Anda di halaman 1dari 65

BILANGAN OKSIDASI

GOLONGAN VANADIUM
 Biloks menunjukkan total elektron yang
dipindahkan dari unsur bebas (biloks
positif) atau ditambahkan pada suatu
unsur (biloks negatif) untuk mencapai
keadaan atau bentuknya yang baru.
 Bilangan oksidasi maksimum dari unsur
vanadium adalah (V) sedikit memiliki
kemiripan sifat dengan unsur-unsur golongan
pospor.

 Beberapa spesies kationik yang dikenal dengan


baik antara lain :
[V(II)(H2O)6]2+
[V(III)(H2O)6]3+
V(IV)O22+(aq)
V(V)O2+(aq).
 V (+V) direduksi oleh seng dan asam menjadi
V2+ , Nb (+V) direduksi menjadi Nb3+ namun Ta
(+V) tidak tereduksi. Hal ini menunjukkan
peningkatan stabilitas dari keadaan (+V) adalah
keadaan yang kurang bagus. Pada waktu yang
sama oksidasi yang lebih rendah menjadi kurang
stabil. Hal ini berlawanan dari tren yang berlaku
pada group tersebut.
Vanadium mempunyai 4 bilangan oksidasi
yakni +2,+3,+4 dan +5, hal ini disebabkan
karena vanadium pada sub kulit 4s
memiliki 2 elektron dan pada sub kulit 3d
memiliki 3 elektron sehingga vanadium
dapat mendistribusikan elektronnya
sebanyak 2, 3, 4 atau 5.
 Vanadium dengan bilangan
oksidasi yang berbeda akan
menghasilkan warna yang
berbeda, yaitu :
+2
V memberi warna ungu
+3
V memberi warna hijau
+4
V memberi warna biru
+5
V memberi warna merah
Biloks Bilangan Struktur geometri Contoh
koordinasi
V-1 6 Oktahedral V(CO)6-, Li(V(bipy)3).4C4H8O
V0 6 Oktahedral V(CO)6,V(bipy)3
V+1 6 Oktahedral [V(bipy)3]+
V+2 6 Oktahedral [V(H2O)6]2+, [V(CN)6]4+
V+3 6 Oktahedral [V(NH3)6]3+
5 Trigonal bipiramid VCl3(NMe3)2
4 Tetrahedral [VCl4]-
3 Planar V(N(SiMe3)2)3
V+4 6 Oktahedral VO2(rutile), K2VCl6
5 Tetragonal Piramid PCl4+,VCl5-
4 Tetrahedral VCl4
V+5 6 Oktahedral VF6-,V2O5
5 Trigonal bipiramid VF5
4 Tetrahedral VOCl3
UKURAN ATOM GOLONGAN
VANADIUM
 Atom lebih kecil dari golongan Ti karena
shieldingyang sangat lemah pada electron
d. Kovalen dan ionic Nb dan Ta karena
kontraksi lantanida ( tabel 21.3) .
Akibatnya 2 elemen mempunyai sifat
sangat mirip , terjadi bersamaan dan
sangat sulit untuk dipisahkan.
Beberapa sifat fisik
Jari-jari Ionik
Jari-jari (Å) Titik Titik Kerapat
Keelektroneg
Unsur Kovale leleh didih an (g
atifan Pauli
n (Å) M2+ M3+ (oC) ( C) cm )
o -1

V 1,22 0,79 0,64 1915 3350 6,11 1,6


Nb 1,34 - 0,72 2468 4758 8,57 1,6
Ta 1,34 - 0,72 2980 5534 16,65 1,5
KELIMPAH
AN

EKSTRAKSI

KEGUNAA
N
Unsur-unsur V, Nb, dan Ta mempunyai nomor atom
tidak seperti unsur kebanyakan (aneh) dan
kelimpahan lebih sedikit daripada unsur-unsur
tetangganya.

Bijih Vanadium antara lain vanadinite


PbCl2.3Pb3(VO4)2 dan carnotite K2(UO2)2(VO4).3H2O
Niobium dan tantalum berada bersama-sama. Mineral
yang paling penting adalah pyrochlorite, CaNaNb2O6F,
dalam jumlah lebih kecil adalah Columbit. (Fe,
Mn)Nb2O6 dan tantalit (Fe, Mn)Ta2O6. Namun
demikian, 60% dari Ta berasal dari kerak ekstraksi
Sn.
Untuk mendapatkan Nb dan Ta di lakukan dengan
melarutkan Bijih melalui pencampuran dengan alkali atau
asam. Mulanya pemisahan dari Nb dan Ta dicapai dengan
perlakuan menggunakan larutan Hf, sehingga Nb
membentuk K2(NbOF5) yang larut dan Ta membentuk zat
tak terlarut K2(TaF7). Pemisahan dilakukan dengan
ekstraksi pelarut yaitu melarutkan HF pada metal
isobutyl keton. Logam bisa diperoleh dengan mereduksi
pentoksidanya dengan Na, atau dengan elektrolisis dari

lelehan kompleks fluoro seperti K2(TaF7).


