Anda di halaman 1dari 30

AMPUL

KELOMPOK IV
MATERI PENDUKUNG
1. Definisi Injeksi/parenteral !:
Menurut Jones, 2007 (Encyclopedia Of Pharmaceutical
Tecknology, Hal: 1001
Parenteral berasal dari kata’’para tenteral’’yang berarti
menghindari Usus. Sediaan ini akan di gunakan untuk injeksi
melewati kulit atau batas jaringan, dibanding melewati saluran
pencernaan.senyawa aktif yang terkandung dihantarkan
dengan gravitasi atau langsung ke dalam pembuluh
darah,organ,dan jaringan/luka.

Menurut Robert,2017. Teknologi sediaan steril. Hal.85


Injeksi atau parenteral adalah sediaan farmasetis steril
berupa larutan, emulsi, suspensi, atau serbuk yang harus
dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum
digunakan, yang disuntikan dengan cara merobek jaringan ke
dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir atau
menembus suatu atau lebih lapisan kulit atau membran
mukosa menggunakan alat suntik.
2. Definis ampul !

Menurut Robert,2017. Teknologi sediaan steril. Hal. 100.


Ampul adalah wadah gelas yang disegel (ditutup rapat-
rapat biasanya diadakan dalam dosis tunggal obat-obatan
bentuk padat atau larutan jernih atau tipe suspensi yang
dimaksudkan untuk penggunaan parenteral.Volume biasanya
kecil sekitar 1-50 ml, tetapi dapat juga kapasitas 100 ml atau
lebih dalam kasus tertentu.

Menurut R. Voight, 1994, buku pelajaran teknologi farmasi,


Hal : 464
Ampul adalah wadah berbentuk silindris dari gelas yang
memiliki ujung runcing (lembing) atau suatu dasar datar.Ukuran
nominalnya berjumlah 1, 2, 5, 10, 20 kadang-kadang juga 25
atau 30 mL.ampul adalah wadah takaran , oleh karena jumlah
cairan keseluruhannya ditentukan untuk satu kali injeksi.
3. Rute-rute injeksi !
Menurut Swarbick (Encyclopedia Of
PharmaceuticsTechnology, 2007 : 1002 – 1004)
Rute pemberian untuk produk parenteral yang paling
umum digunakan adalah rute IV, IM ,SL dan Intradermal
serata IP.Umumnya digunakan dalam pemberian obat untuk
IV dan intraanterial obat yang diberikan menggunakan obat
pahit perangkat vaskular.
Menurut Ansel, 1989. Pengantar bentuk sediaan farmasi.
Hal. 400-41
Obat -obat dapat disuntikkan ke dalam hampir seluruh
organ atau bagian tubuh termasuk sendi (intraarticular) ruang
cairan sendi (intrasýnovial), tulang punggung (intraspinal) ke
dalam cairan spinal (intrathecal), arteri (intraarterial), dan
dalam keadaan gawat bahkan ke dalam jantung
(intracardiac). Tetapi, yang paling umum obat suntik
dimaksudkan untuk dimasukkan ke dalam vena (intravena,
I.V).ke dalam otot (intramuscular I.M) ke dalam kulit
(intradermal 1.D. intrakutan) atau di bawah kulit (subkutan,
S.K. sub-Q, S.Q. hipodermik, "Hipo") (Gambar 9-1).
4. Keuntungan sediaan injeksi !

Menurutswarbick(EncyclopediaOf Pharmaceutical,2007:1003)
Keuntungan

1. Berguna untuk pasien yang tidak bisah menggunakan obat secara


oral
2. Berguna untuk obat yang memerlukan aksi onset yang cepat
(terutama I V)
3. Berguna untuk sirkulasi udara
4. Berguna untuk menyediakaan pengontrolan penghantaran obat
(implan,injeksi)
5. Dapat digunakan untuk pelepasan obat sendiri (Subkutan)
6. Berguna untuk obat-obat yang aktif pada GI/pencernaan yang
mengalami metabolis first fast effect di hati
7. Berguna untuk menghantarkan obat secara lansung kejaringan
atau target penghantaran obat
8. Berguna untuk menyediakan memungkinkan terjadinya gangguan
pemberian obat yang terdapat melalui suntikan IV atau lupus
menggunakan teknik Farmasetik bisa dilakukan diRS ,pusat
infus,rawat jalan,dan dalam perawatan kesehatan
Menurut Robert,2017. Teknologi sediaan steril. Hal.42

