Anda di halaman 1dari 54

RTL 2215

Pengantar
OPERASI TAHAP KESETIMBANGAN
Dr. Amir Husin, ST, MT

Fakultas Teknik – Universitas Sumatera Utara

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 1
Pengertian Tahap Kesetimbangan

 Sebuah “Stage (tahap)” : adalah gabungan dari satu


langkah pengontakan dan pemisahan
 Secara fisik, sebuah stage/tahap dapat berupa:
a. Dua buah tangki

Lin Vin

V0ut

L0ut
Mixer Settler
(Pencampur)Amir/Proses Pemisahan-I/2016 (Pemisah) 2
Pengertian Tahap Kesetimbangan

b. Sebuah tray dalam kolom pemisah

plate

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 3
Hubungan Kesetimbangan antar fasa

a. Hukum Fase dan Kesetimbangan


 Untuk memprediksi konsentrasi suatu solute dalam
setiap fasa dari dua fase dalam keadaan kesetimba-
ngan, data kesetimbangan percobaan harus tersedia.
 Bila dua fase tidak berada pada kesetimbangan, laju
perpindahan massa proposional terhadap driving force
(gaya dorong).
 Kesetimbangan dua fase contohnya: gas-liquid atau
liquid-liquid .
 Variabel yang mempengaruhi kesetimbangan dari suatu
solute adalah : temperatur, tekanan dan konsentrasi.
Amir/Proses Pemisahan-I/2016 4
Hubungan Kesetimbangan antar fasa

 Dalam kesetimbangan dua fase, berlaku Hukum


Fase :
F=C-P+2
dengan :
P = jumlah fase pada kesetimbangan
C = jumlah total komponen dalam dua fase
bila tidak ada reaksi kimia,
F = derajat kebebasan system
(jumlah dari variant)

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 5
Hubungan Kesetimbangan antar fasa

Contoh : untuk sistem gas-liquid (dari CO -udara-air)

Jadi : ada 2 fase dan tiga komponen


maka persamaan (1) :

F=C-P+2
F = 3 – 2 + 2 = 3 (maksudnya ?)

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 6
Kesetimbangan Gas-Cair

Data kesetimbangan gas-liquid dapat dilihat pada:


1. Appendix A (Geankoplis), dari A.3-19 s/d A.3-25.
2. Dari data kelarutan

Contoh : Data Kelarutan NH3 terhadap H2O yang diukur


pada temperatur 20oC dan P = 760 mmHg

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 7
a. Pembuatan Kurva didasarkan mol fraksi

 m NH3   7,5 
   
x 
mol NH3
  BM NH3 
  17 
mol H 2O  m H 2O   92,5 
   
 BM H O   18 
 2 

P* 50,0
y  
P 760

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 8
a. Pembuatan Kurva didasarkan mol Ratio

 m NH3   7,5 
   
x 
mol NH3
  BM NH3 
  17 
mol H 2O  m H 2O   92,5 
   
 BM H O   18 
 2 

p* 50,0
y  *

P- p 760 - 50

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 9
3. Pembuatan Kurva berdasarkan hubungan kesetimbangan
menggunakan Hukum Henry

 Hubungan kesetimbangan antara pA pada fase gas dan xA


dapat dinyatakan dengan persamaan Hukum Henry pada
konsentrasi rendah ;
p A = H xA
 Dengan H = Henry’s law constant (fraksi mol gas/ fraksi
mol liquid) atau (atm/fraksi mol)

 Bila persamaan diatas keduanya dibagi dengan tekanan


total :

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 10
Berapa konsentrasi oksigen terlarut dalam air pada 298 K
bila larutan berada dalam kesetimbangan dengan air pada
tekanan total 1 atm?
Konstanta Henry = 4,38 x 104 atm/mole fraksi.

