Anda di halaman 1dari 12

Alif Achmad Fahrizal (P07120215003)

Halima Aulia Ita Maghfiroh (P07120215020)


Nisa Fadhlilah Utami (P07120215028)
Umi Maisyaroh (P07120215039)
Tujuan
Kunjungan Pre Anestesi
 Kunjungan yang dilakukan sebelum anastesi dilakukan, biasanya
dilakukan sehari sebelum proses pembedahan dilakukan, hal-hal yang
diakukan adalah :
 Anamnesis : riwayat penyakit, alergi, batuk, pilek, riwayat anastesi
sebelumnya, riwayat pembedahan sebelumnya, riwayat penyakit
keluarga
 Pemerksaan fisik : lengkap dari ujung kepala ke ujung kaki, perlu
mengingat bahwa manusia itu mempunyai sepenggal hati untuk
menyukai dan tidak menyukai, maka perlakukanlah pasien ini
sebagaimana mestinya kita memerlakukan diri kita sendiri.
 Pemeriksaan penunjang yang diperlukan : laboratorium, fungsi paru,
hepar, ginjal dan pemeriksaan EKG sesuai indikasi, x foto thorax dan
cervic, echokardiografi. Seyogyanya pemeriksaan penunjang mengarah
kepada kepentingan yang diperlukan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
kunjungan pra bedah :
 Ketelitian dalam anamnesis dan pemeriksaan fisik
 METs pasien
 Airway dan breathing pasien
 Bisakah pasien ini diintubasi
 Perencanaan teknik anestesi
 Perencanaan perawatan pasca operasi
 Bila ada masa dalam jalan nafas mintalah
pemeriksaan pendukung untuk mengetahui anatomis
jalan nafas dan kemungkinan yang terjadi dalam
intubasi
Penilaian Metabolic Equivalent Task (METs)
 METs merupakan rasio energi yang digunakan dalam
kita melakukan aktifitas, ini dapat diasumsikan untuk
menilai kemampuan dalam menjaga keseimbangan
dalam VO2 dan DO2 (oksigen consumtion dan okigen
delivery). Sehingga bila terjadi ketidak seimbangan
atau VO2 lebih besar dari DO2, tubuh akan
mengkompensasi dengan kuat dan bila terdapat
ketidakmampuan mengkompensasi maka yang terjadi
seseorang akan sesak, pingsan, atau kekambuhan
iskemi kardiak dan metabolisme anaerob.
 Sebagai gambaran umum dalam melakukan
anestesi, bila nilai METs < 4 mempunyai resiko
yang besar sedangkan bila > 5 lebih kecil resiko,
tetapi tetap harus memperhatikan penyakit
penyerta pasien dan jenis tindakan operasinya
(kecil, sedang atau besar).
 Seyognyanya dalam kunjungan pra bedah, kita
menilai METs sesorang untuk memprediksi resiko
pembiuasan, apalagi bila sesorang ada penyakit
penyerta jantung, Diabet mellitus atau lainnya.
Tabel (METs)

Aktivitas Fisik MET


Lemah Intensitas Kegiatan <3
sedang tidur 0.9
menonton televisi 1.0
menulis, meja kerja, mengetik 1,8
berjalan, 1,7 mph (2,7 km / jam), tanah 2,3
yang datar, berjalan-jalan, sangat lambat
berjalan, 2,5 mph (4 km / jam) 2.9
Tabel (METs)

Aktivitas Fisik MET


Sedang Intensitas Kegiatan 3-6
bersepeda, stasioner, 50 watt, usaha sangat ringan 3.0
berjalan 3,0 mph (4,8 km / jam) 3.3
senam, olahraga di rumah, usaha ringan atau 3.5
sedang, umum
berjalan 3,4 mph (5,5 km / jam) 3.6
bersepeda, <10 mph (16 km / jam), waktu luang, 4.0
untuk bekerja atau untuk kesenangan
bersepeda, stasioner, 100 watt, upaya cahaya 5.5
Tabel (METs)

Aktivitas Fisik MET


Kuat Intensitas Kegiatan >6
jogging, umum 7.0
senam (pushups misalnya, situps, pullups, 8.0
meloncat-loncat), berat, upaya kuat

berjalan jogging, di tempat 8.0


tali jumping, aktif sepakbola, berenang, tenis 10.0
single
ASA 1 pasien dengan kesehatan normal (0,06-0,08%)
ASA 2 : pasien dengan penyakit sistemik ringan (diabetes ringan,
hipertensi terkontrol, obesitas [0,27-0,4])
ASA 3 : pasien dengan penyakit sistemik berat yang membatasi
aktivitas (angina, COPD, infark miokard [1,8-4,3%])

ASA 4 : pasien dengan penyakit yang mengancam kehidupannya


(CHF, gagal ginjal [7,8-23%])
ASA 5 : pasien yang tidak diharapkan hidup dalam 24 jam
(ruptur aneurisma [9,4-51%]
ASA 6 : pasien dengan mati batang otak yang aka mendonorkan
organ
Tambahkan”E” setelah klasifikasi untuk operasi darurat,
Kesimpulan

 Kunjungan (visite) pre anestesi adalah kunjungan yang


dilakukan sebelum anastesi dilakukan, biasanya
dilakukan sehari sebelum proses pembedahan
dilakukan. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika
melakukan kunjungan ke pasien pre operasi adalah
sebagai berikut: anamnesis, pemerksaan fisik,
pemeriksaan penunjang yang diperlukan.
 Untuk bisa melakukan kunjungan (visite) pre anestesi,
kita harus mempunyai acuan, yaitu Standar
Operasional Prosedur (SOP), yang di dalamnya
terdapat beberapa inti pokok, yaitu tujuan, kebijakan,
prosedur, unit/instalasi terkait. Hal-hal tersebut harus
menjadi perhatian dan terinternalisasi dalam diri
seorang perawat anestesi.
Terimakasih