KEGUNAAN

Vanadium

Niobium

Tantalum
KEGUNAAN
Vanadium
•ferrovanadium digunakan secara komersial untuk membuat
paduan baja untuk per dan alat pemotong kecepatan tinggi

•V2O5 sangatlah penting sebagai katalis pada konversi SO2 menjadi


SO3 proses ‘Contact’ untuk membuat H2SO4

•Katalis V2O5 ini menggantikan Pt yang digunakan sebagai katalis


pada proses ‘Contack’ karena lebih murah dan tidak mudah
teracuni oleh pengotor misalnya arsen.

•Vanadium adalah katalis yang sangat penting pada reaksi oksidasi


misalnya oksidasi naphthalene menjadi asam phtalat, dan oksidsi
toluene menjadi benzaldehida

•Paduan Cu / V digunakan sebagai katalis pada oksidasi campuran


sikloheksanol / sikloheksanon menjadi asam adipat (asam adipat
digunakan untuk membuat nylon 66).

•Vanadium juga digunakan sebagai katalis reduksi (hidrogenasi)


alkena dan hidrokarbon.
KEGUNAAN Niobium

Nb digunakan dalam berbagai stainless stell


(baja tahan karat)

Nb / baja digunakan sebagai penyimpan zat


bahan baker untuk beberapa reactor nuklir

Logam campuran Nb / Zr adalah super


konduktor pada temperature rendah, dan
digunakan pada pembuatan kabel untuk
electromagnet yang sangat kuat
KEGUNAAN Tantalum

Ta digunakan untuk membuat kapasitor


untuk industri elektronik karena tidak
berbahaya untuk tubuh manusia

Ta berguna untuk membuat plat logam ,


sekrup dan kabel untuk memperbaiki tulang
yang rusak

Karbit tantalum TaC adalah salah satu


padatan paling leleh yang dikenal (sekitar
38000C) .
Golongan Vanadium

Vanadium

Niobium

Tantalum
Vanadium

Niobium

Tantalum
Beberapa ciri fisik
golongan Vanadium

Elekron
Jari-jari ionik
Titik Titik Kerapat egativit
Jari-jari
Unsur leleh didih an as
kovalen
M2+ M3+ (oC) (oC) (g/cm )
3
Pauling

V 1.22 0.79 0.640 1915 3350 6.11 1.6

Nb 1.34 - 0.72 2468 4758 8.57 1.6

Ta 1.34 - 0.72 2980 5534 16.65 1.5


Konfigurasi elektron terluar
V (4s2 3d3)
Nb (5s2 4d3)
Ta (6s2 5d3)
Semua logamnya berwarna
Titik leleh tinggi
Jari-jari ( ion dan atom ) Nb dengan Ta
hampir sama
Pada pemanasan V bereaksi membentuk halida
VCl5, VCl4, VCl3, dan VI3, sedang Nb dan Ta hanya
membentuk halida tipe MX5
VF5 membentuk rantai panjang dengan cara ini,
tetapi NbF5 dan TaF5 membentuk tetramer siklik
dengan empat oktahedral tergabung
Logam murni Nb dan Ta lembut dan rapuh
Pada suhu kamar tidak reaktif
Dipanaskan dalam H2 (tanpa gas lain) pada 1100 º
C membentuk vanadium hidrida yang stabil.

