Anda di halaman 1dari 23

PENGARUH TEKHNIK RELAKSASI NAFAS DALAM

TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI


PADA PASIEN POST OP APENDIKTOMI
DI RUMAH SAKIT dr RUBINI
MEMPAWAH
.

HERWITA NURMANTY
NIM :20116210891
Di Amerika Serikat, Appendiksitis
merupakan kedaruratan
bedah abdomen paling sering dilakukan, dengan
jumlah penderita pada tahun 2008 yaitu 734.138
dan pada tahun 2009 yaitu 739.177

Appendiksitis merupakan penyakit urutan keempat


terbanyak di Indonesia setelah penyakit sistem
pencernaan lain yaitu dyspepsia, gastritis, dan duodenitis(
DepKes 2009)
LANJUTAN

Perawat memiliki salah satu peran yaitu


sebagai peran pelaksana dalam
memberikan asuhan keperawatan .

Penanganan nyeri dengan teknik non - farmakologi merupakan


modal utama untuk menuju kenyamanan. Salah satu Intervensi
dalam asuhan keperawatan yaitu Tekhnik relaksasi nafas dalam
Berdasarkan study pendahuluan : Pelaksanaan manejemen nyeri
non-farmakologi di lapangan belum sepenuhnya
dilakukan dalam mengatasi nyeri. Kebanyakan perawat melaksanakan
program terapi hasil dari kolaborasi dengan dokter diantaranya
pemberian analgetik
Berdasarkan fenomena diatas

Peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan


rumusan masalah Adakah ada Pengaruh Tekhnik
Relaksasi Nafas Dalam Terhadap penurunan Intensitas
Nyeri Pada Pasien Post Op Apendiktomi di Rumah Sakit dr
Rubini Mempawah ?

TUJUAN KHUSUS
TUJUAN UMUM
Mengidentifikasi intensitas nyeri sebelum
treatmen pada pasien post op apendiktomi di
Rumah Sakit Umum Daerah dr Rubini
Mengetahui
Mempawah
Pengaruh Tekhnik
Relaksasi Nafas
Dalam Terhadap
penurunan
Mengidentifikasi intensitas nyeri sesudah Intensitas Nyeri
treatmen pada pasien post op apendiktomi di Pada Pasien Post Op
Rumah Sakit Umum Daerah dr Rubini Apendiktomi di
Mempawah Rumah Sakit dr
Rubini Mempawah

Mengidentifikasi perbandingan intensitas


nyeri pada pasien post op apendiktomi
sebelum dan sesudah dilakukan tekhnik
relaksasi di Rumah Sakit Umum Daerah dr
Rubini Mempawah
BAB II
Tinjauan Pustaka

. Pengertian Apendisitis adalah


peradangan pada verformisis apendiks
( Difa, 2000).

Penyebab Apendisitis terjadi akibat apendiks terlipat


atau tersumbat kemungkinan oleh fekalit (masa keras dari
feses), tumor atau benda asing, dapat juga terjadi akibat
infeksi virus, bakteri atau jamur (Brunner dan Suddarth,
2002).
Lanjutan

Pengertian Apendiktomi adalah eksisi pada


apendiks yang mengalami peradangan atau
apendiks vermiforsis (Difa, 2003 : 51).
Pengertian Nyeri adalah pengalaman sensori
dan emosional yang tidak menyenangkan
akibat dari kerusakan jaringan yang aktual
atau potensial (Brunner dan Suddarth, 2002)

Pengukuran Skala Nyeri:


0 : Tidak Ada nyeri
1-3 : Nyeri ringan
4-6 : Nyeri sedang
7-9 : Nyeri berat
10:Sangat Berat
Teknik Relaksasi

Tekhnik relaksasi adalah suatu tekhnik


merilekskan ketegangan otot yang
dapat menurunkan intensitas nyeri
(Brunner dan Suddarth, 2002 )

Indikasi dilakukan pada pasien-pasien yang


mengalami nyeri kronis ataupun pasca
operasi (Brunner dan Suddarth, 2002 : 233).
Teknik Relaksasi

Nafas abdomen dengan frekuensi lambat, berirama. Ambil


posisi senyaman mungkin pasien dapat memejamkan
matanya dan bernafas dengan perlahan lahan dan nyaman,
irama yang konstan dapat dipertahankan dengan
menghitung dalam hati dan lambat bersama setiap inhalasi
(“Hirup perlahan-lahan, dua, tiga) dan ekshalasi
(Hembuskan perlahan-lahan, dua, tiga). (Brunner dan
Suddarth, 2002 : 234).
BAB III Kerangka Konsep

