Anda di halaman 1dari 12

BOXPLOT

Boxplot adalah salah satu cara dalam statistik deskriptif untuk


menggambarkan secara grafik dari data numeris melalui lima
ukuran
Boxplot dapat digunakan untuk menunjukkan perbedaan
antara populasi. karena, boxplot tergolong dalam statistik
non-parametrik
Jarak antara bagian-bagian dari box menunjukkan derajat
dispersi (penyebaran) dan skewness (kecondongan) dalam
data.
• Nilai observasi terkecil
• Kuartil terendah atau kuartil
pertama (Q1), yang memotong 25 %
dari data terendah
• Median (Q2) atau nilai pertengahan
• Kuartil tertinggi atau kuartil ketiga
(Q3), yang memotong 25 % dari
data tertinggi
nilai observasi terbesar.
• Garis horizontal bagian bawah box menyajikan kuartil
pertama (Q1)
• Bagian atas menyajikan kuartil ketiga (Q3)
• Bagian dari box adalah bidang yang menyajikan interquartile
range (IQR), atau bagian pertengahan dari 50 % observasi
Panjang box ditentukan oleh IQR ini

IQR adalah ukuran yang terkenal untuk mengukur penyebaran data. semakin
tinggi atau semakin lebar bidang IQR ini, menunjukkan data semakin menyebar.
WHISKERS

Whiskers menunjukkan nilai yang lebih rendah dan lebih tinggi dari
kumpulan data yang berada dalam IQR (kecuali outlier).

 Panjang garis Whisker bagian atas ini adalah kurang dari atau sama
dengan Q3 + (1.5 x IQR)
 Panjang garis Whisker bagian bawah ini adalah lebih besar atau sama
dengan Q1 – (1.5 x IQR)
 Masing-masing garis whisker dimulai dari akhir box.

Nilai yang berada di atas atau dibawah whisker dinamakan nilai outlier
atau ekstrim
OUTLIER
Suatu nilai dikatakan outlier jika:

Q3 + (1.5 x IQR) < outlier ≤ Q3 + (3 x IQR)

Q1 – (1.5 x IQR) > outlier ≥ Q1 – (3 x IQR)

Selanjutnya, suatu nilai dikatakan ekstrim jika lebih besar dari Q3 + (3 x


IQR) atau lebih kecil dari Q1 – (3 x IQR)
CONTOH
10 12 16 18 20 21 22 22 23 27 32
(n) = 11
nilai data terkecil adalah 10
nilai data terbesar adalah 32

Cara menentukan letak kuartil adalah:


Q1 = 1(n+1)/4 = 1(11+1)/4 = 3
Q2 = 2 (n+1)/4 = 2(11+1)/4 = 6
Q3 = 3(n+1)/4 = 3(11+1)/4 = 9

Letak Q1 pada data urutan ke 3 yaitu 16


Letak Q2 pada data urutan ke 6 yaitu 21
letak Q3 pada data urutan ke 9 yaitu 23

Berdasarkan nilai Q1 dan Q3, kita bisa mendapatkan interquartile range (IQR)
atau simpangan kuartil dengan rumus Q3 – Q1 = 23 – 16 = 7
Mengetahui ada atau tidaknya data outlier dan ekstrim

Data dikatakan Outlier jika:


Q3 + (1.5 x IQR) < outlier ≤ Q3 + (3 x IQR)
Atau
Q1 – (1.5 x IQR) > outlier ≥ Q1 – (3 x IQR)

Data dikatakan Ekstrim jika:


Q3 + (3 x IQR) atau lebih kecil dari Q1 – (3 x IQR)

Diketahui bahwa data diatas tidak memiliki outlier dan ekstrim, sehingga dapat
digambarkan boxplot sebagai berikut:
HISTOGRAM
Histogram adalah penyajian data
distribusi frekuensi yg diubah menjadi
diagram batang.
Contoh histogram
11.
10.
9.
8.
7.
6.
5.
4.
3.
2.
1.
47,5 54,5 61,5 68,5 75,5 82,5 89,5 96,5
POLIGON FREKUENSI
Tengah-tengah tiap sisi atas yang berdekatan dihubungkan oleh ruas-ruas garis
dan titik-titik tengah sisi-sisi atas pada batang pertama dan terakhir di sisi
terakhir dihubungkan dengan setengah jarak kelas interval pada sumbu datar.
Bentuk yang diperoleh dinamakan poligon frekuensi (poligon tertutup)

11.
10.
9.
8.
7.
6.
5.
4.
3.
2.
1.

47,5 54,5 61,5 68,5 75,5 82,5 89,5 96,5


OGIVE

Ogive adalah distribusi frekuensi kumulatif yang


digambarkan diagramnya dalam sumbu tegak dan
mendatar.
• Ogive “kurang dari” ialah digram dari distribusi
frekuensi kumulatif grafiknya berupa ogive positif
• Ogive “lebih dari” ialah diagram dari distribusi
frekuensi kumulatif grafiknya berupa ogive negatif
Contoh ogive “kurang dari” Contoh ogive “lebih dari”

34
34

32
32

29
29

22
22

10
10

6
6

1 1

48 55 62 69 76 83 90 97 48 55 62 69 76 83 90 97