Anda di halaman 1dari 9

Bahasa latin dalam resep

• mulanya bahasa latin adalah salah satu dari


bahasa kuno semenanjug italia, mula – mula
dipertuturkan oleh bangsa latin italia di wilayah
latium pada zaman romawi kuno.
• Bahasa latin digunakan sebagai bahasa resep
karna bahasa latin merupakan bahasa yang tidak
berkembang, alias statis, sehingga makna
bahasanya tidak berubah oleh waktu, baku dan
kaku, sehingga bisa digunakan menjadi bahasa
standar dalam resep secara global
2.1 SINGKATAN BAHASA LATIN
Dibagi menjadi beberapa bagian :

1. Aturan Penggunaan
Singkatan Kepanjangan Arti Keterangan

S signa tandai Singkatan untuk aturan pakai terlihat pada bagian


signatura atau yang diawali dengan signa
a.c. ante coenam Sebelum
makan

d.c. durante Pada


coenam waktu
makan

p.c. post coenam Setelah


makan

a.h. alternis horis Selang


satu jam

N nocte Malam
hari

s.d.d. semel de die Sekali Kadang juga tertulis dengan variasi in.d misal t.in.d
sehari (ter in die), namun maksudnya masih sama.

b.d.d. bis de die Dua kali


sehari

t.d.d. ter de dir Tiga


kali
sehari

q.d.d quarter de dir Empat


kali
sehari
s.n.s si necesse sit Bila Biasanya digunakan untuk obat yang digunakan
perlu bila perlu saja, contoh analgetik, anticemas

s.o.s si opus sit Bila


perlu

u.p usus propius Untuk Biasanya dokter menulis resep untuk dipakai sendiri
dipakai
sendiri

u.c usus cognitus Cara


pakai
sudah
diketahui

i.m.m In manus Berikan Untuk obat-obat yang perlu aplikasi khusus oleh
medici kepada dokter contoh sediaan fletcher
dokter

gtt. guttae Tetes

C atau cochlear Sendok Karena ukuran sendok yang ada di rumah pasien
cochl. makan bervariasi (sendok makan 5-7 ml, sendok teh hanya
(15ml) 2-3 ml) maka untuk meminimalisir kesalahan akan
lebih baik jika pada etiket dituliskan langsung berapa
Kadang
ml tiap kali pemakaian.
tertulis
C.besar

C.p cochlear Sendok


parvum bubur
(8ml)

C.th cochlear theae Sendok


teh
Ukuran
5 ml
1. Aturan Peracikan
Singkatan Kepanjangan Arti Keterangan

m.f misce fac Campur dan Aturan peracikan atau pembuatan terlihat pada
buatlah bagian yang diawali dengan m.f.

a.a. ana Masing- Jika tertulis aa maka jumlah obat tersbut sama
masing dengan obat sebelumnya dengan masing – masing
jumlah obat sekian banyaknya sama.

a.d. ad Sampai Jika ad maka ditambahkan bahan tersebut sampai


volume/bobot total sesuai dengan yang tercantum
dalam resep. Jadi angka yang tertulis adalah hasil
akhir.

Add adde Tambahkan Kalo adde berarti tinggal ditambahkan bahan sesuai
yang tertulis dalam resep.

q.s quantum satis Secukupnya Contoh pada pembuatan pulveres maka bahan
pengisi dapat diberi perintah ini agar hasil akhir
pulveres dapat didekatkan ke 250mg atau 500mg.

d.t.d da tales doses Berikan Jika ada dtd maka penimbangan dilakukan dengan
dalam dosis mengalikan masing masing bahan dengan jumlah
demikian sediaan yang dibuat.
Jika tanpa dtd maka penimbangan dilakukan sesuai
yang tertulis dalam resep.

Oleh karena itu dosis obat yang menggunakan dtd


akan lebih besar daripada yang tidak menggunakan
dtd.

d.i.d da in dimidio Berikan Ingat yang dimaksud setengah adalah jumlah


setengahnya sediaannya, bukan dosisnya.
Contoh di resep tertulis 10 kapsul, maka dibuat 5
kapsul saja dan diberi copy R/

Cito cito Segera Jika ada aturan ini maka resep harus didahulukan.
p.i.m periculum in Berbahaya
mora jika ditunda
1. Lokasi Penggunaan
Singkatan Kepanjangan Arti Keterangan

a.d. auris dextrae Telinga kanan

a.l. auris laevae Telinga kiri

i.o.d in oculo dextro Pada mata kanan Jika kedua mata maka dapat
ditulis dengan o.d.s (oculo
dextro et sinistro)
i.o.s In oculo sinistro Pada mata kiri

us. ext. usus externum Untuk pemakaian Kadang tertulis ad.us.ext (ad
luar usum externum) etiket biru.
u.e.

ext.ut. externe untendum Pemakaian sebagai


obat luar

us.int. usus internum Untuk pemakaian


dalam

loc.dol locus dolens Bagian yang sakit

i.v intra vena Ke dalam pembuluh


darah
i.m Intra muscular Ke dalam jaringan
otot

p.o per oral Melalui mulut

s.c sub cutan Di bawah kulit

Oris oris Mulut


1. Bentuk Sediaan
Singkatan Kepanjangan Arti Keterangan

ampl. ampula Ampul

aurist. auristillae Obat tetes


telinga

bol. boli Pil besar

caps. capsule Kapsul

garg. gargarisma Obat kumur

crem. cremor Krim

emuls. emulsum Emulsi

pulv. pulveres Serbuk terbagi

narist. naristillae Obat tetes


hidung

oculent. oculentum Salep mata

past.dentifr. pasta dentrificia Pasta gigi

pil. pilula Pil

pot. potio Obat minum


Jl Antah Berantah No 232
Telep 085xxxxxxx

Kediri, 18 Januari 2009

R/ Paracetamol tab no X
S 3 dd tab I PRN
—————————————— Putra (paraf)
R/ betadin antiseptic tub no I
S ue
—————————————— Putra (paraf)

Pro : Mr. ABCDEFG


Usia : 25 tahun

Cara Baca Resep Tersebut :

Resep 1:
Artinya : Ambilah Parasetamol kemasan tablet sebanyak 10, gunakan 3 kali sehari bila
diperlukan

Resep 2:

Resipe betadine antiseptic tube nomero I signa usus externus

Artinya : ambilah betadin antiseptik kemasan tube sebanyak 1 buah, gunakan sebagai obat

luar
R/ Amoksisilin 200mg

Deksametason 40mg

Theophilin 10 mg
m.f da pulv dtd no XX

S 3 dd pulv I

Dibaca : ambilah amkosisilin sebanyak 200mg, deksametason sebanyak 40 mg, theophilin 10

mg, campurlah menjadi kemasan bubuk sesuai dengan dosis tersebut sebanyak 20 bungkus,

gunakan 3 kali 1 bungkus puyer.