Anda di halaman 1dari 45

ANGGARAN KAS

JAWABAN SOAL IV
KELOMPOK 6:
IKHSAN NUR IMAN
KARANI IWAN RITONGA
LAILIL FARIDA
LANI OKTAVIA
M. ACHDHARI ALAMSYAH
Susunlah anggaran kas untuk PT DIKSKPH untuk bulan Januari
dan Februari 2005. berikut ini adalah informasi-informasi yang
diperlukan untuk membuat anggaran kas!
1. Saldo kas per 31 Desember 2004: Rp50.000.000
2. Berikut ini adalah informasi tentang penjualan PT DIKS.

bulan sales Harga Jual

November 2004 (aktual) Rp500.000.000 Rp10.000


Desember 2004 (aktual) Rp400.000.000 Rp10.000
Januari 2005 (perkiraan) Rp750.000.000 Rp15.000
Februari 2005 (perkiraan) Rp900.000.000 Rp15.000
3. Sebesar 90% dari total penjualan adalah penjualan kredit.
Penjualan tunai memperoleh potongan penjualan sebesar
3%.
4. Berikut ini adalah pola penagihan piutang PT DIKS.

60% Pada bulan terjadinya dan mendapat


potongan penjualan sebesar 2,5%
20% 1 bulan setelah penjualan

18% 2 bulan setelah penjualan

2% Di perkirakan tidak akan tertagih


5. persediaan akhir barang jadi adalah 10% dari unit
terjual di bulan tersebut. Persediaan barang jadi per
1 November 2004 sebesar 5.000 unit.
6. berikut ini adalah standar penggunaan bahan baku,
tenaga kerja langsung, dan FOH untuk setiap unit
barang jadi.
DM 2 Kg
DL O,5 Jam
FOH 120% dari DL
7. Perusahaan tidak memiliki persediaan awal maupun akhir
bahan baku langsung sehingga kuantitas pembelian bahan
baku hanya tetap untuk jumlah yang dibutuhkan untuk
kegiatan produksi.
8. Harga bahan baku langsung per Kg sebesar Rp2.000,
sedangkan upah tenaga kerja langsung sebesar Rp2.500
per jam.
9. 20% dari total pembelian bahan baku dilakukan secara
tunai dan memperoleh potongan pembelian sebesar 10%.
10. Berikut ini adalah pola pembayaran bahan baku PT DIKS.

60% Pada bulan terjadinya pembelian dan mendapat


potongan penjualan sebesar 5%
40% 1 bulan setelah pembelian
11. Biaya gaji buruh langsung dibayarkan setiap tanggal 2 pada bulan
berikutnya.
12. Yang termasuk dalam biaya FOH adalah biaya penyusutan sebesar
Rp15.000.000. 60% dari FOH dibayarkan tunai pada bulan
terjadinya sisanya dibayarkan pada bulan berikutnya.
13. Berikut ini adalah perincian beban operasi untuk bulan Januari
dan Februari 2005.
Jenis Beban Januari Februari

Beban gaji bagian Rp30.000.000 Rp30.000.000


penjualan (tetap)
Beban komisi penjualan 2% dari penjualan 2% dari penjualan
(variabel)
Beban penyusutan bagian 10.000.000 10.000.000
penjualan
Beban asuransi bagian 2.000.000 2.000.000
penjualan
Beban gajji bagian 20.000.000 20.000.000
administrasi*
Beban sewa** 1.000.000 1.000.000
Beban penyusutan bagian 10.000.000 10.000.000
administrasi
Beban perlengkapan 4.000.000 4.000.000
bagian adnimistrasi***
Beban utilitas 1.000.000 1.000.000
*Beban asuransi berasal dari biaya Asuransi Dibayar
Dimuka yang dibayarkan pada tanggal 1 Januari 2005
untuk periode 1 Januari-31 Dersember 2005.

** Beban sewa berasal dari Sewa Dibayar Dimuka yang


telah dibayar pada bulan September.

