Anda di halaman 1dari 77

Laporan kasus Fournier Gangren

Disusun oleh
Novera Denita
142011101010
Pembimbing
Dr. Ogi Bahaurini, Sp.U
FOURNIER GANGREN
Anatomi reproduksi pria
Definisi
Fournier gangren merupakan suatu gangren yang terdapat pada
daerah perianal atau genital yang disebabkan oleh polimikrobia yaitu
bakteri anaerob dan aerob.

Fournier gangren merupakan kedaruratan di bidang urologi karena


onsetnya berlangsung sangat mendadak, cepat berkembang, bisa menjadi
gangren yang luas dan menyebabkan septikemia.
Etiologi
• Infeksi dari kolorektal (13-50%)
• Infeksi dari urogenitalia (17-87%)
• Sisanya disebabkan oleh trauma lokal atau infeksi kulit di
sekitar genitalia.

• Faktor risiko
Faktor risiko yang mempengaruhi penyakit ini antara lain
diabetes mellitus, higiene skrotum yang kurang baik, penurunan
imunitas tubuh.
Manifestasi klinis
• Manifestasi klinis yang sering pada fournier gangren adalah
adanya pembengkakan skrotum, nyeri, hiperemi, pruritus, dan
demam. Kadangkala didapatkan bau busuk yang muncul setelah
gejala berlangsung selama 2-7 hari.
PATOFISIOLOGI
Penatalaksanaan
• Antibiotik spektrum luas  Cefalosporin generasi ketiga dan
metronidazole.
• Panduan terbaru merekomendasikan golongan Karbapenem
(imipenem, meropenem, ertapenem)
• Debridement segera
• Perawatan luka
• Rekonstruksi bedah skin graft
Komplikasi
• Sepsis
• Infertilitas
Prognosis
• Quo ad vitam : dubia
• Quo ad functionam : dubia
• Quo ad sanationam : dubia
Identitas Pasien
• Nama : Tn. N
• Umur : 35 tahun
• Alamat : Sempolan
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Petani
• Suku : Jawa
• Nomor RM : 114490
• Tanggal Masuk : 28 Agustus 2018
• Tanggal pemeriksaan : 29 Agustus 2018
Anamnesa
• Keluhan Utama : Nyeri pada buah zakar

• Riwayat penyakit sekarang :


pasien dirujuk dari RS Bina Sehat setelah dirawat selama
8 hari karena penyakit DM dan HT. Kemudian dirujuk ke RSD
dr. Soebandi karena pasien mengalami gangren/ulkus pada
kelamin untuk dirawat luka gangren. Pasien mengeluh nyeri pada
area kelaminnya. Selain nyeri pasien juga mengeluh sulit BAK
karena pasien memiliki gagal ginjal.
• Riwayat Penyakit Terdahulu
Riwayat DM :(+) sejak 5 tahun lalu
TB paru :(-)
Hipertensi : (+)
CKD : (+)

• Riwayat Penggunaan Obat


Riwayat Penyakit Keluarga
• Tidak ada anggota keluarga pasien yang mengalami hal yang
sama seperti pasien
Pemeriksaan Fisik
• KU :Lemah • Vital Sign
• Kesadaran : Compos • TD : 140/60 mmHg
Mentis • HR : 81 x/menit
• RR : 20x/menit
•T : 36, 1 Celcius
• BB: 140 kg
• Kepala : Normocephaly
• Mata : Pupil isokor (+/+) Conjunctiva (-/- ) , Sklera ikterik (-/-)
• Hidung : sekret (-) , PCH (-)
• Mulut : sianosis (-)
• Kuping : sekret (-)
• Leher: pembesaran KGB (-)
• Thoraks : simetris (+), Retraksi (-)
• jantung : bunyi jantung 1 & 2 (+) tunggal, Murmur (-),
Gallop (-)
• Paru : vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), whezing (-/-)
• Abdomen : bising usus (+), supel (+), distensi (-)
• Ekstremitas : ekstremitas superior dan inferior (DBN)
Status Lokalis
• Regio Flank : Nyeri tekan (-), nyeri ketok (+)
• Regio Suprapubik : Nyeri tekan (-), vu kesan penuh (-)
• Regio Skrotum
• Inspeksi : bengkak (+), terdapat pus pada bagian central pada bagian
bilateral (+).
• Palpasi : nyeri (+) pada ulkus
Gambaran Klinis
Pemeriksaan Penunjang
• Hari/tanggal : 28 Agustus 2018
• Darah Rutin
• Hemoglobin : 8,5 g% (N: 13,5-17,5)
• Leukosit : 10,4 x 109/L (N: 4,5-11)
• Hematokrit : 27,1 % (N: 41-53)
• Trombosit : 278 x109/L (N: 150-450 )


