Anda di halaman 1dari 12

ACTIVITY DAILY LIVING

Fajar Susanti, Tri Budi Wahyuni, Ira Aryanti dan tim


Bogor 22-24 Mei 2017
Apa itu Activity Daily Living?
Activity Daily Living (ADL) adalah aktivitas
perawatan diri yang harus pasien lakukan setiap
hari untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan
hidup sehari-hari. Brunner & Suddarth (2002)
ADL adalah aktivitas yang biasanya dilakukan
dalam sepanjang hari normal; aktivitas
tersebut mencakup, ambulasi, makan,
berpakaian, mandi, menyikat gigi dan
berhias dengan tujuan untuk
memenuhi/berhubungan dengan perannya
sebagai pribadi dalam keluarga dan
masyarakat (Potter dan Perry, 2005).
Faktor-faktor yang mempengaruhi
pemenuhan ADL
• Umur dan status perkembangan
Umur dan status perkembangan seorang
klien menunjukkan tanda kemauan dan
kemampuan, ataupun bagaimana klien
bereaksi terhadap ketidakmampuan
melaksanakan activity of daily living.
• Kesehatan fisiologis
Kesehatan fisiologis seseorang dapat
mempengaruhi kemampuan partisipasi dalam
activity of daily living

• Fungsi Kognitif
Tingkat kognitif dapat mempengaruhi
kemampuan seseorang dalam melakukan activity
of daily living. Fungsi kognitif menunjukkan
proses menerima, mengorganisasikan dan
menginterpretasikan sensor stimulus untuk
berpikir dan menyelesaikan masalah
• Fungsi Psikososial
Fungsi psikologi menunjukkan kemampuan
seseorang untuk mengingat sesuatu hal yang lalu
dan menampilkan informasi pada suatu cara
yang realistik.

• Tingkat stress
Stress merupakan respon fisik nonspesifik
terhadap berbagai macam kebutuhan. Faktor
yang dapat menyebabkan stress (stressor), dapat
timbul dari tubuh atau lingkungan atau dapat
mengganggu keseimbangan tubuh.
Bagaimana cara mengukur ADL
seseorang?
• Pengkajian ADL penting untuk mengetahui
tingkat ketergantungan atau besarnya
bantuan yang diperlukan dalam kehidupan
sehari-hari. Indeks kemandirian ADL yang
biasa digunakan yaitu :
• Indeks Bartel
Indeks Bartel
• Indeks Barthel mengukur kemandirian
fungsional dalam hal perawatan diri dan
mobilitas. Sebagai kriteria dalam menilai
kemampuan fungsional bagi pasien-pasien
yang mengalami gangguan keseimbangan,
terutama pada pasien pasca stroke.
No Item yang dinilai Skor Nilai

0 = Tidak mampu
1. Makan (Feeding) 1 = Butuh bantuan memotong, mengoles mentega dll.
2 = Mandiri
0 = Tergantung orang lain
2. Mandi (Bathing)
1 = Mandiri
0 = Membutuhkan bantuan orang lain
3. Perawatan diri(Grooming)
1 = Mandiri dalam perawatan muka, rambut, gigi, dan bercukur
0 = Tergantung orang lain
4. Berpakaian(Dressing) 1 = Sebagian dibantu (misal mengancing baju)
2 = Mandiri
0 = Inkontinensia atau pakai kateter dan tidak terkontrol
5. Buang air kecil(Bowel) 1 = Kadang Inkontinensia (maks, 1x24 jam)
2 = Kontinensia (teratur untuk lebih dari 7 hari)
0 = Inkontinensia (tidak teratur atau perlu enema)
6. Buang air besar(Bladder) 1 = Kadang Inkontensia (sekali seminggu)
2 = Kontinensia (teratur)
0 = Tergantung bantuan orang lain
7. Penggunaan toilet 1 = Membutuhkan bantuan, tapi dapat melakukan beberapa hal sendiri
2 = Mandiri
0 = Tidak mampu
1 = Butuh bantuan untuk bisa duduk (2 orang)
8. Transfer
2 = Bantuan kecil (1 orang)
3 = Mandiri
0 = Immobile (tidak mampu)
1 = Menggunakan kursi roda
9. Mobilitas
2 = Berjalan dengan bantuan satu orang
3 = Mandiri (meskipun menggunakan alat bantu seperti, tongkat)
0 = Tidak mampu
10. Naik turun tangga 1 = Membutuhkan bantuan (alat bantu)
2 = Mandiri
Interpretasi hasil
• 20 : Mandiri
• 12-19 : Ketergantungan Ringan
• 9-11 : Ketergantungan Sedang
• 5-8 : Ketergantungan Berat
• 0-4 : Ketergantungan Total