*** Beban perlengkapan berasal dari perlengkapan


yang dibeli pada bulan Januari 2005. perusahaan
memiliki kebijakan untuk membeli perlengkapan
selama 6 bulan diawal tahun dan pertengahan tahun.
Pemakaian perlengkapan merata sepanjang bulan.
14. Semua bebban operasi, kecuali beban utilitas,
dibayarkan pada bulan terjadinya. Beban utilitas
bibayarkan pada bulan berikutnya.
15. Jika perusahaan mengalami kekurangan kas diakhir
bulan, maka perusahaan akan meminjam dana dari
pihak ketiga pada kelipatan Rp20.000.000. Bunga
atas pinjaman diperkirakan sebesar 12% per tahun.
Pinjaman dan bunga akan dibayar jika saldo kas
akhir bulan terdapat kelebiahan kas.
PENYELESAIAN:
LANGKAH 1
Buat format anggaran kas untuk bulan Januari dan Februari 2005.
PT DIKSKPH
Anggaran kas untuk bulan Januari dan Februari 2005

Saldo kas awal


Ditambah penerimaan kas:
Penjualan tunai
Penagihan piutang dagang
pelanggan
Penerimaan dari pendapatan
bunga
Peminjaman uang dari bank
Penerbitan saham baru
perusahaan
Saldo kas yang tersedia
Dikurangi pengeluaran kas untuk:
Pembelian bahan baku secara tunai
Pelunasan utang dagang
Pembayaran gaji dan upah
Pembayaran beban operasi
Pembayaran biaya overhead
Pembayaran pokok utang dan
bunga

Saldo kas
Surplus atau defisit kas
Dikurangi pelunasan pinjaman
Ditambah penerimaan pinjaman
Ditambah saldo kas minimum
Saldo kas akhir
LANGKAH 2
Masukkan saldo kas awal untuk bulan Januari sebesar
Rp50.000.000

PT DIKSKPH
Anggaran kas untuk bulan januari 2005
Januari
Saldo kas awal 50.000.000
Ditambah penerimaan kas:
Penjualan tunai
Penaggihan piutang dagang pelanggan
Penerimaan dari pendapatan bunga
Peminjaman uang dari bank
Penerbitan saham baru perusahaan
Saldo kas yang tersedia
LANGKAH 3
Hitung penjualan tunai untuk bulan Januari dan Februari 2005.

Penjualan tunai bulan Januari =Rp750.000.000 x 10%


=Rp75.000.000
Potongan penjualan =Rp75.000.000 x 3%
=Rp2.250.000
Penjualan tunai bulan januari =Rp75.000.000 –
Rp2.250.000
=Rp72.750.000
Penjualan tunai bulan Februari =Rp900.000.000 x 10%
=Rp90.000.000
Potongan harga =Rp90.000.000 x 3%
=Rp2.700.000
Penjualan tunai bulan februari =Rp90.000.000 –
Rp2.700.000
=Rp87.300.000
PT DIKSKPH
Anggaran kas untuk bulan Januari dan Februari 2005
Januari Februari

Saldo kas awal 50.000.000

Ditambah penerimaan kas:

Penjualan tunai 72.750.000 87.300.000

Penagihan piutang dagang pelanggan

Penerimaan dari pendapatan bunga

Peminjaman uang dari bank

Penerbitan saham baru perusahaan

Saldo kas yang tersedia


LANGKAH 4
Menghitung penagihan piutang dagang pelanggan bulan Januari dan Februari
2005.
a. Membuat format penagihan piutang untuk bulan Januari dan Februari
2005.
Bulan Penjualan Potongan Piutang tak Bulan penagihan piutang
terjadi kredit harga tertagih
penjualan
Januari Februari
November
Desember
Januari
Februari
Total
b. Masukkan penjualan kredit setiap bulan pada kolom yang
telah disediakan.
Penjualan kredit bulan November = 500.000.000 x 90%
= 450.000.000
Desember = 400.000.000 x 90%
= 360.000.000
Januari = 750.000.000 x 90%
= 675.000.000
Februari = 900.000.000 x 90%
= 810.000.000
Bulan Penjualan Potongan Piutang tak Bulan penagihan piutang
terjadi kredit harga tertagih
penjualan

