Anda di halaman 1dari 43

TERMODINAMIKA

ATMOSFER
Oleh:
Hafiduddin Fihrin (G251180031)
Agung Baruna Setiawan Noor (G24150027)
“ Termodinamika adalah
salah satu cabang ilmu
fisika klasik.

2
BIG
CONCEPT
Termodinamika memiliki peranan
penting dalam pemahaman secara
kuantitatif tentang beberapa fenomena
di atmosfer (Contoh: Proses
terbentuknya awan dan sirkulasi umum
di atmosfer)

3
HUKUM GAS
• Hukum Gas Ideal
• Hukum Boyle
• Hukum Charles
• Hukum Dalton
• Suhu Virtual
Hukum Gas Ideal
⊷Persamaan gas ideal dapat digunakan pada gas-gas yang terdapat di
atmosfer.
⊷Persamaan ini dapat juga diterapkan pada udara kering dan udara lembab
𝑝 . 𝑉 = 𝑚. 𝑅. 𝑇
𝑝 = 𝜌. 𝑅. 𝑇
𝑝. 𝛼 = 𝑅. 𝑇
Keterangan:
p = tekanan udara (Pa) V = Volume (m3)
m = massa (kg) T = suhu (K = oC + 273.15)
R = konstanta untuk 1 kg gas 𝜌 = massa jenis gas (kg/m3)
5
𝛼 = volume spesifik (=1/ 𝜌) (m3/kg)
Hukum Gas Ideal
⊷Hipotesis Avogadro menyatakan bahwa 1 mol untuk semua gas memiliki
6,022 x 1023 molekul.
𝑝 . 𝑉 = 𝑛. 𝑅 ∗ . 𝑇
⊷Persamaan gas untuk udara kering
𝑝𝑑 . 𝛼𝑑 = 𝑅𝑑 . 𝑇
⊷Persamaan gas untuk uap air
e. 𝛼𝑣 = 𝑅𝑣 . 𝑇
Keterangan:
R* = 8,3145 J K-1 mol-1 e = tekanan uap air (Pa)
Rd = 287 J K-1 kg-1 pd = tekanan udara kering (Pa)
Rv = 461,51 J K-1 kg-1
6
Hukum Boyle Hukum Charles
Pada suhu yang konstan, tekanan Pada tekanan konstan, suhu
berbanding terbalik dengan volume berbanding lurus dengan volume

𝑝 . 𝑉 = 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛 𝑉
= 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛
𝑇

7
Hukum Dalton
⊷ Oleh karena udara terdiri dari
campuran berbagai macam
gas, hukum Dalton dapat
berlaku
⊷ Hukum Dalton menyatakan
bahwa total tekanan pada
parsel udara adalah
penjumlahan dari tekanan
parsial gas-gas
8
Suhu Virtual
⊷Udara lembab memiliki berat molekul lebih rendah daripada udara kering,
berarti tetapan gas untuk 1 kg udara lembab LEBIH BESAR daripada udara
kering.
⊷Suhu virtual adalah suhu pada udara kering yang dibutuhkan untuk memiliki
densitas yang sama dengan udara lembab pada tekanan yang sama.
⊷Suhu virtual selalu lebih besar daripada suhu actual karena udara lembab
memiliki densitas yang lebih kecil daripada udara kering.

