Anda di halaman 1dari 17

Direktorat Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah


Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional

PEDOMAN/JUKNIS PENYUSUNAN
INTERIM DEVELOPMENT ASSESSMENT PLAN
(IDAP)

Disampaikan dalam acara Sosialisasi Perundang-


Undangan Pengendalian Pemanfaatan Ruang
dan Penguasaan Tanah

H. Nazron Br, S.Sos, SH, MH


Kepala Subdit Perencanaan dan Pedoman
Direktorat Pengendalian Pemanfaatan Ruang
LATAR BELAKANG
Belum tersedianya acuan Dinamika pembangunan yang
yang operasional bagi begitu cepat yang berpotensi
pelaksanaan menyebabkan terjadi
pengendalian pemanfaatan penyimpangan
ruang di daerah pemanfaatan ruang

Lamanya proses
penyusunan Masih minimnya strategi
dan pengesahan RDTR dalam percepatan
sehingga tidak ada acuan/ penyusunan dan legalisasi
standar yang dapat RDTR
digunakan dalam
pembangunan

IDAP menjadi salah satu terobosan untuk mempercepat penyediaan instrumen


pengendalian pemanfaatan ruang di daerah
TINJAUAN HUKUM

Pasal 39 ayat (2) dan Pasal 59 ayat (4) PP Nomor 15 Tahun 2010

1# tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang


Sampai dengan saat belum terpenuhinya target RDTR (3 tahun setelah penetapan RTRW
Kab/Kota), dan Penyusunan dilakukan dalam jangka waktu 2 tahun.

Pasal 158 Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang

2# Penyelenggaraan Penataan Ruang:


Dalam hal RTRW Kabupaten/kota tidak memerlukan rencana rinci tata ruang, PZ
Kabupaten/kota disusun untuk kawasan perkotaan, baik yang sudah ada maupun
direncanakan pada wilayah kabupaten/kota.

Pasal 19 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang

3# Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional:


Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dilakukan sesuai dengan RTRW, RDTR Daerah,
atau Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.
KONSEP IDAP

INTERIM DEVELOPMENT
ASSESMENT PLAN (IDAP)
adalah rencana dengan klasifikasi RDTR yang telah disepakati
secara teknis oleh pemangku kepentingan.

menjadi dasar penyusunan instrumen pengendalian


pemanfaatan ruang (PZ, Perizinan, Indis dan Sanksi) di
kawasan objek strategis.
KAWASAN OBJEK STRATEGIS

Proyek Strategis Nasional (PSN) Objek yang berpotensi mengalami


sebagaimana ditetapkan dalam pertumbuhan cepat dan/atau
Perpres tentang Percepatan PSN memerlukan prioritas penanganan
pengendalian pemanfaatan ruang,
contoh: SDEW
PERAN PEMERINTAH PUSAT DAN
PEMERINTAH DAERAH

• Penetapan Lokasi yang akan disusun IDAP


• Menyusun IDAP
• Menyerahkan kepada daerah untuk
dilegalkan menjadi PERDA

• Berkoordinasi dengan pusat dalam penetapan


delineasi
• Melakukan persetujuan teknis terhadap muatan
IDAP oleh Kepala Daerah dilampiri persetujuan
dari TKPRD
• Melegalkan IDAP menjadi PERDA tentang RDTR
KETENTUAN PELAKSANAAN
KRITERIA LOKASI IDAP

PERDA
KONDISI III:
KONDISI 1: RDTR Tidak perlu disusun
Tidak ada Perda jika
Kawasan RDTR Kawasan Objek
Objek sama sekali di Kawasan Strategis
Strategis Kawasan Objek
Telah memiliki RDTR
Strategis
Objek Strategis

KONDISI IV:
PERDA Draft Raperda RDTR Muatan IDAP yang
KONDISI 1I:
RDTR telah disusun dapat
Telah tersedia RDTR
digunakan sebagai
di sebagian
masukan atau untuk
Kawasan Objek
Kawasan merevisi/memperbaiki
Strategis
Objek delineasi maupun
Strategis
muatan yang dalam
draft RDTR tersebut
MUATAN IDAP

Tujuan penataan ruang


kawasan perencanaan

Rencana jaringan prasarana

Rencana pola ruang

Penetapan kawasan yang di


Ketentuan muatan dan prioritaskan penangananya
tata cara penyusunan
IDAP SAMA dengan Ketentuan pemanfaatan
RDTR kecuali ruang

ditetapkan lain dalam


pedoman ini
MUATAN IDAP

Muatan RDTR IDAP


Pembagian Kawasan BWP – SUB BWP Kawasan Utama Objek Strategis
Kawasan Pengaruh Objek
Strategis
Penetapan Lokasi Tertuang dalam RTRW Melalui SK Menteri atau Pejabat
yang ditunjuk
Muatan Tujuan, Rencana Pola Ruang, Sama
(Tanpa PZ) Rencana Jaringan Prasarana,
Penetapan Kws Prioritas,
Ketentuan Pemanfaatan Ruang
Ketentuan Zona, Subzona, Blok, Sub blok Sama
Klasifikasi Zona
Kedetailan dan 1: 5000 Sama
Muatan Peta
Delineasi Perkotaaan Perkotaan – Non perkotaan,
Kawasan fungsional prioritas
Direktorat Pengendalian Pemanfaatan Ruang
Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional

