Anda di halaman 1dari 133

Pertemuan ke 17

BAB VII
George Boole
(1815-1864)

De Morgan
(1806-1871)

De Morgan dan George Boole


adalah dua orang ahli matematika
yang mengembangkan logika
klasik menjadi logika modern
atau logika simbolik
1. Definisi Aljabar Boolean

 Misalkan B adalah himpunan yang didefinisikan


pada dua operator biner, + dan · , dan sebuah
operator uner, ‘ ,.
 Misalkan 0 dan 1 adalah dua elemen yang
berbeda dari B. Maka tupel (B,+, · ,’) disebut
aljabar Boolean jika untuk setiap a, b, c  B,
berlaku aksioma-aksioma berikut :
Postulat Huntington
1. Closure (i) a+b B
(ii)
a .b B

2. Identitas (i) a+0 =a


(ii) a .1 =a

3. Komutatif (i) a+b =b +a


(ii) a . b= b . a

4. Distributif (i) a .(b+c) = (a .b) + (a.c)


(ii) a +(b.c) = (a + b) . (a + c)

5. Komplemen (i) a + a’ = 1
(ii) a.a’ = 0
 Elemen 0 dan 1 adalah dua elemen unik yang ada
di dalam B.
 Elemen 0 disebut elemen zero.
 Elemen 1 disebut elemen unit.
 Operator + disebut operator penjumlahan.
 Operator . disebut operator perkalian.
 Operator ‘ disebut operator komplemen.
Perbedaan Aljabar Boolean dengan Aljabar
biasa untuk aritmetika bilangan riil:

1.Hukum distributif yang pertama,


a.(b+c) = (a.b) + (a.c)
Hukum distributif yang kedua,
a+(b.c) = (a+b) . (a+c), benar untuk aljabar
boolean tetapi tidak benar untuk aljabar biasa.
2.Aljabar Boolean tidak memiliki kebalikan
perkalian dan kebalikan penjumlahan, karena itu
tidak ada operasi pembagian dan pengurangan.
3.Aksioma nomor 4 mendefinisikan operator
komplemen yang tidak ada pada aljabar biasa.
4.Aljabar biasa memperlakukan himpunan
bilangan riil dengan elemen yang tidak berhingga
banyaknya. Sedangkan Aljabar Boolean
memperlakukan himpunan elemen B yang
sampai sekarang belum didefinisikan, tetapi pada
aljabar Boolean 2 nilai, B didefinisikan sebagai
himpunan dengan hanya dua nilai, 0 dan 1.
Contoh 7.1

Misalkan :
B = { 1, 2, 5, 7, 10, 14, 35, 70 } adalah pembagi dari 70

Pertanyaan :

Tunjukkan cara membentuk B menjadi sebuah aljabar Boolean!

Penyelesaian :
Elemen-elemen himpunan B sudah didefinisikan. Sekarang
kita tentukan kaidah operasi untuk operator +, · , dan ‘.
Selanjutnya kita definisikan :

a + b = KPK (a,b)
a . b = PBB (a,b)
a’ = 70/a

Selanjutnya kita harus menunjukkan bahwa B memenuhi


Postulat Huntington.
1. Identitas
i) a + 1 = KPK (a,1) = a
ii) a . 70 = PBB (a,70) = a
1 adalah elemen identitas (elemen zero) untuk
operasi penjumlahan.
Sedangkan 70 adalah elemen identitas untuk
operasi perkalian (elemen unit)

2. Komutatif
i) a + b = b + a = KPK ( a,b)
ii) a . b = b . a = PBB ( a,b)
3. Distributif (gunakan contoh nilai)

i) 10.(5+7) = PBB (10,KPK (5,7)= PBB(10,35) = 5

(10.5)+(10.7)= KPK(PBB(10,5),PBB(10,7)= KPK(5,1) = 5

ii) 10 +(5.7) = KPK(10,PBB(5,7) = KPK(10,1) = 10

(10+5).(10+7) =PBB(KPK(10,5),KPK(10,7)=PBB(10,70)= 10
4. Komplemen
i) a + a’ = KPK (a,70/a) = 70
ii) a.a’ = PBB(a,70/a) = 1
2. Aljabar Boolean Dua Nilai

 Pada aljabar Boolean terhingga, banyaknya anggota B


terbatas, tetapi paling sedikit beranggotakan dua buah
elemen karena di dalam B harus terdapat dua elemen
yang berbeda.
 Aljabar Boolean dua nilai didefinisikan pada sebuah
himpunan B dengan 2 buah elemen 0 dan 1
(dinamakan bit – singkatan dari binary digit), yaitu
B = {0,1}, operator biner, +, dan . , operator uner,’ .
Tabel Operator
a b a.b a b a +b a a’
0 0 0 0 0 0 0 1
0 1 0 0 1 1 1 0
1 0 0 1 0 1
1 1 1 1 1 1
Selain secara aljabar, fungsi Boolean juga dapat dinyatakan
dengan tabel kebenaran dan dengan rangkaian logika.
Untuk fungsi Boolean dengan n buah peubah, kombinasi dari
nilai peubahnya adalah sebanyak 2n.
Misalkan n = 2, maka akan terdapat 22 = 4 baris tabel.
Misalkan n = 3, maka akan terdapat 23 = 8 baris tabel.
Tabel 7.4

a b c b+c a . (b + c) a . b a . c (a . b) + (a . c)
0 0 0 0 0 0 0 0
0 0 1 1 0 0 0 0
0 1 0 1 0 0 0 0
0 1 1 1 0 0 0 0
1 0 0 0 0 0 0 0
1 0 1 1 1 0 1 1
1 1 0 1 1 1 0 1
1 1 1 1 1 1 1 1
3. Ekspresi Boolean

 Definisi :
 Misalkan (B, +, .,’,0,1) adalah sebuah aljabar Boolean.
Suatu ekspresi Boolean dalam (B, +, .,’) adalah :
1. Setiap elemen di dalam B
2. Setiap peubah
3. Jika e1 dan e2 adalah ekspresi Boolean,
maka e1 + e2 ; e1 · e2 ; e1’ adalah ekspresi Boolean.
Menurut definisi 7.2,

0
1
a
b
c
a+b
a .b
a’. (b+c)
a . b’+ a . b . c’+ b’

Adalah ekspresi Boolean.


