan–
kemampuan berupa proses berpikir siswa dalam memecahkan suatu masalah,
mempertanggung jawabkan pendapat, penggunaan bahasa, dan penguasaan materi
pelajaran.
– Ditinjau dari jenis pertanyaan yang akan di ajukan, tes lisan dapat berbentuk ; -
Pertanyaan tertutup
- Pertanyaan terbuka
– Ditinjau dari jawaban yang diinginkan, tes lisan dapat berbentuk Pertanyaan-
pertanyaan berupa:
– Hapalan
– Pemahaman
– Analisis
– Aplikasi
– Sintesis dan
– Evaluasi
3. Tes Perbuatan (Performance Test)
Tes Perbuatan adalah tes yang diberikan dalam bentuk tugas –tugas.
Pelaksanaannya dalam bentuk penampilan atau perbuatan ( Praktek,
pengalaman lapangan, praktek kerja lapangan, praktek olah raga,
praktek laboratorium, praktek kesenian dan lain-lain).
Untuk melaksanakan tes perbuatan perlu dipersiapakan dua jenis
alat, yaitu;
• Lembaran tugas (kerja) yang berisi deskripsi mengenai instruksi
(Petunjuk) yang jelas sehingga siswa mengetahui secara tepat apa
yang akan dilaksanakan.
• Lembaran pengamatan yang digunakan untuk menilai tingkah laku
siswa selama proses pelaksanaan tugas sampai kepada hasil yang
dicapai.
Ditinjau dari segi fungsinya, tes terdiri dari ;
a. Tes Seleksi
Tes ini dilaksanakan dalam rangka pengujian dan pemilihan calon peserta didik yang
tergolong paling baik dari sekian banyak calon yang mengikuti tes.
b. Tes Awal
Tes ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi atau bahan
pelajaran yang akan diajarkan telah dapat dikuasai oleh para peserta didik.
c. Tes Akhir
Tes akhir dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah semua materi pelajaran
tergolong penting sudah dapat dikuasai dengan sebaik-baiknya oleh para peserta didik.
d. Tes Diagnostik
Tes diagnostik adalah tes yang dilaksanakan untuk menentukan secara tepat, jenis kesukaran
yang dihadapi oleh para peserta didik dalam suatu pelajaran tertentu.
e. Tes Formatif
Tes Formatif adalah tes hasil belajar yang bertujuan untuk mengetahui sudah sejauhmanakah
peserta didik “telah terbentuk” (sesuai dengan tujuan Pengajaran yang telah ditentukan)
setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.
f. Tes Sumatif
Tes Sumatif adalah tes hasil belajar yang dilaksanakan setelah sekumpulan satuan program
pengajaran selesai diberikan.
Ditinjau dari segi pelaksanaan non-tes berupa;

A. Wawancara
Wawancara atau interviu adalah suatu metode atau cara
yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari
responden dengan jalan tanya jawab sepihak.
Dikatakan sepihak karena dalam wawancara ini
responden tidak diberi kesempatan sama sekali untuk
mengajukan pertanyaan.
B. Pengamatan atau Observasi
• Pengamatan merupakan suatu cara yang tepat
untuk menilai perilaku dengan mengadakan
pengamatan dan pencatatan secara sistimatis
terhadap fenomena-fenomena yang sedang
dijadikan sasarna pengamatan..
C. Kuesioner (Angket)
Kuesioner adalah sebuah daftar pertanyaan
yang harus diisi oleh responden (orang yang
akan diukur). Dengan kuesioner orang dapat
diketahui tentang keadaan/data diri,
pengalaman, pengetahuan, sikap, pendapatnya,
dan lain-lain. Kuesioner dapat berupa kuesioner
terbuka dan kuesioner tertutup atau kombinasi
dari keduanya.
D. Skala Penilaiaan (Rating Scale)
Rating Scale merupakan alat penilaian yang menggunakan
skala yang telah disusun dari ujung negatif sampai kepada
ujung yang positif. Skala tersebut menggambarkan suatu
nilai yang berbentuk angka terhadap suatu hasil
pertimbangan, sehingga pada skala tersebut penilai tinggal
membubuhi tanda cek saja.