Logam V reaktif dalam keadaan dingin, bila


dipanaskan terbentuk V2O (coklat), dipanaskan
terus terbentuk V2O3 (hitam), V2O4 (biru), akhirnya
V2O5(orange). Logam ini terbakar dengan nyala
terang dengan oksigen.
Bila dipanaskan dengan Cl2 kering
terbentuk VCl4.
Logam ini tidak bereaksi dengan
air brom, HCl/dingin, melepaskan
H2, dengan HF dan membentuk
larutan hijau.
Logam Niobium bersifat tipis,lunak, keabu-abuan,
mengkilat, dapat dibengkokkan.
Titik cair tinggi (Nb= 2468 °)
Sangat tahan terhadap asam.
Larut dengan HNO3,HF dan larut lambat dalam alkali
cair.
Bila terpapar dengan udara pada suhu kamar dengan
waktu yang cukup lama, warnanya berubah menjadi
kebiru-biruan
Teroksidasi di udara pada suhu 200oC
Logam Tantalum bersifat gelap, padat, dapat
dibengkokkan, lebih keras daripada
Niobium
Daya hantar panas dan listriknya tinggi
Titik cair tinggi (Ta =2996° C)
Sangat tahan terhadap asam.
Larut dengan HNO3,HF dan larut lambat
dalam alkali cair.
HALIDA +V
Pada V hanya membentuk
satu pentaflorida, tetapi pada
Nb dan Ta dibentuk melalui
reaksi unsur secara langsung
atau dengan reaksi :
M2O5 + F2 → MF5
NbCl5 atau TaCl5 + F2 → MF5

2VF4 → VF5 + VF3


NbCl5 atau TaCl5 +HF→MF5
Oksohalida dibentuk ketika pentahalida
dipanaskan di udara.
VOCl3 dibuat dengan memanaskan
beberapa V2O5 dengan Cl2 (kadang
dengan C dan Cl2).
Halida (+V) memiliki konfigurasi d0,
tidak dapat memberikan spectra d-d.
HALIDA (+IV)
Semua tetrahalida diketahui kecuali
TaF4
VCl4 adalah tetrahedral dalam bentuk
gas
Konfigurasi d1 dari V(+IV) dikecualikan
karena membuatnya tak stabil
NbF4 berwarna hitam, paramagnetik
involatil
Tetrahalida berkecenderungan
untuk terdisproporsionasi
2VF4 VF3 + VF5
2TaCl4 TaCl3 + TaCl5
Mereka juga dihidrolisis dengan air:
VCl4 VOCl2
4TaIVCl4 Ta2VO5 + 2TaIIICl3 +
10HCl
HALIDA (+III)
Trihalida direduksi kembali, mempunyai
konfigurasi d2 dan berwarna coklat atau
hitam
VCl3 dan VBr3 dapat dibuat dari elemen-
elemen dan VF3 dibuat dari VCl3 dan HF
VF3 dapat menjadi kristal dari air,
memberikan [VF3.(H2O)3], dan untuk halida
yang lain [V(H2O)6]3+ dan tiga ion X-
Halida (+II)

Senyawa VX2 diperoleh dengan mereduksi trihalida


Zn/Asam di dalam larutan mengandung air
Penambahan NaOH pada [V(H2O)6]2+mempercepat
V(OH)2, dan penambahan H2SO4 serta ethanol
mempercepat kristal lembayung VSO4.6H2O
Campurannya higroskopik dan tereduksi dengan
kuat. Selanjutnya, larutan tersebut siap dioksidasi
di udara menjadi [V(H2O)6]3+
Halida Nb DAN Ta

Trihalides Nb dan secara khas nonstoichiometric. Di


dalam NbCl3 ion Nb menduduki lubang octahedral
dalam simpangan sinar heksagonal berpusat badan
pada ion Cl- yang sedemikian sehingga atom niobium
atom di dalam tiga octahedral bersebelahan adalah
cukup dekat untuk terikat bersama ke dalam suatu
seikat metal. Campuran di mana tiga atau atom yang
lebih metal menjaga kesatuan oleh multicentre yang
mengikat disebut campuran seikat.
Halida (+II)

Semua vanadium dihalida yang kita kenal.


Senyawa VX2 disiapkan dengan
mereduksitrihalida Zn/Asam di dalam larutan
mengandung air.VF2 mempunyai suatu Rutile
Struktur TiO2, dan yang lainnya mempunyai
struktur jenis CdI2. Struktur Lapisan. mereka
adalah air dapat larut, memberi larutan
lembayung yang berisi [V(H2O)6]2+.
Niobium dan Tantalum
Kedua unsur ini walaupun bersifat logam dalam
beberapa hal, memiliki sifat kimia seperti unsur
non logam.keduanya tidak memiliki kation yang
nyata, tetapi membentuk beberapa anion. Halida
dan oxihalida sangat mudah menguap dan mudah
terhidrolisa.
 Pada suhu kamar Unsur Ta dan Nb tidak reaktif
tetapi pada pemanasan bereaksi membentuk
halida tipe MX5.

