Anda di halaman 1dari 14

TABLET LEPAS LAMBAT


 M. Afra Rizal (22010317130047)  Clara Sintadewi (22010317130054)

 Zuraida Nur A (22010317140047)  Eka Aprillia (22010317130055)

 Wida Nurani A (22010317130048)  Qanita (22010317130056)

 Resa Naf’iatul (22010317140048)  Chilmia Aida U (22010317130057)

 Dian Silalahi (22010317130049)  Sri Kris M (22010317130058)

 Annastasia G.F.M (22010317140049)  Nadya R P(22010317130059)

 Natalia Pasaribu (22010317130050)  Afian Ramadhana (22010317130060)

 Selvy Octavia (220103171300  Sri Ayuni S (22010317130061)

 Feby Faydsa (22010317130052)  Raihan Tri W (22010317130062)

 Wildan Jalaludin (22010317130053)  Theda Tertia S (22010317130063)


DEFINISI

 Sistem lepas lambat adalah setiap modifikasi obat atau sediaan
obat yang memperpanjang aktivitas terapetik dari obat (Lachman-
Tablets, vol. 3, 150).

 Kebanyakan bentuk lepas lambat (sustained release) dirancang


supaya pemakaian satu unit dosis tunggal menyajikan pelepasan
sejumlah obat segera setelah pemakaiannya, secara tepat
menghasilkan efek terapeutik yang diinginkan secara berangsur-
angsur dan terus menerus melepaskan sejumlah obat lainnya
selama periode waktu yang diperpanjang, biasanya 8 sampai 12
jam (Ansel et al., 2005).

 Tablet lepas lambat adalah tablet yang dibuat sedemikian rupa


sehingga zat aktif akan tersedia dalam jangka waktu tertentu
setelah obat diberikan. Istilah lepas lambat digunakan untuk
tujuan farmakope dan persyaratan pelepasan obat dijelaskan
dalam masing-masing monografi (FI. IV, 6).

 Menurut Rao et al, (2001), tujuan utama dari sediaan lepas lambat adalah untuk
mempertahankan kadar terapeutik obat dalam darah atau jaringan selama waktu
yang diperpanjang. Keunggulan bentuk sediaan ini menghasilkan kadar obat dalam
darah yang merata tanpa perlu mengulangi pemberian unit dosis.

 Penghantaran obat ke reseptor atau tempat bekerjanya obat sering terhambat dengan
adanya efek samping obat ataupun karena pelepasan obat tidak sesuai pada tempat
kerjanya. Untuk itu, obat dibuat dalam bentuk controlled release atau sediaan lepas
terkendali. Sediaan lepas terkendali ini mengatur pelepasan obat di dalam tubuh yang
dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas obat pada reseptornya.

 Obat-obat yang bisa dibuat sediaan sustained release salah satunya adalah obat yang
memiliki waktu paruh eliminasi pendek. Obat yang waktu paruhnya panjang
memiliki eliminasi lebih lambat sehingga tidak bisa dibuat sediaan sustained release.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

Kelebihan
 Frekuensi pemberian obat untuk mendapatkan efek
tertentu berkurang
 Efek terapetik yang diperoleh lebih lama
 Lebih disukai dibanding sediaan konvensional
karena lebih efisien
 Efek merugikan dari obat dapat ditekan karena
berkurangnya frekuensi pemberian obat (tidak ada
fluktuasi kadar obat dalam darah)
 Mengurangi efek samping yang merugikan.
Kekurangan
 Biaya produksi lebih tinggi sehingga harga obat lebih mahal

 Kemungkinan terjadinya keracunan obat lebih besar dibandingkan sediaan

konvensional. Hal ini disebabkan karena absorpsi obat yang diperlama kadang-kadang

diikuti dengan eliminasi obat diperlambat.

 Kemungkinan zat aktif gagal dilepaskan pada kondisi yang diinginkan sehingga

mengakibatkan kelebihan dosis untuk waktu yang lama dan efek toksik bahan obat

yang sukar diberi antidotum (penawar racun), maka konsentrasi toksik dari obat dapat

terlampaui.

 Pelepasan tidak pada tempatnya dan sangat berbahaya terutama bila obat sangat aktif

dan selanjutnya terjadi keadaan kurang dosis.

