Anda di halaman 1dari 61

Company Profile

Disusun oleh :
Alisha Maharani
Alifah N B
Evelin Viomega
Faiz Hamidy
Rere Andarini
PT. Ciputra Surya, Tbk

• PT. Ciputra Surya Tbk (CTRS) didirikan tanggal


21 November 1989 dengan nama PT Bumi Citra-
surya dan memulai kegiatan usaha komersialnya
pada tanggal 1 Maret 1993.

• Kemudian 28 Desember 1990, nama PT Bumi


Citrasurya diubah menjadi PT Citraland Surya. Selan-
jutnya tanggal 18 Pebruari 1997, nama perusahaan
diubah lagi menjadi PT Ciputra Surya.

• Kantor pusat CTRS berlokasi di Ciputra World 1 DBS


Bank Tower Lantai 39 Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 3-5
Jakarta 12940. Sedangkan proyek berlokasi di Citra
Raya Kav. 1, Jl. Citraraya Utama, Lakarsantri, Surabaya
.
Visi dan Misi
• Mengembangkan sebuah grup bisnis
properti dengan semangat yang unggul
dan penuh inovasi, sehingga menciptakan

Visi
nilai tambah dalam menyediakan kehidupan
yang lebih baik bagi masyarakat dan
memberikan kemakmuran dan
kesejahteraan bagi para pemangku
kepentingan.

• Menjadi yang terdepan dalam bisnis properti


dengan menjadi yang palingunggul, profesional
dan menguntungkan, sehingga menjadi pilihan

Misi
pertama bagi para konsumen, menjadi tempat
kerja yang paling menarik dan menantang bagi
para karyawan, menjadi investasi yang paling
menguntungkan bagi para pemegang saham
dan menjadi berkat yang nyata bagi
masyarakat dan Tanah Air.
• Mendirikan dan menjalankan
perusahaan-perusahaan dan usaha-

Tujuan usaha
industri,
di bidang
investasi,
perdagangan,
pembangunan,
pengembangan dan jasa.

• PT Ciputra Surya Tbk menggunakan

Strategi
strategi bisnis yaitu diversifikasi
produk untuk meningkatkan profit
dan memperluas pangsa pasarnya.
PT. Ciputra Surya, Tbk

• Induk usaha dari CTRS adalah Ciputra Developm


ent Tbk (CTRA), sedangkan induk usaha terakhir
dari CTRS adalah PT Sang Pelopor.

• Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih s


aham Ciputra Surya Tbk, antara lain: Ciputra Dev
elopment Tbk (CTRA) (62,66%) dan HSBC-Fu
nd Services, Lynas Asia Fund (5,16%).

• Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang


lingkup kegiatan CTRS mencakup antara lain,
perencanaan, pelaksanaan pembangunan &
penjualan Kawasan perumahan (real estate),
perkantoran, pertokoan, pusat niaga, beserta
fasilitas-fasilitasnya.
Sejarah Pencatatan Saham &
Dewan Komisaris & Direksi
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Proyek - proyek
Neraca Tahun 2016

*dalam Rupiah
Laporan Laba Rugi Tahun 2016

*dalam Rupiah
Laporan Arus Kas Tahun 2016

*dalam Rupiah
Manajemen Risiko

PT. Ciputra Surya Tbk menyadari bahwa risiko telah menjadi


bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap proses bisnis-
nya. Risiko-risiko tersebut melekat pada semua aktifitas
dan pengambilan keputusan dan dampak dari risiko
tersebut secara signifikan dapat mempengaruhi
kestabilan Perseroan. Seiring dengan pencapaiannya
menjadi perusahaan unggulan PT. Ciputra Surya Tbk
membutuhkan sistem manajemen risiko yang mampu
mengelola segala bentuk ketidakpastian menjadi fokus
Perseroan.

Manajemen Risiko menjadi semakin penting keberadaannya


sebagai dasar dalam pengambilan keputusan oleh
Perseroan demi memastikan roda bisnis Perseroan terus
berputar. Manajemen Risiko adalah suatu budaya, dimana
proses-proses dan struktur diarahkan untuk mengelola
manajemen yang tepat guna, terhadap peluang yang
potensial dan dampak yang merugikan.
Internal Environment

Filosofi dan Budaya Perusahaan

Integritas Profesionalisme Entrepreneurship

IPE diterapkan di semua perusahaan milik Ciputra


Group beserta badan-badan sosial lainnya.
Integritas menyangkut kejujuran individu, bekerja
secara profesional dengan disiplin tinggi, serta
memiliki jiwaentrepreneurship dengan inovasi
tinggi serta berani mengambil keputusan
Internal Environment

• Implementasi pengendalian internal di


Perseroan merujuk pada standar interna-
sional, yakni kerangka COSO.