• Fungsi Hati

• Albumin : 2,0 g/dl (N: 3,4-4,8)

• Fungsi Ginjal

• BUN : 92 mg/dl (N: 6-20)
• Creatinin : 7,2 mg/dl (N: 0,6-1,3)
• Uric acid : 12,2 mg/dl (N: 3,4-7)
• Urea : 196 (N:12-43)

• Diagnosis klinis
• Fournier Gangren

- Diagnosis primer
- Fournier Gangren
• Diagnosis sekunder
• diabetes melitus
• hipertensi
• CKD grade IV
• Diagnosis komplikasi
• Sepsis
Penatalaksanaan
Tindakan :
- Debridement
- Incisi Abses
- necrotomy

Medikamentosa :
• IVFD RL ; Tutofusin CPS(2;1)/ 24 JAM
• Inj. Asam traneksamat 3x500g
• Inj Vit K 3x1 amp
• Inj. Metamizol 3x1 gr
• Inj. Ceftriaxon2x1 g
• Inj. Metronidazol 3x500 g
• Transfusi albumin 20% 100 ml/4 jam
LAPORAN OPERASI
Pukul WIB debridement dimulai
Pasien dengan posisi litotomi dalam lokal INSTRUKSI POST
anastesi dilakukan tindakan aseptik. OPERASI
Lapangan operasi dipersempit dengan Bedrest
doek steril Puasa 4 jam
Cuci dengan NaCl + Betadine + H2O2  IVFD RL ; Tutofusin
debridement + nekrotomi lalu jaringan CPS(2;1)/ 24 JAM
dikirim ke Lab PA dan dilakukan kultur pus Inj. Asam traneksamat
Jahit matras horizontal dengan menaikkan 3x500g
testis ke atas dan menjahit sisa kulit Inj Vit K 3x1 amp
bagian bawah skrotum dengan kulit bagian Inj. Metamizol 3x1 gr
atas. Inj. Ceftriaxon2x1 g
Kompres betadine + NaCl  drips Inj. Metronidazol 3x500 g
Pukul WIB debridement selesai. Transfusi albumin 20%
100 ml/4 jam
Follow Up Post Op H1MRS (29 Agutus 2018)

Subyektif • Kepala leher : konjugtiva anemis, sklera


• Nyeri pada area luka , bening, mukosa bibir
luka basah (+), pus (+) kemerahan
• Cor : S1S2 tunggal
Obyektif • Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
• KU : lemah • Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
• Sens: CM timpani
• TD : 130/70 mmHg • Ekstremitas :
• HR : 84 x/i Superior : akral hangat (+/+),
• RR : 16x/i oedema (-/-)
• T : 35,90C Inferior : akral hangat (+/+),
• Up: 300ml/12 jam oedema (-/-)

26
27

Cont....
Assesment
Fournier gangren a/r scrotum post insisi drainsase H2+
dekompensatio cordis+ nefropati diabetik+
• Status lokalis obesitas+anemia+hipoalbumin+hiperuricemia
• Regio Flank : Nyeri tekan (-), nyeri ketok (-)
Planning
• Regio Suprapubik : Nyeri tekan (-), vu kesan penuh
• Rawat luka setiap hari
(-)
• IVD RL; Tutofusin (2:1)/24 jam
• Regio Skrotum
• Inspeksi : , terdapat pus pada bagian • Inj. Asam traneksamat 3x500mg
central pada bagian bilateral (+). • Inj. Vit K 3x1 amp
• Palpasi : nyeri (+) pada ulkus vas 5 • Inj. Metamizol 3x1gr
• Transfusi albumin 20% 100ml
• Inj. Ranitidin 2x1 amp
• Inj. Lasix 1x1 amp
• Diet TKRPRG 2100 kkal
• Raber IPD
• Pro BOF+USGG
29

Follow Up H2MRS (30 Agustus 2018)

 Kepala leher : konjugtiva merah, sklera


Subyektif
bening, mukosa bibir
 Nyeri pada area luka ,
kemerahan
luka basah (+), pus (+),
mual (+), muntah 2x  Cor : S1S2 tunggal
Obyektif  Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
KU : cukup  Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
Sens: CM
TD : 140/90 mmHg timpani
HR : 80 x/i  Ekstremitas :
RR : 20x/i
T : 35,90C Superior : akral hangat (+/+),
Up: 300ml/12 jam oedema (-/-)
Inferior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
30

Cont....