Peubah Boolean

 Peubah (variabel) x disebut peubah Boolean atau


peubah biner jika nilainya hanya dari B.
 Ekspresi Boolean yang mengandung n peubah
dinamakan ekspresi Boolean bagi n peubah.
 Dua ekspresi Boolean dikatakan ekivalen jika
keduanya mempunyai nilai yang sama untuk
setiap pemberian nilai-nilai kepada n peubah.
Contoh 7.2
Perlihatkan bahwa a + a’b = a + b

a b a’ a’b a+a’b a+b


0 0 1 0 0 0
0 1 1 1 1 1
1 0 0 0 1 1
1 1 0 0 1 1
Perjanjian penulisan ekspresi Boolean

 Selain menggunakan tanda kurung, operator ‘


mempunyai prioritas lebih tinggi daripada
operator + dan .
 Untuk menyederhanakan tulisan, notasi . boleh
tidak dituliskan , jadi a.b ditulis ab saja.
4. Prinsip Dualitas
 Definisi :
 Misalkan S adalah kesamaan (identity) didalam Aljabar Boolean
yang melibatkan operator + , . , dan komplemen, maka jika
pernyataan S* diperoleh dengan cara mengganti ;
. dengan +
+ dengan .
0 dengan 1
1 dengan 0
dan membiarkan operator komplemen tetap apa adanya, maka
kesamaan S* juga benar.
S* disebut sebagai dual dari S.
Contoh 7.3
Tentukan dual dari

(i) a+0=a
a.1=a
(ii) (a . 1)(0 + a’) = 0
(a + 0)+(1 . a’) = 1
(iii) a(a’+ b) = ab
a + a’b = a + b
(iv) (a + b)(b + c) = ac + b
ab + bc = (a + c)b
(v) (a + 1)(a + 0) = a
(a . 0)+(a . 1) = a
5. Hukum-Hukum Aljabar Boolean

1 Hukum Identitas (i) a + 0 = a


(ii) a . 1 = a
2 Hukum Idempoten (i) a + a = a
(ii) a . a = a
3 Hukum Komplemen (i) a + a’ = 1
(ii) a . a’ = 0
4 Hukum Dominasi (i) a + 1 = 1
(ii) a . 0 = 0
5 Hukum Involusi (i) ( a’)’ = a
6 Hukum (i) a + ab = a
penyerapan (ii) a ( a + b) = 0
7 Hukum Komutatif (i) a+b=b+a
(ii) ab =ba
8 Hukum Asosiatif (i) a +(b + c) = (a+b)
(ii) +c
a (bc) = (ab) c
9 Hukum distributif (i) a +(b c) = (a+b) (a + c)
(ii) a (b + c) = (ab) +(ac)
10 Hukum De Morgan (i) (a +b )’ = a’.b’
(ii) (a b)’ = a’ + b’
11 Hukum 0 / 1 (i) 0’ = 1
(ii) 1’ = 0
Hukum-hukum aljabar Boolean dapat diperoleh dari hukum-
hukum himpunan maupun logika dengan cara mempertukarkan
tanda-tanda disamping.

 dengan +  dengan +
 dengan .  dengan .
U dengan 1 T dengan 1
 dengan 0 F dengan 0
Hukum ke ii dari setiap hukum diatas merupakan
dual dari hukum ke i

Hukum Komutatif (i) a+b=b+a


dualnya (ii) ab =ba
Hukum Asosiatif (i) a +(b + c) = (a+b)+c
dualnya (ii) a (bc) = (ab) c
Hukum distributif (i) a +(b c) = (a+b) (a + c)
dualnya (ii) a (b + c) = (ab) +(ac)
(2i)
a + a = (a + a)(1) (hukum Identitas)
= (a + a)(a + a’) (hukum Komplemen)
= a + aa’ (hukum Distributif)
=a+0 (hukum Komplemen)
=a (hukum Identitas)

(2ii)
aa = aa + 0 (hukum Identitas)
= aa + aa’ (hukum Komplemen)
= a(a + a’) (hukum Distributif)
=a.1 (hukum Komplemen)
=a (hukum Identitas)

(2ii adalah dual dari 2i)


Contoh 7.4
Buktikan bahwa untuk sembarang elemen a dan b dari aljabar Boolean
maka kesamaan berikut
a+a’b = a+b dan a(a’+b) = ab
Adalah benar.

(i) a + a’b = (a + ab)+ a’b (hukum Penyerapan)


= a +(ab + a’b) (hukum Asosiatif)
= a + (a + a’)b (hukum Distributif)
=a+1.b (hukum Komplemen)
=a+b (hukum Identitas)

(ii) a(a’ + b) = aa’ + ab (hukum Distributif)


= 0 + ab (hukum Komplemen)
= ab (hukum Identitas)
Pertemuan ke 18
6. Fungsi Boolean

 Definisi :
Fungsi Boolean disebut juga fungsi biner adalah
pemetaan dari Bn ke B melalui ekspresi Boolean.
f : Bn  B
Yang dalam hal ini Bn adalah himpunan yang
beranggotakan pasangan terurut ganda-n
(ordered n-tuple) di dalam daerah asal B.
Misalkan sebuah fungsi Boolean adalah f(x,y,z) = xyz+x’y+y’z.
Fungsi f memetakan nilai-nilai pasangan terurut ganda-3 (x,y,z)
ke himpunan {0,1}.
Contoh pasangan terurut ganda-3 misalnya (1,0,1) yang berarti x = 1,
y = 0, z = 1 sehingga f(1,0,1) = 1.0.1+1’.0+0’.1 = 0+0+1 = 1.
Contoh-contoh Fungsi Boolean

1. f(x) = x
2. f(x,y) = x’y + xy’ + y’
3. f(x,y) = x’y’
4. f(x,y) = (x + y)’
5. f(x,y,z) = xyz’
Setiap peubah didalam fungsi Boolean, termasuk
dalam bentuk komplemennya disebut literal.
Fungsi h(x,y,z) = xyz’ pada contoh terdiri dari 3 buah literal, yaitu
x, y dan z’. Fungsi tersebut berharga 1 jika x = 1, y = 1 dan z = 0, sebab
h(1,1,0) = 1.1.0’ = (1.1).1 = 1
Selain secara aljabar, fungsi Boolean juga dapat dinyatakan
dengan tabel kebenaran dan dengan rangkaian logika.
Untuk fungsi Boolean dengan n buah peubah, kombinasi dari
nilai peubahnya adalah sebanyak 2n.
Misalkan n = 3, maka akan terdapat 23 = 8 baris tabel.
4 peubah
w x y z
3 peubah 0 0 0 0
0 0 0 1
2 peubah x y z 0 0 1 0
0 0 0 0 0 1 1
x y 0 1 0 0
0 0 1
0 0 0 1 0
0 1 0 1
0 1 1 0
0 1 0 1 1 0 1 1 1
1 0 0
1 0 1 0 0 0
1 0 1 1 0 0 1
1 1 1 1 0 1 0 1 0
1 0 1 1
1 1 1
1 1 0 0
1 1 0 1
1 1 1 0
1 1 1 1
Contoh 7.5

