Anda di halaman 1dari 26

PENDAHULUAN

Fisika mempelajari segala sesuatu tentang alam ( Ilmu


Alam)
Secara umum dibedakan Atas Fisika:
- Mekanika (gaya & Gerak)
- Panas (Termofisika)
- Gelombang & Bunyi
- Cahaya & benda-benda Optik
- Listrik & Magnit
- Radiasi & Elektromagnetik
- Materi : Gas, Cair dan Padat

Dedi Kurniawan 1
FISIKA KESEHATAN
Menerapkan Prinsip2 ( teori2) Fisika dalam Bid.
Kesehatan dg Fokus utama
I. Aplikasi Prinsip Fisika pada tubuh manusia (
Fisika Tubuh Manusia).
II. Aplikasi prinsip Fisika pada alat-alat
kesehatan/atau kedokteran (Instrumentasi)
baik ut Diagnosa, terapi atau sebagai alat
penunjang.

Dedi Kurniawan 2
• Beberapa aktivitas (kerja) keperawatan yg
terkait dg aplikasi teori fisika atl:
• Mengukur tekanan darah ( Mek. Fluida)
• Membantu kelahiran ( Tekanan Mekanika)
• Mengukur suhu pasien ( Termofisika)
• Penggunaan Steteskop & USG ( Fisika Bunyi)
• Penggunaan Vakum & Inkubator (
Instrumentasi)
• Dll

Dedi Kurniawan 3
BIOMEKANIKA

1: KESETIMBANGAN PADA TUBUH


A. SEGMEN TUBUH, TITIK BERAT DAN GARIS BERAT TUBUH.

- Tubuh tdd. Segmen-segmen yang diperantarai oleh sendi.


- Segmen tubuh tdd. Kepala, leher, badan, panggul, Kaki (tdd:
paha, kaki bawah dan telapak kaki), tangan (lg.atas, bawah,
tlp.tangan).
-Setiap segmen mempunyai titik (pusat) berat yaitu: titik dimana
massa segmen terpusat.

Dedi Kurniawan 4
keseimbangan
- Tubuh berada dalam kesimbangan jika Titik berat
masing-masing segmen terletak pada satu garis lurus (
garis berat tubuh) dan . tegak lurus (erectus) pada
bidang penyangga (base of support)

- Jika TB suatu segmen bergeser, maka pergeseran ini


akan dikompensasi oleh pergeseran Titik Berat segmen
yang lain dengan arah berlawanan untuk
mempertahankan keseimbangan.

- Total TB berat wanita = 55 % dari tinggi berdiri.


pria = 56 %

Dedi Kurniawan 5
Dedi Kurniawan 6
Postur tubuh yag baik adalah posisi tegak
lurus dan seimbang.

Posisi yg baik adalah:


1. Comfortable
2. Tak ada regangan pada ligamen dan otot
3. Aktivitas metabolic minimum
4. Segmen-segmen tubuh lurus.

Postur tubuh seseorang sangatlah induvidual.


Dedi Kurniawan 7
Perubahan (peningkatan ) postur tubuh dapat
dilakukan dengan latihan (exercises)

Program latihan biasanya meliputi:


Endurance, Strength and flexibility

Program latihan haruslah:


Terarah, terstruktur (terpola), continue dan
tidak memaksa

Dedi Kurniawan 8
GAYA
Gaya: Tarikan / Dorongan yang bekerja pada suatu benda.
Merupakan penyebab terjadinya gerak pada benda.

Namun tidak semua gaya yang bekerja pada benda dapat


menyebabkan gerak. Gaya baru dapat menggerakan benda apa
melebihi Inertia (kelembaman) benda.

Inertia benda: Kemampuan atau kecendrungan benda untuk


mempertahankan posisinya ( HK. Newton I).
Pada Benda Diam , Inertia benda sama dengan gaya normalnya.

