Anda di halaman 1dari 13

PENGANTAR

ANALISIS
FARMASI
OLEH
KELOMPOK I
1. Cerrolyna Libertya Wonga Muda (154111003)
2. Deni Obiyanto Lopo (154111004)
3. Fotina Nefriani Riarti (154111010)
4. Maria Elizabeth (154111016)
5. Rahelin Marlis Kido (154111025)
6. Vinsensia Maria Weka (154111029)
Analisis farmasi adalah analisis kimia
pada :
- bahan (berupa bahan aktif atau bahan
tambahan), dan
- sediaan farmasi atau obat
dengan tujuan untuk mengetahui
identitas, kadar dan kemurnian.

Tujuan analisis farmasi adalah untuk menentukan kualitas atau


mutu dari suatu produk.
Dibagi menjadi 2, yakni :
Gravimetri
(untuk menentukan berat)
Metode
Klasik/Konvensional
Volumetri
(untuk menentukan volume)
Metode
Analisis

Menggunakan instumen canggih.


Metode
Contoh : spektrometri,
Modern/Instrumental
kromatografi, elektroforesis, dll.
Berdasarkan tujuan analisis, metode
analisis dibagi menjadi dua, yaitu metode
analisis kualitatif dan metode analisis
kuantitatif.

Metode analisis kualitatif merupakan


metode analisis untuk mengetahui
keberadaan suatu zat di dalam suatu
sampel.

Metode analisis kuantitatif adalah metode analisis untuk


menentukan kadar dari analit yang dianalisis.
Terdiri dari :

1. Tahap Perencanaan Analisis


2. Tahap Pengambilan Sampel (Sampling)
3. Tahap Penyiapan Sampel
4. Tahap Pengukuran/Analisis Sampel
5. Tahap Perhitungan dan Pelaporan
Tujuan : agar semua proses analisis menjadi terarah.

Terkait dengan :

- Pemilihan bahan
- Pemilihan metode
- Ketersediaan alat
- Tujuan analisis
- Waktu yang dibutuhkan
- Biaya yang dibutuhkan
Tujuan : agar sampel yang diambil bersifat representatif dan
dalam keadaan yang baik sebelum dianalisis.

Terkait dengan :

- Jumlah sampel yang akan diambil


- Teknik atau cara pengambilan sampel
- Alat yang digunakan untuk mengambil sampel
- Wadah untuk menaruh sampel
- Tempat penyimpanan sampel
Tujuan : agar sampel mudah untuk dianalisis.

Cara penyiapan sampel :

- Pemisahan
- Penyaringan
- Penguapan

Penyiapan sampel tergantung pada metode


apa yang akan digunakan.
Tujuan : untuk mengetahui keberadaan analit (kualitatif)
dan/atau untuk mengetahui kadar analit.

Dapat dilakukan dengan metode gravimetri, volumetri, ataupun


menggunakan instumen canggih seperti
spektrofotometri, kromatografi, dan
lainnya.
Tahap perhitungan ini bebas, tergantung tujuan analisisnya.
Misal tujuannya untuk mengetahui kadar, maka perhitungannya
berkaitan dengan perhitungan kadar.

Pelaporan biasanya dalam bentuk tertulis dengan


mencantumkan hasil analisis.

Laporan hasil analisis biasa


dikenal dengan Certificate
of Analysis (CA atau COA).
Contoh
Sertifikat Analisis
Jika sudah mendapatkan sertifikat
analisis, maka bahan/sediaan farmasi
yang dianalisis sudah memenuhi
standar.

Selanjutnya, sebelum diproduksi


harus dianalisis ulang oleh BPOM →
lolos dari BPOM → mendapatkan ijin
edar → bisa diproduksi dan
dipasarkan.

Belum mendapat ijin edar dan produk


sudah dipasarkan (meskipun sudah
ada sertifikat analisis) → produk akan
ditarik dari pasaran.

Beri Nilai