Anda di halaman 1dari 10

Kelompok 4

-ARKAN ROZAN A. - YASSAR MUWAFAQ


- ODISTA DWI PUTRA
MENGIDENTIFIKASI NILAI NILAI HIKAYAT

 Kamu pernah membaca cerita rakyat? Ya, cerita rakyat sudah tidak asing di
telinga kamu. Salah satu jenis cerita rakyat adalah hikayat. Hikayat sendiri
merupakan cerita melayu klasik dan memiliki nilai-nilai kearifan lokal.
 Selain itu, hikayat juga memiliki nilai kehidupan seperti nilai religius (agama),
moral, budaya, social, edukasi (pendidikan), dan estetika (keindahan).
 Mendengarkan hikayat banyak memberikan manfaat antara lain mengetahui
tentang budaya, moral, dan nilai-nilai kehidupan lain.
MENGIDENTIFIKASI
Kegiatan 1
NILAI HIKAYAT

 Mengidentifikasi Isi Pokok Cerita Hikayat dengan Bahasa Sendiri
 Hikayat termasuk ke dalam teks narasi. Kamu akan dapat mendengarkan
pembacaan hikayat berikut ini. Gurumu atau salah satu temanmu akan
membacakan cerita tersebut di kelasmu. Untuk dapat mendengarkan
dengan baik, lakukanlah hal-hal berikut:

 Berkonsentrasilah pada cerita yang akan didengarkan agar dapat mencatat
tema atau inti ceritanya;
 Supaya membantu kamu dalam memahami alur, tuliskanlah bagian-bagian
penting yang terdapat dalam hikayat tersebut;
 Sebelum mendengarkan Hikayat Indera Bangsawan, kamu dapat
menyampaikan pertanyaan umum, misalnya:
 (a) Siapakah Indera Bangsawan itu?
 (b) Peristiwa apa apa yang diceritakan atas diri Indera Bangsawan?
 (c) Dimanakah kisah dalam hikayat itu terjadi?
 Bersiap-siaplah untuk berlatih mengidentifikasi isi pokok cerita hikayat dengan
bahasamu sendiri.
MENGIDENTIFIKASI ISI NILAI TEKS
HIKAYAT

 TEKS BISA DILIHAT DI HAL 108


MENGIDENTIFIKASI NILAI TEKS HIKAYAT

 Tugas 1

 Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

 1) Siapakah Indera Bangsawan?

 Jawab: Indra bangsawan adalah putra kedua seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial.

 2) Bagaimana keadaan kelahiran Indera Bangsawan?

 Jawab: Keadaan kelahiran indra bangsawan yang bersamaan dengan sebilah pedang disambut dengan suka cita.

 3) Siapakah putri yang ditolong oleh saudara kembar Indera Bangsawan?

 Jawab: Puteri Ratna Sari yang ditolong oleh saudara kembar indra bangsawan.

 4) Apa yang dilakukan Syah Peri setelah berpisah dengan Indera Bangsawan?

 Jawab: Syah Peri berjalan menuju ke sebuah taman dan menemukan sebuah mahligai.
MENGIDENTIFIKASI NILAI ISI HIKAYAT

 5) Mengapa Indera Bangsawan dan Syah Peri terpisah?

 Jawab: Karena angin ribut yang memisahkan mereka.

 6) Bagaimanakah cara Indera Bangsawan mengalahkan Buraksa?

 Jawab: Dengan menjeratnya melalui bantuan si kuda hijau.

 7) Bagaimana cara Indera Bangsawan masuk ke dalam istana Raja Kabir?

 Jawab: Menjadikan dirinya budak berambut keriting

 8) Siapakah yang selalu menolong Indera Bangsawan sehingga ia selalu bisa melakukan hal

 sulit yang diminta Raja Kabir?

 Jawab: Allah Subhanahuwata’ala

 9) Apakah Putri Kemala Sari mengetahui penyamaran Indera Bangsawan?

 Jawab: Tidak.

 10) Apa amanat yang dapat dipetik dari hikayat di atas?