Assesment
• Status lokalis
• Fournier gangren a/r scrotum post
• Regio Flank : Nyeri tekan (-), nyeri insisi drainsase H2+ dekompensatio
cordis+ nefropati diabetik+
ketok (-) obesitas+hipoalbumin+anemia+hiperur
icemia
• Regio Suprapubik : Nyeri tekan (-), vu
Planning
kesan penuh (-) • Rawat luka setiap hari
• Regio Skrotum • IVD RL; Tutofusin (2:1)/24 jam
• Inj. Asam traneksamat 3x500mg
• Inspeksi : terdapat pus pada bagian • Inj. Vit K 3x1 amp
central pada bagian bilateral (+). • Inj. Metamizol 3x1gr
• Palpasi : nyeri (+) pada ulkus • Transfusi albumin 20% 100ml
• Inj. Ranitidin 2x1 amp
• Inj. Lasix 1x1 amp
• Diet TKRPRG 2100 kkal
• Raber IPD
• Pro BOF+USG hari ini
Foto BOF
Foto usg
33

Follow Up H3MRS (31 Agustus 2018)

 Kepala leher : konjugtiva merah, sklera


Subyektif bening, mukosa bibir
Nyeri (+), luka basah (+), kemerahan
berdarah (-), pus (+)
 Cor : S1S2 tunggal
Obyektif  Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
KU : sedang
Sens: CM  Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
TD : 170/100 mmHg timpani
HR : 84x/i
 Ekstremitas :
RR : 20x/i
T : 36,50C Superior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
Inferior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
34

Cont....

• Status lokalis
• Regio Flank : Nyeri tekan (-), nyeri ketok (+)
• Regio Suprapubik : Nyeri tekan (-), vu kesan penuh (-)
• Regio Skrotum
• Inspeksi : , terdapat pus pada bagian
central pada bagian bilateral (+), basah (+).
• Palpasi : nyeri (+) pada ulkus vas 5
35

Cont....

• Planning
• Assesment
• IVD RL; Tutofusin (2:1)/24 jam
• Fournier gangren a/r scrotum post insisi drainsase
• Inj. Asam traneksamat 3x500mg H3+ dekompensatio cordis+ nefropati diabetik+
• Inj. Vit K 3x1 amp obesitas+hipoalbumin+anemia+hiperuricemia+oliguria
• Inj. Metamizol 3x1gr
• Inj. Ranitidin 2x50 mg
• Inj. Furosemid 1x1 amp
• Oral:
• Allopurinol 1x1
• Transfusi PRC sampai Hb 10
• Trans. Albumin 20% 100 ml/4 jam
• Konsul jantung (ekokardiagrafi)
• BOF+USG abdomen
• Mobilisasi
• Diet TKRPRG
36

Follow Up H4MRS (1 September 2018)

 Kepala leher : konjugtiva merah, sklera


Subyektif
bening, mukosa bibir
Nyeri (+), luka basah (+),
kemerahan
berdarah (-), diare (+)
 Cor : S1S2 tunggal
Obyektif
KU : sedang  Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
Sens: CM  Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
TD : 110/70 mmHg
HR : 88x/i timpani
RR : 19x/i  Ekstremitas :
T : 370C
Superior : akral hangat (+/+),
DC (+)
oedema (-/-)
Up:600ml/24 jam
Inferior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
37

Cont....