 Adanya pengulangan dan keteraturan farmakologi tergantung pada pengosongan isi

lambung, sering terjadi perubahan skema pelepasan zat aktif, bila obat tidak seluruhnya

ditelan, melainkan dipecah, digerus, dikunyah dengan resiko terjadi over dosis
Aspek – Aspek Pembuatan
1) Aspek farmakodinamik

Tujuan utama pengembangan sediaan lepas lambat adalah untuk
mempertahankan konsentrasi zat aktif dalam darah pada
konsentrasi efektif
2) Aspek biofarmasi
• Lokasi utama di mana obat diabsorpsi
• Kecepatan absorpsi
• Waktu paruh eliminasi obat
• Apakah absorpsi non-linier dikarenakan penjenuhan absorpsi
obat, first pass effects, atau yang lain
• Apakah eliminasi yang tidak linier disebabkan penjenuhan
metabolisme
• Inaktivasi atau metabolisme obat dalam tubuh
MEKANISME

 Pelepasan obat yang diperlukan harus mengikuti
pelepasan orde 0, yaitu kecepatan pelepasan obat
tidak dipengaruhi oleh konsentrasi obat.
 Rumus pelepasan obat orde 0:
Kadang-kadang sulit mencapai pelepasan obat
konstan, dan seringnya yang terjadi adalah
pelepasan lambat orde 1. Untuk memperoleh orde
0, dilakukan modifikasi sediaan dan beberapa
mekanisme pelepasan:
1. Difusi

 Beberapa produk tablet lepas lambat bekerja dengan mekanisme
difusi yang merupakan proses perpindahan molekul dari larutan
dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Hukum
pertama Fick tentang difusi menyatakan bahwa difusi obat
melintas membran sebanding dengan penurunan konsentrasi di
luar membran difusi.

 Jika polimer tidak larut air, maka kelarutan obat dalam membran
merupakan faktor penting yang mendorong terjadinya difusi
melintas membran. Sedangkan jika membran merupakan polimer
larut air, sebagian polimer akan terlarut membentuk saluran-
saluran yang merupakan panjang lintasan difusi yang bersifat
konstan.
2. Disolusi

Obat disalut dalam bahan polimerik dan kecepatan
disolusi polimer menentukan kecepatan pelepasan
obat. Kontrol disolusi dari pelepasan obat ialah melalui
ketebalan barier membran salut dan kecepatan disolusi.
3. Osmosis

 Penempatan membran semipermeabel di sekeliling tablet, partikel
atau larutan obat, yang menyebabkan terbentuknya perbedaan
tekanan osmotik antara bagian dalam dan bagian luar tablet
sehingga memompa larutan obat keluar dari tablet melalui celah
kecil dan memberikan sifat pelepasan obat yang diperlama.

 Faktor penentu mekanisme ini adalah kemampuan larutan obat


menarik air melalui membran semipermeabel dengan cara
osmosis. Karena larutan obat terkandung dalam sistem yang
cukup rigid, larutan obat tersebut dapat dipompa keluar dari
tablet atau partikel pada tetapan kecepatan yang terkendali. Jika
lubang yang diciptakan pada permukaan salut kecil maka aktivitas
obat dapat dipertahankan selama waktu tertentu.
Teofilin

 Teofilin adalah kelompok obat xanthine bronchodilator yang
berbentuk tablet maupun kapsul. Obat ini digunakan oleh
orang yang mengalami gangguan atau obstruksi pernapasan,
seperti asma, bronkitis, emfisema, dan penyakit paru obstruktif
kronis (PPOK).
 Teofilin memiliki waktu paruh yang relatif pendek 3-7 jam dan
indeks terapi yang sempit, sehingga dibuat dalam sediaan
extended-release bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan
kepada pasien untuk mencapai efek yang maksimal, sehingga
pasien cukup mengkonsumsinya satu kali dalam sehari.
 Untuk pemberian oral tersedia dalam beberapa dosis, masing-
masing mengandung 125 mg, 200 mg, atau 300 mg teofilin
anhidrat yang terkemas dalam sediaan kapsul long-acting
dengan pembawa dye-free hard gelatin kapsul.
 Sediaan kapsul lepas lambat ini dapat diformulasikan untuk
pemberian dengan interval 12-24 jam.
Metformin

Metformin merupakan zat antihiperglikemik oral golongan
biguanid. Mekanisme kerja metformin menurunkan kadar glukosa
darah dan tidak meningkatkan sekresi insulin. Metformin tidak
mengalami metabolisme di hati, diekskresikan dalam bentuk yang
tidak berubah terutama dalam urin dan sejumlah kecil dalam
feses. Waktu paruh eliminasi metformin pendek yaitu 1,5-3 jam.

Thankyou