Anda di halaman 1dari 29

Matkul: AKPD

Pertemuan 4:
SPP SPM SP2D
Dipresentasikan Oleh: Yulinda Devi Pramita, SE., M.Sc.

1
PENATAUSAHAAN PENGELUARAN
SPM

SPP
UP/GU/ SP2D
TU

Pengelolaan Kas &


DPA Belanja

Anggaran SPD
Kas
SPM

SPP LS SP2D

Pelaksanaan
Pekerjaan

2
 SPD berfungsi sebagai alat BUD untuk
memberitahukan ketersediaan dana kepada
SKPD
 Maka, penerbitan SPD sangat tergantung
kondisi keuangan yang dikelola BUD
 SPP adalah dokumen yang diterbitkan oleh
bendahara pengeluaran/bendahara pengeluaran
pembantu untuk mengajukan permintaan
pembayaran atas suatu belanja
 Pengajuan SPP dilakukan oleh Bendahara
Pengeluaran/bendahara pengeluaran pembantu
kepada PA/KPA melalui PPK
 Didasarkan kepada SPD yang telah dikeluarkan
 Ada 4 jenis SPP yaitu: UP, GU, TU dan LS

Permendagri 13 th 2006 dan Permendagri 59 th 2007 pasal 198 s/d 210 4


 SPM adalah dokumen yang diterbitkan oleh
pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran
untuk penerbitan SP2D atas beban pengeluaran
DPA SKPD
 Dokumen ini dibuat oleh PPK berdasarkan SPP
telah dibuat oleh Bendahara Pengeluaran/
Bendahara Pengeluaran Pembantu
 SPM diotorisasi oleh Pengguna Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran

Permendagri 13 th 2006 dan Permendagri 59 th 2007 pasal 211 s/d 215 5


 SP2D adalah surat yang dipergunakan untuk mencairkan dana lewat
bank yang ditunjuk setelah SPM diterima oleh BUD
 SP2D adalah spesifik  satu SP2D hanya dibuat untuk satu SPM
 SP2D dapat diterbitkan jika:
◦ Pengeluaran yang diminta tidak melebihi pagu anggaran yang tersedia
◦ Didukung dengan kelengkapan dokumen sesuai peraturan
perundangan
 Waktu pelaksanaan penerbitan SP2D:
◦ Diterbitkan paling lambat 2 hari sejak SPM diterima
◦ Apabila ditolak, dikembalikan paling lambat 1 hari sejak diterima SPM