• Status lokalis
• Regio Flank : Nyeri tekan (-), nyeri ketok (+)
• Regio Suprapubik : Nyeri tekan (-), vu kesan penuh (-)
• Regio Skrotum
• Inspeksi : , terdapat pus pada bagian
central pada bagian bilateral (+).
• Palpasi : nyeri (+) pada ulkus
38

Cont....
• Planning
• Rawat luka tiap hari
• Assesment • Inf. Tutofusin 500ml/24 jam
• Fournier gangren a/r scrotum • Inj. Ceftriaxone 2x1 gr
post insisi drainsase H4+ • Inj. Metronidazole 3x500 mg
dekompensatio cordis+ nefropati • Inj. Antrain 3x1 gr
diabetik+
• Inj. Ranitidin 2x50 mg
obesitas+hipoalbumin+Anemia+
oliguria+hiperuricemia • Lasix pump 10 amp dalam PZ 50
ml
• Oral:
• Allopurinol 2x100 mg
• Ramipril 2,5 Concor 25 mg
• ISDN 2x5 mg
• Transfusi PRC dan transfusi
Albumin ditunda
39

Follow Up H5MRS (2 September 2018)

 Kepala leher : konjugtiva merah, sklera


Subyektif
bening, mukosa bibir
Nyeri (+) berkurang, luka
basah (+), berdarah (-), kemerahan
jaringan nekrotik (+)  Cor : S1S2 tunggal
 Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
Obyektif  Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
KU : sedang timpani
Sens: CM
TD : 160/100 mmHg  Ekstremitas :
HR : 68x/i Superior : akral hangat (+/+),
RR : 20x/i oedema (-/-)
T : 370C
DC (+), up: 600ml/24 jam Inferior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
40

Cont....

• Status lokalis
• Regio Flank : Nyeri tekan (-), nyeri ketok (+)
• Regio Suprapubik : Nyeri tekan (-), vu kesan penuh (-)
• Regio Skrotum
• Inspeksi : , terdapat pus pada bagian
central pada bagian bilateral (+).
• Palpasi : nyeri (+) pada ulkus berkurang
41

Cont....
• Planning
• Rawat Luka tiap hari dengan kasa
betadine dan oxoferin atau
• Assesment duodeum gel
• Fournier gangren a/r scrotum • Inf. Tutofusin 500ml/24 jam
post insisi drainsase H5+
dekompensatio cordis+ nefropati • Inj. Ceftriaxon 2x1gram
diabetik+ • Inj. Metronidazole 3x500 mg
obesitas+hipoalbumin+Anemia+ • Inj. Antrain 3x1 gr
oliguria+hiperuricemia • Inj. Ranitidine 2x50 mg
• Lasix pump 10 amp dalam PZ 50
ml
• Oral:
• Allopurinol 2x1
• Ranipril 2,5 mg
• Concor 25 mg
• ISDN 2x5mg
42

Follow Up H6MRS (3 September 2018)

 Kepala leher : konjugtiva merah, sklera


Subyektif bening, mukosa bibir
Nyeri (-),BAB cair, lendir (+) kemerahan
Obyektif  Cor : S1S2 tunggal
KU : lemah  Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
Sens: CM
TD : 150/90 mmHg  Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
HR : 60x/i timpani
RR : 16x/i
T : 36,70C  Ekstremitas :
Urin 650ml/24 jam, DC (+ Superior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
Inferior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
43

Cont....

• Status lokalis
• Regio Flank : Nyeri tekan (-), nyeri ketok (+)
• Regio Suprapubik : Nyeri tekan (-), vu kesan penuh (-)
• Regio Skrotum
• Inspeksi : , terdapat pus pada bagian
central pada bagian bilateral (+).
• Palpasi : nyeri (+) pada ulkus vas 4
44

Cont....
• Planning
• Rawat Luka tiap hari dengan kasa
betadine dan oxoferin atau duodeum
• Assesment gel
• Fournier gangren a/r scrotum post • Inf. Tutofusin 500ml/24 jam
insisi drainsase H6+ dekompensatio
• Inj. Ceftriaxon 2x1gram
cordis+ nefropati diabetik+
obesitas+hipoalbumin+Anemia+olig • Inj. Metronidazole 3x500 mg
uria+hiperuricemia • Inj. Antrain 3x1 gr
• Inj. Ranitidine 2x50 mg
• Lasix pump 10 amp dalam PZ 50 ml
• Oral:
• Allopurinol 2x1
• Ranipril 2,5 mg
• Concor 25 mg
• ISDN 2x5mg
• Rencana colostomy
45

Follow Up H7MRS (4 September 2018)

 Kepala leher : konjugtiva merah, sklera

Subyektif bening, mukosa bibir

Tidak ada keluhan kemerahan

Obyektif  Cor : S1S2 tunggal


KU : cukup  Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
Sens: CM  Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
TD : 160/60 mmHg
HR : 72x/i timpani
RR : 16x/i  Ekstremitas :
T : 370C
Superior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
Inferior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
46

Cont....