Penyelesaian :

. Dengan menggunakan pers.11 ;

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 11
Penyelesaian (lanjutan.....) :

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 12
Kesetimbangan kontak satu tahap

 Dalam beberapa operasi kimia dan proses2 industri


lainnya, perpindahan massa dari satu fase ke fase
lainnya akan terjadi, biasanya diikuti dengan pemisahan
dari komponen2 suatu campuran, satu komponen akan di
transfer ke suatu tingkatan yang lebih besar dari
komponent satunya.

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 13
Kesetimbangan kontak satu tahap

Misal komponent A,B, dan C berada pada aliran dan


membuat kesetimbangan A dan C,

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 14
Kontak kesetimbangan satu stage untuk sistem
gas-liquid

Pada sistem gas-liquid:


 Gas masuk terdiri : A solute dan B inert
 Liquid masuk terdiri : A solute dan C inert

 Untuk komponent A diperoleh pers sbb:

• Untuk menyelesaikan persamaan diatas, yA1 dan xA1


berada pada kesetimbangan, yang diberikan oleh pers.;

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 15
Contoh Soal 2 :

Suatu campuran gas pada 1 atm abs mengandung udara


dan CO2 di kontakkan dalam suatu single stage
pencampur secara kontinyu dengan air sebagai solven
pada 293 K. Gas dan liquid keluar berada pada
kesetimbangan. Laju alir gas masuk 100 kg.mol/jam,
dengan fraksi mol CO2 = 0,20.
Liquid masuk 300 kg/jam.
Hitung jumlah dan komposisi dari kedua fase aliran yang
keluar. Asumsi air tidak menguap ke fase gas.

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 16
Multiple Countercurrent-contact stages

1. Derivasi dari persamaan Umum :

V1 V2 V3 Vn Vn+1 VN VN+1
1 2 n N
L0 L1 L2 Ln-1 Ln LN-1 LN

 Neraca Massa Total untuk seluruh stage :

L 0  VN 1  L N  V1  M ..................... (1)

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 17
 Neraca Massa Komponen A, B dan C :

L 0 x0  VN 1 y N 1  L N xN  V1 y1  M xM ............... (2)

 Neraca massa total untuk dari stage 1 s/d stage ke-n:

L 0  Vn 1  L n  V1 ..................... (3)

 Neraca massa komponen A, B dan C untuk dari stage 1


s/d stage ke-n: :

L 0 x0  Vn1 y n 1  Ln xn  V1 y1 ............... (4)

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 18
L 0 x0  Vn1 y n 1  Ln xn  V1 y1

Vn1 y n 1  Ln xn  V1 y1  L 0 x0

Ln xn V1 y1  L 0 x0
y n 1   ............... (5)
Vn1 Vn1
Ln
Pers. (5) : Persamaan garis operasi, dengan Slope 
Vn1

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 19
2. Kontak countercurrent aliran tidak saling larut

 Perpindahan solute A terjadi bila aliran V mengandung


komponent A dan B, serta tidak mengandung C,
 dan aliran L mengandung A dan C, dan tidak
mengandung B.
 Kedua aliran L dan V tidak saling larut satu sama lain, jadi
hanya komponent A yang berpindah

 Bila L dan V adalah aliran yang encer dengan komponent A


(konsentrasi solute A pada kedua aliran kecil), maka aliran
cenderung mengalir konstan dan slope Ln/Vn+1 mendekati
konstan, sehingga diperoleh garis operasi merupakan garis
lurus (gambar berikut).

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 20
Gambar 1. Jumlah stages pada proses Multipel Stage
Amir/Proses Pemisahan-I/2016 21
 Pada gambar 1, y1 dan x0 berada pada garis operasi
dan y1 dan x1 berada pada garis kesetimbangan.
 Setiap stage diwakili oleh sebuah garis pada gambar 1,
langkah dilanjutkan hinggá titik yN+1 dicapai.
 Jika aliran L dan V encer (komponen A kecil pada kedua
aliran), maka aliran mendekati keadaan konstan dan
slope Ln / Vn+1 mendekati konstan.

