Anda di halaman 1dari 21

KATARAK

PROLANIS HIPERTENSI

PUSKESMAS KELURAHAN KRAMAT PELA


Mengapa perlu memelihara kesehatan Indera
Penglihatan ?
83% informasi sehari – hari masuk melalui indera
penglihatan.

90% para penyandang gangguan penglihatan karena


kelainan refraksi yang tidak terkoreksi dan 70-80 % ancaman
kebutaan karena katarak . Kedua permasalahan tersebut
dapat dilakukan deteksi dini sehingga dapat dilakukan
pencegahan

Prevalensi katarak pada penduduk usia ≥ 50 tahun di


beberapa Provinsi diatas 2 % dan prevalensi kebutaan rata –
rata lebih dari 1%
EPIDEMIOLOGI KEBUTAAN
– Estimasi jumlah orang dengan gangguan penglihatan di seluruh dunia pada
tahun 2010 adalah 285 juta orang atau 4,24% populasi
– sebesar 0,58% atau 39 juta orang menderita kebutaan
– 65% orang dengan gangguan penglihatan dan 82% dari penyandang kebutaan
berusia 50 tahun atau lebih.
Pendahuluan

– Ketajaman penglihatan ditentukan oleh kejernihan media refraksi dan retina (makula)
yang sehat

– Lensa
– Struktur bikonveks, avaskular, relatif transparan
– Fungsi : Transimisi cahaya dan memfokuskannya ke retina, serta fungsi akomodasi
Katarak
– Katarrhakies / Cataract / cataracta  air terjun
– Definisi : Kekeruhan pada lensa
katarak
Patogenesis

– Multifaktorial
– Proses degenerasi pada lensa:
– Bertambah tebal dan berat
– Pembentukan lapisan serat kortikal yang terjadi secara konsetris -- nukleus mengalami
kompresi dan pengerasan (nuclear sclerosis)
– Perubahan kimiawi protein lensa  pembentukan agregat protein dengan berat
molekul tinggi  fluktuasi indeks refraktif lensa  scattering light dan penurunan
transparansi
– Pigmentasi – warna kekuningan/kecoklatan
– Penurunan konsentrasi glutation dan potasium dan peningkatan konsentrasi sodium
dan kalsium pada sitoplasma sel lensa
Tanda-tanda Katarak :
•Penglihatan buram
•Seperti terhalang asap/kabut
•Penglihatan makin buram
dalam waktu lama secara
perlahan-lahan
Faktor Risiko

– Degenerasi (>50 tahun)

– Genetik
– Diabetes melitus
– Toksisitas, mis. drug induced (steroid, phenothiazines, miotics, amiodarone)
– Nutrisi (rokok, alkohol)
– Trauma okular
– Paparan sinar matahari (Ultraviolet)
– Pajanan radiasi (glassblower cataract)
– Penyakit okular (Glaukoma, uveitis, post-vitrectomy )
Siapa saja yang dapat terkena
katarak?
Bayi

Anak-anak

Dewasa muda

Orang tua ( paling banyak)


Macam-macam katarak

②Katarak yang ③Katarak


①Katarak imatur sudah matang hipermatur
(matur)
Skrining dan Penegakkan Diagnosa

– Diagnosis pasti katarak dilakukan dengan melihat kekeruhan


pada lensa
– Pemeriksaan menggunakan oftalmoskopi direk
– Pemeriksaan menggunakan slit lamp biomikroskop
– Teknik pemeriksaan :
– Shadow test : (+) pada katarak imatur
Tata Laksana

– Jika visus >6/18  koreksi kaca


– Indikasi medis:
mata terbaik
– Visus <3/60
– Indikasi tindakan bedah :
– Timbul penyulit : glaukoma
– Indikasi sosial (permintaan
fakolitik, glaukoma fakomorfik,
pasien):
uveitis fakoantigenik, dislokasi
– Gangguan aktivitas sehari- lensa ke bilik mata depan,
hari mengahalangi visualisasi
– Kosmetik fundus
– Pilihan teknik
operasi katarak :
– ICCE (intra
capsular cataract
extraction)
– ECCE (extra
capsular cataract
extraction) Tindakan bedah dilaksanakan oleh Dokter
– Phacoemulsificati Spesialis Mata. Teknik operasi yang saat ini
on sering dilakukan adalah ekstrasi katarak
ekstrakapsular atau fakoemulsifikasi disertai
dengan pemasangan lensa tanam.
Perawatan Pasca Operasi

– Th/ pasca operasi : tetes mata kombinasi antibiotika dan steroid selama minimal 4 minggu

– Panduan kunjungan pasca operasi (kasus tanpa komplikasi):

– Kunjungan pertama : 24 jam - 48 jam setelah operasi (mendeteksi dan mengatasi komplikasi dini seperti
kebocoran luka yang menyebabkan bilik mata dangkal, hipotonus, peningkatan tekanan intraokular,
edema kornea ataupun tanda-tanda peradangan))

– Kunjungan kedua : hari ke 4-7 deteksi dan mengatasi kemungkinan endoftalmitis

– Kunjungan ketiga : sesuai dengan kebutuhan pasien (tujuan memberikan kacamata sesuai BCVA)
TERIMA KASIH