Contoh:
Kecenderunagn seseorang terhadap jenis kesenian tertentu.

Sangat Tidak Suka Biasa Suka Sangat suka Tidak suka


PERENCANAAN TES

ENAM HAL YANG HARUS


DIPERTIMBANGKAN

11
ENAM HAL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN

1. Pengambilan sampel dan Tes hasil belajar haruslah disusun atas


pemilihan butir soal, butir-butir soal yang representatif dari ilmu
atau bidang studi yang diujikan

2. Tipe tes yang akan


Tipe soal: (1) esei, (2) objektif, dan (3)
digunakan, problematik

Level kemampuan apa yang diuji. Apakah


3. Aspek yang akan diuji, pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis,
sintesis, dan evaluasi, atau aspek Afektif dan
psikomotorik
Format A (Pilihan Ganda), Format B (Pilihan
4. Format butir soal, Ganda Analisis Hubungan Antar Hal), Format C
(Pilihan Ganda analisis kasus), atau Format D
(Pilihan Ganda Kompleks)
Dalam menentukan jumlah soal harus
mempertimbangkan waktu yang tersedia, biaya
5. Jumlah butir soal, yang ada, kompleksitas tugas yang dituntut oleh
tes, dan waktu ujian diadakan

6. Distribusi tingkat kesukaran Tes yang mempunyai tingkat kesukaran yang


rendah sebaiknya diletakkan di awal tes dan yang
butir soal. tinggi pada akhir perangkat tes
12
Berapa pertimbangan lain dalam merencanakan tes
adalah:
 Apakah akan menggunakan "open book" atau
"closed book"
 Apakah frekuensi pelaksanaan tes sering atau jarang
 Apakah pelaksanaan tes diumumkan sebelumnya
atau mendadak
 Bagaimana mode penyajian tes.

13
B. KONSTRUKSI BUTIR TES
TES

URAIAN OBJEKTIF

Terbuka Terbatas Benar-Salah Menjodohkan Pilihan Jamak

Pilihan Pilihan Pilihan Pilihan Pilihan


Jamak Jamak Jamak Jamak Jamak
Biasa Hub Analisis Komplek Membaca
Antar Kasus Diagram/
Hal Grafik/
14
Gambar
KLASIFIKASI TES ESEI/URAIAN

a. Tes uraian bebas (Extended response).


Peserta tes memiliki kebebasan yang luas untuk
mengorganisasikan dan mengekspresikan pikiran dan
gagasannya dalam menjawab soal tersebut. Jawaban siswa
bersifat terbuka, fleksibel, dan tidak terstruktur.

b. Tes uraian terbatas (Restricted response)


Keterbatasan itu mencakup format, isi, dan ruang lingkup
jawaban. Batas itu meliputi konteks jawaban yang diinginkan,
jumlah butir jawaban yang diharapkan:
1) Butir soal tipe jawaban melengkapi
2) Butir soal tipe jawaban singkat
15
Kelebihan dan Kekurangan Tes
Uraian/Esei
1. Kelebihan-kelebihannya
a. Mudah disiapkan dan disusun
b. Tidak memberi banyak kesempatan untuk berspekulasi
dan untung-untungan
c. Mendorong siswa untuk berani mengemukakan pendapat
serta menyusun dalam bentuk kalimat yang bagus
d. Memeberi kesempatan kepada siswa untuk mengutarakan
maksudnya dengan gaya bahasa dan caranya sendiri
e. Dapat diketahui sejauh mana siswa mendalami sesuatu
masalah yang diteskan
16
2) Kelemahan-kelemahannya
a) Kadar validitas dan reliabilitas rendah karena sukar
diketahui segi-segi mana dari pengetahuan siswa yang
betul-betul telah dikuasai
b) Kurang refresentatif dalam hal mewakili seluruh skor bahan
pelajaran yang akan diteskan karena soalnya hanya
beberapa saja (terbatas)
c) Cara memeriksanya banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur
subyektif
d) Pemeriksaanya lebih sulit sebab membutuhkan
pertimbangan invidual lebih bayak dari penilai
e) Waktu untuk koreksinya lama dan tida dapat diwakilkan
kepada orang lain
17
PRINSIP KONSTRUKSI BUTIR TES ESAI/URAIAN