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 22
Contoh Soal

Diinginkan mengabsorbsi 90% acetone dalam aliran udara


yang mengandung 1% aceton dlm suatu menara
countercurrent. Aliran gas masuk 30 kg.mol/j, dan total air
murni masuk sebagai absorbent adalah 90 kg.mol H2O/j.
Proses di operasikan pada keadaan isothermal 300 K dan
tekanan total 101,3 kPa.
Hubungan kesetimbangan aceton dalam gas dan liquid :
yA = 2,53 xA
Tentukan jumlah stage yang dibutuhkan secara teori untuk
proses operasi ini.

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 23
L 0 = 90 kgmol/jam
xA, 0 = 0 Penyelesaian :
L0 ; x0 Misal :
V1 ; y1 A = Aseton
Stage 1 B = Udara
V2 ; y2 L1 ; x1 C = H2O (likuid)
Stage 2
y3 x2  Aliran gas masuk:
Stage 3
x3 VN+1 = 30 kgmol/jam (A +B)
y4
 mol A 
y A, N 1  0,01  
yN xN-1  mol A  mol B 
Stage N
yN+1 LN ; xN yB , N 1  1  y A, N 1

 mol B 
yA, N+1 = 0,01  0,99  
VN+1 = 30 kgmol/jam  mol A  mol B 
Amir/Proses Pemisahan-I/2016 24
 Aliran gas masuk:

Massa Aseton (A) masuk dalam aliran gas  y A, N 1 * VA, N 1

 0,01  . 30 
mol A
 0,3
jam

Massa udara (B) masuk dalam aliran gas  yB, N 1 * VA, N 1

 0,99  . 30 
mol B
 29,7
jam
Dari soal, diinginkan mengabsorb 90% acetone ,
 aseton yang terabsorpsi ke dalam aliran air keluar, :

 0,9  . 0,3 
kmol A
 0,27
jam

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 25
 Aliran gas masuk:

 aseton sisa dalam aliran gas keluar :

 10%  . 0,3 
kmol A
 0,03
jam

 maka laju alir keluar gas, V1 = 29,7 + 0,03


mol ( A  C)
 29,73
jam

 Konsentrasi aseton (A) dalam alir keluar gas = yA,1

0,03 mol A
y A,1   0,00101
29,73 mol A  B

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 26
 Aliran air keluar:

 maka laju alir air keluar, LN = 90 + 0,27

mol ( A  C)
 90,27
jam

 Konsentrasi aseton (A) dalam alir air keluar = xA,N

0,27 mol A
x A, N   0,003
90,27 mol (A  C)

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 27
A = Aseton ; B = Udara ; C = H2O (likuid)

 Aliran Air masuk (Solven):


L0 = 90 kgmol /jam (A +C)

 mol A 
x A, 0  0  
 mol A  mol C 
 mol C 
xC , 0  1  x A, 0  1,0  
 mol A  mol C 

Dari Grafik, diperoleh Jumlah Stage = 5,2

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 28
 Step-1 : Menggambar Kurva Kesetimbangan

0.012

Fraksi mol aseton dalam gas, yA


yA = 2,53 xA
XA YA
0 0 0.008
0,0005 0,001265
0,001 0,00253
0,0015 0,003795 Kurva Kesetimbangan
0,002 0,00506
0.004
0,0025 0,006325
0,003 0,00759
0,0035 0,008855
0,004 0,01012
0
0 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005

Fraksi mol aseton dalam air, xA

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 29
 Step-2 : Menggambar Garis Operasi

0.012
Fraksi mol aseton dalam gas, yA
yA,N+1

0.008

Kurva Kesetimbangan

0.004

yA,1

0
0 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005
xA,0 xA,N
Fraksi mol aseton dalam air, xA

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 30
 Step-2 : Menggambar Garis Operasi

Garis Operasi
0.012
Fraksi mol aseton dalam gas, yA
yA,N+1

0.008

Kurva Kesetimbangan

0.004

yA,1

0
0 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005
xA,0 xA,N
Fraksi mol aseton dalam air, xA

