Anda di halaman 1dari 12

ANALISA KALOR EKO BRIKET DARI

CANGKANG SAWIT KALIMANTAN BARAT,


SAMPAH PLASTIK HDPE DAN MINYAK
JELANTAH

PRADIKA WIBOWO D1121141011

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


FA K U LTA S T E K N I K
U N I V E R S I TA S TA N J U N G P U R A
PENDAHULUAN
TINJAUAN PUSTAKA
NO NAMA PENULIS JUDUL TAHUN
1. Faisol Asip ,dkk PEMBUATAN BRIKET DARI CAMPURAN LIMBAH 2014
PLASTIK LDPE, TEMPURUNG KELAPA DAN
CANGKANG SAWIT

2. Silvia Septhiani, dkk Peningkatan Mutu Briket dari Sampah Organik dengan 2015
Penambahan Minyak Jelantah dan Plastik High Density
Polyethylene (HDPE)

3. Massaro, dkk MECHANICAL, PYROLYSIS, AND COMBUSTION 2014


CHARACTIRIZATION OF BRIQUETTED
COAL FINES WITH MUNICIPAL SOLID WASTE
PLASTIC
PEMBUATAN BRIKET DARI CAMPURAN LIMBAH
PLASTIK LDPE, TEMPURUNG KELAPA DAN CANGKANG SAWIT, FAISOL ASIP ,DKK
-Dilakukan dengan suhu dari 4000C, 4500C, hingga 5000C (1jam)
o 10:45:45 o 10:50:40
o 20:40:40 o 20:45:35
o 30:35:35 o 30:40:30

-Briket dicetak dengan menggunakan perekat kanji sebanyak 2%


-Dikeringkan pada temperatur 400 C selama 48 jam
Kesimpulan:
-10% Plastik LDPE, 50% Cangkang Sawit, 40% tempurung kelapa dengan suhu
5000C., dengan nilai kalor 7.508 kalori/gram

-Nilai kalor plastik


LDPE 11,172
kalori/grm
PENINGKATAN MUTU BRIKET DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PENAMBAHAN MINYAK JELANTAH DAN
PLASTIK HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE), SILVIA SEPTHIANI, DKK

-(1) bio-briket (2) bio-briket HDPE (3) bio-briket minyak jelantah.


-Dengan komposisi kanji 10%, dengan campuran air 1:20
-Dikeringkan dalam oven 60 oC selama 24 jam
-Suhu karbonisasi 300 ºC
Kesimpulan:
-Nilai kalor biobriket 4703.27 kal/g, biobriket HDPE meningkat menjadi
5009.16 kal/g dan biobriket MJ 6245.66 kal/g.
MECHANICAL, PYROLYSIS, AND COMBUSTION CHARACTIRIZATION OF BRIQUETTED
COAL FINES WITH MUNICIPAL SOLID WASTE PLASTIC, MASSARO, DKK

Penambahan LDPE 10% meningkatkan nilai panas batubara yang diukur lebih tinggi
dari 21,9 MJ / kg menjadi 24,3 MJ / kg dan memberikan ketahanan air pada bahan
bakar yang dipadatkan.

Nilai pemanasan LDPE, HDPE, dan PP yang lebih tinggi adalah sekitar 46 MJ / kg,
yang merupakan dua kali lipat lebih tinggi dari nilai pemanasan batubara limbah yang
lebih tinggi (21,9 MJ / kg) yang digunakan dalam penelitian ini.
METODELOGI PENELITIAN
Alat-alat dan bahan
Alat yang digunakan padapenelitian ini diantaranya
1. Tungku pengarangan (kiln), mesin giling, ayakan, pencetak briket, oven, tanur,
neraca analitik, alu, mortar, neraca digital, eksikator, hot plate, cawan porselin, gelas
kimia 2000mL, gelas ukur 250 mL, termometer 110ºC, cawan petri, batang
pengaduk, klem besi dan wadah plastik.
Bahan yang digunakan pada penelitian ini diantaranya
2. Cangkang sawit, tepung kanji, air, Plastik HDPE dan minyak jelantah
METODE PENELITIAN
1. Bahan baku tempurung kelapa dan cangkang kelapa sawit dijemur selama 2 hari
dibawahterik matahari dan kemudian dibersihkandari kotoran-kotoran
2. Tempurung kelapa dan cangkang kelapa sawit yang telah disiapkan dimasukkan
ke dalam furnace yang telah diset suhunya. Cangkang Sawit menggunakan suhu
300 oC,350 oC 400 oC, 450 oC, dan 500oC masing-masing selama 1 jam.
Kemudian dihaluskan hingga ukuran 30 mesh dengan ditumbuk.

3. Mencacah plastik HDPE dengan mesin penghancur dan membuat lem kanji

4. Mencampurkan arang dengan dengan plastik HDPE


(10%) dan lem kanji (5%berat sampel) dilanjutkan dengan pengepresan serta
mencelupkan kedalam minyak jelantah
5.
6. Dikeringkan
Analisa kadarselama 48 jam
air, kadar abu dan kalorimeter bom