Secara teori Gaya dapat dihitung dengan menggunakan


persamaan Hk. Newton II.
F = m.a ( Newton)
Dedi Kurniawan 9
GAYA PADA TUBUH
Asal : Ekstrenal: Gravitasi, Listrik & magnit
Internal : Otot dan Listrik
Pengaruh: Grvitasi: tekanan karena beban, Varises,
hernia, urolithiasis.
Listrik : Hant. syaraf, Pemb. tulang
Otot : Mengangkat benda,
Menarik, mendorong, mengedan dll.
Mekanika: Statis : Keseimbangan duduk, berdiri
Dinamis: Prinsip Gerak , berjalan, berlari,
Gesekan: Prinsip mempertahankan
keseimbangan: meluncur.
Dedi Kurniawan 10
C. GAYA PADA KEADAAN STATIK
Merupakan prinsip keseimbangan (balance)
Dasar Teorinya: Hk. Newton I ( Hk. Inersia)
Sarat benda berada dalam kesetimbangan:
1.  Gaya = 0 ( baik Fx maupun Fy)
2.  Momen = 0
dimana M = F. l
Jika M > 0, sistem akan bergerak berputar dengan
pangkal lengan (sumbu) sebagai titik acuan.
Pada sistem pengungkit, kesetimbangan harus
memenuhi sarat M harus 0.
Dedi Kurniawan 11
Otot bersama tulang identik dg pengungkit yg akan
menyebabkan timbulnya gerakan (movement).

Pengungkit tdd:
a. Sumbu (Fulcrum)
b. Titik Usaha ==> Gaya otot bekerja
c. Ttk.Tahanan (Resistance) ==> bag. yg ak.
Digerakkan
d. Lengan usaha dan L. tahanan
Lw

Lr
W

R
Dedi Kurniawan 12
Ada 3 type pada sistem pengungkit.
I.Sumbu (F) tlt. antara G. Aksi (W) dan Reaksi (P)
II. W terletak antara F dengan P
III. P terletak antara F dengan W

Dedi Kurniawan 13
Pada tubuh, sistem otot, tulang dan sendi bekerja
mirip seperti sistem pengungkit; dimana sendi
bertindak sebagai sumbu, otot sebagai gaya
penahan (P) sedangkan massa tubuh dan beban
sebagai gaya aksi (W).
>W >P
Untuk memperkecil P akibat W, maka diusahakan
untuk memperkecil M dengan cara
memperpendek lengan (l) terhadap sumbu
Aplikasi: sikap berdiri, duduk, mengangkat barang

Dedi Kurniawan 14
2. MEKANISME GERAK TUBUH (Gaya pada
tubuh dalam keadaan dinamis)
Gerak: Perubahan / perpindahan CG tubuh
Terdiri dari:
1. Translasi: mengikuti garis lurus
2. Rotasi : Mengikuti perubahan sudut
3. Gabungan translasi + Rotasi

Dasarnya: HK. Newton II.


Pada GLBB: a = F/m atau F = m.a
Pada gerak berputar: Fs = m. ac
ac = perc. Sentripetal = Vt 2 /r
Vt = Kec. Tangensial = 2r/t. sehingga
Vt tergantung pada r (jari-jari lingkaran).
Dedi Kurniawan 15
Tubuh tdd. Segmen2 yg mobil ==> Postur dan
gerakan
Antara segmen dipersambungkan oleh sendi

Tendon terikat pd tulang ==> bag. Dari otot yang


kuat. ==> menarik tlg.
Gerakan dasar tubuh:
a. bid. Sagital tdd : fleksi & ekstensi
b. bid. Frontal : Abduksi & adduksi
c. mengelilingi sb. Vertikal ==> rotasi
d. Gab. Gerakan dasar ==> oblikasi (oblique
movement)
Dedi Kurniawan 16
Berlari & berjalan sebenarnya adalah gerak berputar
berulang-ulang yang berlansung ditungkai dan kaki
pada articulatio caxae dan berakibat gerak
translatory dengan panjang kaki r.

Dari pers. Vt = 2r/t , V akan > jika r juga >

Pada orang yang tinggi kurus diperlukan sedikit F


untuk bisa bergerak lincah dibanding orang yang
gemuk pendek.

