Anda di halaman 1dari 35

SEFT Terapi

HENIWATI PURBA (1701019007)


DJOISKE TULANGOW (1701019036)
AMBARWATI (1701019002)
NUR AINI (1701019011)
SULVICA RESTIAWATY (1701019040)
SEJARAH

SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique)

perpaduan antara energy psychology dan EFT


yang disempurnakan dengan sentuhan Spiritual
yang bersifat universal (Zainuddin, 2008)
Tehnik SEFT menggabungkan 15 macam teknik terapi
yang sudah dikenal luas di dunia, yaitu:

 Cognitive Therapy (NLP)  Visualization


 Behavioral Therapy  Gestalt Therapy
 Logotherapy  Meditation
 Psychoanalysis  Sedona Method
 EMDR  Provocative Therapy
 Self Hypnosis  Energy Therapy (EFT)
(Erickssonian)  Powerful Prayer
 Suggestion & Affirmation  Kindness Therapy
Energy Psychology
DR. DAVID FEINSTEIN, Ph.D
Seorang clinical psychologist dan pioner dalam
memngembangkan pendekatan terapi energy
psychology

Energy Psychology
seperangkat prinsip dan teknik memanfaatkan sistem
energi tubuh untuk memperbaiki kondisi pikiran,
emosi dan perilaku.

Anda mungkin telah tahu bahwa “ketidak-


seimbangan kimia” dalam tubuh kita berperan
dalam menimbulkan berbagai gangguan emosi,
seperti: depresi, stress dan cemas. Telah ada
banyak bukti ilmiah yang menunjukkan gangguan
“energi tubuh” ternyata juga berpengaruh besar
dalam menimbulkan gangguan emosi.
EmotionalFreedomTechnic
 Gary Craig, seorang insinyur dari Stanford Univ,
merupakan murid dari Dr. Callahan yang menemukan
Thought Field Therapy (TFT), walaupun hasilnya sangat
spectacular hasilnya, tetapi cukup rumit untuk diterapkan
oleh orang awam. Gary Craig menyederhanakan tekhnik
THT menjadi EFT hingga menjadi tekhnik yg lebih mudah
tetapi tetap efektif hasilnya.
 Ia telah menguji efektifitas EFT secaa ekstensif secara
sistematis, mudah dicerna dan dipraktikkan.
 Emotional Freedom Technic
terapi yang dilakukan oleh diri sendiri dengan cara
menekan-nekan bagian tubuh tertentu yang dipercaya
dapat mengurangi ketegangan dan meningkatkan
hubungan antara tubuh dengan pikiran. Bagian tubuh yang
ditekan merupakan titik-titik yang dianggap tempat
berkumpulnya energi tubuh.
Spiritual Emotional Freedom Technic
Ahmad Faiz Zainudin
Founder tekhnik terapi, seorang sarjana
psikologi lulusan Univ. Airlangga Surabaya, juga
seorang Master HRD dari Univ. Tekhnologi
Malaysia

Belajar langsung dari pendiri EFT, Gary Craig


(USA), pendiri bodymind Integration, John
Hartung (USA), EFT for peak performance,
Steve Wells (Australia), serta ketua Asosiasi
Energy Psichology wilayah asia pasifik, Joseph
Guan (singapore) dan pakar Psycho Energetic
Aura Technology (Peat), Carol Saito (Italy).

Mulai diperkenalkan pada tahun 2005 dengan


diterbitkannya buku “HEALING + HAPPINESS +
GREATNESS”
 Fakta membuktikan, penyakit yang diderita seseorang 70% disebabkan
oleh faktor emosi yang dipendam oleh penderita, sedangkan 30 % sisanya
disebabkan faktor lainnya seperti kondisi fisik, pola makan, keadaan
lingkungan, atau karena kecelakaan fisik. Sehingga tak jarang bila ada
seseorang yang terkena penyakit kronis tertentu selama bertahun-tahun
belum bisa sembuh, padahal sudah berobat ke para ahli seperti dokter,
psokiater, pengobatan alternatif, dll. Hal ini disebabkan karena orang
tersebut masih memendam rasa emosi yang belum terselesaikan, sehingga
menyebabkan ppenyakit tersebut masih bertahan di tubuh penderita.
Apabila orang tersebut bisa menyelesaikan faktor emosinya terlebih
dahulu, Insya Allah kesembuhan akan mudah diperoleh, dan penyakit
tersebut akan menghilang/sembuh dengan sendirinya.
TUJUAN