Permendagri 13 th 2006 dan Permendagri 59 th 2007 pasal 216 s/d 219 6


 Uang persediaan diberikan kepada setiap
bendahara SKPD sebagai uang muka kerja
 Uang persediaan diberikan sekali di awal
tahun anggaran sebesar jumlah yang telah
ditetapkan oleh Kepala Daerah
 Pada tingkat Pemda, penyerahan uang
persediaan merupakan reklasifikasi
rekening dari rekening BUD menjadi
rekening bendahara pengeluaran
 Uang persediaan dapat digunakan untuk
belanja-belanja beberapa kegiatan
 Ketika UP mencapai batas minimal tertentu,
dapat dilakukan penggantian UP
 Bukti-bukti belanja disampaikan pada saat
pengajuan GU
 SPM yang diterbitkan sekaligus merupakan
pengesahan atas bukti-bukti belanja
tersebut
 Dilakukan kapan saja pada saat uang
persediaan mencapai batas minimal tertentu
 Tidak perlu dilampiri oleh SPJ bulanan
(administratif/fungsional)
 TU digunakan pada kasus-kasus khusus yang
terjadi sedemikian rupa sehingga akan lebih
efisien jika suatu kegiatan dilaksanakan &
dipertanggungjawabkan terpisah
SPP
1. SPP - Uang Persediaan (SPP-UP)
2. SPP - Ganti Uang (SPP-GU)
3. SPP - Tambahan Uang (SPP-TU)
4. SPP - Langsung (SPP-LS)
1. Bendahara pengeluaran berdasarkan SPD,
mengajukan SPP-UP kepada PA/KPA mlalui
PPK-SKPD.
2. SPP-UP diajukan untuk pengisian uang
persediaan (revolving) yang ditujukan bukan
pembayaran langsung.
3. SPP-UP yang diajukan dibuat rangkap 3 (lembar
pertama dan kedua untuk PPK-SKPD, dan
lembar ketiga untuk arsip bendahara
pengeluaran).
4. Bendahara pengeluaran mencatat SPP-UP yang
diajukan ke dalam register SPP-UP/SPP-
GU/SPP-TU.
 Surat Pengantar SPP-UP;
 Ringkasan SPP-UP
 Rician SPP-UP;
 Salinan SPP-UP;
 Draft surat pernyataan pengguna
anggaran/kuasa pengguna anggaran yang
menyatakan bahwa uang yang diminta tidak
dipergunakan untuk keperluan selain uang
persedian;
 Lampiran lain yang diperlukan
 Bendahara pengeluaran berdasarkan SPD,
mengajukan SPP-GU kepada PA/KPA mlalui PPA-
SKPD.
 SPP-GU diajukan untuk mengganti uang
persediaan (revolving) yang telah digunakan
 SPP-GU yang diajukan dibuat rangkap 3 (lembar
pertama dan kedua untuk PPK-SKPD, dan lembar
ketiga untuk arsip bendahara pengeluaran).
 Bendahara pengeluaran mencatat SPP-GU yang
diajukan ke dalam register SPP-UP/SPP-GU/SPP-
TU.
 Surat Pengantar SPP-GU;
 Ringkasan SPP-GU;
 Rician SPP-GU;
 Surat pengesahan laporan pertanggungjawaban
(SPJ) atas penggunaan dana SPP-UP/Gu periode
sebelumnya;
 Salinan SPD;
 Draft surat pernyataan pengguna
anggaran/kuasa pengguna anggaran yang
menyatakan bahwa uang yang diminta tidak
dipergunakan untuk keperluan selain uang
persedian;
 Lampiran lain yang diperlukan.
Karakteristik SPP-TU antara lain :
 Digunakan untuk melaksanakan kegiatan yang
bersifat mendesak
 Besaran nilai rupiah Tambahan Uang berdasarkan
persetujuan PPKD
 Tambahan Uang harus habis digunakan dan
dipertanggungjawabkan pada periode yang sama
dengan permintaan Tambahan Uang
 Jika Tambahan Uang persediaan tidak habis
digunakan maka sisa uang harus disetor kembali
pada akhir periode permintaan uang persediaan.
1. Bendahara pengeluaran berdasarkan SPD,
mengajukan SPP-TU kepada PA/KPA mlalui
PPA-SKPD.

