Anda di halaman 1dari 17

ANTIHISTAMIN

Oleh :
Saras febihanisun (G41161673)
Anggun elyana (G41162013)
Nur Hasanah Ayu p (G41161921)
Lidya Nur fatimatus Z (G41162084)
Bastin nur aliefia (G411949)
Nazilatur rahmah (G41161996)
 Antihistamin adalah zat-zat yang
dapat mengurangi atau Definisi
menghalangi efek histamin
terhadap tubuh dengan jalan
Antihistamin
memblok reseptor –histamin
(penghambatan saingan)
PENGGOLONGAN ANTIHISTAMIN

 Reseptor histamin dibedakan menjadi reseptor


H1 dan H2, sehingga antihistamin juga
dibedakan menjadi 2 yaitu antihistamin yang
mengantagonis reseptor H1 dan antihistamin
yang mengantagonis reseptor H2.
 H1-blockers  H2-blockers
(antihistaminika (Penghambat asma)
klasik) Contohnya Contohnya seperti :
seperti : Prometazin, Simetidin, ranitidin,
oksomemazin, famotidin, nizatidin,
difenhidramin, roksatidin, dll.
klorofeniramin maleat,
dll.
SIFAT DAN CARA IDENTIFIKASINYA

Sifat antihistamin Identifikasi


antihistamin

 Umumnya histamin  Titik leleh


seperti alkaloida  • Reaksi Warna
mempunyai pH 8-11 (digunakan asam
 • Tidak larut dalam pekat seperti H2SO4
air, larut dalam asam dan HNO3)
encer dan alkalis.
IDENTIFIKASI ANTIHISTAMIN
Beberapa warna yang dihasilkan dengan
penambahan asam sulfat adalah :
Multergan : Rosa
Phenergan : Rosa merah
Histaphen : Kuning tua
Benadryl : Jingga + coklat + merah
Fenatiazin : merah + jingga + hijau
IDENTIFIKASI ANTIHISTAMIN
Beberapa warna yang Beberapa pereaksi yang
perlu ditambahkan
dihasilkan dengan diantaranya :
penambahan asam Px Mandelin dan
nitrat adalah : frohde.
Histaphen : Kuning
dengan bintik jingga Beberapa warna yang
dihasilkan dengan
Antergan : Kuning penambahan antara
Neo-benodin : kedua reaksi ini yaitu:
 Phenergan : Merah
kekuningan violet
Avil : Kuning + gas  Fenotiazin : Coklat
hijau violet
 Benadryl : Merah
jingga
IDENTIFIKASI ANTIHISTAMIN

 Px Marquis
Beberapa warna yang dihasilkan :
Benadryl : ungu
Antistin : lama lama akan berwarna ungu
 Mayer (pada plat tetes)

Proses kerja : zat + HCl 0,2 N + pereaksi


Contoh : Benadryl → ungu muda
IDENTIFIKASI ANTIHISTAMIN
Reaksi Korek Api
Proses kerja ada 2 cara :
1. Batang korek api dicelupkan kedalam
campuran (zat dalam HCl), lalu dibasahi
dengan HCl pekat, atau
2. Batang korek api dibasahi dengan HCl pekat,
keringkan lalu celupkan kedalam campuran
(zat dalam HCl) untuk penentuan amin
aromatis primer (berwarna jingga).

 Contoh : avil → jingga


IDENTIFIKASI ANTIHISTAMIN
 Reaksi Kristal
Beberapa pereaksi yang dapat digunakan adalah sebagai
berikut :
1. AuCl3
2. PtCl3
3. Asam Pikrat
4. Asam Pikrolon
5. Garam Reinekat
PROSES KERJA
 Proses kerja : zat dilarutkan dalam HCL 0,2 N
kemudian ditambahkan pereaksi → endapan,
dipanaskan dalam api kecil hingga larut,
dinginkan→ mengkristal
 Pengecualian untuk pereaksi asam pikrat: pada
gelas objek, zat diberi air kemudian ditetesi
asam pikrat, jangan ditambah HCl (dengan HCl,
yang keluar adalah kristal asam pikrat sendiri).
DIFENHIDRAMIN
 Difenhidramin merupakan generasi pertama
obat antihistamin.
 Memiliki sinonim Diphenhydramine HCl dan
digunakan untuk mengatasi gejala alergi
pernapasan dan alergi kulit, memberi efek
mengantuk bagi orang yang sulit tidur,
mencegah mabuk perjalanan dan sebagai
antitusif, anti mual dan anestesi topikal.
KLORFERINAMIN MALEAT
 Klorfeniramin maleat adalah turunan
alkilamin yang merupakan antihistamin dengan
indeks terapetik (batas keamanan) cukup besar
dengan efek samping dan toksisitas yang relatif
rendah. Klorfeniramin maleat juga
merupakan obat golongan antihistamin
penghambat reseptor H1 (AH1)
ANALISIS FARMASI
 Analisis kualitatif adalah suatu proses dalam
mengidentifikasi keberadaan suatu senyawa
kimia dalam suatu larutan/sampel yang tidak
diketahui.
 Analisa kuantitatif adalah suatu analisa yang
digunakan untuk mengetahui kadar suatu zat.
ANALISA KUALITATIF
DIFENHIDRAMIN HCL
 Pengujian dilakukan pada sampel
difenhidramin–HCl yang juga merupakan salah
satu senyawa obat yang berkhasiat sebagai
antihistaminikum. Analisis kualitatif sampel
difenhidramin ditambahkan H2SO4 pekat dan
diencerkan dengan akuades menghasilkan warna
merah-coklat. Dan juga senyawa difenhidramin
HCl dapat dianalisis secara kualitatif
menggunakan metode spektroskopi inframerah
dengan cara mengidentifikasi gugus fungsi yang
dihasilkan pada spectrum inframerah.
ANALISA KUALITATIF
DIFENHIDRAMIN HCL
 Menganalisis senyawa difenhidramin hcl secara
kuantitatif yaitu dengan menggunakan
instrument. Metode instrument yang digunakan
adalah spektrofotometer UV dan spektroskopi
inframerah. Berdasarkan analisis tersebut maka
dapat diketahui konsentrasi dan kadar
difenhidramin hcl dalam sampel.
 Kadar senyawa difenhidramin HCl secara
kuantitatif dengan metode spektrofotometri UV
yaitu pada panjang gelombang 258 nm.
ANALISA KUALITATIF
KLORFERINAMIN MALEAT
 Pengujian dilakukan  Spektrum serapan UV
pada sampel CTM yang klorfeniramin maleat
mengandung bergantung kepada
klorofeniramin maleat. pelarutnya. Pada
Dalam hal ini, pereaksi suasana netral
yang digunakan dalam
analisis adalah larutan klorfeniramin maleat
natrium memberikan serapan
hidroksida(NaOH) dan maksimum pada
larutan kupri panjang gelombang 261
sulfat(CuSO4). Pada nm, sedangkan dalam
awalnya larutan ctm metanol klorfeniramin
berwarna kuning setelah maleat memberikan
ditambahkan oleh serapan maksimum
pereaksi maka terjadi pada panjang
perubahan warna gelombang 250-275
larutan menjadi larutan nm.
berwarna bitu tua dan
terbentuknya endapan.