Anda di halaman 1dari 20

KONTROL SEKRESI

HORMON ENDOKRIN PADA


HIPOTALAMUS

By : Naomi Berthi Yonindi


Hypotalamus
• Hipotalamus merupakan pusat kontrol untuk sebagian
besar sistem hormon tubuh.Hipotalamus adalah bagian
dari otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan
berbagai fungsi yang sangat peka terhadaps teroid
dan glukokortikoid,glukosa dan suhu.
• hipotalamus itu sebuah organ yang terdiri dari sel-sel
tak sadar.
• Salah satu fungsi terpenting hipotalamus adalah
menjembatani sistem hormon dan sistem lain yang
mengatur dan memelihara tubuh—yaitu sistem syaraf.
Hipotalamus bukan saja mengatur sistem hormon,
namun juga sistem syaraf dengan tingkat keahlian
yang tinggi
Hasil dari Hormon hypotalamus
a) Vasopresin (sebuah hormon antidiuretik, yaitu
hormon penahan air)
Vasopresin berpartisipasi dalam kontrol ekskresi
air oleh ginjal dan tekanan darah .
b) Oksitosin
oksitosin adalah hormon yang disekresikan
oleh sel-sel saraf hipotalamus, akson yang berhenti
di kelenjar pituitari posterior
fungsi dari hipotalamus
a. Mengontrol suhu tubuh
b. Mengontrol rasa haus dan pengeluaran urin
c. Mengontrol asupan makanan 9
d. Mengontrol sekresi hormon-hormon hipofisis anterior
e. Menghasilkan hormon-hormon hipofisis posterior
f. Mengontrol kontraksi uterus pengeluaran susu
g. Pusat koordinasi sistem saraf otonom utama,
kemudian mempengaruhi semua otot polos, otot
jantung, kel eksokrin
h. Berperan dalam pola perilaku dan emosi
Control sekresi hormon endocrin
terhadap hypotalamus
REGULATION OF HORMONE
SECRETION
 Sekresi hormon diatur oleh sistem “closed
loop” yang dikenal dengan mekanisme umpan
balik .
Hormon di sekresi oleh kelenjar endokrin jika
ada stimulus baik dari lingkungan internal
maupun eksternal dan juga melalui mekanisme
feedback (umpan balik).
 Hormon yang telah di sekresi kemudian
masuk ke pembuluh darah untuk di sirkulasi
dibawah oleh protein khusus menuju sel
target.
Anatomi hypotalamus
• Kelenjar pituitari, atau
hipofisis, terletak di saku
(sella turcica) dari tulang
sphenoid di dasar otak
tepat di bawah area otak
yang disebut
hipotalamus. Hipofisis
terhubung ke
hipotalamus oleh
infundibulum, tangkai
yang mengandung
serabut saraf dan
pembuluh darah kecil
Pada manusia dewasa, kelenjar pituitari terdiri dari
dua lobus yang berdekatan :
hipofisis anterior (ke arah depan kepala) dan
hipofisis posterior (ke arah belakang kepala)
yang masing-masing merupakan kelenjar yang
lebih atau kurang berbeda.
Hipofisis posterior adalah perkembangan
hipotalamus dan jaringan saraf.
• Hormon Hypophysiotropic
Sebagaimana dinyatakan di atas, sekresi hormon
pituitari anterior sebagian besar diatur oleh hormon
yang diproduksi oleh hipotalamus dan secara kolektif
disebut hormon hypophysiotropic.
Hormon-hormon ini disekresikan oleh neuron yang
berasal dari berbagai area di hipotalamus dan berakhir
di median eminensia di sekitar kapiler yang merupakan
asal dari pembuluh portal hipotalamus-hipofisis.
Generasi potensial aksi di neuron-neuron ini
menyebabkan mereka melepaskan hormon-hormon
mereka, yang memasuki kapiler dan dibawa oleh
pembuluh-pembuluh portal hipotalamopituitari ke
hipofisis anterio
• Istilah "hormon hipofisis
posterior" agak keliru
karena itu, karena
hormon tidak disintesis
di hipofisis posterior itu
sendiri tetapi di
hipotalamus, khususnya
di badan sel neuron
hipotalamus yang
aksonnya melewati
infundibulum dan
berakhir di hipofisis
posterior.
Control aktivitas hormon
• Aktivitas hormon di kontrol oleh mekanisme
refleks endokrin. Reflek ini dipicu oleh adanya
stimulasi humoral ( perubahan komposisi
cairan ekstra sel), stimulasi hormonal (adanya
hormon spesifik) atau stimulasi neural (adanya
neurotransmitter ).
• Pada banyak kasus refleks hormonal dilakukan
melalui mekanisme negativ feedback(umpan
balik )
• Kontrol aktivitas hormon dilakukan pada level
tinggi yaitu oleh kelenjar hipotalamus dengan
mensekresi hormon spesifik yang dapat
menstimulasi kelenjar hipofisis anterior untuk
menekresi hormon.
• Hormon-hormon spesifik dari hipofisis
anteior menstimulasi kelenjar target
seperti kelenjar tiroid, kelenjar adrenal,
dan gonad. Kelenjar-kelenjar ini akan
menghasilkan hormon yang secara
langsung beredar ke sirkulasi sistemik
untuk selanjutnya menuju sel target.
Jika kadar hormon berlebihan atau
berkurang maka secara otomatis akan
merangsang hipotalamus menambah atau
mengurangi sekresi hormon atau
menghasilkan hormon lain yang bekerja
secara berlawanan.
Umpan Balik Negatif
• Mekanisme ini akan menghambat sekresi relase/
hormon dari suatu kelenjar endokrin
• Sekresi sebagian besar hormon diatur oleh
umpan balik negatif. Umpan balik negatif berarti
bahwa beberapa konsekuensi dari sekresi
hormon bertindak langsung atau tidak langsung
pada sel sekretori dengan cara negatif untuk
menghambat sekresi lebih lanjut.

Umpan balik negatif terjadi jika peningkatan kadar hormon
atau non hormon dalam darah menghambat sekresi hormon
selanjutnya, kemudaian menghasilkan keseimbangan sesuai nilai
normal.
Misalnya ketika konsentrasi palasma hormon tiroid dibawah
normal maka hipofisis anterior mensekresi tiroid stimlating
hormon ( TSH ) kemudian menstimulasi kelenjar tiroid untuk
meningkatkan sekresi hormon tiroid, peningkatan hormon tiroid
akan menghambat sekresi TSH.
Contoh lain misalnya pada akhir siklus menstruasi normal,
kadar estrogen dan progesteron darah menurun, keadaan ini akan
menstimulasi hypotalamus untuk mensekresi gonadotropin
relaising hormon (GnRH) yang kemudian mempengaruhi hipofisis
anterior mensekresi FSH untuk meningkatkan produksi hormon
estrogen. sebaliknya peningkatan hormon estrogen akan
menghambat pengeluaran hormon GnRH .
• Ini adalah sistem umpan balik loop
tertutup sederhana dan analog untuk
regulasi sekresi glukagon. Penurunan
glukosa darah yang dideteksi oleh sel
alfa dari pulau Langerhans
menyebabkan mereka melepaskan
glukagon, yang menstimulasi hati
untuk melepaskan glukosa dan dengan
demikian meningkatkan konsentrasi
glukosa darah (Gambar 25). Dengan
pemulihan glukosa darah ke beberapa
tingkat yang telah ditentukan, atau
set point, sekresi glukagon lebih
lanjut dihambat. Contoh sederhana
ini hanya melibatkan mensekresi sel
dan merespon sel.