Anda di halaman 1dari 36

CARSINOMA PROSTAT

Dhayika Anintia Besari 1740312105

Preseptor :
Prof. dr. H. Azamris, Sp.B(K)Onk
PENDAHULUAN
prostat akhir – akhir
ini mengalami
Kanker prostat menunjukkan
peningkatan karena
merupakan : kenaikan hampir
keganasan tiga kali lipat dalam
(1) meningkatnya
tersering padaumur
laki- harapan
sepuluh tahun
laki. hidup terakhir.
(2) penegakkan
diagnosis yang
menjadi lebih baik
(3) kewaspadaan
(awarness) tiap-tiap
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
• Karsinoma prostat adalah suatu kanker ganas
yang tumbuh di dalam kelenjar prostat, tumbuh
secara abnormal tak terkendali sehingga
Epidemiologi
mendesak dan merusak jaringan sekitarnya
• Tumor ini menyerang pasien yang berumur di
atas 40 tahun, diantaranya 30% menyerang pria
berusia 70-80 tahun dan 75% pada usia lebih dari
80 tahun.
• Indonesia kanker prostat termasuk dalam 10
penyakit keganasan tersering pada pria dan
ANATOMI PROSTAT
Etiologi

• Penyebab yang pasti belum diketahui


• Faktor predisposisi tesebut antara lain : Genetic, ras,
usia, riwayat keluarga, polusi, hormonal dan aktivitas
seksua,Kebiasaan merokok dan paparan bahan kimia
kadmium (Cd) yang banyak pada alat listrik dan baterai
berhubungan erat dengan timbulnya kanker prostat
Patofisiologi

• Keganasan prostate 90% biasanya berupa


Adenocarsinoma yang berasal dari kelenjar prostate yang
menjadi hipotrofik pada usia tua
• tumor tumbuh menembus kapsul prostat dn menginfiltrasi
ke organ sekitarnya
• hematogen: melalui v.vertebralis adalah ke tulang-tulang
pelvis, vertebra lumbalis, femur, vertebra torasika, dan
kosta
• limfogen:kelenjar limfe di pelvis menuju kelenjar limfe
retroperitoneal atas.
Gejala Klinis

• stadium dini : asimptomatik


• kesulitan berkemih
• mengedan jika ingin berkemih
• peningkatan frekuensi berkemih
• retensi urin total
• nyeri punggung atau pinggang
• hematuria
• disuria
• penurunan berat badan
Diagnosis

anamn
esis

ca prostat
pemeri
ksan
PF
penunj
ang
• Spesifik Antigen (PSA) test
• Transrectal Ultrasound (TRUS)
digunakan untuk mengetahui pertumbuhan prostate
yang tidak normal dan membantu dalam melakukan biopsy
pada daerah prostate yang abnormal.
• Transabdominal Ultrasound (TAUS)
• Biopsy
staging
Tata Laksana

• observasi
dilakukan pada pasien yang berisiko terhadap terapi
bedah, radioterapi maupun terapi hormonal, pada stadium
awal
• Terapi Hormonal
pemberian terapi hormonal berdasarkan konsep
Hugins “sel epitel prostat akan mengalami atrofi jika sumber
androgen ditidakan.
Berikut ini beberapa bentuk dari terapi hormonal

• Orchiektomy adalah suatu pembedahan yang bertujuan


mengangkat testis. sehingga menghilangkan sumber
androgen
• Agonis LHRH, kompetisi dengan LHRH seperti
leuprolide (lupron, viaduneligart), Gossereline (zoladex)
atau Busereline (supra Fact), untuk menghentikan
produksi testosterone.
• Anti Androgen yang biasa digunakan adalah flutamide
(eulexine) bisa lutamide (casodex), nilutamide dan asetat
siproteron, yang menghambat sintesa androgen
• Radioterapi
umumnya diberikan pada kanker stadium dini dan biasanya
juga pada stadium lanjut untuk mencegah metastasis
Radioterapi umumnya diberikan pada kanker stadium dini
dan biasanya juga pada stadium lanjut untuk mencegah
metastasis
• Kemoterapi
• Operatif
1. Prostatectomy radikal
tehnik pembedahan dengan cara mengangkat seluruh
prostat termasuk vesikula seminalis

2. Transurethral Resection of the Prostate (TUR-P)


Tindakan ini biasanya dilakukan pada stadium awal
untuk mengangkat jaringan yang menghambat aliran urine.
Komplikasi

• Komplikasi yang dapat ditimbulkan dari pemberian terapi


baik dengan menggunakan radiasi maupun pembedahan
berupa :
• - Gangguan ereksi (impotensi)
• - Perdarahan post operasi
• - Anastomosi striktur pada perineal prostatectomy
• - Urocutaneus fistula (perineal prostatectomy)
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien

Nama : tn.B
Usia : 66 tahun
Rekam medis : 02010595
Alamat : Pondok agung, Sungai Penuh,
Jambi
Pekerjaan : Petani
Status pernikahan : Menikah
Tanggal pemeriksaan : 24 Juli 2018
Keluhan Utama

Buang air kecil bercampur darah sejak 1 minggu yang lalu


• -Buang air kecil bercampur darah sejak 1 minggu yang lalu. Awalnya
pasien mengeluh buang air kecil tersendat-sendat sejak 1 bulan
yang lalu. Pasien harus menunggu lama dan mengejan saat ingin
BAK. Saat BAK, pancaran melemah dan kadang terputus-putus.

