Anda di halaman 1dari 20

Alat dan Bahan Kerja

Elektromekanik dari Bahan


Logam
Kompetensi Dasar
 Mengidentifikasi peralatan untuk menandai
benda kerja dari bahan logam
 Menggunakan peralatan untuk menandai benda
kerja dari bahan logam

Tujuan
 Siswa dapat mengetahui peralatan untuk
menandai benda kerja dari bahan logam dengan
baik
 Siswa dapat menggunakan peralatan untuk
menandai benda kerja dari bahan logam sesuai
dengan prosedur penggunannya
Penandaan
Penandaan adalah suatu proses pemindahan
ukuran-ukuran:
1. Dari gambar ke gambar
2. Menurut suatu benda kerja
3. Menurut petunjuk ke petunjuk
Untuk dikerjakan di mesin dan atau secara manual
(kikir, gergaji) dengan tanda garis-garis atau titik-
titik.
Garis-garis yang digariskan pada permukaan
benda kerja dilakukan oleh suatu alat yang
bernama penggores, dengan diarahkan :
1 Sepanjang garis besi
2 Sepanjang penyiku
3 Atau sepanjang plat yang telah dibentuk.
Alat-alat Penanda
1. Penggores
Penggrores adalah suatu alat yang sederhana dan
digunakan sebagai alat tulis untuk melukis benda-
benda keras. Alat ini dibuat dengan ujung yang
runcing dan tajam, serta lebih keras dari benda
kerja yang digores (dilukis). Ujung penggores
umunya mempunyai sudut 20o – 25o.
Macam-macam penggores yang sering digunakan
di bengkel antara lain:

 Penggores sederhana
 Penggores dengan salah satu ujungnya bengkok
 Penggores dengan ujung yang dapat diganti-ganti
2. Penitik
Penitikan adalah suatu proses penandaan
dengan jalan menekan pada bagian yang
diinginkan di benda kerja. Penekanan ini
dilakukan terhadap benda kerja yang lebih
lunak dibanding dengan kekerasan dari
penitik itu sendiri.
Tujuan dari penitikan adalah:
1. Menentukan pusat – pusat lingkaran atau
lubang pada perpotongan garis untuk
memusatkan awal dari pengeboran.
2. Untuk menjelaskan garis hingga di mana
bagian yang dikerjakan.
3. Untuk menjelaskan garis-garis goresan.
Gambar penitik
3. Cap (stamp)
Stempel digunakan untuk memberikan tanda
dipermukaan benda kerja berupa huruf, angka,
dan tanda/simbol. Stempel berbentuk batang
persegi dan dibuat dari baja perkakas. Setiap
batang memuat satu tanda huruf, angka, atau
simbol pada salah satu penampang ujungnya,
sedangkan ujung yang lain rata. Stempel yang
memuat huruf disebut stempel huruf (Letter
Stamping), stempel yang memuat angka disebut
stempel angka (Number Stamping).
Teknik Penandaan

1. Menggores
Menggores adalah kegiatan menandai permukaan
benda kerja dengan menggunakan penggores. Hasil
penandaan berupa garis lurus atau lengkung sebagai
batas ukuran pengerjaan selanjutnya. Pekerjaan
menggores harus dilakukan dengan benar, terutama
bagaimana mengarahkan penggores yang benar.
Kesalahan mengarahkan penggores dapat berakibat
pada ketidaklurusan hasil goresan dan
ketidaktepatan ukuran yang diinginkan.
Sudut 30o saat menggores sebagai sudut yang
benar karena ujung penitik memiliki sudut
ketajaman 20o-25o .Sebagai pengarah untuk
menarik garis lurus, dapat menggunakan mistar
baja atau siku-siku. Mistar atau siku-siku ditekan
pada benda kerja dengan kuat (jangan sampai
bergeser ketika menggores) dan penggores
diposisikan sedemikian rupa kemudian ketika
menarik garis, penggores dimiringkan kearah
gerakan penggoresan dan dilakukan hanya
sekali saja dengan mantap.
Gambar a : Benar
Gambar b : Salah

cara menggunakan
penggores
2. Menitik
Menitik adalah kegiatan memberi tanda pada
permukaan benda kerja menggunakan penitik.
Hasil kegiatan ini adalah berupa titik cekung
berbentuk kerucut. Kegiatan menitik harus
dilakukan dengan seksama, karena jika dilakukan
serampangan akan menghasilkan titikan yang
tidak sempurna dan akan mengakibatkan
ketidaktepatan ukuran pada pekerjaan
selanjutnya.
Ujung penitik untuk titik pusat pembuatan
lubang (bor) harus bersudut 90o dan ujung
penitik untuk titik-titik batas/garis pengerjaan
bersudut 60o.
Cara menggunakan penitik
1. Pegang penitik di tangan kiri (yang bukan kidal)
2. Miringkan penitik dan geser sepanjang garis hingga
tepat pada garis potong, di mana tempat pusat
titik akan dititik. Dimiringkan ini dimaksudkan agar
presisi penitikan sesuai garis yang telah dibuat dan
agar garis alur terlihat.
3. Penitik harus tegak lurus terhadap benda kerja
4. Penitik dipukul satu kali dengan pukulan ringan dan
periksa posisinya. Jika sudah tepat, pukul lebih keras.
Keterangan gambar:
a. Hasil penitikan yang baik
b. Hasil penitikan dari ujung penitik yang tidak
simetris
c. Hasil penitikan dari penitik yang tidak tegak lurus
dengan benda kerja
3. Mengecap
Stempel tidak boleh digunakan pada bidang yang
telah dikeraskan atau bahan kasar (raw), jika
digunakan untuk itu, maka stempel tersebut akan
cepat rusak. Penandaan dengan batang stempel (cap)
harus dilakukan dengan seksama dan teliti demi
memperoleh hasil penyetempelan yang teratur dan
rapi. Oleh karena itu sebelum melakukan
penyetempelan maka batang stempel yang akan
digunakan diatur lebih dulu sedemikian rupa sesuai
dengan urutan atau bacaan tanda yang akan dibuat,
untuk mempercepat pekerjaan dan menghindari
kesalahan.
Terima Kasih