Anda di halaman 1dari 9

RUU

LINGKUNG
AN HIDUP
UU Lingkungan Hidup No. 32
tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup

Photo by Photographed by Tom Harpel / CC BY 2.0


• Sejarah
• Pembahasan umum UU
Contents • Pengkajian RUU
• Kesimpulan
Sejarah Tercetusnya UU Lingkungan
Hidup di Indonesia

1. Undang-undang Nomer 4 tahun 1982, tentang pokok pengelolaan lingkungan


hidup
2. Undang-undang Nomer 23 tahun 1997, disini mengalami pembaruan
menyokong semua elemen dalam kehidupan dan mampu membawa gagasan
berwawasan lingkungan.
3. Undang-undang Nomer 32 tahun 2009.
Adapun dasar bahan ini mengacu kepada : Isi, Asas, Ruang Lingkup, Tujuan, Upaya
Pengendalian Lingkungan Hidup, Instrumen pencegahan, pencemaran dan atau
kerusakan lingkungan hidup, Unsur-unsur pengelolaan lingkungan hidup, dan
Pendayagunaan
UMUM

Photo by Peter Bond / CC BY-SA 2.0


Kajian RUU

• Pembukaan lahan dengan cara membakar


• Analisis dampak lingkungan

Photo by Модернист / CC BY-SA 4.0


UU no. 32 tahun 2009 pasal 69 ayat
2
• Ayat (1) Setiap orang dilarang:


g. melepaskan produk rekayasa genetik ke media lingkungan hidup yang bertentangan dengan peraturan perundang-
undangan atau izin lingkungan;
h. melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar;
i. menyusun amdal tanpa memiliki sertifikat kompetensi penyusun amdal; dan/atau
j. memberikan informasi palsu, menyesatkan, menghilangkan informasi, merusak informasi, atau memberikan
keterangan yang tidak benar.

Ayat (2)

Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf h memperhatikan dengan sungguh-sungguh kearifan lokal di
daerah masing-masing.

• Ayat (2) Kearifan lokal yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah melakukan pembakaran lahan dengan luas lahan
maksimal 2 hektare per kepala keluarga untuk ditanami tanaman jenis varietas lokal dan dikelilingi oleh sekat bakar
sebagai pencegah penjalaran api ke wilayah sekelilingnya.
Pro Kontra
• Masyarakat membutuhkan lahan • Melalui Pemda, pemerintah
yang akan digarap untuk produksi mempermudah izin pembakaran
beras konsumsi lokal lahan dan hutan
• Pembakaran lahan dan hutan
dapat menjalar ke wilayah yang
lebih luas
Solusi
• Diperlukan adanya analisis mengenai jalur produksi dan konsumsi
kebutuhan pangan daerah, sehingga didapat berapa jumlah konsumsi
pangan suatu daerah.
• Pembakaran hutan merupakan salah satu tindakan perusakan
lingkungan apapun alasannya.
• Konsumsi pangan local dapat dikoordinasikan dengan pemda
setempat sehingga didapat beberapa opsi, yaitu :
1. Mendatangkan pangan dari luar daerah
2. Pembuatan lokasi khusus untuk produksi pangan daerah setempat
Kesimpul
an

Photo by Mario Vaden (talk · contribs) / Public domain