Anda di halaman 1dari 12

Pendekatan ekosistem dalam

pembangunan berkelanjutan

Oleh:
Herman Haeruman Js
Pendekatan ekosistem dalam
pembangunan (12 prinsip)
1. Tujuan pengelolaan (air, lahan, dan biota) adalah pilihan masyarakat
2. Penyelenggaraannya dilaksanakan oleh organisasi yang yang paling
dekat dengan lapangan (didesentralisasikan)
3. Mempertimbangkan pengaruh dari kegiatan terhadap ekosistem yang
berdekatan/bersebelahan
4. Mengenali manfaat potensial yang dapat diperoleh (ekonomi)
5. Melestarikan struktur dan fungsi ekosistem untuk mempertahanhan
pelayanan jasa ekosistem
6. Ekosistem dikelola dalam batas kemampuan fungsinya
7. Dilaksanakan menurut ruang dan waktu yang tepat
8. Dicapai sebagai upaya berjangka panjang
9. Perubahan merupakan kenyataan yang harus diterima dan disikapi
dengan tepat
10. Mencari keseimbangan dan kesatuan antar pelestarian dan
pemanfaatan keanekaragaman hayati,
11. Mempertimbangkan semua informasi yang relevan, termasuk
pengetahuan ilmiah dan kearifan tradisional, inivasi dan praktek
lapangan
12. Memasukan semua pelaku di semua sektor dan disiplin ilmu.
Langkah pelaksanaan pendekatan ekosistem
untuk pembangunan berkelanjutan
Langkah 1 : menetapkan para pelaku utama,
menetapkan batasan wilayah ekosistem, dan
mengembankan hubungan diantaranya,
Langkah 2 : karakterisasi dari struktur dan fungsi
ekosistem, dan menetapkan mekanismenya untuk
mengelola dan memantaunya,
Langkah 3 : mengenali kepentingan ekonomi yang
akan berpengaruh kepada ekosistem dan
penduduknya,
Langkah 4 : menentukan dampak yang mungkin
terjadi dari ekosistem kepada ekosistem sekitarnya,
Langkah 5 : menentukan tujuan jangka panjang, dan
cara yang fleksibel untuk mencapainya.
Komponen dari setiap langkah
pengelolaan dengan pendekatan
ekosistem
• Langkah 1 : 1. Tujuan pengelolaan (air, lahan, dan biota) adalah pilihan
masyarakat, 7. Dilaksanakan menurut ruang dan waktu yang tepat, 11.
Mempertimbangkan semua informasi yang relevan, termasuk pengetahuan ilmiah
dan kearifan tradisional, inivasi dan praktek lapangan, 12. Memasukan semua
pelaku di semua sektor dan disiplin ilmu.

• Langkah 2 : 2. Penyelenggaraannya dilaksanakan oleh organisasi yang


yang paling dekat dengan lapangan (didesentralisasikan), 5. Melestarikan struktur
dan fungsi ekosistem untuk mempertahanhan pelayanan jasa ekosistem, 6.
Ekosistem dikelola dalam batas kemampuan fungsinya, 10. Mencari keseimbangan
dan kesatuan antar pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati,

• Langkah 3: 4. Mengenali manfaat potensial yang dapat diperoleh


(ekonomi),

• Langkah 4: 3. Mempertimbangkan pengaruh dari kegiatan terhadap


ekosistem yang berdekatan/bersebelahan, 7. Dilaksanakan menurut ruang dan
waktu yang tepat.

• Langkah 5: 7. Dilaksanakan menurut ruang dan waktu yang tepat, 8.


