Anda di halaman 1dari 18

EKONOMI INDUSTRI

STRATEGI INDUSTRIALISA
SI
DI INDONESIA

MOH, MAHMUD TRIATMOJO YUNITA ERIKA SARI

16602010103 16602010100
Subtitusi Impor ke Promosi Ekspor
Strategi impor (SI) adalah industri domestik yang membuat barang-barang menggantikan impor. Strategi
(SI) lebih menekankan pada pengembangan industri yang berorientasi kepada pasar domestik.

Beberapa pertimbangan yang lazim


a. Sumber daya alam dan faktor
digunakan dalam memilih strategi ini
produksi cukup tersedia di dalam
terutama adalah sebagai berikut :
negeri sehingga secara teoritis, biaya
e. Dapat mengurangi produksi untuk intensitas
ketergantungan terhadap impor, penggunaan sumber-sumber
yang berarti juga mengurangi defisit ekonomi tersebut yang tinggi dapat
saldo neraca perdagangan dan menjadi rendah.
menghemat cadangan devisa.
b. Potensi permintaan di dalam
d. Dengan berkembangnya industri c. Untuk mendorong perkembangan negeri yang memadai.
di dalam negeri, maka kesempatan sektor industri manufaktur di dalam
kerja diharapkan terbuka lebih luas. negeri.
Subtitusi Impor ke Promosi Ekspor
Penerapan strategi subtitusi impor dan hasilnya di Indonesia, antara lain adalah sebagai berikut :

d. Teknologi yang digunakan oleh a. Industri manufaktur


industri dalam negeri sangat nasional tidak berkembang
diproteksi baik selama orde baru

c. Kebijakan proteksi yang


berlebihan selama orde baru b. Ekspor manufaktur
menimbulkan high cost Indonesia belum
berkembang dengan baik
economy
Promosi Ekspor
Promosi Ekspor (PE) adalah strategi yang tidak ada
diskriminasi dalam pemberian insentif dan fasilitas-
fasilitas kemudahan yang lainnya dari pemerintah. Baik
untuk industri yang berorientasi kepada pasar domestik
maupun industri yang berorientasi kepada pasar ekspor.
Promosi Ekspor
Berbagai jenis industri yang dikembangkan di Indonesia sangat
beraneka ragam sehingga tidak mudah untuk dianalisis. Jenis i
ndustri manufaktur di Indonesia terdiri dari :

1. Industri padat karya

2. Industri padat modal dan tenaga trampil

3. Industri padat sumber daya alam

4. Industri padat teknologi


Promosi Ekspor
Strategi inward vs outward-looking
Sejarah perdagangan mencatat macam-macam strategi
kebijakan yang dimiliki masing-masing Negara. Ada
yang berusaha memacu pembangunan ekonomi
melalui ekspansi perdagangan internasional dan
sekaligus membuka pintu lebar-lebar terhadap investasi
asing, bantuan luar negeri, dan imigrasi.
Tarik Menarik Antara Pro-Efisiensi dan Pro-Nasionalis

Indonesia sekarang sudah masuk dalam pusaran Masyarakat Ekonomi ASEAN


(MEA), yang setidaknya mau tidak mau kita harus menyelamatkan hasil produksi
dalam negeri. Inilah momentum yang pas untuk melakukan refleksi perjalanan
panjang kemerdekaan dan setumpuk tantangan yang dihadapi ke depan.

Salah satu tantangan yang sudah di dalam dekapan bangsa Indonesia adalah
kehadiran pasar tunggal di kawasan ASEAN yang mulai diberlakukan awal Januari
2016. Pasalnya, pasar tunggal ini akan memangkas semua hambatan tarif dan
nontarif terhadap mobilitas barang, sumber daya manusia (SDM) dan jasa.
Tarik Menarik Antara Pro-Efisiensi dan Pro-Nasionalis

World Economic Forum (WEF) merilis data The Global Competitiveness


Indeks tahun 2014-2015, daya saing Indonesia berada jauh dibawah Singapura dan
Malaysia. Hasil penelitian Bank Indonesia (BI) juga memperlihatkan daya
saing perekonomian Indonesia masih tertinggal dibanding Singapura, Malaysia atau
Thailand.

Ada empat sumber pertumbuhan ekonomi yaitu konsumsi masyarakat (C),


investasi (I), pengeluaran pemerintah (G,) dan hasil ekspor dikurangi impor (X-M),
sehingga lahirlah rumusan pertumbuhan ekonomi (Y) = C + I + G + (X-M).
Tarik Menarik Antara Pro-Efisiensi dan Pro-Nasionalis

Menurut Guru Besar Harvard University, Leah Greenfeld,

“Ciri-ciri pertumbuhan yang berkesinambungan suatu perekonomian modern


tidak berlangsung begitu saja secara berkelanjutan, pertumbuhan akan berkelanjutan
justru jika didorong dan ditopang oleh nasionalisme”.

