Anda di halaman 1dari 16

Penyuluhan Kesehatan

Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja

KENAPA HARUS IKUT APAAN TUH??


PENYULUHAN INI?

Meningkatkan pengetahuan
tentang kesehatan reproduksi
sehingga mempunyai perilaku
yang bertanggung jawab
terhadap kesehatan
reproduksinya.
Remaja ??
WHO : 10-19 tahun
Indonesia : 10-18 tahun

Masa remaja dibedakan dalam:


• Masa remaja awal : 10 – 13 tahun
• Masa remaja tengah : 14 – 16 tahun
• Masa remaja akhir : 17 – 19 tahun

* Masatransisi antara masa anak dan dewasa


* Masa penuh paradoks, secara biologis dapat
menjadi ayah atau ibu tapi belum dewasa
Tumbuh Kembang Fisik
Tumbuh Kembang Psikis
Tumbuh Kembang Reproduksi
Masalah Haid pada Remaja Putri

Nyeri haid (Dismenorhea) Pre Menstrual Syndrome


 Rasa nyeri di bawah perut, (PMS)
panggul dan pinggang  Muncul beberapa hari
 Biasanya akan hilang bila haid menjelang haid
telah teratur, atau setelah menikah  Gugup, mudah tersinggung,
dan melahirkan dan lekas marah
Haid tidak teratur  Timbul jerawat
 Umumnya muncul di awal dapat
haid
 Bila remaja terlalu letih, sakit atau
cemas
Mengapa Kehamilan pada Remaja
seharusnya dihindari?

Organ reproduksi remaja puber mulai


berfungsi sehingga kehamilan dapat terjadi

Namun, secara fisik dan kejiwaan remaja


belum siap untuk memiliki keturunan
RISIKO KEHAMILAN USIA REMAJA DIBANDINGKAN DENGAN USIA DEWASA
(Kurang dari 20 Tahun)
Kehamilan remaja 4,5 kali berpeluang terjadinya kehamilan risiko tinggi
Angka perkawinan
Usia dini masih tinggi : Preeklamsia 2-5 kali lebih berpeluang terjadi
Kelompok umur 15-19 tahun
Kerusakan otak janin dan gangguan tumbuh kembang bayi
46,7 % akibat kekurangan yodium
Partus macet (“Obstucted Labor”)
Disproporsi panggul dengan kepala janin

5% Malposisi Janin
Kelompok umur 10-14 tahun
Kontraksi rahim tidak optimal

Kelahiran Prematur lebih banyak terjadi pada remaja

Bayi lahir dengan berat lahir rendah (dibawah 2.500 gram)

Risiko kematian saat melahirkan 2 kali lebih besar


Pernikahan anak usia <19 tahun mempunyai risiko 2-8 x
lebih besar untuk tertular penyakit menular seksual

Angka kelahiran pada usia 15-19 Sumber Direktorat Bina Kesehatan


tahun ialah 48 per 1000 kelahiran Ibu Kementerian Kesehatan
Survey Demografi Kesehatan
(dari sekitar 4,5 juta bayi lahir dalam
Indonesia (SDKI) tahun 2012
setahun di Indonesia, 2,3 juta berasal Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
dari pasangan yang menikah dini tahun 2010
10
Dampak
reproduksi
yang TIDAK
bertanggung
jawab
Merawat Kebersihan
Organ Reproduksi

 Bersihkan alat kelamin dan sekitarnya paling


sedikit setiap setelah buang air dan pada
saat mandi
 Bersihkan dengan air bersih dari arah depan
ke belakang
 Keringkan dengan tissue atau handuk kering
yang bersih
 Pakai bahan celana dalam yang menyerap
keringat, ganti minimal 2x/hari
 Memotong bulu pubis
Merawat Kebersihan
Organ Reproduksi
• Saat haid/menstruasi:
– Gunakan pembalut bersih dan ganti secara teratur 2-3 kali sehari, atau
• Setiap setelah buang air kecil
• Bila pembalut telah penuh darah
• Saat mandi
– Bila pembalut yang digunakan adalah pembalut sekali pakai
• Bersihkan terlebih dahulu pembalut dengan menggunakan air
• Bungkus
• Buang di tempat sampah