Anda di halaman 1dari 13

oleh

Sri arihta tanty n sinabuatar


Sri rejeki tri budiarti
Superhalis via monicha
Susi susanti andre gurning
Supriyatik harpin s
Syarti mahrani
Limbah gas

Limbah gas adalah salah satu penyebab


terjadinya pencemaran udara. Hal ini disebabkan
karena limbah gas mengandung zat partikulat
yang berbentuk asap, nitrogen, karbon
monoksida, hidrokarbon, sulfur dioksida yang
dilepaskan ke udara. Udara merupakan sarana
pencemaran dari limbah gas ini
sistem respirasi adalah
sistem organ yang
digunakan untuk
pertukaran gas”
(Wikipedia, 2016).
Rab (2010:29)
Sistem menyatakan bahwa fungsi
pernafasan pernapasan dapat dibagi
menjadi 2, yaitu
pertukaran gas dan
pengaturan keseimbangan
asam basa.
saluran pernapasan dan
komplikasinya dapat terjadi pada
berbagai keadaan darurat seperti:

Kebakaran
Confine Space
Blasting Injuries
Hazardous Materials
Toxic gases exposure
MEKANISME GANGGUAN SALURAN
PERNAPASAN.
Walaupun jenis kecelakaannya
banyak namun umumnya mekanisme
gangguan saluran pernapasan yaitu :

 Defisiensi oksigen
 Asfiksia
 Suhu tinggi ( Thermal injuries )
 Asap
 Iritan
( iritasi ) kimia
 Atmosfir beracun
Asfiksian dapat dibagi menjadi
2 yaitu asfiksian sederhana
( simple asphyxiant ) dan
asfiksian kimia ( chemical
ASFIKSIAN asphyxiant ).

Gas yang dapat menggeser oksigen


dapat menyebabkan hipoksia.Beberapa contoh
gas ini dapat ditemukan baik dalam proses
kebakaran maupun gas yang terbawa oleh crude
oil atau didalam tambang
Karbon Dioksida ( CO2 )
Methan ( CH4 )
Hidrogen ( H2 )
Karbon Monoksida ( CO )
 Hidrogen Sianida ( HCN )
 Hidrogen Sulfida ( H2S )
Kebakaran dapat merusak
menghasilkan suhu seluruh sistem
lebih dari 500 derajat pernapasan.
Celsius. Asap sendiri Beberapa keadaan
biasanya memiliki yang terjadi adalah
suhu lebih rendah edema saluran napas
sekitar 125 derajat dan edema paru yang
Celsius. Kebanyakan dapat mengakibatkan
cedera terjadi pada kematian.
saluran napas atas.
Uap, karena
kelembabannya dan
mengandung panas
yang lebih tinggi
Daerah yang rusak akibat asap yang terhisap isosianat berdampak pada baik saluran

tergantung dari beberapa faktor, napas atas maupun saluran napas bawah.

diantaranya : kelarutan air, lama Gas yang sukar larut dalam air seperti

pemajaman, ventilasi per menit dan derajat oksida nitrogen dan sulfur akan berkumpul

adsorpsi bahan kimia dalam asap. Gas yang di saluran napas bawah yang lebih kecil

lebih mudah larut dalam air, seperti skrolei atau sampai alveoli.

dan sulfur dioksid, amonia dan hidrogen

klorida cenderung membentuk kelembaban

dan tersangkut di saluran napas atas.

Sedangkan yang memiliki kemampuan larut

dalam air yang sedang seperti klorin dan


UPAYA PENANGANAN
Pembahasan dalam penanganan
menitik beratkan hanya pada aspek
pengananan korban ditempat yang
sudah aman. Procedure Rescue
ditempat yang memiliki resiko harus
dilakukan sesuai standar procedure
yang berlaku seperti pemakaian
pemantau gas berbahaya ( gas
detector ), SCBA dan pengaman lain.
 Membersihkan jalan napas secara manual.
 Melakukan perasat jalan napas secara manual
yaitu : Head Tilt Chinc dan Jaw Thrust
 Suctioning
 Menggunakan alat bantu jalan napas yaitu
orofaringeal airway
 Menggunakan alat bantu napas seperti
masker, Bag Valve Mask, oksigen
Terima Kasih