• Status lokalis
• Regio Flank : Nyeri tekan (-), nyeri ketok (+)
• Regio Suprapubik : Nyeri tekan (-), vu kesan penuh (-)
• Regio Skrotum
• Inspeksi : , terdapat pus pada bagian
central pada bagian bilateral (+).
• Palpasi : nyeri (-) pada ulkus
Pemeriksaan Laboratorium
• Status elektrolit
• Natrium : 139,1 (N: 135-155)
• Kalium : 4,21 (N: 3,5-5,0)
• Chlorida : 107,3 (N: 90-110)
• Calsium : 2,09 (N: 2,15-2,57)

• Fungsi Ginjal

• BUN : 76 mg/dl (N: 6-20)


• Creatinin : 6,8mg/dl (N: 0,6-1,3)
• Uric acid : 8,8 mg/dl (N: 3,4-7)
• Urea : 163 (N:12-43)

48

Follow Up H8MRS (5 September 2018)

 Kepala leher : konjugtiva merah, sklera


bening, mukosa bibir
Subyektif
kemerahan
Tidak ada keluhan
 Cor : S1S2 tunggal
 Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
Obyektif
 Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
KU : cukup
Sens: CM timpani
TD : 130/80 mmHg  Ekstremitas :
HR : 80x/i
RR : 18x/i Superior : akral hangat (+/+),
T : 36,40C oedema (-/-)
Inferior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
49

Cont....

 Status lokalis
Regio Flank: Nyeri tekan (-), Nyeri ketok (+)
Regio Suprpubik: Nyeri tekan (-), vukesan penuh (-)
Regio Skrotum
Inspeksi : terdapat pus pada bagian central pada bagian
bilateral (+)
Palpasi : nyeri (-) pada ulkus
50

Cont....
• Assesment • Planning
• Fournier gangren a/r scrotum • Rawat Luka tiap hari dengan kasa
post insisi drainsase H7+ betadine Inf. Tutofusin 1000ml/24 jam
dekompensatio cordis+ nefropati • Inj. Ceftriaxon 2x1gram
diabetik+ • Inj. Metronidazole 3x500 mg
obesitas+hipoalbumin+Anemia+ • Inj. Antrain 3x1 gr k/p
oliguria+hiperuricemia
• Inj. Ranitidine 2x50 mg
• Transfusi PRC 1 bag /hari sampai Hb
10
• Inj. Lasix 2x1 amp
• Oral:
• Allopurinol 2x1
• Ranipril 2,5 mg
• Concor 25 mg
• ISDN 2x5mg
• Rencana colostomy
• Pro redbridement+necrotomy
51

Follow Up H9MRS (6 September 2018)

 Kepala leher : konjugtiva merah, sklera


bening, mukosa bibir
Subyektif
kemerahan
Mual
 Cor : S1S2 tunggal
Obyektif
KU: lemah  Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
Sens: CM  Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
TD : 140/70 mmHg
HR : 81x/i timpani
RR : 16x/i  Ekstremitas :
T : 36.30C
Superior : akral hangat (+/+),
Up: 500ml/24 jamanemis
oedema (-/-)
Inferior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
52

Cont....

 Status lokalis i
Regio Flank: Nyeri tekan (-), Nyeri ketok (+)
Regio Suprpubik: Nyeri tekan (-), vu terkesan penuh (-)
Regio Skrotum
Inspeksi : terdapat pus pada bagian central pada bagian
bilateral (+)
Palpasi : nyeri (-) pada ulkus
53