 Semua halida bersifat kovalen, mudah menguap


dan Kecenderungan membentuk komplek : V >
Nb > Ta

 Halida dan oxihalida sangat mudah menguap dan


mudah terhidrolisa.
NbX5 dan TaX5 (X = halida).
 Senyawa NbF5 dan TaF5 dibuat dengan
reaksi flourinasi langsung logam atau
pentakhloridanya. Keduanya berbentuk
padat putih, mudah menguap. Titik cair Nb
= 80 ° C, Ta = 95 ° C. Titik didih Nb =
235 °C, Ta = 229 ° C, membentuk cairan
dan uap tak berwarna. Senyawa halida
yang lain berwarna kuning sampai coklat,
dibuat dengan reaksi langsung logam
dengan halogen berlebih.
 Halida – halida ini bertitik cair dan titik didih
antara 200 – 300 ° C, larut dalam pelarut
organik seperti eter, CCl4, dan sebagainya.

 Semua halida dikenal kecuali TaF4. Senyawa


NbF4 berwarna hitam tak mudah menguap,
paramagnetik. Tetrakhlorida dan tetrakronida
berwarna hitam coklat atau hitam. NbI4 dapat
diperoleh secara mudah dengan pemanasan
NbI5 sampai 300° C dan Senyawa ini bersifat
diamagnetik.
HALIDA (+IV)
 Nb tetrahalida mengadopsi polimerik dan
bersifat diamagnetik berwarna hitam tak
mudah menguap, paramagnetik.
 NbI4 dapat diperoleh secara mudah
dengan pemanasan NbI5 sampai 300° C.
Senyawa ini diamagnetik.
HALIDA (+V)
 Senyawa NbF5 dibuat dengan reaksi flourinasi langsung logam
atau pentaflouridanya.
 Berbentuk padat putih, mudah menguap.
 Titik cair Nb = 80 ° C. Titik didih Nb = 235 ° C
 Bembentuk cairan dan uap tak berwarna.
 Senyawa halida yang lain berwarna kuning sampai coklat, dibuat
dengan reaksi langsung logam dengan halogen berlebih. Halida
– halida ini bertitik cair dan titik didih antara 200 – 300 ° C,
larut dalam pelarut organik seperti eter, CCl4, dan sebagainya.
CLUSTER
 Atom Nb terikat bersama, membentuk cluster
oktahedral dengan enam atom logam. Atom
halogen diposisikan di atas tepi masing-masing
oktahedral dan terikat oleh dua atom Nb.
 Satu cluster dihubungkan oleh jembatan halogen
bagi empat cluster lain, komposisi [M6X12] (cluster)
+ ½X4 (jembatan halogen), misalnya M6X14 atau
MX2.3.
 Yang tidak umum Nb6I11
 Kompleks kluster molekular [Mo6S8L6] yang
memiliki kerangka Mo6 yang mirip dengan
kerangka superkonduktor MxMo6S6.
 Semua logam bereaksi dengan
oksigen pada temperatur tinggi
membentuk pentaoksida M2O5
berwarna merah atau orange
tergantung pada tingkat
oksidasinya.
Oksida dapat diperoleh dengan cara
memanaskan:
2NH4VO3 + H2SO4 →V2O5 (terhidrasi) +
(NH4)2SO4 + H2O

2NH4VO3→ V2O5 + 2NH3 + H2O


Tingkat Oksidasi
(+II) (+III) (+IV) (+V)
VO V2O3 VO2 V2O5
NbO - NbO2 Nb2O5
TaO - TaO2 Ta2O5
OKSIDA VANADIUM

OKSIDA (+V) OKSIDA (+III)

OKSIDA (+IV) OKSIDA (+II)


OKSIDA (+V)

