Anda di halaman 1dari 20

BEBAT BIDAI

KEPERAWATAN KEDARURATAN

ABD. HAMID BUDJI


AL FANDI LAKORO
DANDRI S. OINTU
ILHAM SETIAWAN BAU
LUTFIANI SAMAUN

KELOMPOK 1
RAHMATIA S. DJAUHARI
SITTI NURJANNAH SYARIFUDDIN
SUMIRA UMANAHU
TIANSIH TAHIR 3B D4 KEPERAWATAN
SECTION 1

PEMBIDAIAN
P E M B I DA I A N
Memasang bidai adalah memasang alat untuk immobilisasi atau mempertahankan kedudukan
tulang yang patah (Krisanty, 2009). Alat penunjang berupa sepotong tongkat, bilah papan (yang
tidak mudah bengkok ataupun patah) berfungsi untuk mempertahankan, dan menjamin tidak
mudah bergerak sehingga kondisi patah tulang tidak makin parah.

3
Tujuan Pembidaian yaitu sebagai sarana
imobilisasi dan fiksasi eksternal yang
berfungsi mencegah terjadinya kecacatan,
dan mengurangi rasa nyeri (Asikin, Nasir,
Podding, dkk, 2016).

4
Adanya fraktur terbuka
Dislokasi persendian
dan tertutup

Adanya kecurigaan
terjadinya fraktur.

5
Bidai rigid adalah bidai yang terbuat Bidai soft adalah bidai dari bantal, Bidai traksi adalah bidai yang
dari kayu, plastik, aluminium atau selimut, handuk, atau bahan yang digunakan untuk immobilisasi ujung
bahan lainnya yang keras. Sebelum di lunak lainnya tulang yang patah dari fraktur femur,
pakai, bidai harus dilapisi terlebih . sehingga dapat terhindari kerusakan
dahulu yang lebih lanjut

6
1 2 3
Lakukan pembidaian pada Jika dilakukan pada fraktur, Jika yang cedera adalah
bagian badan yang pembidaian harus melewati sendi, bidai harus
mengalami cedera atau minimal 2 sendi yang memfiksasi sendi tersebut
pada persangkaan patah berbatasan beserta tulang di sebelah
tulang distal dan proksimalnya
dengan melakukan imobilisasi pertolongan pertama yang dapat Prinsip yang perlu diperhatikan dalam
pada bagian tubuh yang terjadi dilakukan adalah mengontrol melakukan penatalaksanaan fraktur
perdarahan dengan meletakkan meliputi mempertahankan respirasi,
dengan pembidaian. Sebelum
beberapa bantalan disekitar luka, atau mengatasi kejadian syok,
dilakukan pembidaian, bagian diatas dan di bawah luka serta gunakan mempertahankan tulang dari
tubuh yang terkena fraktur harus kain atau dressing yang bersih. pergerakan, mencegah fraktur yang
disangga untuk mencegah Tindakan selanjutnya yang dilakukan lebih lanjut, menggunakan peralatan
adanya gerakan rotasi maupun adalah mengimobilisasi bagian yang seperti bidai dan sling atau penyangga
cedera yakni dengan mempertahankan untuk mencegah pergerakan pada
angulasi.
dan mengimobilisasi daerah luka. daerah cidera

8
SECTION 2

PEMBALUTAN/BEBAT
Pembalutan adalah penutupan suatu bagian tubuh
yang cedera dengan bahan tertentu dengan tujuan
tertentu. Menurut Purwoko (2007) pembalut
merupakan bahan bersih yang digunakan untuk
menutup luka. Pembebatan mempunyai peran
penting dalam membantu mengurangi bengkak,
kontaminasi oleh mikroorganisme dan membantu
mengurangi ketegangan jaringan luka.
Tujuan pembalutan adalah untuk
meminimalisir resiko terjadinya kerusakan
jaringan guna mencegah keparahan
kondisi, mengurangi rasa sakit, serta
TUJUAN mencegah kecacatan dan infeksi
(Susilowati, 2015). Tujuan lain dari
P E M B A L U TA N pembalutan yaitu melindungi luka terbuka
terkontaminasi, menghentikan
perdarahan, memperbaiki suhu tubuh,
melekatkan sesuatu seperti obat dan bidai
(Risnanto dan Insani, 2014).