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 31
 Step-3 : Menggambar Plate Teoritis

Garis Operasi
0.012
Fraksi mol aseton dalam gas, yA
yA,N+1

0.008
5
Kurva Kesetimbangan
4

0.004 3
2
yA,1 1

0
0 0.001 0.002 0.003 0.004 0.005
xA,0 xA,N
Fraksi mol aseton dalam air, xA

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 32
Metode Analitik untuk Trayed Tower

 Metode grafik untuk menentukan jumlah stage


memang lebih mudah dan umum digunakan,
namun kendalanya adalah :
1. Jumlah stage N menjadi besar
2. Lebih dari satu solut yang diabsorpsi
3. Kondisi operasi bisa dioptimasi
4. Untuk konsentrasi yang tinggi atau
yang rendah memerlukan multiple
diagrams

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 33
Metode Analitik untuk Trayed Tower

Persamaan Analitik untuk Countercurrent stage contact

 Neraca massa komponen A:

L0 xA,0  VN1 y A, N 1  L N xA, N  V1 y A,1 ............... (1)

LN xA, N  VN1 y A, N 1  L0 xA,0  V1 y A,1 ............... (2)

 Neraca massa komponen A untuk stage n pertama:

L0 xA,0  Vn 1 y A,n1  Ln xA,n  V1 y A,1 ............... (3)

Ln xA,n  Vn 1 y A,n1  L0 xA,0  V1 y A,1 ............... (4)

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 34
Metode Analitik untuk Trayed Tower

Selama aliran molar konstan, Ln = LN = L = konstan = L


dan Vn+1 = VN+1 = V konstan, maka

L .xA,n  V. y A,n1  L. xA,0  V. y A,1 ............... (5)

L. xA, N  V. y A, N 1  L. xA,0  V. y A,1 ............... (6)

Dari Pers. (5) dan (6), maka

L .xA,n  V. y A,n1  L. xA, N  V. y A, N 1


L . xA,n  xA, N  
 V . y A,n1  y A, N 1  ............... (7)

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 35
Metode Analitik untuk Trayed Tower

 Bila yA,n+1 dan xA,n+1 berada dalam kesetimbangan


fasa, dan hubungannya berbentuk garis lurus :

y A,n1  m . xA,n1 dan y A, N 1  m . xA, N 1

Subtitusi ke Pers. (7) dan A = L/(m.V) maka :

L . x A,n  L . x A,N  V . m . x A,n 1  V . yA,N1

V . m . x A,n 1  L . x A,n  V . yA,N1  L . x A,N

yA,N 1
x A,n 1  A . x A,n   A . x A,N ............... (8)
m

Dengan : A = faktorAmir/Proses
absorbsi Pemisahan-I/2016 36
Dengan menggunakan kalkulus maka pers (8) diperoleh;

 Untuk proses Absorbsi :


Transfer solute A dari fase V ke L :

yA,N 1  yA,1 AN 1  A
 N 1
......................... (9)
yA,N 1  m.xA,0 A 1

 yA,N 1  m.xA,0  1  1 
log  1    
 yA,1  m.xA,0  A  A 
N  ........ (10)
log A
Bila A = 1, maka : yA,N 1  m.xA,0
N  .............. (10)
yA,1  m.xA,0
Amir/Proses Pemisahan-I/2016 37
 Untuk proses Stripping :

xA,0  yA,N 1 A N 1
 1 A

xA,0  yA,N 1 m 
......................... (11)
1 AN 1  1

log 

 xA,0  yA,N 1 m  
1  A  A 
 
xA,N  yA,N 1 m  
N 
log 1 A
........ (12)

Bila A = 1, maka Pers, (12) menjadi :


xA,0  xA,N
N 
 
.................................... (13)
xA,N  yA,N 1 m
Amir/Proses Pemisahan-I/2016 38
Metode Analitik untuk Trayed Tower