Diketahui fungsi Boolean f(x,y,z) = xyz’, nyatakan h dalam


tabel kebenaran.
x y z f(x,y,z) = xy z’
0 0 0 0
0 0 1 0
0 1 0 0
0 1 1 0
1 0 0 0
1 0 1 0
1 1 0 1
1 1 1 0
7. Penjumlahan dan Perkalian Dua Fungsi

 Misalkan f dan g adalah dua buah fungsi Boolean


dengan n peubah, maka penjumlahan f + g
didefinisikan sebagai :
(f+g)(x1+ x2+… +xn)= f(x1+ x2+… +xn) + g(x1+ x2+… +xn)
Sedangkan perkalian f.g didefinisikan sebagai :
(f.g)(x1+ x2+… +xn)= f(x1+ x2+… +xn) g(x1+ x2+… +xn)
Contoh 7.6

Misalkan f(x,y) = xy’+y dan g(x,y) = x’+y’ maka


h(x,y) = f+g = xy’+y + x’+y’
yang bila disederhanakan lebih lanjut menjadi
h(x,y) = xy’+x’+(y+y’)
= xy’+x’+1
=1 (hukum dominansi ii  berapapun +1 =1)

Dan i(x,y) = f.g = (xy’+y)(x’+y’)


8. Komplemen Fungsi

 Bila sebuah fungsi dikomplemenkan, maka


akan diperoleh fungsi komplemen.
 Fungsi komplemen berguna pada saat
melakukan penyederhanaan fungsi Boolean.
 Fungsi komplemen dari suatu fungsi f dapat
dicari dengan 2 cara, yaitu :
1. Menggunakan Hukum De Morgan.
2. Menggunakan prinsip Dualitas.
Cara pertama : menggunakan hukum De Morgan
hukum De Morgan untuk dua peubah x1 dan x2
(i) (x1+x2)’ = x1’. x2’ dan dualnya (ii) (x1. x2)’ = x1’+x2’
hukum De Morgan untuk tiga peubah x1, x2 dan x3
(i) (x1+x2+x3)’ = (x1+y)’ yang dalam hal ini y = x2+x3
= x1’. y’
= x1’(x2+x3)’
= x1’. x2’. x3’
Contoh 7.7
Misalkan f(x,y,z) = x(y’z’+yz), maka fungsi komplemennya adalah

f(x,y,z) = (x(y’z’+yz))’
= x’+(y’z’+yz)’
= x’+(y’z’)’. (yz)’
= x’+(y+z)(y’+z’)
Cara kedua : menggunakan prinsip dualitas.

Contoh 7.8
Misalkan f(x,y,z) = x(y’z’+yz), maka dual dari ekspresi Booleannya adalah
= x+(y’+z’)(y+z)

komplemen tiap literal dari dual diatas menjadi


= x’+(y+z)(y’+z’)

Jadi f ‘(x,y,z) = x’+(y+z)(y’+z’)


9. Bentuk Kanonik

 Ekspresi Boolean yang menspesifikasikan suatu fungsi dapat


disajikan dalam dua bentuk berbeda, yaitu :
1. Penjumlahan dari hasil kali
(sum- of-product atau SOP)
f(x,y,z) = x’y’z + xy’z’ + xyz

2. Perkalian dari hasil jumlah


(product- of- sum atau POS)
g(x,y,z) = (x+y+z) (x+y’+z) (x+y’+z’) (x’+y+z’) (x’+y’+z)
Bentuk suku ( term)

 Setiap suku di dalam ekspresi mengandung


literal yang lengkap dalam peubah, x, y, z, baik
peubahnya tanpa komplemen maupun dengan
komplemen.
 Ada 2 macam bentuk suku, yaitu minterm (hasil
kali) dan maxterm ( hasil jumlah).
Minterm dan Maxterm

Suku-suku di dalam ekspresi Boolean dengan n


peubah x1, x2,… ,xn , dikatakan minterm jika suku
tersebut muncul dalam bentuk :
x 1 x 2 ....x n
dan dikatakan maxterm jika muncul dalam bentuk:

x1  x 2  ....  x n
Cara membentuk Minterm dan Maxterm

 Untuk minterm setiap peubah yang bernilai 0


dinyatakan dalam bentuk komplemen.
 Untuk maxterm setiap peubah yang bernilai 0
dinyatakan tanpa komplemen.
 Minterm dilambangkan dengan huruf m berindeks.
 Maxterm dilambangkan dengan huruf M berindeks.
Tabel kebenaran
minterm dan maxterm 2 peubah.

x y Minterm Maxterm
Suku Lambang Suku Lambang
0 0 x’y’ m0 x+y M0
0 1 x’y m1 x + y’ M1
1 0 xy’ m2 x’ + y M2
1 1 xy m x ’+ y’ M
3 3
Tabel kebenaran
minterm dan maxterm 3 peubah
Minterm Maxterm
x y z Suku Lambang Suku Lambang

0 0 0 x’y’z’ m0 x+y+z M0
0 0 1 x’y’z m1 x+y+z’ M1
0 1 0 x’yz’ m2 x+y’+z M2
0 1 1 x’yz m3 x+y’+z’ M3
1 0 0 xy’z’ m4 x’+y+z M4
1 0 1 xy’z m5 x’+y+z’ M5
1 1 0 xyz’ m6 x’+y’+z M6
Jika diberikan sebuah tabel kebenaran, kita dapat membentuk
fungsi Boolean dalam bentuk kanonik (SOP atau POS) dari
tabel tersebut dengan cara mengambil minterm atau maxterm
dari setiap nilai fungsi yang bernilai 1 (untuk SOP) atau
0 (untuk POS)
Contoh 7.10
Tinjau fungsi Boolean yang dinyatakan oleh tabel 7.10 dibawah ini.
Nyatakan fungsi tersebut dalam bentuk kanonik SOP dan POS.
Tabel 7.10
x y z f(x,y,z)
0 0 0 0
0 0 1 1
0 1 0 0
0 1 1 0
1 0 0 1
1 0 1 0
1 1 0 0
1 1 1 1
Penyelesaian :

(a) SOP

Kombinasi nilai-nilai peubah yang menghasilkan nilai fungsi


sama dengan 1 adalah 001, 100 dan 111, maka fungsi Booleannya
dalam bentuk kanonik SOP adalah

f(x,y,z) = x’y’z + xy’z’ + xyz

atau dengan menggunakan lambang minterm,

f(x,y,z) = m1 + m4 + m7 = ∑(1,4,7)
Penyelesaian :

(b) POS

Kombinasi nilai-nilai peubah yang menghasilkan nilai fungsi


sama dengan 0 adalah 000, 010, 011, 101 dan 110, maka fungsi
Booleannya dalam bentuk kanonik POS adalah

f(x,y,z) = (x+y+z) (x+y’+z) (x+y’+z’) (x’+y+z’) (x’+y’+z)

atau dengan menggunakan lambang maxterm,

f(x,y,z) = M0 M2 M3 M5 M6 = ∏(0,2,3,5,6)
Contoh 7.11
Nyatakan fungsi Boolean f(x,y,z) = x + y’z dalam bentuk kanonik SOP
dan POS.