2. SPP-TU diajukan untuk menambah uang


persediaan yang akan digunakan untuk
melaksanakan kegiatan yang bersifat
mendesak.
 Surat Pengantar SPP-TU;
 Ringkasan SPP-TU;
 Rician SPP-TU;
 Salinan SPP-TU;
 Surat pengesahan laporan pertanggungjawaban (SPJ);
 Draft surat pernyataan pengguna anggaran/kuasa
pengguna anggaran yang menyatakan bahwa uang
yang diminta tidak dipergunakan untuk keperluan
selain uang persedian;
 Surat keterangan yang memuat penjelasan keperluan
pengisian tambahan uang persediaan;
 Lampiran lain yang diperlukan
 SPP-LS terdiri atas dua jenis, yaitu :
a. SPP-LS Pembayaran Gaji dan Tunjangan
b. SPP-LS Pengadaan Barang dan Jasa
 Berdasarkan SPD atau yang dipersamakan
dengan SPD, Bendahara Pengeluaran mengajukan
SPP-LS Pembayaran Gaji & Tunjangan kepada
PA/KPA melalui PPK-SKPD.
 Berdasarkan SPD atau yang dipersamakan
dengan SPD, Bendahara Pengeluaran mengajukan
SPP-LS Pengadaan Barang & Jasa kepada PA/KPA
melalui PPK-SKPD.
a. Surat Pengantar SPP-LS;
b. Ringkasa SPP-LS;
c. Rincian SPP-LS; dan
d. Lampiran SPP-LS Pembayaran Gaji & Tunjangan
a. Surat pengantar SPP-LS;
b. Ringkasan SPP-LS;
c. Rincian SPP-LS;
d. Lampiran SPP-LS Pengadaan Barang & Jasa
SPM
1. SPM - Uang Persediaan (SPM-UP)
2. SPM - Ganti Uang (SPM-GU)
3. SPM - Tambahan Uang (SPM-TU)
4. SPM - Langsung (SPM-LS)
Diterbitkan paling lambat 2 hari sejak Diterima SPP
Dikembalikan paling lambat 1 hari sejak Diterima
SPP
1. PPK-SPKD mewakili PA/KPA menerima SPP-UP/SPP-
GU/SPP-TU yang diajukan oleh Bendahara Pengeluaran.
2. PPK-SPKD atas nama PA/KPA meneliti kelengkapan
dokumen SPP-UP/SPP-GU/SPP-TU.
3. PPK-SKPD mencatat SPP-UP/SPP-GU/SPP-TU yang
diterima ke dalam register SPP-UP/SPP-GU/SPP-TU.
4. jika kelengkapan dokumen SPP-UP/SPP-GU/SPP-TU
dinyatakan lengkap dan sah, PPK-SKPD menyiapkan SPM-
UP/SPM-GU/SPM-TU untuk ditandatangani oleh PA/KPA.
5. Jika kelengkapan dokumen SPP-UP/SPP-GU/SPP-TU
dinyatakan tdak lengkap dan sah, maka PPK-SKPD
menolak untuk menerbitkan SPM-UP/SPM-GU/SPM-TU dan
selanjutnya mengembalikan SPP-UP/SPP-GU/SPP-TU
kepada Bendahara Pengeluaran untuk dilengkapi dan
diperbaiki.
1. PPK-SPKD atas nama PA/KPA menerima SPP-LS baik
SPP-LS Pembayaran Gaji & Tunjangan maupun SPP-LS
Pengadan Barang & Jasa yang diajukan oleh Bendahara
Pengeluaran.
2. PPK=SKPD mencatat SPP-LS yang diterima ke dalam
Register SPP-LS.
3. PPK-SKPD atas nama PA/KPA menliti kelengkapan
dokumen SPP-LS.
4. Jika kelengkapan dokumen SPP-LS dinyatakan lengkap
dan sah, PPK-SKPD menyiapkan SPM-LS untuk
ditandatangani oleh PA/KPA.
5. Jika kelengkapan dokumen SPP-LS dinyatakan tidak
lengkap dan sah, PPK-SKPD menolak untuk menerbitkan
SPM-LS dan selanjutnya mengembalikan SPP-LS kepada
Bendahara Pengeluaran untuk dilengkapi dan dipebaiki.
SP2D
1. Dapat Dicairkan pada Bank yang telah Ditunjuk
2. Bukan Alat Pembayaran
3. Dapat Diterbitkan, Jika:

a. Pengeluaran yang diminta tidak melampaui pagu


anggaran yang tersedia; dan/atau
b. Didukung dengan kelengkapan dokumen sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan
4. Diterbitkan paling lambat 2 hari sejak Diterima SPM
5. Penolakan/Dikembalikan paling lambat 1 hari sejak
Diterima SPM
1. Kuasa BUD menerima SPM-UP/SPM-GU/SPM-TU/SPM-LS
yang diajukan oleh PA/KPA.
2. Kuasa BUD mencatat SPM-UP/SPM-GU/SPM-TU/SPM-LS
yang diterima ke dalam register SPM-UP/SPM-GU/SPM-
TU/SPM-LS.
3. Kuasa BUD meneliti kelengkapan dokumen SPM-UP/SPM-
GU/SPM-TU/SPM-LS.
4. Jika kelengkapan dokumen SPM-UP/SPM-GU/SPM-TU/SPM-
LS dinyatakan lengkap dan sah, Kuasa BUD menyiapkan
SP2D untuk diterbitkan Surat Perintah Pencaiaran Dana.
5. Jika kelengkapan dokumen SPM-UP/SPM-GU/SPM-TU/SPM-
LS dinyatakan tidak lengkap dan tidak sah, maka Kuasa
BUD menolak menerbitkan SP2D dan selanjutnya
mengembalikan SPM-UP/SPM-GU/SPM-TU/SPM-LS kepada
PA/KPA untuk dilengkapi dan diperbaiki.
PENCATATAN TRANSAKSI
-Uang Persediaan-

SPD

SPP SPM SP2D Belanja SPJ UP

BP Kas
Tunai
BP Rincian
BKU BP Pajak BP Panjar
Obyek
BP Bank
27
PENCATATAN TRANSAKSI
-LS-

Pelaksanaan SPD
Kegiatan

Dokumen2 SPP SPM SP2D

BP Kas
Tunai
BP Rincian
BKU BP Pajak BP Panjar
Obyek
BP Bank
28