1. Gunakanlah tipe tes uraian untuk mengukur hasil


belajar yang cocok.
2. Beritahulah sebelumnya bahwa dalam tes yang
akan datang akan digunakan tipe tes uraian.
3. Batasilah ruang lingkup tes secara pasti, dengan
demikian peserta tes tahu dengan pasti bahan yang
harus dipelajarinya.
4. Pertanyaan hendaknya terutama untuk mengukur
tujuan hasil belajar yang penting saja.
5. Jangan terlalu banyak menggunakan butir soal tipe
uraian untuk mengukur kemampuan mengingat.
18
PRINSIP KONSTRUKSI BUTIR TES ESAI/URAIAN

6. Kemampuan dan keterampilan menulis peserta tes


haruslah menjadi pertimbangan utama dalam
konstruksi butir soal uraian.
7. Jangan memberikan butir soal yang dapat dipilih
atau dapat tidak dikerjakan.
8. Setiap soal harus jelas apakah jenis terbatas atau
jenis bebas. Dengan demikian peserta tes dapat
membatasi diri dalam memberikan responsnya.
9. Makin banyak jumlah butir soal untuk setiap
perangkat soal makin baik.
10.Tulislah petunjuk awal yang jelas, dan juga petunjuk
untuk setiap butir soal harus rinci dan dapat
dipahami oleh peserta tes dengan jelas. 19
PRINSIP KONSTRUKSI BUTIR TES ESAI/URAIAN

11. Waktu yang tersedia harusiah diperkirakan cukup untuk rata-rata


kemampuan peserta tes.
12. Hendaknya pertanyaan menuntut jawaban yang bersifat
pemikiran peserta tes.
13. Hendaknya selalu ada kombinasi jenis tes uraian terbatas dan
jenis tes uraian bebas.
14. Pergunakanlah kata-kata deskriptif seperti definisikanlah,
tulislah garis besar, pilihlah, berilah ilustrasi, dll.
15. Dalam setiap butir soal harus dijelaskan skor maksimal yang
dapat diperoleh bila jawabannya sesuai dengan yang diminta,
16. Janganlah mulai kalimat butir soal dengan kata-kata seperti apa
dan siapa.

20
KLASIFIKASI TES OBJEKTIF

TES OBJEKTIF

Benar-Salah Menjodohkan Pilihan Jamak

Pilihan Pilihan Pilihan Pilihan Pilihan


Jamak Jamak Jamak Jamak Jamak
Biasa Hub Analisis Komplek Membaca
Antar Kasus Diagram/
Hal Grafik/
Gambar
21
Kelebihan dan Kekurangan
Tes Objektif
1. Kelebihan
a. Mengandung lebih banyak segi-segi yang positif, misalnya
lebih representatif mewakili isi dan luas bahan, lebih obyektif,
dapat dihindari campur tangannya unsur-unsur subyektif baik
dari segi siswa maupun guru yang memeriksa.
b. Lebih mudah dan cepat dalam memeriksanya karena dapat
menggunakan kunci tes bahkan alat-alat hasil kemajuan
teknologi
c. Pemeriksaanya dapat diserahkan kepada orang lain
d. Dalam pemeriksaan, tidak ada unsur subyektif yang
mempengaruhi 22
2. Kelemahan-kelemahannya:
a. Persiapan untuk menyusunnya jauh lebih sulit daripada
tes esai karena soalnya banyak dan harus teliti untuk
menghindari kelemahan-kelemahan yang lain.
b. Soal-soal cenderung untuk mengungkapkan igatan dan
daya pengenalan kembali saja, dan sukar untuk mengukur
proses mental yang tinggi.
c. Banyak kesempatan untuk main untung-untungan
d. “kerjasama” antar siswa pada waktu mengerjakan soal tes
lebih terbuka