Cont....
• Assesment • Planning
• Fournier gangren a/r scrotum post • Rawat Luka tiap hari dengan kasa
insisi drainsase H9+ dekompensatio betadine Inf. Tutofusin 1000ml/24 jam
cordis+ nefropati diabetik+ • Inj. Ceftriaxon 2x1gram
obesitas+hipoalbumin+Anemia+olig • Inj. Metronidazole 3x500 mg
uria+hiperuricemia • Inj. Antrain 3x1 gr k/p
• Inj. Ranitidine 2x50 mg
• Transfusi PRC 1 bag /hari sampai Hb
10
• Inj. Lasix 2x1 amp
• Oral:
• Allopurinol 2x1
• Ranipril 2,5 mg
• Concor 25 mg
• ISDN 2x5mg
• Minum 1000 ml
• Rencana colostomy
• Pro redbridement+necrotomy
Hasil Lab 9/9/2018
Darah Rutin
Hemoglobin: 10 g% (N: 13,5-17,5) • Kadar Gula Darah
Leukosit : 6,9 x 109/L (N: 4-11) •
Hematokrit : 31,1 % (N: 31-47) • KGDS : 82
Trombosit : 228 x109/L (N: 150-450)

Status Elektrolit
• Fungsi Hati

Natrium : 139,5
(N:135-155) • Bilirubin total: 0,19 mg/dl (N: <1,2)
Kalium : 5,14 • Bilirubin direct: 0,76 mg/dl (N: 0,2-0,4)
(N:3,5-5,0) • SGOT : 35 IU/L (N: 10-35)
Clorida : 107.8 • SGPT : 9 IU/L (N: 9-43
(N:90-110) • Albumin : 2,2 (N:3,4-4,8)
Calsium : 2,15 •
(N:2,15-2,57) • Fungsi Ginjal
Magnesium : 0,84 •
(N:0,73-1,06) • Urea 128 mg/dl (N: 12-43)
Fosfor : 1,54 • Creatinin: 6,8 mg/dl (N: 0,6-1,3)
(N:0,84-1,45) • Uric acid: 5,1 mg/dl (N: 3,4-7)
• BUN : 60mg/dL (N:6-20)
55

Follow Up H10MRS (7 September 2018)

 Kepala leher : konjugtiva merah, sklera


bening, mukosa bibir
Subyektif
kemerahan
Sesak jika duduk, nyeri di
luka op  Cor : S1S2 tunggal
Obyektif  Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
KU : baik  Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
Sens: CM
TD : 150/80 mmHg timpani
HR : 84x/i  Ekstremitas :
RR : 21x/i
Superior : akral hangat (+/+),
T : 370C
oedema (-/-)
Inferior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
56

Cont....

 Status lokalis
Regio Flank: Nyeri tekan (-), Nyeri ketok (+)
Regio Suprapubik: Nyeri tekan (-), vu kesan penuh (-)
Regio Skrotum
Inspeksi : terdapat pus pada bagian central pada bagian
bilateral (+)
Palpasi : nyeri (+) pada ulkus hilang timbul skala 4-5
57

Cont....
• Assesment • Planning
• Fournier gangren a/r scrotum post • Rawat Luka tiap hari dengan kasa
insisi drainsase H10+ betadine Inf. Tutofusin 1000ml/24 jam
dekompensatio cordis+ nefropati • Inj. Ceftriaxon 2x1gram
diabetik+ • Inj. Metronidazole 3x500 mg
obesitas+hipoalbumin+Anemia+olig
uria • Inj. Antrain 3x1 gr k/p
• Inj. Ranitidine 2x50 mg
• Transfusi PRC 1 bag /hari sampai Hb
10
• Transfusi albumin 20% 100 ml
• Oral:
• Allopurinol 2x1
• Ranipril 2,5 mg
• Concor 25 mg
• ISDN 2x5mg
• Rencana colostomy
• Pro redbridement+necrotomy

58

Follow Up H11MRS (8 September 2018)

 Kepala leher : konjugtiva merah, sklera


Subyektif bening, mukosa bibir
Nyeri berkurang,mual kemerahan
Obyektif  Cor : S1S2 tunggal
KU : baik  Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
Sens: CM
TD : 130/70 mmHg  Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
HR : 82x/i timpani
RR : 20x/i
T : 36,50C  Ekstremitas :
Superior : akral hangat (+/+),
Up: 250 ml/24 jam oedema (-/-)
Inferior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
59

Cont....