11
Menurut Susilowati (2015) pembalut
Terdiri atas beberapa ukuran sesuai Pembalutan cepat, yaitu kassa
mitella merupakan kain mori (tidak
berkapur) putih yang berbentuk segitiga tempat luka. Pembalutan pita dapat steril dan plester. Pembalut dapat
dengan karakteristik tipis, lemas dan kuat. terbuat dari kain katun, kain planel, dipasang secepat mungkin pada
berupa segitiga sama kaki dengan alas kain kasa (verban), bahan elastic luka untuk menghindari infeksi
125 cm dan tinggi 50 cm. Pembalut dapat (elastic verban). (Ramsi, 2013)
dilipat sesuai kebutuhan, misal dilipat 2x,
3x atau setangan leher
12
I II III
Perhatikan wajah korban pada Jaga balutan agar tidak Jangan membalut terlalu erat
saat membalut mengendor dan bergeser agar tidak mengganggu sirkulasi
darah ke distal

IV V VI
Sedapat mungkin lakukan Jangan sentuh luka atau Dalam usaha mencegah
pembalutan pada saat korban mengeluarkan sesuatu dari luka, pergesekan dan ketidaknyamanan
berbaring atau dalam keadaan kecuali kontaminan kecil yang pada kulit gunakan bantalan lunak
rileks dapat dikeluarkan sebelum melakukan pembalutan

13
Periksa tiap 15 menit untuk
mengetahui apakah balutan
Balutan harus rapi dan terlalu kencang dengan
menutup luka memeriksa bagian distal
anggota tubuh yang dibalut

1 2 3 4

Balutan tidak terlalu longgar karena Simpul balutan yang rata agar
pembalutan akan bergeser terutama
tidak menekan kulit dan simpul
pada bagian yang bergerak. Tetapi
juga tidak terlalu kencang karena
balutan dilakukan pada sisi
dapat mengganggu peredaran darah yang tidak mengalami injury.
atau menyebabkan nyeri.

14
Cedera pada jaringan lunak (otot, ligamen ) seperti
keseleo, otot tertarik atau memar, dapat di tangani
sendiri secara cepat dengan menggunakan metode
RICE.
Metode ini sangat efektif dan bisa
dilakukan sebagai pertolongan pertama sebelum
dibawa berobat ke tenaga medis. RICE adalah
singkatan dari Rest, Ice, Compression and Elevation

15
Compress : seputar bagian yang
cedera ditekan sedikit dengan
gumpalan kapas atau karet busa yang
tebal, eratkan dengan balutan.
Elevate: Tungkai yang cedera ditopang
dan ditinggikan supaya aliran darah ke
tempat itu berkurang dan untuk
Rest: istirahatkan, stabilkan dan topang mengurangi memar. Jika dicurigai terjadi
bagian yang cedera dalam posisi yang fraktur, jangan meninggikan ekstermitas
paling nyaman bagi korban. Cedera sampai distabilkan dengan bidai
sembuh lebih cepat jika pasien
beristirahat, agar bagian yang cedera
tidak bengkak secara berlebih Ice : jika cedera baru saja terjadi, dinginkan
bagian tersebut dengan es yang dibungkus
dalam kain atau dengan kompres dingin
untuk mengurangi nyeri, bengkak dan
memar. Area yang cedera dapat dikompres
dengan es selama 20-30 menit.

16
 Lipatan bagian alas segetiga 2 cm sebanyak 2 kali
 Letakkan alas sisi segitiga dibelakang kepala, kemudian kedua sudut ditarik kedepan sedangkan puncuk
segitiga berada didahi
 Kedua sudut tarik kearah dahi dan ikat kedua sudut
 Sudut puncak segitiga yang berada didepan kepala ditarik keatas dan dipasang peniti diatas simpul/
dimasukkan kedalam simpul
17
 Lipat alas segitiga 2 cm, letakkan segitiga pada dada, alas segitiga berada dibawah mammae,
sedangkan puncaknya disalah satu bahu
 Kedua sudut alas segitiga ikat pinggang bagian belakang, salah satu sudut buat sisa agak panjang
 Puncak segitiga tarik kebelakang / kepunggung, sehingga bertemu dengan sisa sudut alas segitiga dan
ikat

18
 Tekuk siku yang cedera 45 derajat
 Letakkan bagian alas segitiga pada telapak tangan salah satu sudut alas segitiga dikiri leher lalu ke
belakang leher dan sudut puncak segitiga berada disiku
 Sudut alas segitiga yang satunya ditarik kearah kanan leher lalu ke belakang, sehingga tangan berada
dalam mitella dan buat simpul dibelakang leher. Selanjutnya sudut puncak segitiga dipasang peniti

19
TERIMA KASIH

20