Penyelesaian :

(a) SOP
Kita harus melengkapi terlebih dahulu literal untuk setiap suku agar
jumlahnya sama.
x = x.1
= x(y+y’)
= xy + xy’
= xy(z+z’) + xy’(z+z’)
= xyz + xyz’ + xy’z + xy’z’
y’z = y’z(x+x’)
= xy’z + x’y’z
Jadi f(x,y,z) = x + y’z
= xyz + xyz’ + xy’z + xy’z’ + xy’z + x’y’z
= x’y’z + xy’z’ + xy’z + xyz’ + xyz

atau f(x,y,z) = m1 + m4 + m5 + m6 + m7 = ∑(1,4,5,6,7)

(b) POS

f(x,y,z) = x + y’z
= (x+y’)(x+z) (distributif)

kita harus melengkapi terlebih dahulu literal pada setiap suku agar
jumlahnya sama
x+y’ = x+y’+0
= x+y’+zz’
= (x+y’) + zz’
= (x+y’+z)(x+y’+z’)

x+z = x+z+0
= x+z+yy’
= (x+z) + yy’
= (x+y+z)(x+y’+z)

Jadi f(x,y,z) = (x+y’+z) (x+y’+z’) (x+y+z) (x+y’+z)


= (x+y+z) (x+y’+z) (x+y’+z’)

atau f(x,y,z) = M0 M2 M3 = ∏(0,2,3)


10. Konversi Antar Bentuk Kanonik

 Fungsi Boolean dalam bentuk kanonik SOP dapat ditransformasi


ke bentuk kanonik POS, demikian pula sebaliknya.
 Misalkan f adalah fungsi Boolean dalam bentuk SOP dengan tiga
peubah :

f(x,y,z) = ∑(1,4,5,6,7)

dan f’ adalah fungsi komplemen dari f,

f’(x,y,z) = ∑(0,2,3) = m0 + m2 + m3
Dengan menggunakan hukum De Morgan, kita dapat memperoleh
fungsi f dalam bentuk POS :

f’(x,y,z) = (f’(x,y,z))’ = (m0 + m2 + m3)’


= m0’ . m2’ . m3’
= (x’y’z’)’.(x’yz’)’.(x’yz)’
= (x+y+z)(x+y’+z)(x+y’+z’)
= M0 M 2 M 3
= ∏(0,2,3)

jadi f(x,y,z) = ∑(1,4,5,6,7) = ∏(0,2,3)

Kesimpulan :
mj’ = Mj
11. Bentuk Baku

 Bentuk baku ( standard) adalah cara lain untuk


mengekspresikan fungsi Boolean.
 Dua tipe bentuk baku adalah bentuk baku SOP
dan bentuk baku POS.
 Contohnya :
f(x,y,z) = y’ + xy + x’yz SOP
f(x,y,z) = x ( y’ + z ) ( x’ + y + z’) POS
Perbedaan antara bentuk kanonik dan
bentuk baku.

 Pada bentuk kanonik setiap term harus


mengandung literal yang lengkap, sedangkan
pada bentuk baku setiap term tidak harus
mengandung literal lengkap.
12. Aplikasi Aljabar Boolean
Aljabar Boolean memiliki aplikasi yang luas dalam bidang keteknikan,
antara lain di bidang jaringan pensaklaran dan rangkaian digital.
Jaringan Pensaklaran (Switching Network)

a x b
Keluaran b ada jika dan hanya jika saklar x ditutup  x

a x y b

Keluaran b ada jika dan hanya jika x dan y keduanya ditutup  xy


a x
c
b y

Keluaran c ada jika dan hanya jika x atau y ditutup  x + y


Sirkuit Elektronik
Komputer dan peralatan elektronik lain dibuat dari sejumlah rangkaian
atau sirkuit (circuit).
Elemen dasar dari sirkuit adalah gerbang (gate). Sirkuit elektronik
dimodelkan dengan sejumlah gerbang logika (logic gate).

x x
xy x+y x x’
y y

Gerbang AND dua-masukan Gerbang OR dua-masukan Gerbang NOT (inverter)


Cara pertama Contoh 7.17 :
x xy
y
Nyatakan fungsi f(x,y,z) = xy+x’y
xy+x’y kedalam rangkaian logika.
x’
x
y x’y
Cara kedua
x
y

Cara ketiga

x y
x x
(xy) ’ (x+y)’
y y

Gerbang NAND Gerbang NOR

x x (x  y)’
xy y
y
Gerbang XOR Gerbang XNOR

Keempat gerbang di atas merupakan kombinasi dari gerbang-gerbang dasar,


misalnya gerbang NOR disusun oleh kombinasi gerbang OR dan gerbang NOT
x ekivalen x x+y
(x+y)’ (x+y)’
y dengan y

Dengan menggunakan hukum De Morgan, kita juga dapat membuat gerbang logika
yang ekivalen dengan gerbang NOR dan NAND diatas.

x’ ekivalen x
xy
' ’
dengan (x+y)’
y’ y

x’y’ ↔ (x+y)’
13. Penyederhanaan Fungsi Boolean

 Menyederhanakan fungsi Boolean artinya


mencari bentuk fungsi lain yang ekivalen.
 Penyederhanaan fungsi Boolean disebut juga
minimisasi fungsi.
f(x,y) = x’y+xy’+y’ dapat disederhanakan menjadi f(x,y) = x’+y’
Terdapat 3 metode yang dapat digunakan untuk
menyederhanakan fungsi Boolean :

 Secara Aljabar, menggunakan hukum-hukum


Aljabar Boolean.
 Metode Peta Karnaugh.
 Metode Quine –McCluskey (metode tabulasi)
Penyederhanaan Fungsi Boolean
Secara Aljabar
Contoh 7.18 :
Sederhanakan fungsi-fungsi Boolean berikut ini :

(a) f(x,y) = x + x’y


(b) f(x,y) = x(x’+y)
(c) f(x,y,z) = x’y’z + x’yz + xy’
(d) f(x,y,z) = xz’+ y’z + xyz’
(e) f(x,y,z) = (x+z’)(y’+z)(x+y+z’)

Penyelesaian :
(a) f(x,y) = x + x’y
= (x+x’)(x+y) (hukum distributif)
= 1. (x+y) (hukum komplemen)
= x+y (hukum identitas)

(b) f(x,y) = x(x’+y)


= xx’+xy (hukum distributif)
= 0+xy (hukum komplemen)
= xy (hukum identitas)

(d) f(x,y,z) = xz’+ y’z + xyz’