• Penerapan sistem pengendalian internal


juga bertujuan untuk memastikan bahwa
Perseroan telah memiliki suatu sistem
yang andal terhadap kepatuhan atas
peraturan perundang-undangan, pelapor-
an keuangan, dan juga operasional.
Objective Setting
Tujuan:
Mendirikan dan menjalankan perusahaan-perusahaan
dan usaha-usaha di bidang perdagangan, industri,
investasi, pembangunan, pengembangan dan jasa.

Tujuan dari pengendalian internal dalam lingkup Perseroan


adalah untuk memastikan bahwa semua sistem, prosedur,
kaidah dan norma telah berjalan dengan baik di semua
organ dan seluruh personil Perseroan.

Melalui sistem pengendalian internal yang baik, Perseroan


berharap dapat :
• Mewujudkan efektivitas dan efisiensi operasi,
• Keandalan pelaporan keuangan, serta
• Kepatuhan erhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
The Company's Risk Profile

• Reputasi
Risiko • Keuangan
Strategis • Kepatuhan pada
regulasi dll.

Profile Risiko
Perseroan
• SDM
Risiko • Teknologi
Operasional • Informasi
• Proses Bisnis&SOP dll
The Company's Risk Profile

Penyusunan Profile Risiko:

• Melalui pendekatan bottom-up dari


unit-unit bisnis.
• Disempurnakan dengan umpan
balik (top-down) dari Direksi.
• Pemantauan terhadap pelaksanaan
mitigasi profil risiko tersebut juga
senantiasa dilakukan secara berkala.
Event Identification

Jenis-jenis Risiko
Risiko Kredit

Risiko Liquiditas

Risiko Nilai Tukar Mata Uang

Risiko Suku Bunga


Event Identification

Jenis-jenis Risiko
Risiko Kekurangan SDM

Risiko Waktu Penjualan dan


Biaya Perawatan

Risiko Bencana Alam

Risiko Operational
Event Identification:
Jenis-jenis Risiko
1. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko dimana salah
satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal
memenuhi kewajibannya dan menyebabkan pihak
lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit
yang dihadapi Kelompok Usaha berasal dari
kegiatan operasi (terutama dari piutang usaha
kepada pihak ketiga) dan dari kegiatan
pendanaan, termasuk rekening bank dan deposit
berjangka.

2. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko
saat posisi arus kas Kelompok Usaha menunjuk-
kan bahwa penerimaan jangka pendek tidak
cukup menutupi pengeluaran jangka pendek.
Jenis-jenis Risiko
3. Risiko Nilai Tukar Mata Uang
Risiko nilai tukar mata uang adalah risiko
dimana nilai wajar atau arus kas masa datang
dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi
akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.
Kelompok Usaha dihadapkan dengan fluktuasi
nilai tukar terutama berasal dari kas dan setara
kas.

4. Risiko Suku Bunga


Risiko suku bunga adalah risiko dimana
nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat
perubahan suku bunga pasar. Kelompok Usaha di
hadapkan dengan risiko perubahan suku bunga
pasar terutama terkait dengan utang bank yang
dikenakan suku bunga mengambang.
Jenis-jenis Risiko
5. Risiko Kekurangan SDM
Risiko kekurangan SDM yang kompe
ten di bidangnya karena keterbatasan SD
M yang profesional di bidangnya.
6. Risiko Waktu Penjualan dan Biaya Pera
watan
Risiko waktu penjualan yang tidak si
ngkat alias membutuhkan waktu yang cu
kup lama, membuat properti harus terus
dijaga dalam keadaan baik, sehingga bia
ya perawatan perlu dikeluarkan untuk pro
perti seperti biaya kebersihan, perbaikan
bangunan sehingga nilainya tetap bagus.
Jenis-jenis Risiko
7. Risiko Bencana Alam
Risiko Bencana Alam merupakan salah
satu resiko yang dapat terjadi kapan saja dan
dimana saja. Apakah itu Gempa, Longsor,
Banjir ataupun tsunami. Properti yang dibang
un bisa hancur akibat bencana alam.

8. Risiko Operational
Risiko Operational dapat terjadi ketika
perusahaan gagal melakukan lobbying terha-
dap perusahaan yang hendak diakuisisi atau
di merger oleh perusahaan. Hal ini menyeba
kan perusahaan tidak dapat melakukan
ekspansi pasar lebih luas.
Manajemen Risiko yang
Diterapkan Dalam Perusahaan
• Sampai saat ini system manajemen
risiko yang diterapkan di Perseroan adalah
Enterprise Risk Management (ERM).
• Enterprise Risk Management (ERM) adalah
suatu proses untuk mengelola risiko risiko
Perseroan secara menyeluruh (firm-wide
basis) yang menjangkau berbagai jenis
risiko, lokasi dan aktivitas bisnis.
• Cakupan pengelolaan risiko pada perseroan
meliputi bidang usaha residential/housing,
mal, hotel, apartemen, perkantoran, golf,
waterpark, dan rumah sakit.
Manajemen Risiko yang
Diterapkan Dalam Perusahaan

• Dalam menjalankan aktivitas dan pengawasan


terhadap risko, Perseroan mempunyai pedoman
yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan
Perseroan serta sejalan dengan proses pencipta-
an nilai bagi pemangku kepentingan.