Oleh karena itu, meskipun nasionalisme tidak masuk sebagai salah satu
variabel rumus pertumbuhan ekonomi, tetapi merupakan kekuatan pembangunan
yang tidak ada tandingannya di dunia manapun.
Visi Teknolog Vs Ekonom
Arah kebijakan pembangunan industri nasional mengacu kepada
agenda dan prioritas pembangunan nasional Kabinet Indonesia
Bersatu. Dalam kerangka tersebut, maka visi pembangunan industri
nasional dalam jangka panjang adalah membawa Indonesia untuk
menjadi sebuah negara industri tangguh di dunia dengan visi antara
yaitu Pada tahun 2024 Indonesia menjadi Negara Industri Maju Baru.
Visi Teknolog Vs Ekonom
Untuk mewujudkan visi tersebut, sektor industri mengemban misi
sebagai berikut :

1. Menjadi wahana pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat.

2. Menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi nasional.

3. Menjadi pengganda kegiatan usaha produktif di sektor riil bagi


masyarakat.

4. Menjadi wahana untuk memajukan kemampuan teknologi nasional.

5. Menjadi wahana penggerak bagi upaya modernisasi kehidupan dan


wawasan budaya masyarakat.

6. Menjadi salah satu pilar penopang penting bagi pertahanan negara dan
penciptaan rasa aman masyarakat.
Visi Teknolog Vs Ekonom
Bertitik tolak dari hal-hal tersebut dan untuk menjawab
tantangan di atas maka kebijakan dalam pembangunan industri
manufaktur diarahkan untuk menjawab tantangan globalisasi
ekonomi dunia serta mampu mengantisipasi perkembangan peruba
han lingkungan yang sangat cepat.

Untuk itu, strategi pembangunan industri manufaktur ke depan


dengan memperhatikan kecenderungan pemikiran terbaru yang
berkembang saat ini, adalah melalui pendekatan klaster dalam
rangka membangun daya saing industri yang kolektif.
Perbedaan Visi Mengenai
Kapabilitas Teknologi
Kapabilitas teknologi mencakup beberapa aspek penting
yaitu kapabilitas operatif, kapabilitas suportif, kapabilitas akuis
itif dan kapabilitas investasi dan inovatif.

Negara-negara yang mampu memanfaatkan teknologi se-efisi


en mungkin dalam proses produksinya faktanya mampu mere
but pasar internasional. Contohnya, bisa dilihat pada negara g
ajah putih Thailand.
Perbedaan Visi Mengenai
Kapabilitas Teknologi

Sedangkan di Indonesia sendiri, lemahnya penggunaan


teknologi serta sumber daya manusia yang kurang berdaya
saing menyebabkan produk-produk Indonesia seringkali
kalah bersaing di pasar internasional. Ditambah belumnya
proses standarisasi pada produk Indonesia yang mumpuni
sehingga jaminan mutu yang diharapkan tidak sesuai.
Paradigma Tekno-Ekonomi

Teknologi merupakan aspek yang tidak akan pernah lepas dalam kehidupan
manusia baik itu untuk saat ini maupun dimasa yang akan datang. Teknologi Informasi
atau dalam bahasa inggris sering dikenal dengan Information Technology (IT)
merupakan istilah umum yang sering digunakan untuk membantu manusia dalam
membuat, menyimpan, mengkomunikasikan maupun untuk menyebarkan informasi.

Teknologi sendiri saat ini sudah melekat dan sulit untuk dipisahkan dengan kehidupan
manusia karena teknologi telah menjadi suatu trend, style ataupun gaya hidup
manusia.
Paradigma Tekno-Ekonomi

Kebutuhan manusia akan teknologi juga didukung dengan perkembangan ilmu


pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Di zaman modernisasi seperti
sekarang, manusia sangat bergantung pada teknologi. Hal ini membuat teknologi
menjadi kebutuhan dasar setiap orang. Dari orang tua hingga anak muda, para ahli
hingga orang awam pun menggunakan teknologi dalam berbagai aspek kehidupannya

Perekonomian suatu negara dapat dilihat dari perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi di negara tersebut. Semakin tinggi perkembangan teknologi informasi
maka semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Paradigma Tekno-Ekonomi
Hal ini memungkinkan manusia dapat melakukan kegiatan dengan efektif dan
efisien. Perkembangan IPTEK sangatlah pesat bahkan kita sebagai manusia telah
banyak merasakan inovasi-inovasi dampak dari perkembangan IPTEK.

Pada prinsipnya setiap perkembangan dan kemajuan dalam segi apapun baik adanya,
setiap manusia menginginkan perubahan pun dalam konteks kehidupan
bermasyarakat.

Dari sekian banyak bidang ada dan berpacu untuk kemajuan salah satunya adalah bid
ang teknologi, yang menghadirkan perubahan dan kemajuan untuk selanjutnya diguna
kan oleh manusia.
Thank You
Any Question?