23
24
25
26
KAIDAH PENULISAN SOAL BENTUK PILIHAN
GANDA
A. MATERI
1. SOAL HARUS SESUAI DENGAN INDIKATOR
INDIKATOR :
Siswa dapat menentukan tempat terjadinya pembuahan
sel telur oleh sperma pada manusia.
Contoh Soal Kurang Baik.
Pengaruh kerja pil kontrasepsi adalah ….
a. Mencegah terjadinya haid
b. Mencegah peleburan sel telur dan sel sperma
c. Mencegah pematangan sel telur *
d. Mengurangi jumlah sel telur dalam ovarium
Kunci : C
Penjelasan :

Contoh soal di atas tidak sesuai dengan indikator


karena dalam soal menanyakan “pengaruh kerja pil
kontrasepsi”, sedangkan aspek yang hendak diukur
dalam indikator adalah menentukan tempat terjadinya
pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia.
Contoh Soal yang sesuai dengan indikator.
Pembuahan sel telur oleh sel sperma pada manusia
terjadi dalam ….
a. Ovarium
b. Oviduct
c. Uterus*
d. vagina
2. Pengecoh harus berfungsi

Contoh Soal Kurang baik.


Joni Kehilangan uang sebesar Rp. 25.000,- dan ia
menuduh Jono yang telah mencurinya.
Penyakit hati yang dilakukan Joni adalah ….
a. Suudzhon* c. Hasud
b. Husnudzhon d. Khianat

Penjelasan :
Pilihan b merupakan sifat terpuji, sedangkan pilihan
lain merupakan sifat tercela.
Contoh Soal lebih baik.
Joni Kehilangan uang sebesar Rp. 25.000,- dan ia
menuduh Jono yang telah mencurinya.
Penyakit hati yang dilakukan Joni adalah ….
a. Suudzhon* c. Hasud
b. Jubun d. Khianat

3. Setiap soal harus memiliki satu jawaban yang benar.


Contoh Soal Kurang Baik.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kuat bunyi adalah ….

a. perioda
b. amplitudo*
c. frekuensi
d. resonansi*
Kunci jawaban: B dan D
Penjelasan:
Soal di atas kurang baik kerena memiliki 2 kunci
jawaban.

Contoh soal yang baik:


Perhatikan data berikut ini :
1. Perioda
2. Amplitudo
3. frekwensi
4. Resonansi

Dari data di atas faktor-faktor yang mempengaruhi


kuat bunyi ditunjukan oleh nomor ….
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 2 dan 4 *
B. KONSTRUKSI

4. Pokok Soal Harus dirumuskan secara tegas dan jelas

Contoh soal kurang baik


Masyarakat modern adalah ….
a. bersifat mementingkan diri sendiri
b. mempunyai pimpinan politik yang berani
c. memiliki sifat dan sikap mandiri*
d. merasa lebih unggul dari pihak lain

Penjelasan:

Pokok soal di atas tidak dirumuskan dengan jelas karena yang ingin ditanyakan belum terlihat di
pokok soal. Apabila pilihan jawaban ditutup terlebih dahulu, maka apa yang ditanyakan pada
pokok soal tidak jelas (tidak ada).
Perbaikan soal

Salah satu ciri masyarakat modern adalah ….


a. bersifat mementingkan diri sendiri
b. mempunyai pimpinan politik yang berani
c. memiliki sifat dan sikap mandiri
d. merasa lebih unggul dari pihak lain
5. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus
merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
Contoh soal kurang baik.
Kata motivasi berasal dari bahasa Inggris. Sinonim
dari kata motivasi pada kalimat, “Motivasi
masyarakat pedesaan ikut program Keluarga
Berencana” adalah ….
a. Kata bujukan
b. Kata tarikan
c. Kata hasutan
d. Kata dorongan*

Penjelasan :
Tulisan berwarna merah/cetak miring merupakan
pernyataan yang tidak diperlukan. Untukmendapatkan
soal yang lebih baik tulisan berwarna merah dihilangkan.
6. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.