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 39
Contoh soal 4. (sama seperti soal.3)

Diinginkan mengabsorbsi 90% acetone dalam aliran udara


yang mengandung 1% aceton dlm suatu menara
countercurrent. Aliran gas masuk 30 kg.mol/j, dan total air
murni masuk sebagai absorbent adalah 90 kg.mol H2O/j.
Proses di operasikan pada keadaan isothermal 300 K dan
tekanan total 101,3 kPa.
Hubungan kesetimbangan aceton dalam gas dan liquid :
yA = 2,53 xA
Tentukan jumlah stage yang dibutuhkan secara teori untuk
proses operasi ini.

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 40
Penyelesaian : Misal : A = Aseton; B = Udara; C = H2O (likuid)

V1 = 29,73 kgmol(A+B)/jam L 0 = 90 kgmol/jam


yA, 1 = 0,00101 xA, 0 = 0
L0 ; x0
V1 ; y1
Stage 1
V2 ; y2 L1 ; x1
Stage 2
y3 x2
Stage 3
y4 x3

yN xN-1
Stage N
yN+1 LN ; xN
VN+1 = 30 kgmol/jam L N = 90,27 kgmol (A+C)/jam
yA, N+1 = 0,01 x = 0,003
Amir/Proses Pemisahan-I/2016 A, 0 41
Penyelesaian .................

 Pada ujung proses, yakni pada stage-1:

V1 = 29,73 kgmol(A+B)/jam
L0 ; x0 yA, 1 = 0,00101
V1 ; y1
Stage 1
V2 ; y2 L1 ; x1 L 0 = 90 kgmol/jam
xA, 0 = 0

Juga,
sehingga,

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 42
 Pada stage ke - N:
maka,

yN xN-1
Stage N
yN+1 LN ; xN Rata - rata Geometrik( A) :
A  A1 AN  1,2 x 1,19  1,195
VN+1 = 30 kgmol/jam
yA, N+1 = 0,01

L N = 90,27 kgmol /jam


xA, N = 0,003
 Untuk proses Absorbsi (Pers. 10):

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 43
 Untuk proses Absorbsi, subtitusi ke Pers. 10:

 yA,N 1  m.xA,0  1  1 
log  1    
 yA,1  m.xA,0  A  A 
N  ........ (10)
log A

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 44
Disain dari Menara Absorpsi Jenis Plate

V 1 , y1 Lo, xo Solut A dalam gas B berdifusi masuk ke


1 cairan (solven)
2
L= kmol inert solven/s atau kmol inert
solven/s.m2.
V = kmol gas inert/s
n
Vn+1 yn+1 Ln xn x = fraksi mol A di dalam cairan.
y = fraksi mol A di dalam gas.
Ln = mol total cairan/s
Vn+1 = mol total uap/s
Nilai inert (L dan V) konstan sedangkan total
aliran gas dan cairan berubah-ubah
N-1
N Contoh: Absorpsi aseton (A) dari udara (B)
menggunakan air.
VN+1 yN+1 L N xN

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 45
Disain dari Menara Absorpsi Jenis Plate

Neraca massa komponen A: Countercurrent-


stage process

 xo   y N 1   xN   y1 
L'    V '    L'    V '   ........ (14)
 1  xo   1  y N 1   1  xN   1  y1 

Neraca di sekeliling kotak garis putus-putus:

 xo   yn1   xn   y1 
L'    V '    L'    V '   ........ (15)
 1  xo   1  yn1   1  xn   1  y1 

Penyelesaian dilakukan secara grafis menghasilkan sebuah kurva.