Dicapai sebagai upaya berjangka panjang, 9. Perubahan merupakan kenyataan
yang harus diterima dan disikapi dengan tepat,
Langkah 1 Pengelolaan dengan
pendekatan ekosistem
• 1. Tujuan pengelolaan (air, lahan, dan biota)
adalah pilihan masyarakat,
• 7. Dilaksanakan menurut ruang dan waktu yang
tepat,
• 11. Mempertimbangkan semua informasi yang
relevan, termasuk pengetahuan ilmiah dan
kearifan tradisional, inivasi dan praktek lapangan,
• 12. Memasukan semua pelaku di semua sektor dan disiplin
ilmu.
Langkah 2: Pengelolaan dengan
pendekatan ekosistem
2. Penyelenggaraannya dilaksanakan oleh
organisasi yang yang paling dekat dengan
lapangan (didesentralisasikan),
5. Melestarikan struktur dan fungsi ekosistem untuk
mempertahanhan pelayanan jasa ekosistem,
6. Ekosistem dikelola dalam batas kemampuan
fungsinya,
10. Mencari keseimbangan dan kesatuan antar
pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman
hayati,
Langkah 3: Pengelolaan dengan
pendekatan ekosistem
4. Mengenali manfaat potensial yang dapat
diperoleh (ekonomi). Setiap program dalam hal
ini harus memenuhi syarat :
a. mengurangi penyimpangan pasar yang
berpengaruh buruk kepada keanekaragaman
hayati
b. insentif diarahan untuk merangsang
keanekaragaman hayati dan pemanfaatan yang
berkesinambungan.
c. menginternalkan biaya dan manfaat dalam
ekosistem sejauh mungkin.
Langkah 4: Pengelolaan dengan
pendekatan ekosistem

3. Mempertimbangkan pengaruh dari kegiatan


terhadap ekosistem yang berdekata atau
bersebelahan,

7. Dilaksanakan menurut ruang dan waktu yang


tepat.
Langkah 5: Pengelolaan dengan
pendekatan ekosistem

7. Dilaksanakan menurut ruang dan waktu yang


tepat
8. Dicapai sebagai upaya berjangka panjang
9. Perubahan merupakan kenyataan yang harus
diterima dan disikapi dengan tepat
Kesimpulan
1. Anekaragam pemilikan dan kelembagaan yang
mengatur ekosiste, kita harus belajar mengelola
ekosistem tanpa memiliki atau menguasai
keseluruhannya,
2. Mempelajari penelolaan adaptive, memperkuat
keterkaitan dari ekosistem yang kecil yang dikelola
oleh masyarakat lokal,
3. Pemahaman tentang struktur, fungsi dan
pengelolaan dari suatu ekosistem, akan
menumbuhkan kekuatan keterkaitan antar pelaku
yang akan membantu membangun keseimbangan
dalam pembanunan berkelanjutan
Daftar pustaka

1. Constanza, Robert (1991, eds) : Ecological Economic, The Science andManagement of


Sustainability. Columbia Univ Press. NY
2. Watts, Kenneth (1973): Principles of environmental science. McGraw Hill. NY.
3. Edmund & Letey (1976 ): Environmental Administration. John Wiley. NY
4. Dally, Gretchen C.( 1997): Nature’s Services. Island Press., Washington DC.
5. Lee, James A. (1985): The Environment, Public Health and Human Ecology. The John Hopkin
Univ. Press. Baltimore
6. William E. Grant, et al (1997): Ecology and natureal Resource Management. John Wiley.
7. Haeruman, Herman (2005): Paradigma Pedngelolaan untuk menyelamatkan hutan tropika,
membangun etika pengelolaan hutan lestari. Fakultas Kehutanan IPB, Bogor.
8. Haeruman, Herman (1994): Evidence and cause of unsustainable development. Dalam SPES
(eds): Economy and ecology in sustainable development. SFS Foundation and Gramedia
Press. Jakarta.
9. Bappenas (2004): Sumberdaya alam dan lingkungan hidup Indonesi, antara krisis dan
peluang. Bappenas. Jakarta.
10. Agrawal, Arun (2001): Common Resources and Institutional Sustainability. Dalam Elinor
Ostrom et.al (eds): The Drama of the Commons. Nat. Academic Press. Washington DC.
11. Sumarwoto, Otto (1992): Indonesia dalam kancah lingkungan global. Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta.
12. Thomas, Gerarld B. (1995): The Politics of Hope, an eclectic vision of the Future. Dalam
James P. Lester (eds): Environmental Politics and Policy. Theory and Evidence. Duke Univ.
Press. Durham and London.