Anda di halaman 1dari 35

KATARAK

DIANA BINTI AMRUN 11-2011-041


ZAINOOR AIN BINTI JAMIL
DEFINISI

setiap keadaan kekeruhan


pada lensa yang dapat
terjadi akibat hidrasi
(penambahan cairan)
lensa, denaturasi protein
lensa, proses penuaan.
• Proses degeneratif / bertambahnya usia
• Faktor keturunan
• Cacat bawaan sejak lahir
• Masalah kesehatan, misalnya diabetes
• Pengguanaan obat tertentu, khususnya
steroid
• Gangguan pertumbuhan
• Mata tanpa pelindung terkena sinar
matahari dalam waktu yang cukup lama

ETIOLOGI • Asap rokok


• Operasi mata sebelumnya
• Trauma (kecelakaan) pada mata
• Faktor-faktor lainnya yang belum diketahui
PATOFISIOLOGI

1. Teori Hidrasi 2. Teori Sklerosis


• terjadi kegagalan mekanisme • Pada lensa manula
pompa aktif pada epitel lensa • serabutkolagen terus
yang berada di subkapsular bertambah sehingga terjadi
anterior  sehingga air tidak pemadatan serabut kolagendi
dapat dikeluarkan dari lensa tengah  sklerosis nukleus
 bertambahnya tekanan lensa
osmotik  menyebabkan
kekeruhan lensa
KLASIFIKASI
Katarak dapat
diklasifikasikan dalam
golongan berikut :
Menurut kejadian
 Katarak Developmental

 Katara Degeneratif

Menurut Umur
 Katarak kongenital

 katarak juvenil

 katarak senil
KATARAK DEVELOPMENTAL
KATARAK KONGENITAL

 Katarak kongenital merupakan kekeruhan lensa yang


didapatkan sejak lahir, dan terjadi akibat gangguan
perkembangan embrio intrauterin. Biasanya kelainan
ini tidak meluas mengenai seluruh lensa
KATARAK KONGENITAL LANJUTAN…
 Letak kekeruhan sangat tergantung pada saat
terjadinya gangguan metabolisme serat lensa
 Katarak kongenital yang terjadi sejak
perkembangan serat lensa terlihat segera setelah
bayi Iahir sampai berusia 1 tahun
KATARAK KONGENITAL LANJUTAN…
 Katarak ini terjadi karena gangguan
metabolisme serat-serat lensa pada saat
pembentukan serat lensa akibat infeksi virus
atau gangguan metabolisme jaringan lensa pada
saat bayi masih di dalam kandungan, dan
gangguan metabolisme oksigen.
PEMBAGIAN KATARAK
KONGENITAL

1. Katarak
Hialoidea yang 2.Katarak Polaris 3. Katarak Polaris
Persisten Anterior Posterior

4. Katarak 5. Katarak
6. Katarak Stelata
Aksialis Zonularis

7. Katarak
8. Katarak
Kongenital
Kongenital Total
Membranasea
Anterior polar cataract
May be dominant inheritance

Capsular Pyramid

With persistent pupillary


With Peters anomaly
membrane
Posterior polar cataract

Ocular associations
• Persistent hyaloid remnants
• Posterior lenticonus
• Persistent hyperplastic primary vitreous
ZONULAR CATARACT

The lens opacities (“riders”) are located in only one layer of lens
fibers, often only in the equatorial region as shown here.
PENGOBATAN KATARAK
KONGENITAL
 Tindakan pengobatan adalah operasi.
 Operasi katarak kongenital dilakukan bila reflek
fundus tidak tampak.
 Biasanya bila katarak bersifat total, opersi dapat
dilakukan pada usia 2 bulan atau lebih muda
bila telah dapat dilakukan pembiusan
PENGOBATAN KATARAK
TERGANTUNG:
Katarak bilateral partial,
pengobatan lebih konservatif
Katarak total bilateral, sehingga sementara dapat dicoba
sebaiknya dilakukan dengan kacamata /midriatika,
pembedahan secepatnya segera bila kekeruhan yang progresif
katarak terlihat disertai dengan mulainya tanda-
tanda juling dan ambliopia
dilakukan pembedahan.

Katarak total unilateral,


dilakukan pembedahan 6 bulan
sesudah terlihat atau segera
sebelum terjadinya juling, bila
terlalu muda akan mudah terjadi
ambliopia bila tidak dilakukan
tindakan segera
KATARAK JUVENIL
 Pada usia kurang dari 9 tahun & lebih dari 3 bulan.
 Kelanjutan katarak congenital,penyakit sistemik /
metabolic dan penyakit lainnya seperti :
1. Katarak metabolic ;
 Katarak diabetic dan galaktosemia (gula)

 Katarak hipokalsemik

 Katarak defisiensi gizi

 Katarak aminoasiduria

 Penyakit Wilson

 Katarak berhubungan dengan kelainan metabolic


KATARAK JUVENIL
2. Otot : distrofi miotonik
3. Katarak traumatic
4. Katarak komplikata
a) Kelainan congenital dan herediter (siklopia, koloboma,
mikroftalmia, aniridia, pembuluh hialoid persisten,
heterokromia iridis.).
b) Katarak degenerative (dengan myopia dan distrofia
vitreoretinal), seperti wagner dan retinitis pigmentosa dan
neoplasma)
c) Katarak anoksik
d) Toksik (kortikosteroid sistemik atau topical, ergot,
naftalein, dinitrofenol, triparanol (MER-29),
antikholinesterase, klorpromazin, miotik, busulfan, dan
besi).
e) Lain-lain kelainan congenital, sindrom tertentu, disertai
kelainan kulit (sindermatik), tulang (
f) Katarak radiasi.
KATARAK DEGENERATIF

Primer Komplikata
Presenilis

Senilis
1. KATARAK SENILIS

gejala adalah distorsi penglihatan


dan pengihatan yang semakin kabur.