= xz’.1+y’z+xyz’ (hukum identitas)
= xz’.1+xyz’+y’z
= xz’(1+y)+y’z (hukum distributif)
= xz’.1+y’z
= xz’+y’z
Metode Peta Karnaugh

Metode Peta Karnaugh (atau K-map) merupakan metode grafis untuk


menyederhanakan fungsi Boolean.
Tiap kotak merepresentasikan sebuah minterm.
Tiap kotak dikatakan bertetangga jika minterm-minterm yang
merepresentasikannya berbeda hanya 1 buah literal.
Metode Peta Karnaugh dengan
Dua Peubah
Misalkan 2 peubah di dalam fungsi Boolean adalah x dan y.
Baris pada peta Karnaugh untuk peubah x dan kolom untuk peubah y
Baris pertama diidentifikasikan nilai 0 (menyatakan x’)
Baris kedua diidentifikasikan nilai 1 (menyatakan x)
Kolom pertama diidentifikasikan nilai 0 (menyatakan y’)
Kolom kedua diidentifikasikan nilai 1 (menyatakan y)
y
0 1 y’ y
m0 m1 0 x y
’ '
x’y x’ x y
’ '
x’y
x
m2 m3 1 xy ’
xy x xy’ xy
Penyajian 1 Penyajian 2 Penyajian 3
Metode Peta Karnaugh dengan
Dua Peubah

y
0 1

0 x ’y ' x ’y
x
1 xy’ xy
Peta Karnaugh dapat dianggap sebagai diagram Venn,
x diwakili oleh titik-titik pada baris pertama dan
y diwakili oleh titik-titik pada kolom kedua

y y
0 1 0 1
0 x’y' x’y 0 x y
’ '
x’y
x x
1 xy’ xy 1 xy’ xy
x diarsir y diarsir
Contoh 7.19 :
Gambarkan peta Karnaugh untuk f(x,y) = xy + x’y
y
0 1
0 0 1
x
1 0 1

Peubah tanpa komplemen dinyatakan sebagai 1 dan peubah dengan komplemen


dinyatakan sebagai 0, sehingga xy dinyatakan sebagai 11 dan x’y sebagai 01.
Kotak-kotak yang merepresentasikan minterm 11 dan 01 diisi dengan 1,
sedangkan kotak-kotak yang tidak terpakai diisi dengan 0
Contoh 7.20 :
y
x y f(x,y) 0 1
0 0 0 0 0 0
0 1 0 x
1 1 1
1 0 1
1 1 1

Tinjau hanya nilai fungsi yang memberikan 1


f(x,y) = xy’+ xy

Tempatkan 1 didalam kotak untuk kombinasi


nilai x dan y yang bersesuaian (dalam hal ini
10 dan 11)
Metode Peta Karnaugh dengan
Tiga Peubah

Untuk fungsi Boolean dengan tiga peubah (x,y,z) jumlah kotak didalam
peta Karnaugh meningkat menjadi 23 = 8
yz
00 01 11 10
m0 m1 m3 m2 0 x‘y‘z' x‘y’z x‘yz x‘yz’
x
m4 m5 m7 m6 1 xy z
‘ ’
xy ‘
z xyz xyz ’
Metode Peta Karnaugh dengan
Tiga Peubah

yz
00 01 11 10
0 x‘y‘z' x‘y’z x‘yz x‘yz’
x
1 xy‘z’ xy‘z xyz xyz’
Contoh 7.21 :
Gambarkan peta Karnaugh untuk f(x,y,z) = x’yz’ + xyz’ + xyz

x’yz’  dalam bentuk biner : 010


xyz’  dalam bentuk biner : 110 yz
xyz  dalam bentuk biner : 111 00 01 11 10
0 0 0 0 1
x
1 0 0 1 1

Kotak-kotak yang merepresentasikan minterm 010, 110 dan 111 diisi dengan 1,
sedangkan kotak-kotak yang tidak terpakai diisi dengan 0
Contoh 7.22 : Gambarkan peta Karnaugh untuk f(x,y,z) = xz’ + y
(i) xz’
x  semua kotak pada baris ke-2
z’ semua kotak pada kolom ke-1 dan kolom ke-4

yz
00 01 11 10
0
x
1 1 1

xz’ = xy’z’ + xyz’


Contoh 7.22 :
(ii) y  semua kotak pada kolom (iii) Gabungkan (i) dan (ii) dan isikan
ke-3 dan kolom ke-4 kotak yang kosong dengan 0
f(x,y,z) = xz’ + y

yz yz
00 01 11 10 00 01 11 10
0 1 1 0 0 0 1 1
x x
1 1 1 1 1 0 1 1
y
xz’ + y
Contoh 7.23 : Diberikan fungsi Boolean yang
direpresentasikan dengan tabel kebenaran.
Petakan fungsi tersebut ke peta Karnaugh.
x y z f(x,y,z)
0 0 0 0 Tinjau hanya nilai fungsi yang memberikan 1
f(x,y) = x’y’z + xy’z’ + xy’z + xyz
0 0 1 1
0 1 0 0 Tempatkan 1 didalam kotak untuk kombinasi
nilai x dan y yang bersesuaian (dalam hal ini
0 1 1 0 001, 100, 101, dan 111)
1 0 0 1
yz
1 0 1 1
00 01 11 10
1 1 0 0
0 0 1 0 0
1 1 1 1 x
1 1 1 1 0
Metode Peta Karnaugh dengan
Empat Peubah

Untuk fungsi Boolean dengan empat peubah (w,x,y,z) jumlah kotak


didalam peta Karnaugh meningkat menjadi 24 = 16
yz
00 01 11 10
m0 m1 m3 m2 00 w’x ’
y’z’ w’x’y’z w’x’yz w’x’yz’

m4 m5 m7 m6 01 w’xy’z’ w’xy’z w’xyz w’xyz’


wx
m12 m13 m15 m14 11 wxy’z’ wxy’z wxyz wxyz’

m8 m9 m11 m10 10 wx’y’z’ wx’y’z wx’yz wx’yz’


yz
00 01 11 10
00 w’x’y’z’ w’x’y’z w’x’yz w’x’yz’

01 w’xy’z’ w’xy’z w’xyz w’xyz’


wx
11 wxy’z’ wxy’z wxyz wxyz’

10 wx’y’z’ wx’y’z wx’yz wx’yz’