𝑇
𝑇𝑣 ≡ 𝑒
1 − 0.378
𝑝

9
PERSAMAAN
HIDROSTATIK
• Geopotensial dan
Ketinggian Geopotensial
• Skala ketinggian dan
persamaan hipsometrik
• Ketebalan dan ketinggian
dari tekanan permukaan
yang konstan
BIG
CONCEPT
Tekanan udara akan berkurang seiring
dengan bertambahnya ketinggian dari
permukaan
∞ Kesetimbangan Hidrostatis merupakan
𝑝 𝑧 = න 𝑔 𝜌 𝑑𝑧 kesetimbangan antara gaya ke atas
dengan gaya ke bawah dari suatu benda
𝑧 (dalam hal ini parsel udara)
11
Geopotensial dan Ketinggian Geopotensial
⊷Geopotensial merupakan kerja yang dibutuhkan oleh gaya gravitasi bumi
untuk mengangkat 1 kg parsel udara dari permukaan laut hingga titik
tertentu.
⊷Satuan J/kg atau m2 s-2
𝑧
Φ z = න 𝑔 𝑑𝑧
0
⊷Ketinggian potensial dapat digunakan sebagai koordinat vertikal yang dapat
diaplikasikan pada gejala di atmosfer
1 𝑧
𝑍= ‫𝑔 ׬‬ 𝑑𝑧 (dengan g0 = 9,81 m/s2)
𝑔0 0
⊷Dalam aplikasi meteorologi, massa jenis udara (𝜌) tidak mudah untuk diukur.
Oleh karena itu, digunakanlah persamaan ketebalan geopotensial
𝑅𝑑 𝑝1 𝑇𝑣
𝑍2 − 𝑍1 = න 𝑑𝑝
𝑔0 𝑝2 𝑝
12
Skala Ketinggian dan Persamaan Hipsometrik
⊷Pada keadaan isothermal dari persamaan ketebalan geopotensial
𝑅𝑑 𝑝1 𝑇𝑣
𝑍2 − 𝑍1 = න 𝑑𝑝
𝑔0 𝑝2 𝑝
Akan menjadi
𝑝1
𝑍2 − 𝑍1 = 𝐻 ln
𝑝2
𝑎𝑡𝑎𝑢
𝑍1 −𝑍2
𝑝2 = 𝑝1 . 𝑒 𝐻
𝑅𝑇
𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐻 = = 29,3 𝑇
𝑔0

13
Ketebalan dan ketinggian dari tekanan
permukaan yang konstan

14
HUKUM KE-1
TERMODINAMIKA
• Hukum Joule
• Panas spesifik
• Entalpi
𝑑𝑞 = 𝑑𝑢 + 𝑑𝑤
𝑑𝑞 = 𝑑𝑢 + 𝑝 𝑑𝛼 BIG
CONCEPT
Hukum I Termodinamika menyatakan
bahwa jumlah kalor pada suatu sistem
sama dengan perubahan energi dalam
sistem tersebut ditambah dengan usaha
yang dilakukan oleh sistem

16
Hukum Joule
⊷Hukum Joule menyatakan bahwa jika gas tidak dikenai kerja dari luar dan tidak
diberikan energi, dalam hal ini dw = 0 dan dq = 0, maka perubahan energi di dalam
system adalah 0, du = 0

17
Panas Spesifik
⊷Panas spesifik didefinisikan sebagai jumlah energi yang diperlukan untuk
menaikkan 1 kg bahan sebesar 1 K
⊷Panas spesifik udara kering pada tekanan tetap dan volume tetap adalah 1004 J
kg-1 K-1 dan 717 J kg-1 K-1
𝑐𝑝 − 𝑐𝑣 = 𝑅
⊷Untuk mencari nilai dq digunakan rumus berikut
𝑑𝑞 = 𝑐𝑝 𝑑𝑇 − 𝛼 𝑑𝑝

18
Entalpi
⊷Entalpi merupakan jumlah energi internal yang terdapat di dalam system
ditambah dengan jumlah energi yang digunakan untuk melakukan kerja. Total
entalpi tidak bisa diukur secara langsung, tetapi hanya dapat dinilai
perubahannya saja.
𝑑𝑞 = 𝑑ℎ = 𝑐𝑝 𝑑𝑇

19
PROSES
ADIABATIK
• Konsep parsel udara
• Dry Adiabatik Lapse Rate
(DALR)
• Suhu Potensial
• Diagram Termodinamika
BIG
CONCEPT
Proses adiabatic merupakan proses
yang muncul tanpa perpindahan panas
dan massa antara sistem dan
lingkungannya (dq = 0).