 Status lokalis
Regio Flank: Nyeri tekan (-), Nyeri ketok (+)
Regio Suprpubik: Nyeri tekan (-), vukesan penuh (-)
Regio Skrotum
Inspeksi : terdapat pus pada bagian central pada bagian
bilateral (+)
Palpasi : nyeri (+) pada ulkus berkurang skala 3-4
60

Cont....
• Planning
• Rawat Luka tiap hari dengan kasa
betadine Inf. Tutofusin 500 ml/24 jam
• Assesment • Inj. Ceftriaxon 2x1gram
• Fournier gangren a/r scrotum post • Inj. Metronidazole 3x500 mg
insisi drainsase H11+ dekompensatio • Inj. Antrain 3x1 gr k/p
cordis+ nefropati diabetik+
• Inj. Ranitidine 2x50 mg
obesitas+hipoalbumin+Anemia+oliguri
a+hiperuricemia • Transfusi PRC 1 bag /hari sampai Hb 10
• Transfusi albumin 20% 100 ml
• Minum 500 ml/24 jam
• Inj. Lasix 2x1 amp
• Oral:
• Allopurinol 2x1
• Ranipril 2,5 mg
• Concor 25 mg
• ISDN 2x5mg
• Rencana colostomy
• Pro redbridement+necrotomy

61

Follow Up H12MRS (9 September 2018)

 Kepala leher : konjugtiva merah, sklera


bening, mukosa bibir
Subyektif
kemerahan
Keluhan tidak ada
 Cor : S1S2 tunggal
Obyektif
KU : baik  Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
Sens: CM  Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
TD : 160/80 mmHg
HR : 78x/i timpani
RR : 20x/i  Ekstremitas :
T : 36,20C
Superior : akral hangat (+/+),
Up:300ml/24 jam
oedema (-/-)
Inferior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
62

Cont....

 Status lokalis
Regio Flank: Nyeri tekan (-), Nyeri ketok (+)
Regio Suprpubik: Nyeri tekan (-), vukesan penuh (-)
Regio Skrotum
Inspeksi : terdapat pus pada bagian central pada bagian
bilateral (+)
Palpasi : nyeri (-) pada ulkus
63

Cont....
• Planning
• Rawat Luka tiap hari dengan kasa
betadine Inf. Tutofusin 500 ml/24 jam
• Assesment • Inj. Ceftriaxon 2x1gram
• Fournier gangren a/r scrotum post insisi • Inj. Metronidazole 3x500 mg
drainsase H12+ dekompensatio cordis+ • Inj. Antrain 3x1 gr k/p
nefropati diabetik+
• Inj. Ranitidine 2x50 mg
obesitas+hipoalbumin+Anemia+oliguria
• Transfusi PRC 1 bag /hari sampai Hb 10
• Transfusi albumin 20%sampai albumin
3,0
• Inj. Lasix 2x1 amp
• Oral:
• Allopurinol 2x1
• Ranipril 2,5 mg
• Concor 25 mg
• ISDN 2x5mg
• Rencana colostomy
• Pro redbridement+necrotomy

64

Follow Up H13MRS (10 September 2018)

 Kepala leher : konjugtiva merah, sklera


bening, mukosa bibir
Subyektif
kemerahan
Gatal pada area post op
 Cor : S1S2 tunggal
Obyektif
KU : baik  Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
Sens: CM  Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
TD : 130/80 mmHg
HR : 84x/i timpani
RR : 21x/i  Ekstremitas :
T : 370C
Superior : akral hangat (+/+),
Up; 400 ml/24 jam
oedema (-/-)
Inferior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
65

Cont....

 Status lokalis
Regio Flank: Nyeri tekan (-), Nyeri ketok (+)
Regio Suprpubik: Nyeri tekan (-), vukesan penuh (-)
Regio Skrotum
Inspeksi : terdapat pus pada bagian central pada bagian
bilateral (+)
Palpasi : nyeri (-) pada ulkus
Pemeriksaan Lab
• Kreatinin serum : 4,6
mg/dL(N: 0,6-1,3)
• BUN: 46 mg/dL (N:6-20)
• Urea: 99 mg/dL(N:12-43)
67