Riwayat Pasien sering tidak puas setelah BAK. Riwayat terbangun pada
malam hari untuk BAK sebanyak 3-4 kali
• -Riwayat BAK berpasir disangkal
• -Riwayat nyeri saat BAK (-)
Penyakit • -Riwayat demam (-)
• -Riwayat nyeri pinggng (-)
• -Riwayat penurunan berat badan 8 kg dalam 2 bulan terakhir,
Sekarang Penurunan nafsu makan (+)
• -Riwayat nyeri tulang, sesak napas, nyeri kepala, mual, muntah,
rasa penuh di perut tidak ada
• BAB tidak ada kelainan.
• -Diabetes Melitus (-)
• -Hipertensi (-)
Riwayat Penyakit • -Penyakit Jantung (-)
Dahulu • -Riwayat operasi sebelumnya
• -Riwayat tumor / keganasan di tempat lain tidak ada

• Tidak ada anggota keluarga lain yang


Riwayat Keluarga menderita penyakit yang
berhubungan dengan keluhan pasien

Riwayat
• Pasien seorang petani
Pekerjaan, Sosial
• Merokok sejak 45 tahun yang lalu, 1
Ekonomi dan bungkus perhari
Kebiasaan
PEMERIKSAAN FISIK

• Keadaan umum : tampak sakit sedang


• Kesadaran : komposmentis kooperatif
• Vital Sign :
• TD : 130/80 mmHg
• Nadi : 92 kali/menit
• Pernafasan : 20 kali/menit
• Suhu : 36,5°C
-Kepala : normocephal, tidak ada kelainan
-Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
-Kulit : turgor kulit baik
-Hidung : tidak ada kelainan
-Telinga : tidak ada kelainan
-Mulut : tidak ada kelainan
-Leher : tidak ada pembesaran limfonodi pada regio colli
a.Paru-paru :
Inspeksi : simetris kanan=kiri
Palpasi : fremitus kanan=kiri
Perkusi : sonor di kedua lap paru
Auskultasi : suara napas vesikular, wheezing (-/-), rhonki (-/-)

b.Jantung :
-Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat
-Palpasi : iktus kordis teraba 1 jari medial LMCS RIC V
-Perkusi : tidak dilakukan
-Auskultasi : bunyi jantung reguler, S1 S2 normal, murmur (-), gallop (-)
Abdomen
-Inspeksi : distensi (-)
-Auskultasi : bising usus (+) normal
-Palpasi : supel, NT (-), NL(-), hepar dan lien tidak teraba
-Perkusi : timpani

Ekstremitas : edema -/-


refilling kapiler < 2 detik, akral hangat
Status Lokalis

Regio flank dextra et sinistra :


nyeri ketok(-), nyeri tekan(-)
Regio Suprapubik:
Massa (-), nyeri tekan (-)

RT :Sfingter anus kuat, Mukosa licin, massa (-), Pul atas


teraba, teraba prostat asimetris, Konistensi prostat padat,
keras, bernodul-nodul,Sulcus mediana tidak teraba, nyeri
tean (-). hand scoon : darah (+), feses (+)
Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium Darah Rutin


Hb :11,6 g/dl
Leukosit :11.220 mg/ul
Hematokrit : 40 %
Trombosit : 243000/ul
Ureum :36 g/24h
Kreatinin serum:0.8 mg/dL
Na/K/Ca :146/4/8.2
Urinalisa
Leukosit : 80-100/LPB
Eritosit : 20-25/LPB
Protein : (-)
Glukosa : (-)

PSA : >100
USG Urologi : kesan hipertrofi prostat dd/ca prostat
DIAGNOSIS KERJA
Susp Ca Prostat

DIAGNOSIS BANDING
-

PEMERIKSAAN PENUNJANG TAMBAHAN


Bone scan
RENCANA TERAPI
• IVFD NaCl 0.9% 20tts/i
• Diet biasa
• Inj. Ceftriaxon 2x1gr iv
• Rencana Biopsi prostat transrektal
DISKUSI
usia 66 th

laki-laki merokok

faktor risiko
prostat
asimetris, USG
Konistensi Urologi :
prostat kesan
padat, hipertrofi
hematuria
keras, prostat
gejala obs dd/ca
bernodul-
penurunan nodul,Sulc prostat.
BB us
SUSP
medianaCA PSA
PROSTAT
tidak :>1
teraba, 00
nyeri tean
Untuk tatalaksna pada pasien ini direncanak biopsi Runtuk
memastikam diagnosis. Sebelunya pasien diberi IVFD NaCl
0.9% 20tts/i Diet biasa dan Inj. Ceftriaxon 2x1gr iv sebagai
antibiotik profilak sebelum dlaukan biopsi
terimakasih