Contoh soal kurang baik


Pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya telah
terjadi peristiwa heroik yang dikenal sebagai ….
a. insiden bendera Merah-Putih
b. pertempuran Surabaya*
c. peristiwa hotel Orange
d. pertempuran lima hari

Penjelasan:

Contoh soal di atas kurang baik, karena pada pokok soal terdapat
petunjuk ke arah kunci jawaban yaitu kata “Surabaya” Adanya
petunjuk tersebut menyebabkan soal tersebut sangat mudah
ditebak.

Perbaikan soal:
Peristiwa heroik yang terjadi pada 10 November 1945 dan diperingati sebagai hari Pahlawan adalah ….
a. insiden bendera Merah-Putih
b. pertempuran Surabaya
c. peristiwa hotel Orange
d. pertempuran lima hari di Semarang
7. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang
bersifat negatif ganda.

Contoh soal kurang baik.


Berikut ini yang tidak termasuk pencipta lagu-lagu
nasional adalah, kecuali ….
a. Kusbini*
b. A. Riyanto
c. Obby Mesakh
d. Papa T Bob

Contoh soal lebih baik.


Berikut ini yang tidak termasuk pencipta lagu nasional
adalah ….
a. Kusbini
b. H. Mutahar
c. C. Simanjuntak
d. A. Riyanto *
8. Pilihan Jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.

Contoh soal kurang baik.


Fungsi berikut yang mempunyai nilai minimum -4
adalah ….
a. f(x) = x² + 3x – 10 c. f(x)= x³ + 4 x² - 5x
b. f(x) = x² + x – 6 d. f(x) = x² + 6x + 5 *

Penjelasan :
Pilihan c tidak homogen dari segi materi karena
mempergunakan fungsi berderajar tiga, sedangkan
pilihan lainnya merupakan fungsi berderajat dua.

Contoh Soal yang lebih baik.


Fungsi berikut yang memiliki nilai minimum - 4
adalah ….
a. f(x) = x² + 3x – 10 c. f(x)= x² - 4 x² - 5x
b. f(x) = x² + x – 6 d. f(x) = x² + 6x + 5 *
9. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.

Contoh Soal kurang baik.


Berikut ini sikap yang harus tertanam pada diri
seseorang dalam menerima taqdir Allah, kecuali ….
a. Sabar c. berserah diri tanpa harus usaha *
b. Tawakal d. ikhtiar.

Contoh soal lebih baik.


Berikut ini sikap yang harus tertanam pada diri
seseorang dalam menerima taqdir Allah, kecuali ….
a. Sabar c. Pasrah *
b. Tawakal d. ikhtiar.
10. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyatan “semua pilihan jawaban di atas benar” atau “semua
pilihan jawabn di atas salah.

Contoh soal Kurang baik.


Peristiwa menempelnya serbuk sari di kepala putik
pada proses penyerbukan dinamakan ….
a. peleburan sel
b. pembuahan
c. fertilisasi
d. semua jawaban salah *

Penjelasan:
Pilihan jawaban kurang baik karena mengandung pernyataan
“semua jawaban salah”. Hal ini akan menyebabkan secara materi
pilihan jawaban berkurang satu, sebab pernyataan tersebut bukan
merupakan materi yang ditanyakan.

Perbaikan soal:
Peristiwa menempelnya serbuk sari di kepala putik pada proses
penyerbukan dinamakan ….
a. persarian*
b. pembuahan
c. fertilisasi
d. peleburan sel
11. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan
urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis waktunya.

Contoh soal kurang baik.


Sri Baduga mimiti nyangking kalungguhan raja
Pajajaran dina taun ….
a. 1462 c. 1482*
b. 1582 d. 1472

Contoh soal lebih baik


Sri Baduga mimiti nyangking kalungguhan raja
Pajajaran dina taun ….
a. 1462 c. 1482*
b. 1472 d. 1492
12. Gambar, grafik, tabel, diagram dan sejenisnya yang
terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
Contoh soal kurang baik.
Perhatikan tabel berikut ini !