21
Konsep Parsel Udara
⊷Di atmosfer, pencampuran beberapa molekul gas sampai pada ketinggian
turbopause (~105 km)
⊷Asumsi:
1. Terisolasi secara termal dari lingkungannya sehingga perubahan suhu secara
adiabatis saat naik atau turun, selalu tetap pada tekanan yang sama dengan
udara lingkungan pada ketinggian yang sama, yang diasumsikan berada dalam
kesetimbangan hidrostatik.
2. Bergerak cukup lambat sehingga energi kinetik makroskopik dari paket udara
merupakan bagian yang dapat diabaikan dari total energinya.

22
Dry Adiabatic Lapse Rate
𝑑𝑇 𝑔
− = ≡ Γ𝑑
𝑑𝑧 𝑐𝑝
⊷DALR menunjukkan nilai 0,0098 K/m atau 9,8 K/km
⊷Artinya, suhu akan turun sebesar 9,8 K setiap ketinggian bertambah 1 km jika
diasumsikan pada udara kering
⊷Lapse Rate secara aktual di troposfer berkisar antara 6 – 7 K/km

23
Suhu Potensial
⊷Suhu potensial adalah suhu dari parsel udara ketika parsel udara tersebut
diekspansikan atau dikompresikan ke level 1000 mb secara adiabatik dari
tekanan dan suhu sebenarnya.
𝑅
1000 𝑐𝑝
𝜃=𝑇
𝑝

24
Diagram Termodinamika

25
UAP AIR DI UDARA
• Parameter kelembaban
• Panas Laten
• Proses adiabatik jenuh dan
pseudoadiabatik
• Saturated Adiabatic Lapse
Rate (SALR)
• Suhu potensial ekuivalen
dan suhu potensial bola
basah
• Aturan Normand
Parameter Kelembaban
⊷ Mixing ratio (w)
Perbandingan antara massa uap air dengan massa udara kering
𝑚𝑣
𝑤 ≡
𝑚𝑑
⊷ Kelembaban spesifik (q)
Perbandingan antara massa uap air dengan massa udara lembab
𝑚𝑣 𝑤
𝑞 ≡ =
𝑚𝑑 + 𝑚𝑣 𝑤+1

27
Parameter Kelembaban
⊷ Kejenuhan tekanan uap

28
Parameter Kelembaban
⊷ Mixing ratio jenuh (ws)
Perbandingan antara massa uap air jenuh dengan massa udara kering
𝑚𝑣𝑠 𝑒𝑠
𝑤𝑠 ≡ ≅ 0.622
𝑚𝑑 𝑝
⊷ Kelembaban relatif; titik embun dan titik beku
Perbandingan antara mixing ratio aktual dengan mixing ratio jenuh
𝑤 𝑒
𝑅𝐻 ≡ 100 ≅ 100
𝑤𝑠 𝑒𝑠
Titik embun merupakan suhu udara yang didinginkan pada tekanan tetap agar
menjadi jenuh saat menjadi air murni.
Titikbeku merupakan suhu di mana udara didinginkan pada tekanan tetap agar
menjadi jenuh saat menjadi es murni.
29
Parameter Kelembaban
⊷ Lifting Condensation Level
Ketinggian dimana sebuah parsel udara menjadi jenuh ketika diangkat secara
adiabatik kering disebut juga Tinggi Dasar Awan.
⊷Suhu bola basah
Suhu yang didapat jika udara didinginkan pada tekanan
Konstan sampai jenuh oleh penguapan air
𝑇𝑑 ≤ 𝑇𝑤 ≤ 𝑇

30
Panas Laten
⊷Panas Laten didefinisikan sebagai energi yang diberikan pada
suatu material untuk mengubah fase zat dari padat menjadi cair
tanpa mengubah suhu material tersebut.

