Anda di halaman 1dari 34

AKAD MURABAHAH

Kelompok 2
PENGERTIAN AKAD MURABAHAH
Secara luas, jual beli dapat diartikan sebagai pertukaran harta atas dasar saling rela. Menurut (Sabiq,2008)
jualbeli adalah memindahkan milik dengan ganti (iwad) yang dapat dibenarkan (sesuai syariah).
Pertukaran dapat dilakukan :
• antara uang dengan barang,
• barang dengan barang (barter),
• uang dengan uang
Pertukaran uang dengan barang atau jual beli dapat dilakukan secara :
• Tunai
• Pembelian tangguh.

MURABAHAH adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang
disepakati oleh penjual dan pembeli. Hal yang membedakan murabahah dengan penjualan yang biasa kita kenal adalah
secara jelas member tahu kepada pembeli berapa harga pokok barang tersebut dan berapa besar keuntungan yang
diinginkannya. Pembeli dan penjual dapat melakukan tawar menawar atas besaran marjin keuntungan sehingga akhirnya
diperoleh kesepakatan.

2
AKAD MURAB AHAH

Harga beli menggunakan harga pokok yaitu harga beli dikurangi dengan diskon pembelian. Apabila
diskon diberikan setelah akad, maka diskon yang didapat akan menjadi hak pembeli atau hak
penjual sesuai dengan kesepakatan mereka di awal akad.

Sedangkan keuntungan yang diinginkan bisa dinyatakan dalam jumlah tertentu (lump sum).
Contoh : A membeli mobil dengan harga Rp. 200 jt dan ketika menawarkan mobilnya, ia mengatakan “saya
jual mobil dengan harga Rp. 250 jt, saya mengambil untung Rp.50jt”, pembeli dimungkinkan untuk
melakukan tawar menawar dengan penjual atas besarnya keuntungan yang diinginkan sehingga diperoleh
besarnya keuntungan yang disepakati pembeli dan penjual.

Besarnya keuntungan harus jelas, harga barang yang telah disepakati tidak dapat berubah.

3
 Penjual dapat meminta uang muka pembelian kepada pembeli sebagai bukti keseriusannya
 Apabila akad penjualan secara tangguh dan pembeli dapat melunasinya secara tepat waktu atau
bahkan lebih cepat dari periode yang ditetapkan maka penjual boleh memberikan potongan (discount)
 Apabila pembeli tidak dapat membayar utang sesuai dengan waktu yang ditetapkan, penjual tidak
boleh mengenakan denda, karena menimbulkan riba
 Apabila pelunasan piutang tertunda dikarenakan pembeli mengalami kesulitan keuangan, maka
penjual hendaknya memberikan keringanan
 Akad murabahah sesuai dengan syariah, karena transaksi jual beli di mana kelebihan dari harga
pokoknya merupakan keuntungan dari penjualan barang, sangat berbeda dengan praktik riba yang
harus membayar lebihan pinjaman uang dari nilai pokoknya
 Dengan penjualan tangguh (tidak tunai) maka akan muncul utang piutang, sebaiknya dibuatkan
kontrak tertulis dan dihadiri saksi-saksi
Restrukturisasi piutang dilakukan terhadap debitur yang mengalami penurunan kemampuan pembayaran piutang
yang bersifat permanen, dapat dilakukan dalam bentuk (PSAK ED 108):

a. Memberi potongan sisa tagihan, sehingga jumlah angsuran menjadi lebih kecil
b. Melakukan penjadwalan ulang, dimana jumlah tagihan yang tersisa tetap dan perpanjangan masa pembayaran
disesuaikan dengan kesepakatan kedua pihak sehingga besarnya angsuran menjadi lebih kecil
c. Mengonversi akad murabahah dengan cara menjual objek murabahah kepada penjual sesuai dengan nilai pasar,
kemudian dari uang yang ada digunakan untuk melunasi sisa tagihan. Kelebihannya digunakan sebagai uang
muka akad ijarah atau sebagai bagian modal dari akad mudharabah musyarakah atau musyarakah dalam rangka
perolehan suatu barang. Hal ini dilakukan terhadap debitur yang mengalami penurunan kemampuan
pembayaran namun debitur tersebut masih prospektif. Sebaliknya, apabila terjadi kekurangan tetap menjadi
utang pembeli yang cara pembayarannya disepakati bersama
JENIS AKAD MURABAHAH

kelompok 3
JENIS AKAD MURABAHAH
1. Murabahah Dengan Pesanan
- Penjual melakukan pembelian barang setelah ada pemesanan dari pembeli.
- Bersifat mengikat: Pembeli harus membeli barang yang dipesannya dan tidak dapat membatalkan
pesanannya.

