Anda di halaman 1dari 13

DEKALSIFIKASI TULANG

KELOMPOK 5 :
NAMA : 1. Assyifa Khoerrunisah
2. Lucky Andani Alpioneri
3. Ningsih Fitriani
4. Revi Audiva Nasution
5. Shella Aprilia
KELAS :
TINGKAT 2 REGULER B
Pengertian Dekalsifikasi Tulang

Dekalsifikasi tulang adalah penghilangan ion


kalsium dari tulang melalui proses histologi
sehingga membuat tulang menjadi fleksibel
dan mudah untuk penyelidikan patologi yaitu
melalui proses pembuangan garam kalsium
dari dalam tisu yang telah dipotong tanpa
merosakkan tisu atau jaringan tersebut.
1 Prinsip Kerja Dekalsifikasi

Proses dekalsifikasi harus dapat menyesuaikan


substansi keras tulang dengan kelembutan media
penanam. Selain itu juga metode dekalsifikasi
tergantung pada kekuatan, suhu dan volume dan
konsentrasi larutan dekalsifikasi, konsistensi jaringan
sekitarnya dan jenis pemeriksaan yang akan
ditargetkan sebagai bahan diagnostik

Prinsip dekalsifikasi didasarkan pada penghilangan
kation kalsium melalui mekanisme anion. Anion
berasal dari larutan dekalsifikasi yang biasanya
berupa larutan asam. Larutan dekalsifikasi yang baik
harus dapat menghilangkan semua kalsium tanpa
memberikan efek buruk pada sel atau serat jaringan
dan tanpa gangguan impregnasi atau pewarnaan
berikutnya. Selain larutan asam, larutan penyangga
dengan pH 4.4-4.5 dan zat pengelat yang baik
seperti asam etilen diamina tetra-asetat, dapat
dijadikan larutan dekalsifikasi yang baik.
Sebelum jaringan dilakukan proses dekalsifikasi,
jaringan tersebut harus dilakukan proses fiksasi
terlebih dahulu.
Jaringan keras yang tidak terfiksasi dengan baik,
maka akan menyebabkan kerusakan pada jaringan
lunak disekitarnya akibat agen dekalsifikasi.
Fiksasi itulah yang nantinya akan melindungi
jaringan lunak baik keseluruhannya atau
setidaknya ada bagian kecil yang dapat
dipertahankan. Teknik inilah yang disebut dengan
teknik fiksasi potong makros-dekalsifikasi
Adapun terdapat berbagai langkah-langkah
dasar dari dekalsifikasi yang disertai dengan
fiksasi adalah sebagai berikut :

Step 01 Metode potong makros – fiksasi - dekalsifkasi


• Potong jaringan yang mengandung garam kalsium
dengan ketebalan 4-5 mm. Hal ini dilakukan untuk
memastikan tahap fiksasi tercapai dan proses
penghilangan garam kalsium tercapai. Jaringan yang
terdekalsifikasi dengan ukuran ini diharapkan akan
tercapai 2-3 jam. Untuk memastikan dekalsifikasi
lengkap diperlukan untuk memeriksa setelah 2-3
jam tersebut.
• Ketika larutan fiksasi yang dipilih untuk tulang atau
sumsum tulang adalah larutan Zenker atau Bouin, maka
resiko jaringan rusak akan 4 kali lebih besar selama
dekalsifikasi dari jaringan yang seharusnya dijaga.

Step 02 Metode fiksasi - potong makros – dekalsifkasi


• Jaringan yang berukuran tertentu direndam
dalam larutan fiksasi (pastikan Anda
pertimbangkan tujuan dari pembuatan sediaan
sehingga larutan fiksatif dapat dipilih dengan
baik)
• Setelah terfiksasi sempurna, jaringan dipotong
dengan ketebalan kurang lebih 5 mm c.
Rendam jaringan dengan larutan dekalsifikasi
yang dibutuhkan selama 2-3 jam
Proses Dekalsifikasi
Adapun proses dekalsifikasi secara umum adalah sebagai berikut:
1. Dengan menggunakan jaringan yang telah terparafinisasi, blok
dimasukkan kedalam larutan dekalsifikasi dengan perbandingan volume
sekitar 50-100 kali dari blok jaringannya. Larutan dekalsifikasi dapat
juga dicapai dengan menggunakan menghubung berupa kasa sehingga
blok jaringan dapat berada pada dasar larutan, atau sedikit di bawah
atau tengah-tengah jaringan bagian tengah cairan
2 3 4
Cairan harus diganti satu Pada saat penyelesaian Setelah 10 jam selesai
atau dua kali sehari sampai dekalsifikasi, jaringan dilakukan, maka jaringan
decalcification selesai. Hal langsung dipindahkan ke dilanjutkan dengan proses
pematangan jaringan.
ini sangatlah penting alkohol 70% selama 10 jam
mengingat perkembangan dengan beberapa kali
proses dekalsifikasi dan pergantian larutan alcohol
kesempurnaan hasil. dengan konsentrasi yang
sama.
Prinsip Dasar Yang Dalam
Tahap Dekalsifikasi
prinsip dasar dekalsifikasi adalah sebagai berikut :
1. Pengurangan/penghilangan garam kalsium oleh larutan asam
lemah
2. Pengurangan/penghilangan garam kalsium oleh penggunaan
larutan mineral lemah yang dibarengi dengan pertukaran ion
resin untuk menjaga larutan dekalsifikan bebas dari kalsium
bebas.
3. Menggunakan Chelating agen EDTA.
4. Pengurangan/penghilangan garam kalsium yang menggunakan
prinsip perubahan kalsium menjadi ion elektrolit dengan
menggunakan listrik arus.
Faktor yang mempengaruhi dekalsifikasi

Kerapatan/
Ketebalan
densitas Suhu
tulang tulang

Kerapatan atau densitas Suhu yang tinggi bila


Makin besar tulang yang diproses dari tulang menjadi factor diterapkan pada proses ini
maka makin lama proses percepatan lainnya,
dapat mempengaruhi
dekalsifikasi diperlukan. Untuk itulah dimana tulang yang
kualitas pewarnaan inti.
Anda harus benar-benar mencari banyak mengandung
kalsium tentu akan Oleh karena itu suhu yang
posisi mana yang diperlukan untuk
membutuhkan waktu yang tinggi tidak dapat
pemeriksaan sehingga tidak bergitu
lama jika dibanding digunakan terutama pada
banyak mengambil jaringan yang dengan tulang yang sedikit daerah yang memiliki iklim
akan didekalsifikasi. mengandung kalsium. tropis yang hangat.
Tekanan / Volume
Agitasi Vakum Larutan

Agitasi di dalam proses ini Pemberian vakum sebagai Ketika volume suatu
merupakan suatu kegiatan tindakan tambahan kadangkala larutan dekalsifikasi
yang diberikan secara dilakukan untuk menghilangkan dinaikkan maka
mekanik guna gelembung dalam rongga-rongga perbedaan tekanan
mempercepat proses tulang. Pemberian vakum ini antara jaringan yang
dekalsifikasidengan memiliki prinsip ketika tekanan akan didekalsifikasi
pemberian agitasi akan dikurangi, maka kecepatan dengan larutan
mempengaruhi pertukaran perpindahan larutan atau proses dekalsifikasi tersebut
cairan di sekitar jaringan pelepasan kalsium akan lebih akan meningkat dan
dengan reagen di mudah tanpa ada pengaruh dari berdampak terhadap
sekitarnya. tekanan luar yang menghambat. percepatan dekalsifikasi.
Thanks!
Any questions?