Panas
Laten
T (0C)

Q (J)

31
Proses Adiabatik Jenuh dan Pseudoadiabatik
⊷ Parsel udara akan mengalami proses adiabatic jenuh jika semua produk kondensasi
berada di dalam parsel udara naik, proses masih dapat dianggap adiabatik (dan
reversibel), meskipun panas laten dilepaskan dalam sistem, asalkan panas tidak
melewati batas-batas paket.
⊷ Parsel udara akan mengalami proses pseudoadiabatik jika semua produk kondensasi
langsung jatuh dari parsel udara, prosesnya tidak dapat diubah, dan bukan adiabatik,
karena produk kondensasi membawa panas.

32
Saturated Adiabatic Lapse Rate (SALR)
⊷ Berbeda halnya dengan DALR yang konstan, nilai SALR bervariasi pada setiap
tekanan dan suhu.
⊷ Nilai SALR (Γ𝑠 ) dekat dengan permukaan adalah 4 K/km.
⊷ Suhu dekat tropopause SALR lebih kecil daripada DALR karena tekanan uap jenuh
sangat kecil.

33
Suhu potensial ekuivalen, suhu potensial bola basah,
dan Aturan Normand
⊷ Suhu potensial ekuivalen (𝜃𝑒 ) dapat dirumuskan
𝐿𝑣 𝑤𝑠
𝜃𝑒 ≅ 𝜃 exp
𝑐𝑝 𝑇
⊷Suhu potensial ekuivalen merupakan suhu potensial dari parsel udara ketika semua
uap air terkondensasi sehingga mixing rasio jenuh (ws) adalah 0.
⊷Jika garis suhu potensial setara konstan (yaitu, pseudoadiabat) yang melewati suhu
bola basah dari parsel udara di mana garisnya memotong isobar 1000-hPa, suhu di
persimpangan ini disebut suhu potensi bola basah

34
Suhu potensial ekuivalen, suhu potensial bola basah,
dan Aturan Normand

35
KESTABILAN STATIS
• Udara tak jenuh
• Udara jenuh
• Kestabilan bersyarat dan
konvektif
Saat Udara Tak Jenuh dan Jenuh

37
Kestabilan Bersyarat dan Konvektif

38
HUKUM
TERMODINAMIKA
KE-2
• Siklus Carnot
• Entropi
• Persamaan Clausius-
Clapeyron
BIG
CONCEPT
Hukum Termodinamika ke-2
menyatakan bahwa arah proses
perubahan termodinamik secara
spontan. Arah proses dari hukum
termodinamika ke-1 dibatasi oleh hukum
termodinamika ke-2.

40
Siklus Carnot

Contoh: Siklus Walker

41
Entropi
⊷ Besaran termodinamika yang menyerupai perubahan setiap keadaan, dari keadaan awal hingga
keadaan akhir sistem. Semakin tinggi entropi suatu sistem menunjukkan sistem semakin tidak
teratur.
𝑑𝑞𝑟𝑒𝑣
𝑑𝑠 ≡
𝑇
ds disebut dengan perbedaan entropi pada dua proses adiabatik
⊷Nilai entropi konstan disebut dengan isentropic
⊷Tidak ada perubahan entropi pada Siklus Carnot

42
Persamaan Clausius-Clapeyron
⊷ Persamaan Clausius-Clapeyron mendeskripsikan bagaimana tekanan uap jenuh cairan berubah
dengan suhu dan juga bagaimana titik leleh dari padatan berubah dengan tekanan.
𝑑𝑒𝑠 𝐿𝑣
=
𝑑𝑇 𝑇(𝛼2 − 𝛼1 )
oleh karena volume spesifik dari uap air lebih besar dibandingkan dengan air (𝛼2 ≫ 𝛼1 ) dan 𝐿𝑣 =
2,5 𝑥 106 , maka 𝛼1 dapat diabaikan dan persamaannya menjadi
1 1
𝑒𝑠 𝑇 = 6,11 exp 5,42 𝑥 103 −
273 𝑇
Dengan es (T) dalam satuan mb dan T dalam satuan K

43