Januari Februari

November 450.000.000

Desember 360.000.000

Januari 675.000.000

Februari 810.000.000

Total
c. Hitung penerimaan kas dari penjualan kredit pada bulan terjadi
penjualan. Hitung pula potongan harga yang diberikan karena melunasi
piutang pada bulan terjadinya penjualan memperoleh potongan harga
sebesar 2,5%.
Penjualan kredit bulan Januari =90% x 750.000.000
=675.000.000
Penagihan piutang bulan januari
Dari penjualan kredit bulan Januari=60% x 675.000.000
=405.000.000
Potongan harga yang diberikan =2,5% x 405.000.000

= 10.125.000
bulan Januari di bulan Januari =394.875.000
Penjualan kredit bulan Februari =90% x 900.000.000
=810.000.000
Penagihan piutang bulan Februari
Dari penjualan kredit bulan Februari=60% x 810.000.000
=486.000.000
Potongan harga yang diberika =2,5% X 486.000.000
= 12.150.000
Bulan Februari pada bulan Februari =473.850.000

Bulan Penjualan Potongan Piutang Bulan penagihan piutang


terjadi kredit harga tak
penjualan tertagih
Januari Februari
November 450.000.000
Desember 360.000.000
Januari 675.000.000 10.125.000
Februari 810.000.000 12.150.000
Total
d. Menghitung hasil penagihan penjualan pada suatu bulan yang ditagih
pada bulan berikutnya.
• Penjualan kredit pada bulan Januari ditagih bulan Februari
Penjualan kredit Januari =675.000.000
Februari =20% x 675.000.000
=135.000.000

• Penjualan kredit pada bulan Desember ditagih bulan Januari dan


Februari.
Penjualan bulan Desember =360.000.000
Januari =20% x 360.000.000
= 72.000.000
Februari =18% x 360.000.000
= 64.800.000

• Penjualan kredit bulan November ditagih bulan Januari


Penjualan kredit November =450.000.000
Januari =18% x 450.000.000
= 81.000.000
Bulan Penjualan Potongan Piutang Bulan penagihan piutang
terjadi kredit harga tak
penjualan tertagih

Januari Februari

November 450.000.000 81.000.000

Desember 360.000.000 72.000.000 64.000.000

Januari 675.000.000 10.125.00 394.875.000 135.000.000


0
Februari 810.000.000 12.150.00 473.850.000
0
Total 547.875.000 673.650.000
e. Menghitung piutang tak tertagih
Januari =2% x 675.000.000 = 13.500.000
Februari =2% x 810.000.000 = 16.200.000
Bulan Penjualan Potongan Piutang tak Bulan penagihan piutang
terjadi kredit harga tertagih
penjualan

Januari Februari

November 450.000.000 81.000.000

Desember 360.000.000 72.000.000 64.000.000

Januari 675.000.000 10.125.000 13.500.000 394.875.000 135.000.000

Februari 810.000.000 12.150.000 16.200.000 473.850.000

Total 547.875.000 673.650.000


PT DIKSKPH
Anggaran kas untuk bulan Januari dan Februari 2005
Januari Februari

Saldo kas awal 50.000.000

Ditambah penerimaan kas:

Penjualan tunai 72.750.000 87.300.000

Penagihan piutang dagang pelanggan 547.875.000 673.650.000

Penerimaan dari pendapatan bunga - -

Peminjaman uang dari bank - -

Penerbitan saham baru perusahaan - -

Saldo kas yang tersedia


LANGKAH 5
Menghitung pembelian bahan baku dan pelunasan utang dagang.
• Menghitung unit dan persediaan akhir barang jadi
November =500.000.000 : 10.000 = 50.000 x 10% = 5.000
Desember =400.000.000 : 10.000 = 40.000 x 10% = 4.000
Januari =750.000.000 : 15.000 = 50.000 x 10% = 5.000
Februari =900.000.000 : 15.000 = 60.000 x 10% = 6.000
Anggaran Produksi
PT DIKSKPH
November Desember Januari Februari
Penjualan 50.000 40.000 50.000 60.000
(+) persediaan akhir barang jadi 5.000 4.000 5.000 6.000

