Anda di halaman 1dari 11

DEFINISI

Meningitis dan encephalitis yang terjadi secara bersamaan


PATOFISIOLOGI

etiologi

Abses membesar
Retrogade dan edema otak
Hematogen
axon neural

TIK Abses
Direct Lesi UMN
meningkat pecah
contagious
Masuk
Nyeri Mual dan Menekan spatium
Inflamasi parenkim Reflek Kejang
kepala muntah ARAS subarachn
otak fisiologi oidea
dan
patologi Kesadaran
meningkat menurun
Bakteri Virus &positif
meningitis
Kerusaan
Abses neuron &
glia

Oedem, Inflamasi
perlunakan difus

Dinding
Disproporsi area grey
membentuk kapsul
matter dan white
konsentris
matter
Abses
membesar Edema otak
MANIFESTASI KLINIS
Demam, sakit kepala, kekakuan leher, vomiting, penurunan kesadaran, konvulsi, dan
kadang-kadang tanda neurologik fokal, tanda-tanda peningkatan tekanan
intrakranial.

Trias ensefalitis: demam, kejang, dan penurunan kesadaran


PEMERIKSAAN FISIK
1. Pemeriksaan Kaku Kuduk
2. Pemeriksaan tanda Lasegue
3. Pemeriksaan tanda Kernig
4. Pemeriksaan Tanda Brudzinski I (Brudzinski Leher)
5. Pemeriksaan Tanda Brudzinski II (Brudzinski Kontra Lateral Tungkai)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan Pungsi Lumbal
PUNGSI LUMBAL
PEMERIKSAAN PENUNJANG
2. Pemeriksaan Darah Rutin -> kadar hemoglobin, jumlah dan jenis leukosit, kadar
glukosa, kadar ureum
3. Pemeriksaan Radiologis -> CT Scan & MRI
TATALAKSANA
1. Pengobatan suportif: airway, breathing, circulation
2. Et causa virus : asiklovir 10 mg/kg iv setiap 8 jam selama 10-14 hari
3. Et causa bacteria : bakteri dapat diberikan klorampinikol 50-75 mg/kg bb/hari
maksimum 4 gr/hari
4. Meningitis neonatus : sefotaksim dan aminoglikosida
5. Meningitis TB : rifampisin, pirazinamid, isoniazid, dan etambutol.
6. Bedah : craniotomi
PROGNOSIS
Tergantung kecepatan dan ketepatan pengobatan serta usia saat onset
DAFTAR PUSTAKA
1. Mardjono, M, Sidharta, P. Neurologi Klinis Dasar. Penerbit Dian Rakyat. Jakarta:
2004
2. Saharso, D. Meningitis. Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK Unair-RSU
Dr.Soetomo. Surabaya: 2006.
3. Gilroy J. Basic Neurology. 3rd ed. New York: McGraw-Hill; 2000.