DELINIASI KAWASAN
INTERIM DEVELOPMENT ASSESSMENT PLAN
(IDAP)
PRINSIP PERUMUSAN DELINIASI

Prinsip fokus
1# Adalah mengutamakan lokasi yang menjadi prioritas penanganan untuk
mencapai tujuan IDAP

Prinsip efisiensi
2# adalah sedapat mungkin menghasilkan delineasi yang tepat, sehingga
dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya dalam proses penyusunan

Prinsip interpretabilitas
3# adalah hasil delineasi harus dapat diinterpretasi dan dikenali secara
mudah oleh pengguna dan pengambil keputusan.
KRITERIA DELINEASI

1 1) merupakan lokasi utama objek strategis; dan/atau


KAWASAN UTAMA 2) dapat berada pada wilayah daratan dan/atau wilayah
OBJEK STRATEGIS perairan

1) kawasan sekitar kawasan objek strategis yang


mempengaruhi atau dipengaruhi oleh fungsi kawasan objek
strategis, baik secara langsung maupun tidak langsung;
2 2) memiliki radius tertentu dari batas terluas kawasan
kawasan objek strategis;
KAWASAN PENGARUH 3) berada di wilayah daratan dan/atau wilayah perairan;
OBJEK STRATEGIS
dan/atau
4) merupakan kawasan yang diproritaskan pengendalian
pemanfaatan ruangnya karena memiliki laju pertumbuhan
dan trend perubahan guna lahan yang cepat akibat dari
kegiatan utama di kawasan objek strategis.
MEKANISME DELINIASI
Melakukan
analisis/penyaringan
Melihat tujuan penataan

1 kawasan perencanaan
sebagai dasar melakukan
delineasi;
berdasarkan fokus
prioritas delineasi
yang akan disusun
4
IDAPnya
Kawasan Pengaruh
Objek Strategis

Kawasan Utama
Objek Strategis Melakukan segmentasi
ruang dengan
Menerapkan
2 Kriteria-kriteria
delineasi
menggunakan metode
overlay terhadap
kriteria-kriteria delinasi
3
kawasan perencanaan
Direktorat Pengendalian Pemanfaatan Ruang
Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional

TATA CARA PENYUSUNAN


INTERIM DEVELOPMENT ASSESSMENT PLAN
(IDAP)
TATA CARA PENYUSUNAN

1 TAHAP
PERSIAPAN
KOORDINASI PENETAPAN
LOKASI
KAJIAN AWAL DAN KONSEP
DELINEASI AWAL

2 TAHAP PERUMUSAN DAN


PENYEPAKATAN DELINEASI
Berita Acara Kesepakatan
Deliniasi Kawasan IDAP

Sekunder

3 TAHAP PENGUMPULAN DATA

Primer

4 TAHAP PENGOLAHAN DAN


ANALISIS DATA

1. Tujuan Pengembangan Kawasan Perencanaan

5 TAHAP PERUMUSAN IDAP


2.
3.
4.
Rencana Jaringan Prasarana
Rencana Pola Ruang
Ketentuan Pemanfaatan Ruang

Berita Acara Kesepakatan

6 PENANDATANGANAN
KESEPAKATAN IDAP
oleh Kepala Daerah atau
Kepala Dinas yang ditunjuk,
dilampiri persetujuan teknis
dari TKPRD
JANGKA WAKTU PENYUSUNAN

Tahapan Persiapan Perumusan dan Pengumpulan Pengolahan dan analisis Perumusan IDAP
Kegiatan Penyepakatan Data Data
delineasi,
Rencana - Pemahaman Perumusan dan Pengumpulan - Analisis karakteristik - Perumusan
Kegiatan TOR/KAK Penyepakatan Data/peta wilayah muatan IDAP
- Kajian awal delineasi dilakukan - Analisis potensi dan
data dengan survei masalah
sekunder primer dan pengembangan
- Penyusunan survei sekunder kawasan
metodologi (dengan - Analisis daya dukung
- Koordinasi delineasi yang dan daya tampung
penetapan lebih kecil dari (analisis sama dengan
lokasi RDTR dan RDTR)
- Konsep metode
Delineasi pengumpulan
Wilayah data yang lebih
perencanaan sederhana)
- Penyepakatan
delineasi
Waktu 14 hari 7 hari 14 hari 35 hari 42 hari
Pelaksanaan

*Total waktu ± 4 bulan


TERIMAKASIH