Jika aset murabahah yang telah dibeli oleh penjual, dalam murabahah pesanan mengikat, mengalami
penurunan nilai sebelum diserahkan kepada pembeli maka penurunan nilai tersebut menjadi beban penjual
dan akan mengurangi nilai akad.
SKEMA MURABAHAH DENGAN PESANAN

Melakukan akad murabahah

Barang diserahkan kepada pembeli


Penjual Pembeli
Pembayaran dilakukan pembeli

Barang diserahkan dari


produsen

Produsen
Penjual memesan dan membeli
pada produsen
Melakukan akad murabahah

Barang diserahkan kepada pembeli


Penjual Pembeli
Pembayaran dilakukan pembeli
DASAR SYARIAH

Sumber Hukum Akad Murabahah


• Al-Quran • Al-Hadis
QS 4:29 “Sesungguhnya jual beli itu harus
diakukan suka sama suka.” (HR Al-
QS 5:1 Baihaqi, Ibnu Majah, dan shahih
QS 2:275 menurut Ibnu Hibban)

QS 2:280
QS 5:2 “Sumpah itu melariskan barang
dagangan, akan tetapi menghapus
QS 2:282 keberkahannya.” (HR Al Bukhari)
RUKUN DAN KETENTUAN AKAD
MURABAHAH

kelompok 4
1. PELAKU

• Pelaku cakap hukum dan baligh (berakal dan dapat membedakan),


sehingga jual beli denngan orang gila menjadi tidak sah sedangkan
jual beli dengan anak kecil dianggap sah , apabila seizin walinya.

2. OBJEK JUAL BELI, HARUS MEMENUHI


PERSYARATAN

• Barang yang diperjualbelikan adalah barang halal . “sesungguhnya


Allah mengharamkan menjualbelikan khamar, bangkai,babi,patung-
patung.” (H.R Bukhari Muslim)
• Barang yang diperjualbelikan harus dapat diambil manfaatnya atau
memiliki nilai. Misalnya: jual beli barang yg kadaluarsa.
• Barang tersebut dimiliki oleh penjual
jual beli atas barang yang tidak dimiliki oleh penjual adalah tidak sah karena bagaimana mungkin ia
dapat menyerahkan kepemilikan barang kepada oranglain atas barang yang bukan miliknya.
• Barang tersebut dapat diserahkan tanpa tergantung dengan kejadian tertentu dimasa depan barang yg
tidak jelas waktu penyerahannya adalah tidak sah, karna dapat menimbulkan ketidakpastian (gharar).
• Barang tersebut harus diketahui secara spesifik dan dapat diidentifikasikan oleh pembeli sehingga tidak
ada gharar (ketidak pastian)
• Barang tersebut dapat diketahui kuantitas dan kualitasnya dengan jelas, sehingga tidak ada gharar
Sesuai dengan hadist :

“bagaimana jika Allah mencegahnya berbuah, dengan imbalan apakah


salah seorang kamu mengambil harta saudaranya?” (H.R Bukhari dari
anas)
• Harga barang tersebut jelas
harga atas barang yang diperjualbelikan diketahui oleh pembeli dan penjual
berikut cara pembayarannya tunah atau tangguh sehingga jelas dan tidak ada
gharar.
• Barang yang diakadkan ada ditangan penjual
barang dagangan yang tidak berada ditangan pejual akan menimbulkan
ketidakpastian.