• Perseroan juga telah melakukan pembaruan


pada kerangka manajemen risiko dengan standar
mengacu pada standar internasional manajemen
risiko ISO 31000.
Unit Manajemen Risiko (UMR)
Untuk menjalankan fungsi manajemen risiko, Perseroan
memiliki Unit Manajemen Risiko (UMR) yang berfungsi:

1. Membantu pihak manajemen dalam membangun


kerangka kerja ERM yang sesuai dengan struktur
organisasi dan kebutuhan masing-masing
2. Berperan penting dalam melakukan konsolidasi dan
pelaporan risiko utama yang didentifikasi diber-
bagai unit bisnis kepada Direksi
3. Mengkomunikasikan risiko strategis yang menjadi
perhatian Direksi kepada seluruh unit bisnis
4. Bertindak sebagai fasilitator dalam pengelolaan
risiko dan memberikan masukan atas pengelolaan
risiko, pemantauan profil risiko dan peninjauan
efektivitas rencana mitigasi risiko yang disusun oleh
setiap unit bisnis
Upaya Pengelolaan Risiko
• Dalam melakukan pengelolaan risiko-risiko
yang dihadapi, Perseroan melakukan identifikasi
terhadap Risiko tersebut.
• Risiko yang diidentifikasi dimasukkan dalam
daftar risiko sekaligus membuat rencana
mitigasi risiko dan dihitung nilai risikonya baik
yang inherent (sebelum mitigasi) maupun nilai
risiko residual (setelah mitigasi).
• Rencana mitigasi risiko dipantau realisasinya
dan dilaporkan setiap 3 bulan untuk dihitung
kembali nilai risiko residual setiap 3 bulanan.
• Efektifitas pengelolaan risiko dapat diukur dari
penurunan nilai risiko inherent (sebelum
mitigasi) menjadi nilai risiko residual (setelah mi
tigasi).
Objective Setting
• Visi : Mengembangkan sebuah grup bisnis
properti dengan semangat yang unggul dan penuh
inovasi, sehingga menciptakan nilai tambah dalam
menyediakan kehidupan yang lebih baik bagi masya
rakat dan memberikan kemakmuran dan kesejahtera
an bagi para pemangku kepentingan.
• Misi : Menjadi yang terdepan dalam bisnis p
roperti dengan menjadi yang palingunggul, profesio
nal dan menguntungkan, sehingga menjadi pilihan
pertama bagi para konsumen, menjadi tempat kerja
yang paling menarik dan menantang bagi para kary
awan, menjadi investasi yang paling menguntungka
n bagi para pemegang saham dan menjadi berkat y
ang nyata bagi masyarakat dan Tanah Air.
• Tujuan : Mendirikan dan menjalankan
perusahaan-perusahaan dan usaha-usaha di bidang
perdagangan, industri, investasi, pembangunan, pen
gembangan dan jasa.
Tabel Analisis Resiko
Risk Appetite & Risk Tolerance
Resiko Status Risk Appetite Risk Tolerance
Resiko Kredit 9 8 Risk Tolerance
Resiko Likuiditas 4 2 Risk Tolerance
Resiko Nilai Tukar 12 8 Risk Tolerance
Mata Uang
Resiko Suku Bunga 9 8 Risk Tolerance

Resiko Kekurangan 6 4 Risk Tolerance


SDM
Resiko Waktu 4 2 Risk Tolerance
Penjualan dan
Biaya Perawatan

Resiko Murni / 6 4 Risk Tolerance


Bencana Alam
Risiko Operasional 9 4 Risk Tolerance
Respon Resiko
Resiko Status Deskripsi Respon/Solusi

Resiko Kredit 9 Moderat Perlu review kredit secara rutin


Resiko Likuiditas 4 Rendah Review terhadap likuiditas
Resiko Nilai Tukar 12 Tinggi Perlu review nilai tukar mata uang
Mata Uang secara rutin
Resiko Suku 9 Moderat Perlu review suku bunga secara
Bunga rutin
Resiko 6 Moderat Perlu strategi SDM dan rekruit
Kekurangan SDM SDM yang kompeten
Resiko Waktu 4 Rendah Perlu review suku bunga secara
Penjualan dan rutin
Biaya Perawatan
Resiko Murni / 6 Moderat Perlu strategi penanggulangan
Bencana Alam bencana
Risiko Operasional 9 Moderat Perlu strategi manajemen operasi
yang efektif