Jika x dan y sangat encer, garis yang dihasilkan mendekati linier
dengan slope  L/V.
Amir/Proses Pemisahan-I/2016 46
2. Penentuan secara grafik jumlah plate dari Menara Tray
(Menara Plate)

Contoh: Absorpsi SO2 di dalam Tray-Tower

Suatu tray-tower dirancang untuk menyerap SO2 dari


udara dengan menggunakan air murni pada 293 K. Gas
yang masuk mengandung 20% mol SO2 dan keluar
tinggal 2% mol pada tekanan total 101,3 kPa. Laju alir
udara inert adalah 150 kg udara/jam.m2 dan laju alir air
masuk 6.000 kg air/jam.m2. Jika efisiensi tray
keseluruhan adalah 25%, berapa banyakkah tray teoritis
dan aktual yang diperlukan? Asumsi menara beroperasi
pada 293 K.

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 47
Penyelesaian:

V 1 , y1 Lo, xo
1
2

n
Vn+1 yn+1 Ln xn

N-1
N

VN+1 yN+1 L N xN

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 48
 xo   y N 1   xN   y1 
L'    V '    L'    V '  
 1  xo   1  y N 1   1  xN   1  y1 
 0   0,2   xN   0,02 
333   5,18   333  
  5,18 
1 0   1  0,2   1  xN   1  0,02 
 xN  0,00355

Dengan menggunakan persamaan garis operasi ini


(Garis putus-putus pada gambar atau Pers. 15):

 xo   yn1   xn   y1 

L'  
 
V ' 
 
 L'  
  V '  
 1  xo   1  yn1   1  xn   1  y1 

 0   yn1   xn   0,02 
333   5,18   333   5,18 
1 0   1  yn1   1  xn   1  0,02 
Amir/Proses Pemisahan-I/2016 49
 Untuk menggambarkan garis operasi dibutuhkan
beberapa titik lagi.

 Dari Persamaan di atas, dapat digambar garis operasi,


yaitu dengan cara memilih harga yn+1 sembarang yang
terletak di antara 0,02 dan 0,2, misalkan:
• yn+1 = 0,07 lalu harga ini disubstitusi ke garis operasi
didapat xn = 0,000855
• yn+1 = 0,13  xn = 0,00201
 Data kesetimbangan dapat dilihat di App A.3 Geankoplis.
 Dari gambar didapat jumlah tahap teoritis yang diperlukan
= 2,4.
 Jumlah tray aktual = 2,4/0,25 = 9,6

Amir/Proses Pemisahan-I/2016 50
 Step-1 : Kurva Kesetimbangan

XA YA 0.225
0 0
0,0000562 0,000658 0.2

Fraksi mol H2S dalam gas, yA


0,0001403 0,00158 0.175
0,00028 0,00421
0,000422 0,00763 0.15
0,000564 0,0112
0.125
0,000842 0,01855 Kurva
0,001403 0,0342 0.1 Kesetimba
0,001965 0,0513 ngan
0,00279 0,0775 0.075
0,0042 0,121
0.05
0,00698 0,212
0,01385 0,443 0.025
0,0206 0,682
0,0273 0,917 0
0 0.002 0.004 0.006 0.008

Fraksi mol H2S dalam air, xA


Amir/Proses Pemisahan-I/2016 51
 Step-2 : Menggambar Garis Operasi

Garis Operasi
0.25
0.225
Fraksi mol H2S dalam gas, yA
yA,N+1
0.2
0.175
0.15
Kurva Kesetimbangan
0.125
0.1
0.075
0.05
0.025
yA,1
0
0 0.002 0.004 0.006 0.008
xA,0 xA,N

Fraksi molPemisahan-I/2016
Amir/Proses H2S dalam air, xA 52
 Step-3 : Menggambar Plate Teoritis

Garis Operasi
0.25
0.225
Fraksi mol H2S dalam gas, yA

yA,N+1
0.2
0.175
0.15
Kurva Kesetimbangan
0.125
0.1
0.075 2
Jumlah Plate
0.05 Teoritis = 2,4
0.025 1
yA,1
0
0 0.002 0.004 0.006 0.008
xA,0 xA,N

Fraksi mol Amir/Proses


H2S dalam air, xA
Pemisahan-I/2016 53
Amir/Proses Pemisahan-I/2016 54