3. IJAB KABUL
Pernyataan dan ekspresi saling rida/rela diantara pihak-pihak pelaku akad
yang dilakukan secara verbal,tertulis,melalui korespondensi atau menggunakan
cara-cara komunikasi modern. Apabila jual beli telah dilakukan sesuai dengan
ketentuan syariah maka kepemilikannya, pembayrannya dan pemanfaata atas
barang yang diperjualbelikan menjadi halal. Demikian sebaliknya.
PERLAKUAN AKUNTANSI PSAK 102
REVISI 2013

kelompok 5
AKUNTANSI UNTUK PENJUAL

1. Pada saat perolehan, aset murabahah diakui sebagai persediaan sebesar biaya perolehan:
Dr. Aset Murabahah xxx
Cr. Kas xxx
2. Jika terjadi penurunan nilai untuk murabahah pesanan mengikat:
Dr. Beban Penurunan Nilai xxx
Cr. Aset Murabahah xxx
Jika terjadi penurunan nilai untuk murabahah pesanan tidak mengikat:
Dr. Kerugian Penurunan Nilai xxx
Cr. Aset Murabahah xxx
3. Jika terdapat diskon pada saat pembelian aset murabahah:
a) Jika terjadi sebelum akad murabahah akan menjadi pengurang biaya perolehan aset murabahah:
Dr. Aset Murabahah xxx
Cr. Kas xxx
b) Jika terjadi setelah akad murabahah dan sesuai akad yang disepakati menjadi hak pembeli menjadi kewajiban kepada
pembeli:
Dr. Kas xxx
Cr. Utang xxx
c) Jika terjadi setelah akad murabahah dan sesuai akad yang disepakati menjadi hak penjual menjadi tambahan pendapatan
murabahah:
Dr. Kas xxx
Cr. Pendapatan Murabahahxxx
d) Jika terjadi setelah akad murabahah dan tidak diperjanjikan dalam akad, maka akan menjadi hak penjual dan diakui sebagai
pendapatan operasional lain:
Dr. Kas xxx
Cr. Pendapatan Operasional Lain xxx
4. Akan dipindahkan sbeagai dana kebijakan jika pembeli sudah tidak dapat dijangkau oleh penjual
Dr. Utang xxx
Cr. Kas xxx
Dan
Dr. Dana Kebijakan Kas xxx
Cr. Dana Kebijakan-Potongan Pembelian xxx
5. Pengakuan keuntungan murabahah :
(a) Jika penjualan dilakukan secara tunai atau secara tangguh sepanjang masa angsuran murabahah tidak melebihi
satu periode laporan keuangan, maka keuntungan murabahah diakui pada saat terjadinya akad murabahah :
Dr. Kas xxx
Dr. Piutang Murabahah xxx
Kr. Aset Murabahah xxx
Kr. Keuntungan xxx

(b) Namun apabila angsuran lebih dari satu periode maka perlakuannya sebagai berikut :
1) Keuntungan diakui saat penyerahan aset murabahah dengan syarat apabila resiko penagihannya kecil, maka dicatat
dengan cara yang sama pada butir a.
2) Keuntngan yang diakui secara proprsional dengan besaran kas yang berhasil ditagih dari piitang murabahah, metode
ini digunakan untuk transaksi murabahah tangguh dimana ada resiko piutang tak tertagih relatif besar dan atau beban
untuk mengelola dan menagih piutang yang relatif besar, maka jurnal sebagai berikut :

Pada saat penjualan kredit dilakukan :


Dr. Piutang Murabahah xxx
Kr. Aset Murabahah xxx
Kr. Keuntungan Tangguhan xxx
Pada saat penerimaan angsuran :
Dr. Kas xxx
Kr. Piutang Murabahah xxx
Dr. Keuntungan Tangguhan xxx
Kr. Keuntngan xxx
Contoh : pengakuan keuntungan secara proporsional adalah jika perolehan aset Rp. 1.000, keuntungan Rp.
250, (20% dari harga jual) maka :

Tahun Angsuran Harga Pokok Keuntungan

1 600 480 120

2 400 320 80

3 250 200 50

3) Keuntungan diakui saat piutang murabahah brhasil ditagih, metode ini digunakan untuk transaksi
murabahah tangguh di mana resiko piutang tidak tertagih dan beban pengelolaan piutang serta penagihannya
cukup besar. Pencatatannya sama dengan poin 2, hanya saja pengakuan keuntungan dibuat saat seluruh piutang
selesai ditagih.