Katarak ini biasanya berkembang


lambat selama beberapa tahun, dan
pasien mungkin meninggal sebelum
timbul indikasi pembedahan.

eksraksi lensa akan secara definitif


akan memperbaiki ketajaman
penglihatan pada lbih dari 90%
kasus.
3. STADIUM MATUR
1. STADIUM INSIPIEN Kekeruhan telah mengenai seluruh
Pada stadium ini belum massa lensa, sehingga semua sinar
menimbulkan gangguan visus. yang melalui pupil dipantulkan
Kekeruhan terutamaterdapat pada kembali ke permukaan anterior lensa.
bagian perifer. Gambaran ini disebut Visus 1/300. Di pupil tampak lensa
Spokes of wheel seperti mutiara.

4. STADIUM HIPERMATUR
2. STADIUM IMATUR terjadi proses degenerasi lanjut yang
dapat menjadi keras atau lembek dan
Sebagian lensa keruh. Visus 6/60 –
mencair. Massa lensa yang
1/60. Kekeruhan ini terutama
berdegenerasi keluar dari kapsul
terdapat dibagian posterior dan
lensa sehingga lensa menjadi
bagian belakang nukleus lensa.
mengecil, bewarna kuning dan
Shadow test (+),
kering. Visus pada stadium ini 1/300
– 1/~.
IMATUR MATUR HIPERMATUR

Kekeruhan Sebagian Seluruh Masif

Cairan Lensa Bertambah (air Normal Berkurang (air


masuk) dan masa lensa
berkurang)
Iris Terdorong Normal Tremulans

Bilik Mata Dangkal Normal Dalam


Depan
Sudut Bilik Sempit Normal Terbuka
Mata
Shadow Test Positif Negatif Negatif

Penyulit Glaukoma Uveitis dan


Glaukoma
KATARAK IMATUR

Uji bayangan iris


Bayangan iris pada lensa keruh
Terdapat uji bayangan iris positif pada
katarak imatur
KATARAK MATUR

 Kekeruhan lensa total


 Mata tenang

 Pupil kecil dan dibesarkan dengan


midiriatik
KATARAK HIPERMATUR
 Katarak Morgagni
 Nukleus lensa
(warna sedikit
coklat) terletak di
bagian bawah lensa
 Terdapat tanda
penyulit glaukoma
 Kornea keruh
 Pupil lebar
Penderita Katarak sering
merasa silau siang hari terik
atau malam hari bila terkena
cahaya lampu dan nyaman pada
kondisi remang-remang
misalnya sore hari
2. KATARAK KOMPLIKATA
 Akibat penyakit mata lain seperti radang, dan
proses degenerasi seperti ablasi retina, retinitis
pigmentosa, glaucoma, tumor intraocular,
iskemia ocular, nekrosis anterior segmen,
buftalmos, akibat suatu trauma dan pasca bedah
mata.
 disebabkan penyakit sistemik endokrin(diabetes
melitus, hipoparatiroid,galaktosemia,dan
miotonia distrofi) dan keracunan obat (tiotepa
intravena, steroid local lama, steroid sistemik,
oral kontraseptik dan miotika antikolinesterase).
 Memberikan tanda khusus dimana mulai
katarak selamanya didaerah bawah kapsul atau
pada lapis korteks, kekeruhan dapay difus,
pungtata, linear, rosete, reticulum dan biasanya
terlihat vakuol.
 Dikenal 2 bentuk :Polus posterior mata dan
polus anterior bola mata.
Pemeriksaan katarak

 Visus dasar dan visus koreksi terbaik


 Reflex pupil

 Tekanan intra ocular

 Pemeriksaan fundus, fundus reflex

 Keadaan umum

 pemeriksaan fungsi macula dan USG (biometri


pengukuran power IOL)
KOMPLIKASI KATARAK
1. Lens induced glaucoma
Katarak dapat berubah menjadi glaukoma dalam 3 cara :
 Phacomorphic glaucoma

 Phacolytic glaucoma

 Phacotoxic Glaucoma

2. Lens Induced Uveitis


3. Subluksasi atau Dislokasi Lensa
Pada stadium hipermatur, zonula zinii pada lensa dapat
melemah dan rusak. Hal ini menyebabkan subluksasi lensa,
dimana sebagian zonula zinii tetap utuh dan terdapat bagian sisa
lensa, atau dislokasi, dimana seluruh bagian zonula zinii telah
rusak dan tidak ada sisa lensa.
ASKEP
AKEPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP
COY.DOCX
TERIMA KASIH