Anda di halaman 1dari 10

INDIKATOR

NEGARA MAJU
DAN NEGARA
BERKEMBANG
NAMA ANGGOTA :
 BLEYSNATIO SIMAMORA
 DEA AYU DWICAHYANINGRUM
 MILKA WIDYA SARI
 NANDA AMELIA RAHMI
 RAMA GIANTARA
• Indikator Negara Maju dan Negara Berkembang terbagi
dalam 4 bidang, yaitu :
A. Bidang Ekonomi
B. Bidang Kependudukan
C. Bidang Kesehatan
D. Bidang Teknologi
NEGARA MAJU
A . BIDANG EKONOMI
Beberapa indikator ekonomi negara maju sebagai berikut.

1. Pendapatan Per Kapita Tinggi

Negara-negara maju memiliki pendapatan per kapita tinggi karena mampu


mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya ekonominya. Negara-negara maju mampu
meningkatkan dan memeratakan pendapatannya. Dengan pendapatan per kapita yang tinggi,
penduduk di negara maju dapat mencukupi kebutuhan hidup secara layak.

2. Kegiatan Utama Penduduk di Sektor Industri dan Jasa

Kegiatan utama ekonomi sebagian besar penduduk negara maju berada di sektor
industri dan jasa. Sektor pertanian dikembangkan dengan teknologi canggih sehingga lebih
produktif dan menghasilkan produk berkualitas.
3. Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Kemajuan suatu negara ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang
berkualitas di negara-negara maju mampu mengolah sumber daya alam yang dimilikinya secara efisien. Mereka
memanfaatkan teknologi modern dalam pengolahan sumber daya alam untuk kebutuhan masa sekarang dan yang
akan datang.

4. Ketersediaan Modal

Di negara-negara maju pembentukan modal berlangsung secara efektif dan cepat. Tingginya pendapatan
per kapita menyebabkan penduduk mampu menabung dan melakukan investasi. Berbeda dengan kondisi di negara
berkembang, sebagian besar penduduknya berpendapatan kecil.

B . BIDANG KEPENDUDUKAN
Penduduk di negara-negara maju memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi. Hal ini berkaitan dengan
tingkat pendapatan per kapita penduduk yang tinggi. Di negara-negara maju tingkat kemiskinan lebih rendah
dibandingkan dengan tingkat kemiskinan di negara berkembang. Sebagian besar negara maju memiliki pertumbuhan
penduduk yang sangat rendah. Rata-rata pertumbuhan penduduknya kurang dari satu persen.

TINGKAT PENGANGGURAN

Presentase pengangguran di negara maju lebih rendah dibandingkan dengan negara berkembang. Di negara
maju jumlah lapangan kerja tersedia banyak. Sektor industri dan jasa merupakan sektor usaha yang menyerap
sebagian besar tenaga kerja. Hal ini menyebabkan pendapatan per kapita penduduk semakin tinggi.
C . BIDANG KESEHATAN
Negara-negara maju memiliki tingkat kesehatan yang tinggi. Hal itu ditunjukkan oleh angka
usia harapan hidup penduduk yang tinggi dan angka kematian bayi yang rendah. Kemajuan di bidang
kedokteran di negara maju menunjang peningkatan kesehatan penduduknya.

D . BIDANG TEKNOLOGI
Kemajuan teknologi dan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas di negara maju mampu
meningkatkan efisiensi kerja dan menghasilkan produk berkualitas. Pemanfaatan teknologi informasi
canggih di negara maju membuat dunia seolah tanpa jarak dan batas
NEGARA BERKEMBANG
A . BIDANG EKONOMI
1. Tingkat Produktivitas Rendah
Jumlah faktor produksi yang terbatas yang tidak diimbangi dengan jumlah angkatan
kerja mengakibatkan lemahnya daya beli sehingga sektor usaha mengalami kesulitan untuk
meningkatkan produksinya.

2. Pasar & Informasi Tidak Sempurna


Kondisi perekonomian negara berkembang kurang berkompetisi sehingga masih dikuasai oleh usaha
monopoli, oligopoli, monopsoni dan oligopsoni. Informasi di pasar hanya dikuasai oleh sekelompok orang
saja.

3. Ketergantungan Tinggi Pada Perekonomian Eksternal Yang Rentan


Negara berkembang umumnya memiliki ketergantungan tinggi pada perekonomian luar negeri
yang bersifat rentan akibat hanya mengandalkan ekspor komoditas primer yang tidak menentu.
B . BIDANG KEPENDUDUKAN
1. Tingkat Ketergantungan Pada Angkatan Kerja Tinggi
Perbandingan jumlah penduduk yang masuk dalam kategori angkatan kerja dengan penduduk
non angkatan kerja di negara sedang berkembang nilainya berbeda dengan dengan di negara maju.
Dengan demikian di negara maju penduduk yang berada dalam usia nonproduktif lebih banyak
bergantung pada yang masuk angkatan kerja.

2. Kualitas Hidup Rendah


Akibat rendahnya tingkat penghasilan, masyarakat mengalami kesulitan untuk memenuhi
kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, dll. Banyak yang kekurangan gizi, tidak bisa baca tulis,
rentan terkena penyakit, dan lain sebagainya

3. Tingkat Pengangguran Tinggi


Akibat dari tingginya pertumbuhan penduduk mengakibatkan persaingan untuk mendapatkan
pekerjaan menjadi tinggi. Jumlah tenaga kerja lebih banyak daripada kesempatan lapangan kerja yang
tersedia dan tungkat pertumbuhan keduanya yang tidak seimbang dari waktu ke waktu.
C . BIDANG KESEHATAN
Negara Maju di Bidang Ekonomi Negara Berkembang di Bidang Ekonomi