Contoh 7.24 :
w x y z f(w,x,y,z)
0 0 0 0 0 Diberikan fungsi Boolean yang
0 0 0 1 1 direpresentasikan dengan tabel kebenaran.
0 0 1 0 0 Petakan fungsi tersebut ke peta Karnaugh.
0 0 1 1 0
0 1 0 0 0
0 1 0 1 0
f(w,x,y,z) = w’x’y’z+w’xyz’+w’xyz+wxyz’
0 1 1 0 1
yz
0 1 1 1 1
wx 00 01 11 10
1 0 0 0 0
1 0 0 1 0
00 0 1 0 0
1 0 1 0 0 01 0 0 1 1
1 0 1 1 0
1 1 0 0 0 11 0 0 0 1
1 1 0 1 0
10 0 0 0 0
1 1 1 0 1
1 1 1 1 0
Contoh 7.25 : (Pasangan)
Sebelum disederhanakan , 2 buah term dalam lingkaran
f(w,x,y,z) = wxyz + wxyz’

yz
wx 00 01 11 10 Bukti secara aljabar :
00 0 0 0 0 f(w,x,y,z) = wxyz + wxyz’
01 0 0 0 0 = wxy( z+z’ )
= wxy(1)
11 0 0 1 1 = wxy
10 0 0 0 0

f(w,x,y,z) = wxy
Contoh 7.26 : (Kuad)
Sebelum disederhanakan , 4 buah term dalam lingkaran
f(w,x,y,z) = wxy’z’+wxy’z+wxyz+wxyz’

yz yz
wx 00 01 11 10 wx 00 01 11 10
00 0 0 0 0 00 0 0 0 0

01 0 0 0 0 01 0 0 0 0
11 1 1 1 1 11 1 1 1 1
10 0 0 0 0 10 0 0 0 0

f(w,x,y,z) = wx f(w,x,y,z) = wxy’+wxy


= wx(y’+y)
= wx(1)
= wx
Sebelum disederhanakan , 4 buah term dalam lingkaran
f(w,x,y,z) = wxy’z’+wxy’z+wx’y’z’+wx’y’z

yz
wx 00 01 11 10
00 0 0 0 0 Suku-suku pada kotak yang dilingkari
memiliki literal yang sama, yaitu w dan y’
01 0 0 0 0
(ditandai dengan angka 1 dan 0 yang dicetak
11 1 1 0 0 tebal)
f(w,x,y,z) = wy’
10 1 1 0 0

f(w,x,y,z) = wy’
Contoh 7.27 : (Oktet)

8 buah term menyatakan fungsi


f(w,x,y,z) = wxy’z’+wxy’z+wxyz’+wxy’z+wx’y’z’+wx’y’z+wx’yz+wx’yz’

yz yz
wx 00 01 11 10 wx 00 01 11 10
00 0 0 0 0 00 0 0 0 0

01 0 0 0 0 01 0 0 0 0
11 1 1 1 1 11 1 1 1 1
10 1 1 1 1 10 1 1 1 1

Suku-suku pada kotak yang dilingkari f(w,x,y,z) = wy’+wy


memiliki literal yang sama, yaitu w = w ( y’+y )
(ditandai dengan angka 1 yang dicetak tebal) =w
f(w,x,y,z) = w
Contoh 7.28 :

yz
wx 00 01 11 10
00 0 1 1 1

01 0 0 0 1
11 1 1 0 1
10 1 1 0 1

Fungsi Boolean hasil penyederhanaan : f(w,x,y,z) = wy’ + yz’ + w’x’z


Contoh 7.29 :
Minimisasi fungsi Boolean
f(w,x,y,z) = z + xy + wx’y’

yz yz
wx 00 01 11 10 wx 00 01 11 10
00 0 1 1 0 00 0 1 1 0

01 0 1 1 1 01 0 1 1 1
11 0 1 1 1 11 0 1 1 1
10 1 1 1 0 10 1 1 1 0

Hasil penyederhanaan : f(w,x,y,z) = z + xy + wx’y’ jumlah literal = 6

Hasil penyederhanaan : f(w,x,y,z) = z + xyz’ + wx’y’z’ jumlah literal = 8


Penggulungan

y’z yz
yz
’ ’
yz

yz yz

y’z’ yz’
x’ x’
x x
(a)
(b)
Contoh 7.30 (penggulungan)
Sederhanakan fungsi Boolean f(x,y,z) = x’yz + xy’z’ + xyz + xyz’

yz
00 01 11 10
x
0 0 0 1 0
1 1 0 1 1

f(x,y,z) = yz + xy’z’ + xyz’

f(x,y,z) = yz + xz’
Kelompok Berlebihan

Jika pengelompokan 1 tidak dilakukan secara hati-hati,


maka ada kemungkinan kita membuat kelompok 1 yang
tidak perlu.
Pengelompokan yang berlebihan (redundan) ini
menghasilkan fungsi Boolean dengan term yang tidak perlu.
Contoh 7.31 :
Sederhanakan fungsi Boolean

yz yz
wx 00 01 11 10 wx 00 01 11 10
00 0 0 0 0 00 0 0 0 0

01 0 1 0 0 01 0 1 0 0

11 0 1 1 0 11 0 1 1 0

10 0 0 1 0 10 0 0 1 0

f(w,x,y,z) = xy’z + wxz + wyz f(w,x,y,z) = xy’z + wyz


Bentuk baku SOP : kelompok 1
Contoh 7.32 :
yz
00 01 11 10
x
x y z f(x,y,z) 0 0 1 1 0
0 0 0 0 1 0 0 1
1
0 0 1 1
Fungsi minimasi : f(x,y,z) = x’z + xz’
0 1 0 0
0 1 1 1 Bentuk baku POS : kelompok 0
1 0 0 1
1 0 1 0 yz
00 01 11 10
x
1 1 0 1 0 0 1 1 0
1 1 1 0 1 0 0 1
1

Fungsi minimasi : f(x,y,z) = (x’ + z’) (x + z)


Contoh 7.33 :
Minimisasi fungsi Boolean f(x,y,z) = x’z + x’y + xy’z + yz

yz
00 01 11 10
x
0 0 1 1 1
1 0 1 1 0

Fungsi minimasi : f(x,y,z) = z + x’y


Contoh 7.34 :
Minimisasi fungsi Boolean f(x,y,z) = ∑(0,2,4,5,6)

yz
00 01 11 10
x
0 1 0 0 1
1 1 1 0 1

Hasil penyederhanaan : f(x,y,z) = z’ + xy’


Metode Peta Karnaugh dengan
Lima Peubah
Peta Karnaugh untuk lima peubah dibuat dengan anggapan ada dua buah
peta empat peubah yang disambungkan.

xyz
vw 000 001 011 010 110 111 101 100
00 m0 m1 m3 m2 m6 m7 m5 m4
01 m m9 m11 m10 m14 m15 m13 m12
8
11
m24 m25 m27 m26 m30 m31 m29 m28
10
m16 m17 m19 m18 m22 m23 m21 m20

Garis pencerminan
Metode Peta Karnaugh dengan
Lima Peubah
xyz
vw 000 001 011 010 110 111 101 100
00 m0 m1 m3 m2 m6 m7 m5 m4
01 m8 m9 m11 m10 m14 m15 m13 m12
11 m24 m25 m27 m26 m30 m31 m29 m28