6. Pada akad murabahah piutang diakui sebesar biaya perolehan ditambah dengan keuntungan yang
disepakati. Pada akhir periode keuangan, piutang murabahah dinilai sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi
sama dengan akuntansi konvensional, yaitu saldo piutang dikurangi penyisihan kerugian piutang. Jurnal untuk
mencatat transaksi ini :
Dr. Beban Piutang Tak Tertagih xxx
Kr. Penyisihan Piutang Tak Tertagih xxx
7. Potongan pelunasan piutang murabahah yang diberikan kepada pembeli yang melunasi tepat waktu atau ebih cepat dari waktu yang telash disepakati diakui sebagai
pengurang keuntungan murabahah.
(a) Jika potongan diberikan pada saat pelunasan, maka dianggap sebagai pengurang keuntungan murabahah, maka jurnal : (porsi pengakuan keuntungan – potongan)
Dr. Kas xxx
Dr. Keuntungan yang Ditangguhkan xxx
Kr. Piutang Murabahah xxx
Kr. Keuntungan Murabahah xxx
(b) Jika potongan diberikan setelah pelunasan yaitu penjual menerima pelunasan piutag dari pembeli dan kemudian membayarkan potongan pelunasannya kepada pembeli.
Maka akan dijurnal :
Pada saat penerimaan piutang dari pembeli
Dr. Kas xxx
Dr. Keuntungan yang Ditangguhkan xxx
Kr. Piutang Murabahah xxx
Kr. Keuntungan Murabahah xxx
(sesuai porsi pengakuan keuntungan)
Pada saat pengembalian kepada pembeli
Dr. Keuntungan Murabahah xxx
Kr. Kas xxx
8. Denda dikenakan jika pembeli lalai dalam melakukan kewajibannya sesuai dengan akad, dan denda tang diterima diakui sebagai dana kebajikan.
Dr. Dana Kebajikan – Kas xxx
Kr. Dana Kebajikan – Denda xxx
PERLAKUAN AKUNTANSI PSAK 102

kelompok 6
AKUNTANSI UNTUK PENJUAL

9. Pengakuan dan pengujuran peerimaan uang muka adalah :


• Uang muka diakui sebagai uang muka pembelian sebesar jumlah
yang diterima
• Pada saat barang jadi dibeli oleh pembeli maka uang muka diakui
sebagai pembayaran piutang (merupakan bagian pokok)
• Jika barang batal dibeli oleh pembeli maka uang muka dikembalikan
kepada pembeli setelah diperhitungkan dengan biaya – biaya yang
telah dikeluarkan oleh penjual
Jurnal yang terkait :
a. Penerimaan uang muka dari pembeli
Dr. Kas
Cr. Utang Lain – Uang muka Murabahah

b. Apabila murabahah jadi dilaksanakan


Dr. Utang Lain – Uang muka Murabahah
Cr. Piutang Murabahah

c. Pesanan dibatalkan (uang muka dibayarakan oleh pembeli > biaya yang dikeluarkan penjual)
Dr. Utang Lain – Uang muka Murabahah
Cr. Pendapatan Operasional
Cr. Kas
d. Pesanan dibatalkan (uang muka dibayarkan oleh pembeli < biaya yang dikeluarkan oleh penjual)
Dr. Kas / Piutang
Dr. Utang lan – uang muka Murabahah
Cr. Pendapatan Operasional

e. Jika perusahaan menanggung kekurangannya atau uang muka = beban yang dikeluarkan
Dr. Utang lain – uang muka Murabahah
Cr. Pendapatan Operasional
10. ACUAN ALTERNATIF

• PSAK 102 (Revisi 2013) khusus untuk Acuan alternatif dapat digunakan oleh
penjual memberikan alternatif penjual jika memang mereka tidak
perlakuan menggunakan metode anuitas memiliki risiko yang signifikan terkait
pada pengakuan pendapatan dengan kepemilikan persediaan untuk
transaksi murabahah, seperti :
• PSAK 50 tentang Instrumen Keuangan
- Risiko perubahan harga persediaan
• PSAK 55 Instrumen Keuangan tentang
pengakuan dan pengukuran - Keusangan atau kerusakan persediaan
• PSAK 60 Instrumen Keuangan tentang - Biaya pemeiliharaan dan penyimpanan
penyajian dan pengungkapan
• Pada saat disepakati pembiayaan • Pada saat pembayaran angsuran
murabahah pembiayaan murabahah

Dr. piutang murabahah Dr. Kas


Cr. Aset murabahah Cr. Piutang murabahah
Cr. Margin murabahah tangguhan Dr. Margin Murabahah tangguhan
Dr/Cr. Piutang Murabahah
Cr. Pendapatan Murabahah
11. PENYAJIAN