Cont....
• Assesment • Planning
• Fournier gangren a/r scrotum post • Rawat Luka tiap hari dengan kasa
insisi drainsase H13+ dekompensatio betadine Inf. Tutofusin 500 ml/24 jam
cordis+ nefropati diabetik+ • Inj. Ceftriaxon 2x1gram
obesitas+hipoalbumin+Anemia+oliguri • Inj. Metronidazole 3x500 mg
a+hiperuricemia • Inj. Antrain 3x1 gr k/p
• Inj. Ranitidine 2x50 mg
• Transfusi PRC 1 bag /hari sampai Hb 10
• Transfusi albumin 25%sampai albumin
2,7
• Inj. Lasix 2x1 amp
• Oral:
• Allopurinol 2x1
• Ranipril 2,5 mg
• Concor 25 mg
• ISDN 2x5mg
• Rencana colostomy
• Pro redbridement+necrotomy

68

Follow Up H14MRS (11 September 2018)

 Kepala leher : konjugtiva merah, sklera


bening, mukosa bibir
Subyektif
kemerahan
Tidak ada keluhan
 Cor : S1S2 tunggal
Obyektif
 Pulmo : simetris +/+, vesikuler +/+
KU : baik
Sens: CM  Abdomen : flat, BU (+) normal, soepel,
TD : 130/70 mmHg timpani
HR : 83x/i
RR : 18x/i  Ekstremitas :
T : 36,30C Superior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
Inferior : akral hangat (+/+),
oedema (-/-)
69

Cont....

 Status lokalis
Regio Flank: Nyeri tekan (-), Nyeri ketok (+)
Regio Suprpubik: Nyeri tekan (-), vukesan penuh (-)
Regio Skrotum
Inspeksi : terdapat pus pada bagian central pada bagian
bilateral (+)
Palpasi : nyeri (-) pada ulkus
70

Cont....
• Assesment • Planning
• Fournier gangren a/r scrotum post • Rawat Luka tiap hari dengan kasa
insisi drainsase H14+ betadine Inf. Tutofusin 500 ml/24 jam
dekompensatio cordis+ nefropati • Inj. Ceftriaxon 2x1gram
diabetik+ • Inj. Metronidazole 3x500 mg
obesitas+hipoalbumin+Anemia+olig • Inj. Antrain 3x1 gr k/p
uria+hiperuricemia
• Inj. Ranitidine 2x50 mg
• Transfusi PRC 1 bag /hari sampai Hb
10
• Transfusi albumin 25%sampai
albumin 2,7
• Inj. Lasix 2x1 amp
• Oral:
• Allopurinol 2x1
• Ranipril 2,5 mg
• ISDN 2x5mg
• Rencana colostomy
• redbridement+necrotomy

Gambaran Klinis
Hasil Kultur
• Pada spesimen infeksi
kulit terdapat bakteri
Acinetobacter
baumanii dan
Escherichia coli
Hasil Patologi Anatomi
• Dalam container
plastik diterima 1
jaringan bentuk
lembaran warna putih
kehitaman ukuran
15x12, tebal 1 cm tidak
tampak jelas adanya
tumor

77

Cont....
• Planning
• Rawat Luka tiap hari dengan kasa
betadine Inf. Tutofusin 500ml/24 jam
• Assesment
• Inj. Ceftriaxon 2x1gram
• Fournier gangren a/r scrotum post
• Inj. Metronidazole 3x500 mg
insisi drainsase H7+ dekompensatio
cordis+ nefropati diabetik+ • Inj. Antrain 3x1 gr
obesitas+hipoalbumin+Anemia+olig • Inj. Ranitidine 2x50 mg
uria+hiperuricemia • Transfusi PRC 1 bag /hari sampai Hb
10
• Oral:
• Allopurinol 2x1
• Ranipril 2,5 mg
• Concor 25 mg
• ISDN 2x5mg
• Rencana colostomy
• Pro redbridement+necrotomy
Dalam anamnesis pasien tidak dapat ditentukan penyebab pasti dari infeksi,
namun dapat diperkirakan infeksi bersumber dari perianal dan diperburuk
dengan hygiene yang kurang.

Untuk mengetahui etiologi mikroba pada pasien


ini perlu dilakukan pemeriksaan kultur pada pasien guna
uji resistensi antibiotik.
Penatalaksanaan segera yang dilakukan yaitu
pemberian antibiotik guna mengeradikasi bakteri
penyebab gangren dengan menggunakan cefalosporin
spektrum luas dan metronidazole yang memiliki efek
baik terhadap bakteri anaerob.
Selain itu juga dilakukan tindakan debridement,
incisi abses dan necrotomy untuk membersihkan luka
dan mebuang sel jaringan yang sudah mati.