10 m16 m17 m19 m18 m22 m23 m21 m20

Garis pencerminan
Contoh 7.42 :
Carilah fungsi sederhana dari
f(v,w,x,y,z) = ∑(0,2,4,6,9,11,13,15,17,21,25,27,29,31)
xyz
vw 000 001 011 010 110 111 101 100
00 1 1 1 1
01 1 1 1 1
11 1 1 1 1
10 1 1

Fungsi minimisasi f(v,w,x,y,z) = wz + v’w’y’z’ + vy’z + v’w’yz’


= wz + vy’z + v’w’z’ (y’+y)
= wz + vy’z + v’w’z’
Keadaan Don’t Care
w x y z Desimal
0 0 0 0 0
0 0 0 1 1
0 0 1 0 2
0 0 1 1 3
0 1 0 0 4
0 1 0 1 5
0 1 1 0 6
0 1 1 1 7
1 0 0 0 8
1 0 0 1 9
1 0 1 0 X 10
1010 (nilai desimal =
1 0 1 1 X 11 10)
1 1 0 0 X 12 1011 (nilai desimal = 11)
1 1 0 1 X 13 1100 (nilai desimal = 12)
1 1 1 0 X 14 1101 (nilai desimal = 13)
1 1 1 1 X 15 1110 (nilai desimal = 14)
1111 (nilai desimal = 15)
Contoh 7.43 :
Minimisasi fungsi Boolean f(w,x,y,z) = ∑(1,3,7,11,15)
dengan kondisi don’t care adalah d(w,x,y,z) = ∑(0,2,5)

yz
wx 00 01 11 10 Hasil penyederhanaan dalam bentuk SOP
00 x 1 1 x
f(w,x,y,z) = yz + w’z (garis penuh)
01 0 x 1 0
11 0 0 1 0 Hasil penyederhanaan dalam bentuk POS

10 0 0 1 0 f(w,x,y,z) = z (w’ + y) (garis putus-putus)


Contoh 7.44 :
w x y z Desimal
0 0 0 0 1
0 0 0 1 0
0 0 1 0 0
0 0 1 1 1
0 1 0 0 1 yz
0 1 0 1 1 wx 00 01 11 10
0 1 1 0 0 00 1 0 1 0
0 1 1 1 1
1 0 0 0 X 01 1 1 1 0
11 x x x x
1 0 0 1 X
1 0 1 0 X
1 0 1 1 X 10 x x x x
1 1 0 0 X
1 1 0 1 X Hasil penyederhanaan :
1 1 1 0 X f(w,x,y,z) = xz + y’z’ + yz
1 1 1 1 X
Penyederhanaan Rangkaian Logika
Contoh 7.45 :

Minimisasi fungsi Boolean f(x,y,z) = x’yz+ x’yz’+xy’z’ +xy’z

x y z
x’yz

x’yz’

xy‘z’

xy’z
Minimisasi dengan peta Karnaugh adalah sbb:
yz
x 00 01 11 10
0 0 0 1 1
1 1 1 0 0

Fungsi boolean hasil minimisasi adalah f(x,y,z) = x’y + xy’


x y
x’y

x’y + xy‘

xy‘
Hasil minimisasi fungsi hanya membutuhkan 2 buah kawat masukan, x dan y,
dua buah gerbang AND, 2 gerbang NOT dan sebuah gerbang OR
LANGKAH-LANGKAH METODE QUINE-
MC CLUSKEY

1. Nyatakan tiap minterm dalam n peubah


menjadi string bit yang panjangnya n, yang
dalam hal ini peubah komplemen dinyatakan
‘0’, peubah yang bukan komplemen dengan ‘1’
2. Kelompokkan tiap minterm berdasarkan jumlah
‘1’ yang dimilikinya.
LANGKAH-LANGKAH METODE QUINE-
MC CLUSKEY

3. Kombinasikan minterm dalam n peubah dengan


kelompok lain yang jumlah ‘1’nya berbeda
satu, sehingga diperoleh bentuk prima (prime-
implicant) yang terdiri dari n – 1 peubah.
Minterm yang dikombinasikan diberi tanda “”
4. Kombinasikan minterm dalam n-1 peubah
dengan kelompok lain yang jumlah ‘1’nya
berbeda satu, sehingga diperoleh bentuk prima
yang terdiri dari n-2 peubah.
LANGKAH-LANGKAH METODE QUINE-
MC CLUSKEY

5. Teruskan langkah 4 sampai diperoleh bentuk


prima yang sesederhana mungkin.
6. Ambil semua bentuk prima yang tidak bertanda
“”. Buatlah tabel baru yang memperlihatkan
minterm dari ekspresi Boolean semula yang
dicakup oleh bentuk prima tersebut (tandai
dengan “X”. Setiap minterm harus dicakup oleh
paling sedikit satu buah bentuk prima.
LANGKAH-LANGKAH METODE QUINE-
MC CLUSKEY

7. Pilih bentuk prima yang memiliki jumlah literal


paling sedikit, namun mencakup sebanyak
mungkin minterm dari dari ekspresi Boolean
semula. Hal ini dapat dilakukan dengan cara
berikut :
LANGKAH-LANGKAH METODE QUINE-
MC CLUSKEY
a. Tandai kolom-kolom yang mempunyai satu
buah tanda “X” dengan tanda “*”, lalu beri
tanda “” di sebelah kiri bentuk prima yang
berasosiasi dengan tanda “*” tersebut. Bentuk
prima ini telah dipilih untuk fungsi Boolean
sederhana.
b. Untuk setiap bentuk prima yang telah ditandai
dengan “”, beri tanda minterm yang dicakup
oleh semua bentuk prima tsb dengan tanda “”
LANGKAH-LANGKAH METODE QUINE-
MC CLUSKEY

c. Periksa apakah masih ada minterm yang belum


dicakup oleh bentuk prima terpilih. Jika ada,
pilih dari bentuk prima yang tersisa yang
mencakup sebanyak mungkin minterm tersebut.
Beri tanda “” bentuk prima yang dipilih itu
serta minterm yang dicakupnya.
d. Ulangi langkah c sampai seluruh minterm sudah
dicakup oleh semua bentuk prima.
w x y z lambang
0 0 0 0 m0
0 0 0 1 m1
0 0 1 0 m2
0 0 1 1 m3
0 1 0 0 m4
0 1 0 1 m5
0 1 1 0 m6
0 1 1 1 m7
1 0 0 0 m8
1 0 0 1 m9
1 0 1 0 m10
1 0 1 1 m11
1 1 0 0 m12
1 1 0 1 m13
1 1 1 0 m14
Contoh 7.46 : Sederhanakan fungsi Boolean
f(w,x,y,z) = ∑(0,1,2,8,10,11,14,15)
(a)
Term w x y z
0 0 0 0 0