 Semua oksida M2O5 dapat diperoleh


dengan memanaskan logam dengan
oksigen
 Pada pentaoksida, semua logam memiliki
konfigurasi d10 sehingga senyawanya
tidak berwarna, namun Nb2O5 dan Ta2O5
berwarna putih dan V2O5 berwarna
merah akibat adanya transfer muatan
 V2O5 bersifat amfoter
 Dengan basa kuat (NaOH)
membentuk ion VO43- yang tak
berwarna
 Pada Ph tinggi membentuk
isopoliasam (polivanadate)
 V2O5 Larut dalam asam kuat
membentuk ion VO4+
Beberapa reaksi dari V2O5
 V2O5 + NaOH → berbagai
vanadate
 V2O5 + H2O2 → peroksovanadate
(berwarna merah)
 V2O5 + Cl2 → VOCl2
 V2O5 + SO2 → VO2 + SO3
 V2O5 + H2 → VO2 + V2O3
OKSIDA (+IV)
 VO2 dapat dibentuk dari V2O5
dengan mild reducing agents
seperti Fe2+, SO2+, atau asam
oksalat lain.
 V(+IV) memiliki konfigurasi d1 dan
VO2 berwarna biru gelap.
 Oksidanya bersifat amfoter.
 Dalam asam membentuk laruan
berwarna biru yang terdiri atas
ion oksovanadium (IV) VO2+
 Kompleks vanadil yang umum
yaitu [VOX4]2- dimana X
merupakan halogen,
[VO(oksalat)2]2-,
[VO(bipiridil)2Cl]+, [VO(NCS)4]2-,
dan [VO(asetilaseton)2].
Oksida (+III)
 V2O3 merupakan nonstoikiometrik (VO1,35-
1,5)
 Oksida merupakan kompleks basa. Larut
dalam asam membentuk ion hidrat
[V(H2O)6]3+ yang berwarna biru atau hijau.,
dan larutannya merupakan pereduksi yang
kuat.
 Tingkat oksidasi (+III) memiliki
konfigurasi d2, dan oksidanya berwarna
hitam dan hidratnya berwarna biru.
 Komplek oktahedral telah diketahui seperti
[V(H2O)6]3+, [VF6]3-, [V(CN)6]3-, dan
[V(oksalat)3]3-.
Oksida (+II)
 VO merupakan nonstoikiometrik, dengan
komposisi VO0,94-1,12.
 Tingkat oksidasi (+II) memiliki konfigurasi
d3, dan oksidanya berwarna hijau-hitam,
memiliki sifat seperti logam
 Oksida merupakan kompleks basa, dan
larut dalam air.
 Penambahan NaOH dalam larutan
membentuk V(OH)2. VO larut dalam asam
membentuk ion berwarna ungu [V(H2O)]2+.
 kompleks oktahedral yang
diketahui seperti K4[V(CN)6]7H2O
dan [V(etilendiamin)3]Cl2,
K4[V(CN)7]2H2O, stuktur
anionnya pentagonal bipiramid.
Ion V3+ mempunyai konfigurasi
d2. Dua elektron d menduduki
dua orbital t2g, misalnya dua dari
dxy, dxz, dan dyz. Keadaan dasar
secara perjalanan menurun dan
mempunyai lambang 3Ttg(F).
Saat pertama itu bisa
diharapkan bahwa dengan
promosi elektron ini kepada eg
tingkatan dua d-d pita serap
akan terjadi spektrum yang
elektris
tiga jalan menurun untuk menyusun menjadi dua elektron pada orbital dengan garis tegak lurus.
(dxy)1(dz2)1 (dxz)1(dx2-y2)1 dan (dyz)1(dx2-y2)1

Tiga jalan menurun untuk


menyusun menjadi dua elektron
pada orbital dengan garis tegak
lurus.
(dxy)1(dz2)1 (dxz)1(dx2-y2)1 dan
(dyz)1(dx2-y2)1
Pada bagian 3T2g, agak lebih tinggi
di dalam energi dari pada yang lain
rangkap tiga menurun bagian
dituliskan 3T2g pada masing-masing
orbital-orbital menempati 45 o pada
jenis yang lain,
(dxy)1(dx22y2)1 (dxz)1(dz2)1 dan
(dyz)1(dz2)1
Jika kedua elektron yang berpindah
ke level eg’ dibanding asumsi
elektron pasangan sisa hanya
pengaturan yang mungkin adalah:
(dx2-y2)1 (dz2)1
Pada bagian memiliki symbol 3A2g.
Dengan demikian memiliki
pertumbuhan bagian untuk
meningkatkan bagian dengan
keseberagaman yang sama:
3T (F) → 3T
tg 2g
3T (F) → 3T (P)
tg tg
Dan 3T (F)→
tg
3A
2e
Tiga pita yang mungkin pada spestrum
[V(H2O)5]3+ hanya dua pita dimati
benar-benar, pada 17000 cm-1 dan 24
000 cm-3. Kelompok yang ketiga timbul
dari transisi itu adalah lebih sedikit
mungkin dibanding tumpang-tindih
dan tersembunyi oleh intensitas yang
sangat rendah. Lagipula tumpang-
tindih pita ini dan tersembunyi oleh
kelompok alih muatan yang sangat
keras di dalam daerah UV. Semua tiga
kelompok diamati ketika V3+ disatukan
ke dalam suatu kisi-kisi Al2O3.