Jumlah barang jadi yang 55.000 44.000 55.000 66.000


dibutuhkan
(-) persediaan awal barang jadi 5.000 5.000 4.000 5.000

Jumlah barang jadi yang akan 50.000 39.000 51.000 61.000


diproduksi
Anggaran pemakaian bahan baku

November Desember Januari Februari

Jumla produksi 50.000 39.000 51.000 61.000


barang jadi
Standar kebutuhan 2 2 2 2
bahan baku per unit
Jumlah kebutuhan 100.000 78.000 102.000 122.000
bahan baku untuk
produksi
Harga bahan baku 2.000 2.000 2.000 2.000
per unit
Total biaya bahan 200.000.000 156.000.000 204.000.000 244.000.000
baku untuk
diproduksi
Karena perusahaan tidak memiliki persediaan awal dan akhir
bahan baku langsung, maka total biaya pembelian bahan baku
sama dengan total biaya bahan baku untuk produksi.
• Pembelian bahan baku secara tunai
Januari=20% x 204.000.000 =40.800.000
pot =10% x 40.800.000 = 4.080.000
• Pembelian tunai bahan baku Januari =36. 720.000
Februari =20% x 244.000.000 =48.800.000
pot =10% x 48.800.000 = 4.880.000
=43.980.000
• Pelunasan utang dagang
a. Pembelian kredit
November =80% x 200.000.000 =160.000.000
Desember =80% x 156.000.000 =124.800.000
Januari =80% x 204.000.000 =163.200.000
Februari =80% x 244.000.000 =195.200.000
Bulan Penjualan Potongan harga
terjadi kredit Bulan pelunasan hutang
penjualan
Januari Februari
November 160.000.000
Desember 124.800.000
Januari 163.200.000
Februari 195.200.000
Total
b. Menghitung potongan harga dan pelunasan hutang.
pembelian kredit bulan Januari =80% x 204.000.000
=163.200.000
pelunasan hutang bulan Januari
Dari pembelian kredit buln Januari =80% x 163.200.000
= 97.920.000
pot. Harga yang diberikan =5% x 97.920.000
= 4.896.000 -
pelunasan bersih dari pembelian kredit
bulan Januari di bulan Januari = 93.024.000

pembelian kredit bulan Februari =80% x 244.000.000


=195.200.000
pelunasan hutang bulan Februari
Dari pembelian kredit bulan Februari =60% x 195.200.000
=117.120.000

pot. Harga yang diberikan =5% x 117.120.000


= 5. 856.000 –
pelunasan bersih dari pembelian kredit
bulan Februari di bulan Februari =111.264.000
c. Menghitung pelunasan hutang pada suatu bulan ditagih pada bulan
berikutnya.
• Pembelian kredit Desember =124.800.000
Januari =40% x 124.800.000 = 49.920.000
• Pembelian kredit Januari =163.200.000
Februari =40% x 163.200.000 = 65.280.000

Bulan Penjualan Potongan harga


terjadi kredit Bulan penagihan piutang
penjualan
Januari Februari
November 160.000.000
Desember 124.800.000
Januari 163.200.000 4.896.000 93.024.000
Februari 195.200.000 5.856.000 111.264.000
Total
Bulan Penjualan Potongan harga
terjadi kredit Bulan penagihan piutang
penjualan
Januari Februari
November 160.000.000
Desember 124.800.000 49.920.000
Januari 163.200.000 4.896.000 93.024.000 65.280.000
Februari 195.200.000 5.856.000 111.264.000
Total 142.944.000 176.544.000
PT DIKSKPH
Anggaran kas untuk bulan Januari dan Februari 2005
Januari Februari