• Piutang murabahah disajikan sebesar


Nilai bersih = saldo piutang murabahah – penyisihan kerugian piutang
• Jika penjual menggunakan metode anuitas untuk akad mudrabahah, maka piutang murabahah disajikan
sebesar biaya perolehan yang di amortisasi dengan menggunakan effective rate.
• Mengacu kepada PSAK 55

12. PENGUNGKAPAN
Penjual mengungkapkan hal – hal yang terkait dengan transaksi murabahah, tetapi tidak terbatas pada
:
a. Harga perolehan aset murabahah
b. Janji pemesanan dalam murabahah berdasarkan pesanan sebagai kewajiban atau bukan
c. Pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK NO. 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan
Jika penjual menggunakan metode anuitas untuk akada murabahah, maka pengungkapan akan
mengacu pada PSAK 60.
PERLAKUAN AKUNTANSI PSAK 102

Kelompok 1
ILUSTRASI AKUNTANSI UNTUK PEMBELI

1. Jurnal Perolehan Aset


• Aset yang diperoleh melalui transaksi murabahah diakui sebesar biaya perolehan murabahah tunai.
D. Aset xxx
K. Kas xxx
Hutang yang timbul dari transaksi murabahah tangguh diakui sebagai hutang murabahah sebesar harga beli
yang disepakati (jumlah yang wajib dibayarkan).

Aset dicatat sebesar biaya perolehan tunai dan selisih antara harga beli yang
disepakati dengan biaya perolehan tunai diakui sebagai beban murabahah
tangguhan.
D. Aset xxx
Beban Murabahah Tangguhan xxx
K. Hutang Murabaha xxx
2. Jurnal beban murabahah tangguhan diamortisasi secara proporsional sesuai dengan porsi pelunasan utang
murabahah.
D. Hutang Murabahah xxxx
K. Kas xxxx
D. Beban xxxx
K. Beban Murabahah Tangguhan xxxx

3. Jurnal diskon pembelian yang diterima setelah akad murabahah, diperlakukan sebagai pengurang beban
murabahah tangguhan. Jurnal Diskon pembelian yg diterima setelah akad Murabahah
D. Kas xxxx
K. Beban Murabahah Tangguhan xxxx

• Jurnal potongan pelunasan dan potongan hutang murabahah :


D. Utang Murabahah xxxx
Beban Murabahah xxxx
K. Kas xxxx
Beban Murabahah Tangguhan xxxx
4. Denda yang dikenakan akibat kelalaian dalam melakukan kewajiban sesuai dengan akad diakui
sebagai kerugian.
D. Kerugian xxxx
K. Kas Hutang xxxx

5. Uang Muka
• Jurnal pembeli membayarkan uang muka :
D. Uang muka xxxx
K. Kas xxxx

• Jurnal jika sudah memberikan uang muka, maka ketika penyerahan barang jurnal nya :
D. Aset xxxx
Beban Murabahah Tangguhan xxxx
K. Uang muka xxxx
Hutang Murabahah xxxx
• Jika pembeli membatalkan dan dikenakan biaya, maka diakui sebagai kerugian.
Apabila biaya yang dikenakan lebih kecil dari uang muka, maka Jurnalnya :
D. Kas xxxx
Kerugian xxxx
K. Uang muka xxxx
• Sedangkan biaya yang dikenakan lebih besar dari uang muka, maka jurnal nya :
D. Kerugian xxxx
K. Uang Muka xxxx
Kas / Hutang xxxx
• Pengakuan dan pengukuran urbun ( uang muka ) adalah sebagai berikut :
A. Urbun diakui sebagai uang muka pembeli sebesar Jumlah yang diterima bank pada saat diterima.
B. Pada saat barang jadi dibeli oleh nasabah maka urbun diakui sbagai pembayaran piutang.
C. Jika barang batal dibeli oleh nasabah maka urbun dikembalikan kepadanasabah setelah
diperhitungkan dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh bank.

6. Penyajian
Beban murabahah tangguhan disajikan sebagai pengurang ( contra account) hutang murabahah.

7. Pengungkapan
Pembeli mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan transaksi Murabahah. Tapi tidak terbatas pada:
A. Nilai tunai aset yang diperoleh dari transaksi Murabahah
B. Jangka waktu Murabahah tangguh
C. Pengungkapan yang diperlukan sesuai pernyataan standar akuntansi keuangan nomer 101 tentang
Penyajian Laporan Keuangan Syariah
THANK YOU!