Anda di halaman 1dari 50

Kuliah ke -3 Geomorfologi dan

Geologi foto

Proses-proses Pelapukan
(Weathering) dan Produknya
proses pelapukan
membentuk sedimen dari
Batuan beku, batuan
sedimen,
dan batuan metamorfi
Pelapukan (Weathering)
• penghancuran fisik
(disintegration) dan alterasi
kimia (decomposition) daripada
batuan pada atau dekat
permukaan Bumi
• Pelapukan terbagi menjadi :
- Pelapukan fisik
Pelapukan mekanik (fisik)
Mechanical (Physical) Weathering

• semua mekanisme yang dapat mengakibatkan


terjadinya proses pelapukan sehingga suatu batuan
dapat hancur menjadi beberapa bagian yang lebih kecil
atau partikel-partikel yang lebih halus
• Unloading – pengelupasan batuan beku dan
batuan metamorf pada permukaan bumi
disebabkan reduksi pada confining pressure
• Frost wedging – pembekuan and pecairan air
didalam retakan dan celah memicu desitegrasi /
pecahnya batuan
• Salt growth – juga sangat umum dalam retakan
• Thermal expansion – pemuaian dan kontraksi
disebabkan pemanasan dan pendinginan
• Biological activity – disintegrasi dihasilkan dari
tumbuhan dan binatang
Pelapukan mekanik mengurangi ukuran butir tetapi
memperlebar daerah permukaan sekeliling butir.
UNLOADING – contoh
batuan beku pluton yang
tersingkap dipermukaan
melalui pengangkatan
dan erosi (A),
retakannya berlembar
kedalam atau
"exfoliates" (B)
Pelapukan exfoliasi
Half Dome di
Yosemite National
Park
Planar sheets (pengelupasan membidang) tereksfoliasi dari
batuan beku pluton the Stone Mountain menghasilkan bentuk
membulat bagian dalam tersingkap sekarang.
Kekar yang
dibetuk oleh
tekanan
pergerakan
tektonik
menyebabkan
kontraksi atau
expansi kristal-
kristal batuan
Kontrol-kekar pelapukan mekanik singkapan batuan beku granit
Menghasilkan bongka-bongkah membulat.
Frost Wedging
• Air memuai karena
pembekuan, merupakan
tenaga yang besar yang
sanggup memecahkan
batuan
• Talus terkumpul
memperlihatkan bentuk
kerucut pada alas
daripada tebing ini di
Rocky Mountains
Periglacial ice-wedge cast in a glacial moraine in Connecticut.
Pertumbuhan garam/Salt
Growth
• Air laut atau air lainnya mengandung
garam terlarut dapat masuk kedalam
retakan, khususnya di daerah pantai.
• Pertumbuhan kristal garam akan
mengisi ruang celah dalam sedimen
dan dapat juga memperlebar celah
retakan dalam batuan.
Mineral-mineral Evaporit laut

Halite NaCl
Sylvite KCl
Carnalite KMgCl3 * 6H2O
Kainite KMgClSO4 * 3H2O
Anhydrite CaSO4
Gypsum CaSO4*2H2O
Polyhalite K2MgCa2(SO4)4 * 2H2O
Kieserite MgSO4 * H2O
Pemuaian Panas/Thermal
Expansion

Spalling dan fragmentasi umum batuan


dapat dihasilkan dari perubahan
temperatur yang ekstrim di alam, antara
lain :
– Kebakaran hutan dan rumput
– Pencahayaan
– Mungkin juga pemanasan dan pendinginan
“Diurnal” (tiap hari) oleh sinar matahari.
Akar pohon dan jenis lain
"bioturbation" bisa
menyebabkan derajat
pelapukan dan
sedimentasi fisik
Pelapukan kimiawi/Chemical
Weathering
• Komponen pecahan batuan dan struktur
dalam mineral
• Agen penting yang sangat berpengaruh
dalam pelapukan kimiawi adalah air
(bertanggung jawab untuk memindahkan
ion dan molekul-molekul yang terlibat
dalam pelapukan kimia)
• Pelapukan kimiawi (dikenal juga sebagai
proses dekomposisi atau proses peluruhan)
adalah terurai/pecahnya batuan melalui
mekanisme kimiawi, seperti karbonisasi,
hidrasi, hidrolisis, oksidasi dan pertukaran
ion-ion dalam larutan.
Pelarutan/Dissolution

• Penambahan sedikit jumlah asam


dalam air.
• Ion-ion terlarut akan bertahan
dalam mensuplai air bawah tanah.

CaCO3 + 2[H+(H2)O] = = > Ca2+ + CO2 + 3(H2)O


Hidrolisis/Hydrolysis

• Reaksi setiap substansi dengan air.


• Ion hidrogen attacks/menyerang dan
menggantikan ion-ion positif lainnya.