Saldo kas awal 50.000.000

Ditambah penerimaan kas:

Penjualan tunai 72.750.000 87.300.000

Penagihan piutang dagang pelanggan 547.875.000 673.650.000

Penerimaan dari pendapatan bunga - -

Peminjaman uang dari bank - -

Penerbitan saham baru perusahaan - -

Saldo kas yang tersedia


Dikurangi pengeluaran kas untuk:
Pembelian bahan baku secara tunai 36.720.000 43.920.000
Pelunasan utang dagang 142.944.000 176.544.000
Pembayaran gaji dan upah
Pembayaran beban operasi
Pembayaran biaya overhead
Pembayaran pokok utang dan
bunga

Saldo kas
Surplus atau defisit kas
Dikurangi pelunasan pinjaman
Ditambah penerimaan pinjaman
Ditambah saldo kas minimum
Saldo kas akhir
LANGKAH 6
Menghitung pembayaran gaji dan upah dan pembayaran biaya
overhead.
Biaya tenaga kerja langsung
Desember Januari Februari

Jumlah produksi 39.000 51.000 61.000

Standar penggunaan TKL 0,5 0,5 0,5

Jumlah jam kerja langsung 19.500 25.500 30.500

Upah per jam 2.500 2.500 2.500

Biaya tenaga kerja langsung 48.750.000 63.750.000 76.250.000


Biaya Overhead
biaya FOH Desember =48.750.000 x 120% =58.500.000
Biaya FOH Januari =63.750.000 x 120% =76.500.000
biaya FOH Februari =76.250.000 x 120% =91.500.000

Biaya FOH
Desember: biaya penyusutan =15.000.000
biaya FOH =58.500.000 +
Total FOH Desember =73.500.000
FOH tunai Desember
(60% x 73.500.000) =44.100.000 –
Dibayar bln Januari =29.400.000
Januari : biaya penyusutan =15.000.000
FOH Januari =76.500.000 +
Total FOH Januari =91.500.000
FOH tunai Januari
(60% x 91.500.000) =54.900.000 –
Dibayar bln Februari =36.600.000

Februari: biaya penyusutan= 15.000.000


FOH Februari = 91.500.000 +
Total FOH Februari =106.500.000
FOH Tunai Februari
(60% x 106.500.000) = 63.900.000 –
Dibayar bln berikutnya = 42.600.000
Bulan FOH Biaya FOH Biaya
penyusutan Bulan penagihan piutang

Januari Februari

Desember 58.500.000 15.000.000 29.400.000

Januari 76.500.000 15.000.000 54.900.000 36.600.000

Februari 91.500.000 15.000.000 63.900.000

Total 84.300.000 100.500.000


PT DIKSKPH
Anggaran kas untuk bulan Januari dan Februari 2005
Januari Februari

Saldo kas awal 50.000.000

Ditambah penerimaan kas:

Penjualan tunai 72.750.000 87.300.000

Penagihan piutang dagang pelanggan 547.875.000 673.650.000

Penerimaan dari pendapatan bunga - -

Peminjaman uang dari bank - -

Penerbitan saham baru perusahaan - -

Saldo kas yang tersedia


Dikurangi pengeluaran kas untuk:
Pembelian bahan baku secara tunai 36.720.000 43.920.000
Pelunasan utang dagang 142.944.000 176.544.000
Pembayaran gaji dan upah 48.750.000 63.750.000
Pembayaran beban operasi
Pembayaran biaya overhead 84.300.000 100.500.000
Pembayaran pokok utang dan
bunga

Saldo kas
Surplus atau defisit kas
Dikurangi pelunasan pinjaman
Ditambah penerimaan pinjaman
Ditambah saldo kas minimum
Saldo kas akhir
LANGKAH 7
Menghitung pembayaran beban operasi bulan Januari dan Februari 2005.