PENGGALAN AYAT HUKUM BACAAN


‫ض َع‬ ٍ ‫بَ ْي‬ IQLAB
ِ ‫ت ُو‬
ُُ ‫َات‬
ُ ‫ات ُُ بَ ِين‬ ُ َ‫َءاي‬ IDGAM BIGUNNAH

MAD ARIDLISUKUN
‫اس‬ ِ َّ‫علَى الن‬ َ ‫هلل‬ ِ ‫َو‬
‫ين‬َ ‫ع ِن ْالعَالَ ِم‬ َ TARQIQ

Pasangan yang tepat antara penggalan ayat dan hukum bacaan pada tabel di atas adalah ….
a. (1-1);(2-4);(3-3);(4:2)
b. (1-2);(2-1);(3-4);(4-3)*
c. (1-3);(2-2);(3-1);(4-4)
d. (1-4);(2-3):(3-2);(4-1)
Contoh soal lebih baik.
Perhatikan tabel berikut ini !

No Penggalan ayat No Hukum Bacaan

1 ‫ض َع‬ِ ‫ت ُو‬ٍ ‫بَ ْي‬ 1 IQLAB

2 ُُ ‫َات‬
ُ ‫ات ُُ بَ ِين‬ ُ َ‫َءاي‬ 2 IDGAM BIGUNNAH

3 ِ َّ‫علَى الن‬
‫اس‬ ِ ‫َو‬
َ ‫هلل‬ 3 MAD ARIDLISUKUN

4 َ ‫ع ِن ْالعَالَ ِم‬
‫ين‬ َ 4 TARQIQ

Pasangan yang tepat antara penggalan ayat dan hukum


bacaan pada tabel di atas adalah ….
a. (1-1);(2-4);(3-3);(4:2)
b. (1-2);(2-1);(3-4);(4-3)*
c. (1-3);(2-2);(3-1);(4-4)
d. (1-4);(2-3):(3-2);(4-1)
13. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.

Contoh soal Kurang baik.


1) Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah….
a. H.B. Yassin c. Ayip Rosidi
b. Chairil Anwar* d. Marah Rusli

2) Karya dari pengarang pada jawaban no. 1 adalah….


a. Balada tercinta
b. Surat dari Ibu
c. Senja di pelabuhan kecil*
d. Tanah Air

Penjelasan : Setiap butir soal harus independen.


C. BAHASA DAN BUDAYA
14. Bahasa Yang digunakan harus komunikatif, sehingga
mudah dimengerti siswa.

Contoh Soal Kurang Baik.


Cultural outcome Megalithikum pada zaman prasejarah
adalah ….
a. Menhir dan dolmen *
b. Sarcopagus dan candi
c. Chopper dan plakas
d. Candi dan arca

Penjelasan :
Agar lebih komunikatif, kata “cultural outcome” diperbaiki
menjadi hasil budaya.
15. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku
setempat, jika soal akan digunakan untuk daerah
lain atau nasional.
Contoh Soal kurang baik.
“Aturan lalu lintas itu harus ditaati bukan dijadikan
momok,” kata ibu guru. Sinonim kata bergaris bawah
adalah ….
a. Pemberat
b. Beban*
c. Lawan
d. Setan
Penjelasan :
Kata “momok” memiliki makna yang berbeda di suku
sunda dan jawa. Soal seperti itu akan mengganggu
validitas isi/konstruksi butir soal yang bersangkutan.
16. Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu
kesatuan pengertian, letakan kata/frase tersebut pada pokok soal.

Contoh soal kurang baik.