1 0 0 0 1

2 0 0 1 0

8 1 0 0 0

10 1 0 1 0

11 1 0 1 1√
Contoh 7.46 : Sederhanakan fungsi Boolean
f(w,x,y,z) = ∑(0,1,2,8,10,11,14,15)
(a) (b)
Term w x y z Term w x y z
0 0 0 0 0 0,1 0 0 0 -

0,2 0 0 - 0√
1 0 0 0 1 0,8 - 0 0 0√

2 0 0 1 0

8 1 0 0 0 2,10 - 0 1 0√

8,10 1 0 - 0√
10 1 0 1 0

10,11 1 0 1 -√
11 1 0 1 1 √ 10,14 1 - 1 0√
Contoh 7.46 : Sederhanakan fungsi Boolean
f(w,x,y,z) = ∑(0,1,2,8,10,11,14,15)
(a) (b) (c)
Term w x y z Term w x y z Term w x y z
0 0 0 0 0 0,1 0 0 0 - 0,2,8,10 - 0 - 0

0,2 0 0 - 0√ 0,8,2,10 - 0 - 0
1 0 0 0 1 0,8 - 0 0 0√

2 0 0 1 0 10,11,14,15 1 - 1 -

8 1 0 0 0 2,10 - 0 1 0√ 10,14,11,15 1 - 1 -

8,10 1 0 - 0√
10 1 0 1 0

10,11 1 0 1 -√
11 1 0 1 1 √ 10,14 1 - 1 0√
(ii) Langkah 6 dan 7

minterm

Bentuk prima 0 1 2 8 10 11 14 15

√ 0,1 x x

√ 0,2,8,10 x x x x

√ 10,11,14,15 x x x x

* * * * * *

√ √ √ √ √ √ √ √
Bentuk prima yang terpilih adalah

0,1 yang bersesuaian dengan term w’x’y’


0,2,8,10 yang bersesuaian dengan term x’z’
10,11,14,15 yang bersesuaian dengan term wy

Semua bentuk prima di atas sudah mencakup semua minterm dari


fungsi Boolean semula.
Dengan demikian, fungsi Boolean hasil penyederhanaan
adalah f(w, x, y, z’) = w’x’y’ + x’z’ + wy
Contoh 7.47 : Sederhanakan fungsi Boolean
f(w,x,y,z) = ∑(1,4,6,7,8,9,10,11,15)
(a)
Term w x y z
1 0 0 0 1

4 0 1 0 0

8 1 0 0 0

6 0 1 1 0

9 1 0 0 1

10 1 0 1 0

Contoh 7.47 : Sederhanakan fungsi Boolean
f(w,x,y,z) = ∑(1,4,6,7,8,9,10,11,15)
(a) (b)
Term w x y z Term w x y z
1 0 0 0 1 1,9 - 0 0 1

4 0 1 0 0 4,6 0 1 - 0

8 1 0 0 0 8,9 1 0 0 -√

8,10 1 0 - 0√
6 0 1 1 0

9 1 0 0 1 6,7 0 1 1 -

10 1 0 1 0 9,11 1 0 - 1√

10,11 1 0 1 -√
Contoh 7.47 : Sederhanakan fungsi Boolean
f(w,x,y,z) = ∑(1,4,6,7,8,9,10,11,15)
(a) (b) (c)
Term w x y z Term w x y z Term w x y z
1 0 0 0 1 1,9 - 0 0 1 8,9,10,11 1 0 - -

4 0 1 0 0 4,6 0 1 - 0 8,10,9,11 1 0 - -

8 1 0 0 0 8,9 1 0 0 -√

8,10 1 0 - 0√
6 0 1 1 0

9 1 0 0 1 6,7 0 1 1 -

10 1 0 1 0 9,11 1 0 - 1√

10,11 1 0 1 -√
(ii) Langkah 6 dan 7

minterm
Bentuk prima 1 4 6 7 8 9 10 11 15
√ 1,9 x x
√ 4,6 x x
6,7 x x
7,15 x x
11,15 x x
√ 8,9,10,11 x x x x

* * * *
√ √ √ √ √ √ √
Masih ada 2 minterm yang belum tercakup dalam bentuk prima terpilih, yaitu 7 dan 15.
Yang tidak terpilih (6,7), (7,15) dan (11,15). Kita pilih bentuk prima (7,15) karena
bentuk prima ini mencakup minterm 7 dan 15 sekaligus.

minterm
Bentuk prima 1 4 6 7 8 9 10 11 15
√ 1,9 x x
√ 4,6 x x
6,7 x x
√ 7,15 x x
11,15 x x
√ 8,9,10,11 x x x x

* * * *
√ √ √ √ √ √ √ √ √
Sekarang, semua minterm sudah tercakup dalam bentuk prima yang terpilih.
Bentuk prima yang terpilih adalah

1,9 yang bersesuaian dengan term x’y’z


4,6 yang bersesuaian dengan term w’xz’
7,15 yang bersesuaian dengan term xyz
8,9,10,11 yang bersesuaian dengan term wx’

Dengan demikian, fungsi Boolean hasil penyederhanaan


adalah f(w, x, y, z’) = x’y’z + w’xz’ + xyz + wz’
Contoh :
Sederhanakan fungsi Boolean
f(x,y,z) = ∑(1,3,4,5,6)

(a) (b)
Term x y z Term x y z
Contoh :
Sederhanakan fungsi Boolean
f(x,y,z) = ∑(1,3,4,5,6)

(a) (b)
Term x y z Term x y z
1 0 0 1√
4 1 0 0√

3 0 1 1√
5 1 0 1√
6 1 1 0√
Contoh :
Sederhanakan fungsi Boolean
f(x,y,z) = ∑(1,3,4,5,6)

(a) (b)
Term x y z Term x y z
1 0 0 1√ 1,3 0 - 1
4 1 0 0√ 1,5 - 0 1
4,5 1 0 -
3 0 1 1√ 4,6 1 - 0
5 1 0 1√
6 1 1 0√
(ii) Langkah 6 dan 7

minterm
Bentuk prima 1 3 4 5 6
√ 1,3 X X
1,5 X X
√ 4,5 X X
√ 4,6 X X
* *

Dengan demikian, fungsi Boolean hasil penyederhanaan


adalah f(x, y, z’) = x’z + xz’ + xy’
Sederhanakan fungsi Boolean
f(x,y,z) = ∑(1,3,4,5,6)

Minimisasi dengan peta Karnaugh adalah sbb:


yz
x 00 01 11 10
0
1
Sederhanakan fungsi Boolean
f(x,y,z) = ∑(1,3,4,5,6)

Minimisasi dengan peta Karnaugh adalah sbb:


yz
x 00 01 11 10
0 0 1 1 0
1 1 1 0 1

Fungsi boolean hasil minimisasi adalah f(x,y,z) = x’z + xz’ + xy’