 Jawab: – Tidak mudah menyerah

 – Melakukan apa pun yang diperintahkan orang tua dengan ikhlas

 – Berserah diri kepada Tuhan dan selalu berusaha yang terbaik


MENGIDENTIFIKASI NILAI HIKAYAT

 Tugas 2
Untuk memahami isi pokok hikayat, selain menjawab pertanyaan, kamu juga dapat mencari
pokok-pokok isi setiap bagian hikayat.
 Berikut ini disajikan contoh analisis isi pokok hikayat. Setelah memahaminya, cobalah
melanjutkan mencari isi pokok paragraf-paragraf selanjutnya pada kolom-kolom yang sudah
disediakan.
 Pada paragraf 1 dan 2, isi pokok sudah terdapat dalam tabel halaman 111 dan 112.
 Paragraf 3:
Syah Peri dan Indera Bangsawan pergi mencari buluh perindu.
 Paragraf 4:
Syah Peri dan Indera Bangsawan berpisah karena hujan badai.
 Paragraf 5:
Syah Peri yang pasrah kepada Tuhan.
MENGIDENTIFIKASI NILAI HIKAYAT

 Paragraf 6:
Sesampainya di taman, Syah Peri menoreh gendang dan keluarlah Ratna Sari dan dayang-dayangnya.
Garuda yang menahan Ratna Sari menyerang dan berhasil dikalahkan oleh Syah Peri.
 Paragraf 7:
Indera Bangsawan bertemu dengan raksasa yang menjadi neneknya dan bercerita bahwa ia berada
negeri Antah Berantah yang diperintah oleh Raja Kabir.
 Paragraf 8:
Raja Kabir mengumumkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa dan yang dapat
memberikan air susu harimau yang baru saja beranak akan dinikahkan dengan Puteri Kemala Sari yang
sedang sakit mata.
 Paragraf 9:
Kesaktian Si Hutan telah kembali seperti dahulu kala.
 Paragraf 10:
Kesembilan anak raja menemui Indera Bangsawan untuk meminta susu harimau tetapi oleh Indera
Bangsawan diberikan susu kambing. Sedangkan susu harimau diserahkan Indera Bangsawan kepada
raja.
 Paragraf 11:
 Putri Kemala Sari pun sembuh, tetapi Raja Kabir masih bersedih hati karena harus menyerahkan Putri Kemala Sari kepada
Buraksa.
 Paragraf 12:
 Raja Kabir mengumumkan bahwa barang siapa dapat mengambil jubah Buraksa akan menjadi suami Putri Kemala Sari.
 Paragraf 13:
 Indera Bangsawan berhasil membawa lari Puteri dan mengambil jubah Buraksa.
 Paragraf 14:
 Kesembilan anak raja mengambil selimut Buraksa dan mengatakan kepada Raja Kabir bahwa selimut itu adalah jubah
Buraksa.
 Paragraf 15:
 Indera Bangsawan menyerahkan Puteri dan jubah Buraksa dan kemudian Raja Kabur mengumumkan hari pernikahan
Indera Bangsawan dan Puteri Kemala Sari.
 Tugas 3

 Petunjuk:

 1) Bacalah hikayat berikut dengan saksama.

 2) Identifiksikanlah pokok-pokok isi hikayat tersebut.

 3) Susunlah sinopsis berdasarkan pokok isi hikayatnya.

 Pokok-pokok dari Hikayat Bunga Kemuning yaitu

 1) Seorang raja mempunyai 10 orang puteri dan istrinya meninggal saat melahirkan puteri kesepuluh yaitu Puteri Kuning.

 2) Suatu hari raja akan pergi jauh.

 3) Ketika pulang, raja memberi Puteri Kuning sebuah kalung batu hijau dan membuat Puteri Hijau merasa cemburu

 4) Puteri Hijau bersama saudaranya yang lain memukul kepala Puteri Kuning hingga meninggal kemudian menguburnya tanpa sepengatahuan orang-orang di istana.

 5) Mengetahui puteri bungsunya hilang, raja pun mencarinya tapi tidak ditemukan.

 6) Pada suatu hari tumbuhlah sebuah tanaman di atas kuburan Puteri Kuning yang kemudian dinamakan Puteri Kemuning karena tanaman tersebut terlihat seperti Puteri Kuning.