Diketahui segienam beraturan PQRSTU, diagonal PS, UR dan
QT berpotongan di titik O. Bila segienam beraturan tersebut
diputar 180o dengan pusat O, maka ….
a. titik Q menempati titik S
b. titik Q menempati titik U
c. titik Q menempati titik T *
d. titik Q menempati titik P

Pilihan jawaban kurang baik karena terjadi


pengulangan kata/frase yang bukan merupakan satu
kesatuan pengertian, sebaliknya kata/ frase tersebut
diletakkan pada pokok soal.
Contoh Soal lebih baik.
Diketahui segienam beraturan PQRSTU, diagonal PS,
UR dan QT berpotongan di titik O. Bila segienam
beraturan tersebut diputar 180o dengan pusat O,
maka titik Q menempati titik ….
A. S
b. U
c. T *
d. P
17. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa
Indonesia.
(a) Penggunaan kalimat (harus ada unsur subjek, predikat dan harus
menghindari pernyataan yang hanya berupa anak kalimat)

Contoh soal kurang baik.


Di dalam perkembang biakan rhizopus secara generatif adalah dengan cara
pembentukan ….
a. askospora c. zigospora*
b. basidiospora d. sporangiospora
Penjelasan :
Subjek tidak jelas karena diantar oleh kata “di dalam”. Oleh karena itu
kata “Di dalam” dihilangkan.
(b) Pemakaian kata (Pilihlah kata-kata yang tepat dengan pokok
masalah yang ditanyakan. Penulisan kata perlu disesuaikan
dengan kebenaran penulisan baku)
1). Contoh soal kurang baik.
Batik termasuk karya tulis yang bersifat ….
a. naturalis c. relistis
b. simbolis * d. idealis
Penjelasan : kata “karya tulis” kurang tepat dipergunakan untuk
batik. Kata itu diganti dengan kata “seni tulis” karena
mengandung unsur keindahanbukan ragam tulis ilmiah.
2) Contoh soal kurang baik.
Salah satu paktor yang mempengaruhi harga
konsetanta kesetimbangan reaksi kimia adalah ….
a. Volume
b. Tekanan
c. Suhu*
d. Sipat sat
Penjelasan :
Penulisan kata baku untuk : paktor, konsetanta, sipat,
sat adalah faktor, konstanta, sifat dan zat.
c) Pemakaian ejaan (perhatikan penulisan huruf kapital dan kecil, perhatikan pula penggunaan tanda baca)
Contoh soal kurang baik.

Tiga orang cendikiawan muslim yang terkenal dalam


bidang kedokteran adalah ….
a. Ibnu Sina-Ibnu Rusyd-Arrazi*
b. Al Farabi-Arrazi-Ibnu Nafis
c. Ibnu Sina-Al Ghazali-Al Kindi
d. Al Kindi-Al batani-Ar Razi

Penjelasan :
Tanda titik dua (:) tidak tepat digunakan karena ia berfungsi
sebagai tanda merinci, sebagai gantinya adalah tanda
elipsis (….). Adapun tanda hubung (-) pada setiap pilihan
diganti dengan tanda baca koma (,).
Perlu diperhatikan, untuk pengunaan tanda elipsis (….) jika
berada ditengah kalimat berjumlah tiga dan bila diakhir
berjumlah empat.
PENYEBARAN KUNCI JAWABAN
1. Harus dibuat acak
2. Jumlah pilihan jawaban dalam satu perangkat mengikuti rumus :
a. maksimum = Jumlah soal + 3
Jumlah pilihan Jawaban
b. Minimum = Jumlah soal - 3
Jumlah Pilihan Jawaban

Contoh : Jumlah Soal PG untuk PAI adalah 40 soal.


Tiap soal julah optionnya = 4 buah (ABCD), maka :
a. Maksimum = 40 + 3 = 13 Soal
4
b. Minimum = 40 - 3 = 7 soal
4
TUGAS KELOMPOK :
1. Jelaskan hal-hal yang harus dipertimbangkan
dalam penyusunan tes!
2. Jelaskan kelebihan dan kekurangan tes uraian
dan tes objektif!
3. Buatlah contoh masing-masing minimal 5
(lima) butir contoh soal tes!
TERIMA KASIH
KITA LANJUTKAN PADA
KESEMPATAN BERIKUT
SELAMAT BEKERJA