 Adapun tujuan dari SEFT adalah untuk


membantu orang lain baik individual
maupun kelompok dalam mengurangi
penderitaan psikis dan fisik. Yang sesuai
dengan motto SEFT yaitu Loving Good,
Blessing to the others and Self Improvement.
Yang diungkapkan untuk mencintai Tuhan,
dengan ditujukan agar kita perduli dengan
orang lain dan memiliki makna perbaiki diri
sendiri mengingat adanya kelemahan dan
kekurangan pada setiap pribadi.
MANFAAT
 Mengatasi Berbagai Masalah Fisik: Sakit Kepala, Nyeri Punggung, Maag,
Asma, Sakit Jantung, Kelebihan Berat Badan, Alergi,dan sebagainya.
 Mengatasi Berbagai Masalah Emosi: Takut (phobia), Trauma, Depresi,
Cemas, Kecanduan Rokok, Stress, Sulit Tidur, Mudah Marah, atau Sedih,
Gugup Menjelang Ujian, atau Presentasi, Latah, Kesurupan, Kesulitan
Belajar, Tidak Percaya Diri, dan sebagainya.
 Mengatasi Berbagai Masalah Keluarga dan Anak-anak: Ketidak
harmonisan Keluarga, Selingkuh, Masalah Seksual, di ambang
Perceraian, Anak Nakal, Anak Malas Belajar, anak Mengompol, dan
sebagainya.
 Meningkatkan Prestasi: Meningkatkan Prestasi OlahRaga, Prestasi di
Tempat Kerja, Prestasi Belajar, Meningkatkan Omset Penjualan,
Meningkatkan Performa Sales, Memperlancar Negosiasi, Mencapai goals
dan Target yang di tetapkan.
 Meraih Kesuksesan Hidup, Meningkatkan Pendapatan, Menjadi Money
Magnet.
 Mendapatkan Pencerahan Spiritual, Meningkatkan Kedamaian Hati dan
Kebahagiaan Diri.
Macam Permasalahan Yg Bisa
ditangani oleh SEFT
 Individu
 Kelompok
 Sekolah
 Organisasi
 Bisnis
 Olahraga dan seni (mental juara)
SARANA & FASILITAS
 Kondisi ruangan
 Ruangan yang digunakan harus terang, nyaman, sirkulasi udara baik atau
ber-AC, dan cukup penerangan sehingga memudahkan konseli untuk
berkonsentrasi dan fokus terhadap masalah yang ingin diselesaikan.
 Ruangan yang kedap suara
 Agar konseli yang melakukan SEFT dapat dengan leluasa berteriak
selepas-lepasnya tanpa menggangu orang-orang yang ada di luar
ruangan.
 Kursi
 Dalam teknik ini perlu digunakan kursi dengan busa yang empuk yang
dapat memudahkan individu untuk melakukan kegiatan tapping dengan
berkonsentrasi penuh terhadap dirinya dan merasa nyaman.
SARANA & FASILITAS
 Kantong plastik
 Sebagai konselor kita juga harus menyediakan kantong plastik pada saat
melakukan kegiatan SEFT jika ada konseli yang merasa mual, karena akibat
mengeluarkan energi negatif dalam diri konseli.
 Menyediakan barang-barang yang disukai atau yang tidak disukai oleh konseli.
 Misalnya seorang konseli ingin berhenti merokok maka kita sebagai konselor harus
menyediakan rokok untuk mengetes sejauh mana konseli dapat sembuh dan tidak
merokok kembali.
 Menyediakan Mic/speaker
 Alat ini digunakan jika melakukan SEFT secara berkelompok agar memudahkan
konseli dapat menerima tahapan yang akan dilakukan.
 Menggunakan LCD
 Alat ini digunakan untuk menampilkan video SEFT jika seorang konselor melakukan
SEFT secara kelompok agar konseli di belakang yang tidak dapat melihat konselor
yang sedang mempraktikkan dapat dengan mudah melakukan kegiatan SEFT
dengan melihat video yang tertera di LCD.
Faktor yang mempengaruhi SEFT Terapi

 Peserta kurang minum (dehidrasi).


 Ada benda elektronik yang ada disekitar peserta
yang “mengacaukan” terapi. Misalnya HP, Jam
Tangan.
 Peserta kurang bisa Khusyuk, Ikhlas dan Pasrah.

 Lingkungan yang berisik, tidak tenang.


SEJARAH

SEFT
Manfaat SEFT terapi

 Mengatasi Masalah Fisik (Nyeri, Alergi)


 Mengatasi Berbagai Masalah Emosi

(Stress, Sulit Tidur, depresi, cemas, trauma)


 Meningkatkan Prestasi

 Mendapatkan Pencerahan Spiritual


Indikasi SEFT terapi
 Pada pasien mengalami nyeri
 Pada pasien yang cemas
 Pada pasien yang mengalami sedih
berkepanjangan
Teknik SEFT terapi

1. The Set-Up
 doa kepasrahan
 sebanyak tiga kali
 menekan dada dibagian sore spot

2. The Tune-In
 memikirkan sesuatu atau peristiwa spesifik yang
menjadi masalah
 Ketika terjadi reaksi negatif hati dan mulut
mengatakan, ya Allah saya Ikhlas,,
3. The Tapping
 Tapping adalah mengetuk ringan dengan dua ujung

jari pada titik-titik tertentu di tubuh.