Dedi Kurniawan 17
Untuk timbulnya gerak: otot harus menarik tulang

Satu otot dp menimbulkan satu atau lebih


gerakan tergantung pada sudut tarikannya.

Otot dapat diidentikan sbg tali pada katrol


(pulley) dan sendi sebagai katrolnya.

Dedi Kurniawan 18
Kestabilan (tubuh) tergantumg pada:
a. Luas bidang penyangga (base of support)
b. Tinggi rendahnya titik berat total (c.g total)
c. Besar kecilnya gesekan (friction)

Beberapa teori yg berperan dalam gerakan


tubuh diantaranya adalah:
I. Hukum Inertia ( Hk. Newton I)
II. Teori Akselerasi ( Hk. Newton II)
III. Hk. Reaksi (Hk. Newton III)
Dedi Kurniawan 19
Gaya yg diperlukan ut menggerakan tubuh
disediakan oleh otot ( Force of muscle).
- Besarnya gaya otot tergantung pada ukuran
serat otot ( size of muscle fibers)
- Arah Gaya tgt pd insersi dan sudut tarikan
- F otot tdd: Rotary and nonrotary component.
- Rotary comp. Menggerakan sendi
- Nonrotary comp. Mensatabilkan sendi
- Jika dua otot bekerja pada sendi yang sama, maka
Resultan Gerakan tgt pd: type sendi, sudut tarikan
dan besar gaya masing2 otot.
Dedi Kurniawan 20
Kerja adalah gaya dikali jarak. Pada otot kerja
dapat dihitung jika luas penampang lintang dan
gaya rata-ratanya diketahui.

Dorongan (impetus) yg diberikan pada suatu


benda agar dapat bergerak haruslah melebihi
inertia benda tsb. Dan dapat diperbesar dengan
menggunakan alat. Ex. Stick baseball, golf, etc.

Mengurangi cedera dari gerakan yg diterima


tubuh dapat dilakukan upaya: menggunakan
bantalan (pad), memperlambat waktu sentuh, dan
merubah arah gerak.
Dedi Kurniawan 21
HUKUM NEWTON III

AKSI = - REAKSI

-. Fenomena ini menimbulkan tegangan pada


otot ketika tubuh mendapat beban.

-. Juga terlihat pada sistem keseimbangan


dan pergeseran titik berat tubuh.

Dedi Kurniawan 22
3. APLIKASI LAIN PRINSIP MEKANIKA
PD TUBUH(M.1.3.1.3)
1. Resultant Gaya
Pada traksi, perbaikan pada ortodonti,
2. Momentum (P) dan Impuls (I) Gaya.
Pada Gerak Lurus Beraturan : P = m.V
Pada GLBB pada benda yang berbenturan:
F = m.a dimana a = (V2 –V1)/t
Sehingga: F.t = m(V2 –V1) = I
I = m.V = F.t
Dedi Kurniawan 23
I = Impuls gaya yaitu tenaga yang
menimbulkan m.V sedangkan t adalah
lama benturan.

Pada O.R. “ Body contact” sep. Beladiri;


untuk menghindari cedera pada jaringan
lunak dan otot sewaktu terjadi tumbukan
dapat dilakukan dengan cara
memperkecil atau meniadakan waktu
kontak saat berbenturan.
Dedi Kurniawan 24
3.HK.NEWTON TENTANG GRAVITASI

F =  ( m1.m2)/r2

 = 6,670 . 10-11 N. m2/kg


m1 = massa benda m2 = massa bumi
Berat benda = W = m.g  g = ( . m2)/r2
 dan m2 konstan maka g berbanding terbalik
dengan jarak pangkat dua dari suatu tempat.

Dedi Kurniawan 25
Konsekuensinya: Benda semakin ringan
jika semakin jauh berada dari pusat bumi.

Pada keadaan tubuh tanpa bobot (semu)


orang akan mudah melakukan gerakan
yang diinginkannya karena tak ada usaha
yang diperlukan.

Dedi Kurniawan 26