2KAlSi3O8 + 2(H+ + HCO3-) + H2O = = >


Potassium Feldspar Al2Si2O5(OH)4 + 2K+ + 2HCO3- + H2O
Kaolinite
Hidrolisis/Hydrolysis

• Hidrasi garam pada umumnya


menghasilkan suatu pertambahan
volume misal “water of crystallization”
is take up into the mineral lattice:

CaSO4 + 2H2O = = > CaSO4*2H2O


Anhydrite Gypsum
pH
• pH is the negative logarithm of
the activity of hydrogen in a
solution.
Oksidasi/Oxidation

• Setiap reaksi kimia dalam suatu


campuran atau kehiangan radical
elektron-elektron.
• Sangat penting dalam penguraian
mineral-mineral ferromagnesian
4Fe + 3O2 = = > 2Fe2O3
EROSI
Erosi adalah proses terlepasnya material hasil
pelapukan dari permukaan batuan.
• Proses erosi terdiri atas tiga bagian yang
berurutan: pengelupasan (detachment),
pengangkutan (transportation), dan
pengendapan (sedimentation).
• Agen erosi : Air, Angin, Salju/es.
• Sedimen adalah hasil proses erosi, baik
berupa erosi permukaan, erosi parit, atau
jenis erosi tanah lainnya
• Sedimen yang sering kita jumpai di dalam
sungai, baik terlarut atau tidak terlarut,
adalah merupakan produk dari pelapukan
batuan induk yang dipengaruhi oleh faktor
lingkungan, terutama perubahan iklim.
• Hasil pelapukan batuan induk tersebut kita
kenal sebagai soil.
Beberapa tipe erosi permukaan yang umum
dijumpai di daerah tropis adalah:
• Erosi percikan (splash erosion) adalah
proses terkelupasnya partikelpartikel tanah
bagian atas oleh tenaga kinetik air hujan
bebas atau sebagai air lolos. Tenaga kinetik
tersebut ditentukan oleh dua hal, massa dan
kecepatan jatuhan air.
Erosi kulit (sheet erosion) adalah erosi yang
terjadi ketika lapisan tipis permukaan tanah
di daerah berlereng terkikis oleh kombinasi
air hujan dan air larian (runoff). Tipe erosi
ini disebabkan oleh kombinasi air hujan dan
air larian yang mengalir ke tempat yang
lebih rendah.
Erosi alur (rill erosion) adalah pengelupasan
yang diikuti dengan pengangkutan partikel-
partikel tanah oleh aliran air larian yang
terkonsentrasi di dalam saluran-saluran air.
Hal ini terjadi ketika air larian masuk ke
dalam cekungan permukaan tanah,
kecepatan air larian meningkat, dan
akhirnya terjadilah transpor sedimen
• Erosi parit (gully erosion) membentuk jajaran parit
yang lebih dalam dan lebar dan merupakan tingkat
lanjutan dari erosi alur.
Rose (1988) menegaskan bahwa tipe erosi rill
terbentuk oleh tanah yang kehilangan daya ikat
partikelpartikel tanah sejalan dengan meningkatnya
kelembaban tanah di tempat tersebut. Kelembaban
tanah yang berlebih pada gilirannya akan
menyebabkan tanah longsor. Bersamaan dengan
longsornya tanah, kecepatan air larian meningkat dan
terkonsentrasi di tempat tersebut. Air larian ini
mengangkut sedimen hasil erosi, dan dari sini,
menandai awal dari pembentukan erosi parit.
Erosi Ravine : merupakan perkembangan ari
Erosi gully dimana mempunyai dimensi yg
lebih besar.
• Erosi lembah adalah proses dari kerja air
pada permukaan tanah (terrain) yang
berbentuk saluran-saluran dengan ukuran
lebarnya diatas sepuluh meter.
Erosi tebing sungai (streambank erosion)
adalah pengikisan tanah pada tebing-tebing
sungai dan penggerusan dasar sungai oleh
aliran air sungai. Dua proses
berlangsungnya erosi tebing sungai adalah
oleh adanya gerusan aliran sungai dan oleh
adanya longsoran tanah pada tebing sungai.
Mass wasting
Gerakan tanah atau mass wasting, yang dalam
bahasa sehari-hari secara sederhana
dikatakan longsor. Gerakan tanah adalah
bergeraknya massa regolith ketempat yang
lebih rendah akibat gaya tarik gravitasi
tanpa bantuan medium transpotasi, seperti
air, es, atau angin. Yang terjadi sebenarnya
adalah hilangnya kesembingan awal, dan
untuk mencapai keseimbangan baru
terjadilah longsor (gerakan tanah).
• Meskipun longsor sering terjadi pada musim
hujan, namun air bukanlah faktor penyebab utama
dan juga bukan sebagai media transpotasi tetapi
mempunyai peranan penting.
• Pengaruh air pada gerakan tanah adalah sebagai :
1. Penambahan beban (memperbesar gaya gravitasi).
2. Memperkecil daya kohesi, akibat tekanan air dan
mungkin juga melarutkan perekat antar bukit.
3. Tekanan keatas air akan mengurangi gaya gesek.
Macam – macam mass wasting
- rock falls adalah Gerakan pecahan batuan
besar atau kecil yang terlepas dari batuan
dasar dan jatuh bebas.
- Topples : gerakan massa tipe rebahan
- Rock Slide merupakan blok batuan yg
terlepas dari batuan induk dan meluncur ke
bawah.
Bidang luncurnya dapat berupa bidang
rekahan, kekar atau bidang perlapisan yang
sejajar dengan lereng.
Slide merupakan perpindahan massa batuan
atau tanah melalui suatu permukaan bidang.
Kadang2 slide digunakan untuk peristiwa
tanah longsor (landslide)
- Flow merupakan perpindahan material yang
jenuh air atau cairan kental.
- Rayapan (creep) merupakan salah satu tipe
mass wasting yang perpindahan massanya
sangat lambat.
- Solifluction terjadi pada daerah beriklim
dingin. Di daerah ini es di bagian atas
regolith akan mencair tetapi bagian
bawahnya tetap beku sehingga akan
mengalir dan mengikis lapukan batuan.