Hipotesa penelitian

Defenisi Operasional
BAB IV
Metode Penelitian
1. Rancangan penelitian
Rancangan penelitian ini adalah Quasi Eksperimen (One group pre
and posttest design) yaitu yaitu penelitian yang menggunakan satu
kelompok subyek, pengukuran di lakukan sebelum dan setelah
perlakuan (Kelana, 2011)
2. Pengambilan sampel
Pengambilan sampel dengan Purposive Sampling tehnik
pengambilan sampel yang dilakukan tidak mendasarkan diri pada
random atau daerah, tetapi mendasarkan adanya tujuan tertentu
yaitu pasien yang telah menjalani appendiktomi yang sesuai
dengan kriteria Inklusi
3. Tempat Penelitian
Ruang kenanga RSUD dr Rubini Mempawah pada bulan juni
2013
Kriteria Inklusi

 Pasien yang telah menjalani tindakan apendiktomi hari


pertama selama penelitian berlangsung di RSUD dr
Rubini Mempawah
 Belum mendapatkan terapi analgetik dan tekhnik
relaksasi
 pasien yang mengalami skala nyeri ringan - sedang
 Bersedia menjadi responden
Jenis data 1. Data Primer
Data primer diperoleh langsung dari
responden dengan cara penggunaan
lembar observasi yang telah disusun
yang mengacu pada kriteria
obyektif yaitu perubahan intensitas
nyeri pada pasien post Op App.

2. Data Sekunder
Data sekunder terdiri dari
gambaran umum lokasi penelitian,
dan data pasien yang telah menjalani
tindakan apendiktomi dan gambaran umum lokasi
penelitian.
Analisa data 1. Analisa univariat
untuk menganalisis
secara deskriptif
atau persentase atau
gambaran variabel-variabel
penelitian
.

2. Analisis Bivariat
Analisis data dengan menggunakan uji
statistik Non parametrik Chi Square dengan tingkat
kepercayaan 95% atau alfa (α) 0.05 dan dianalisis
menggunakan bantuan komputer
melalui program SPSS.
BAB V HASIL PENELITIAN
 A. Karakteristik tempat penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Rawat Inap
(IRNA) Ruang Kenanga RSUD dr Rubini Mempawah.
Adapun ruang kenanga merupakan ruang bedah umum
terdiri dari 14 Tempat tidur kelas tiga , 7 diantaranya untuk
pasien laki-laki dan 7 tempat tidur lagi untuk pasien wanita
, serta 8 tempat tidur kelas dua ,4 diantaranya untuk
pasien laki-laki, serta 4 tempat tidur untuk wanita.
 B. Karakteristik Responden
C. Hasil Pengukuran Skala Nyeri Sebelum Treatment Pada
pasien Post Op APP di RSUD dr Rubini Mempawah

Dari tabel diketahui bahwa skala nyeri yang dirasakan oleh


responden sebelum pelaksanaan relaksasi yaitu nyeri ringan
1 orang (10 %) dan 9 orang (90%) merasakan nyeri sedang.
D. Hasil Pengukuran Skala Nyeri Sesudah Treatment Pada
pasien Post Op APP di RSUD dr Rubini Mempawah

Dari gambar diatas diketahui bahwa skala nyeri yang


dirasakan oleh responden sebelum pelaksanaan relaksasi
yaitu nyeri ringan 6 orang (60 %) dan 4 orang (40%)
merasakan nyeri sedang.
E. Pengaruh Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Intensitas
Nyeri Pada pasien Post Op APP di RSUD dr Rubini Mempawah

Dengan uji wilcoxon , didapatkan angka signifikansi 0,003.


karena nilai p < 0,05 , bahwa ada perbedaan intensitas nyeri
yang bermakna antara sebelum relaksasi nafas dalam dan
sesudah relaksasi nafas dalam dilakukan , sehingga dapat di
simpulkan ada pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap
penurunan intensitas nyeri pada pasien post op APP .
KESIMPULAN

 Skala nyeri yang dirasakan oleh responden sebelum


pelaksanaan relaksasi yaitu nyeri ringan 1 orang (10 %)
dan 9 orang (90%) merasakan nyeri sedang
 Skala nyeri yang dirasakan oleh responden sebelum
pelaksanaan relaksasi yaitu nyeri ringan 6 orang (60 %)
dan 4 orang (40%) merasakan nyeri sedang
 Ada perbedaan intensitas nyeri yang bermakna antara
sebelum relaksasi nafas dalam dan sesudah
relaksasi nafas dalam dilakukan , sehingga dapat
di simpulkan ada pengaruh relaksasi nafas dalam
terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien
post op APP
Bagi Perawat

Saran

Bagi Responden

Bagi peneliti selanjutnya


WASSALAAM

SEKIAN DAN TERIMA KASIH