Anggaran Biaya Produksi


Untuk Bulan Januari dan Februari
Beban penjualan Januari Total

Jenis beban b. Tetap b. Variabel Januari

Gaji karyawan 30.000.000

Beban komisi 15.000.000

Beban penyusutan 10.000.000

Beban asuransi 24.000.000

Sub total beban penjualan 64.000.000 15.000.000 79.000.000


Beban administrasi Januari total

Jenis beban b. Tetap b. Variabel

Gaji karyawan 20.000.000

Beban sewa 0

Beban penyusutan 10.000.000

Beban perlengkapan 24.000.000

Beban utilitas 0

Sub total beban 54.000.000 54.000.000


administrasi

Total beban operasi 133.000.000


Anggaran Biaya Produksi
Untuk Bulan Januari dan Februari
Beban penjualan Februari Total
Jenis beban b. Tetap b. Variabel Januari
Gaji karyawan 30.000.000
Beban komisi 18.000.000
Beban penyusutan 10.000.000
Beban asuransi 0
Sub total beban penjualan 40.000.000 18.000.000 58.000.000
Beban administrasi Februari total
Jenis beban b. Tetap b. Variabel
Gaji karyawan 20.000.000
Beban sewa 0
Beban penyusutan 10.000.000
Beban perlengkapan 0
Beban utilitas 1.000.000
Sub total beban administrasi 31.000.000 31.000.000
Total beban operasi 89.000.000
PT DIKSKPH
Anggaran kas untuk bulan Januari dan Februari 2005
Januari Februari

Saldo kas awal 50.000.000

Ditambah penerimaan kas:

Penjualan tunai 72.750.000 87.300.000

Penagihan piutang dagang pelanggan 547.875.000 673.650.000

Penerimaan dari pendapatan bunga - -

Peminjaman uang dari bank - -

Penerbitan saham baru perusahaan - -

Saldo kas yang tersedia


Dikurangi pengeluaran kas untuk:
Pembelian bahan baku secara tunai 36.720.000 43.920.000
Pelunasan utang dagang 142.944.000 176.544.000
Pembayaran gaji dan upah 48.750.000 63.750.000
Pembayaran beban operasi 133.000.000 89.000.000
Pembayaran biaya overhead 84.300.000 100.500.000
Pembayaran pokok utang dan - -
bunga

Saldo kas
Surplus atau defisit kas
Dikurangi pelunasan pinjaman
Ditambah penerimaan pinjaman
Ditambah saldo kas minimum
Saldo kas akhir
LANGKAH 8
Selesaikan penyusunan anggaran kas dengan menjumlahkan data-data yang
telah ada.
PT DIKSKPH
Anggaran kas untuk bulan Januari dan Februari 2005
Januari Februari
Saldo kas awal 50.000.000 224.911.000
Ditambah penerimaan kas:
Penjualan tunai 72.750.000 87.300.000
Penagihan piutang dagang pelanggan 547.875.000 673.650.000
Penerimaan dari pendapatan bunga - -
Peminjaman uang dari bank - -
Penerbitan saham baru perusahaan - -
Saldo kas yang tersedia 670.625.000 949.861.000
Dikurangi pengeluaran kas untuk:
Pembelian bahan baku secara tunai 36.720.000 43.920.000
Pelunasan utang dagang 142.944.000 176.544.000
Pembayaran gaji dan upah 48.750.000 63.750.000
Pembayaran beban operasi 133.000.000 89.000.000
Pembayaran biaya overhead 84.300.000 100.500.000
Pembayaran pokok utang dan - -
bunga
Saldo kas minimum 445.714.000 473.714.000
Surplus atau defisit kas 224.911.000 476.147.000
Dikurangi pelunasan pinjaman - -
Ditambah penerimaan pinjaman - -
Ditambah saldo kas minimum - -
Saldo kas akhir 224.911.000 476.147.000

Jadi, saldo akhir PT DIKSKPH untuk bulan Januari 2005 adalah sebesar Rp224.911.000
dan saldo akhir PT DIKSKPH untuk bulan Februari 2005 adalah sebesar Rp476.147.000