Tapping versi pendek
Tapping Versi Lengkap
SEFT di negara selain Indonesia
 Awalnya SEFT ini dikembangkan melalui (EFT)
Emosional freedom terapy,
 EFT adalah versi emosional dari akupuntur yg tidak
mengandalkan tusukan jarum
 Melainkan hanya ketukan ringan dengan ujung jari
 EFT memasukkan elemen emosi didalam teknik
pengobatannya.
 Pada negara selain Inodenesia banyak yang
melakukan penelitian EFT
 Hasil penelitian Paul, 2004, di Canada,
menyebutkan:

 terapi EFT menunjukkan bahwa adanya


manfaat yang berkelanjutan dimana
meningkatnya 13-15 Hz amplitudo atas
sensorik korteks motor pada subjek yang
diteliti
 Dawson, 2009 juga melakukan penelitian dengan
menerapkan EFT pada veteran (di Vietnam) yang
mengalami PTSD, depresi, perilaku obsesif-
kompulsif, fobia, permusuhan, interpersonal
sensitivitas, paranoia, psikosis, dan somatisasi.
 dimana hasil penelitiannya menyebutkan keparahan
gejala menurun secara signifikan, kecemasan
menurun 46%, depresi menurun 49% dan PTSD
50%.
 SEFT adalah metode baru dalam melakukan EFT.
Ahmad Faiz Zainuddin melakukan pertama kalinya,
yakni melibatkan unsur spiritual.
 Salah satu penelitian tentang seft yang didapatkan
di selain negara Indonesia adalah Malaysia,
 Subjek penelitiannya berasal dari beberapa
negara, Indonesia dan Malaysia, Arab, dan Irak;
 dimana hasil penelitiannya menyebutkan; Seft
dapat bermanfaat baik dalam mengurangi
masalah psikologis: trauma, fobia, kecemasan, nyeri
dan gangguan emosi, menyeimbangkan hasil
fisiologis, migrain, dan kelelahan mata dengan
mengetuk di titik meridian (Mardiyono, 2009)
Mardiyono, 2009, juga mengemukakan implikasi untuk praktek
dan penelitian di bidang keperawatan

 relaksasi Islamik merupakan intervensi langsung


yang bisa dilakukan oleh bagian keperawatan,
diantaranya; terapi zikir, doa, terapi kognitif dan
SEFT yang sangat efektif untuk mengatasi psikologis
dan trauma.
 Ini harus diterapkan untuk berbagai kelompok
pasien untuk mengatasi masalah psikologis,
Seft di Indonesia
 Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT)
dikembangkan terus menerus oleh Ahmad Faiz
Zainuddin dengan mendirikan Logos Institute.
 Logos Institute ini untuk memfasilitasi masyarakat
mengikuti SEFT Terapi, dan Konsultasi.
 Dalam training SEFT biasanya diikuti oleh individu
tunggal maupun kelompok besar
 Training seft dipandu oleh SEFTer(seseorang yang
telah mengikuti training SEFT)
 Salah satu penelitian yang menerapkan SEFT ini
adalah pada pasien kanker
 dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa
kombinasi intervensi SEFT dan terapi analgesik lebih
efektif untuk menurunkan nyeri pada pasien kanker
dibandingkan hanya terapi analgesik saja (Hamka,
2009)
 Penelitian dilakukan disalah satu Rumah Sakit
Indonesia yakni Rsu Dr. Soetomo
 Dan pada hasil penelitian Mukhamad Rajin, 2012
disebutkan bahwa terapi SEFT dapat meningkatkan
kualitas tidur pada pasien pasca operasi dengan
signifikan.
 Terapi SEFT ini dapat direkomdesikan sebagai
tindakan perawatan
 Penelitian di lakukan di Paviliun Mawar RSUD
Jombang.
Penerapan SEFT di area keperawatan

 Meskipun SEFT bukanlah muncul dari ilmu


keperawatan,
 Perawat dituntut memberikan perawatan yang
komprehensif, diantaranya Spiritual
 SEFT merupakan bagian dari Spiritual yang bisa
dikembangkan oleh perawat terhadap keadaan
psikologis dan fisiologis tubuh pasien
 Namun, dalam memberikan SEFT,
 perawat harus mengikuti training SEFT yang
dilaksanakan di Logos Institute, atau perawat
dapat menerima training SEFT dari SEFter, (yakni
para pelatih SEFT) yang telah menjadi trainer SEFT
Penerapan SEFT di Provinsi Aceh

 Dalam menerapkan terapi komplementer ini,


dianjurkan para pihak Rumah Sakit di terutama
Banda Aceh untuk melakukan training bagi perawat
dalam mengaplikasikan SEFT terapi dengan
mengundang SEFter dari pihak Logos Institusi
Jakarta.
 SEFT ini juga dianjurkan untuk perawat komunitas,
sebagai upaya promotif.
 The End