1. Respon fisiologis yang cepat dapat dicapai segera bila diperlukan, yang
menjadi pertimbangan utama dalam kondisi klinik seperti gagal jantung,
asma, shok.
2. Terapi parenteral diperlukan untukobat-obat yang tidak efektif secara
oral atau yang dapat dirusak oleh saluran pencernaan, seperti insulin,
hormon dan antibiotik.
3. Obat-obat untuk pasien yang tidak kooperatif, mual atau tidak sadar
harus diberikan secara injeksi.
4. Bila memungkinkan, terapi parenteral memberikan kontrol obat dari ahli
karena pasien harus kembali untuk pengobatan selanjutnya. Juga dalam
beberapa kasus, pasien tidak dapat menerima obat secara oral.
5. Penggunaan parenteral dapat menghasilkan efck lokal untuk obat bila
diinginkan seperti pada gigi dan anestesi.
6. Dalam kasus dimana dinginkan aksi obat yang diperpanjang, bentuk
parenteral tersedia, termasuk injeksi steroid periode panjang secara
intra-artikular dan penggunaan penisilin periode panjang secara i.m.
keseimbangan cairan dan elektrolit. total diharapkan dapat dipenuhi
melalui rute parenteral.
7. Terapi parenteral dapat memperbaiki kerusakan serius pada
keseimbangan cairan dan elektrolit.
8. Bila makanan tidak dapat diberikan melalui mulut, nutrisi.
5. Kekurangan sediaan injeksi !

Menurut swarbick (Encycloprdia Of Pharmaceutical,2007:1003)


Kerugian
1. Lebuh mahal dan ongkos pembuatannya lebih besar
2. Memungkinkan terjadinya infeksi dibagian yang disuntikan
3. Memungkinkan terjadinya sepsis
4. Memungkinkan terjadinya penyempitan pembuluh darah
5. Tekanan pisiologis pada pasien
6. Membutuhkan teknik dan peralatan khusus untuk penghantaran
obat
7. Memungkinkan terjadinya gangguan pada jaringan pada saat
penyuntikan
8. Resiko cedera pada jarum suntik dan paparan patogen melalui
darah dan petugas kesehatan
9. Peningkatan mobilitas dengan perangkat akses vaskuler jangka
panjang
10. Pembuangan jarum,jarum suntik dan peralatan infus lainnya
11. Memerlukan pertimbangan khusus
MenurutRobert,2017. Teknologi sediaan steril.Hal.43.
1. Bentuk sediaan harus diberikan oleh orang yang
terlatih dan membutuhkan waktu yang lebih lama
dibandingkan dengan pemberian rute lain.
2. Pada pemberian parenteral dibutuhkan ketelitian
yang cukup untuk pengerjaan secara aseptik dari
beberapa rasa sakit tidak dapat dihindari.
3. Obat yang diberikan secara parenteral menjadi sulit
untuk mengembalikan efek fisiologisnya.
4. Pada pemberian dan pengemasan, bentuk sediaan
parenteral lebih mahal dibandingkan metode rute
yang lain.
6. Komposisi injeksi !
Menurut, Robert,2017. Teknologi sediaan steril.Hal.85-88.
Komposisi Injeksi :
1. Bahan aktif
2. Bahan tambahan
a. Antioksidan
Garam-garam sulfurdioksida, termasuk bisulfit, metasulfit
dan sulfit adalah yang paling umum digunakan sebagai
antioksidan. Selain itu digunakan: Asam
askorbat,Sistein,Monotiogliseril dan Tokoferol
b.Bahan antimikroba atau pengawet
Benzalkonium klorida, Benzil alkohol,Klorobutanol,
Metakreosol,Timerosol, Butil p-hidroksibenzoat,Metil p-
hidroksibenzoat,Propil p-hidroksibenzoat dan Fenol.
c. Buffer
Asetat,Sitrat dan Fosfat.
e. Bahan pengkhelat
Garam etilendiamintetraasetat (EDTA)
f. Gas inert
Nitrogern dan Argon.
g. Bahan penambah kelarutan (Kosolven)
Etil alkohol,Gliserin,Polietilen glikol,Propilen.
h. Surfaktan
Polioksietilen dan Sorbitan monooleat.
i. Bahan pengisotonis
Dekstrosa dan NaCI.
j. Bahan pelindung
Dekstrosa,Laktosa,Maltosa dan Albumin serum
k. Bahan penyerbuk
Laktosa,Manitol,Sorbitol dan Gliserin.
3. Pembawa
a. Pembawa air
Menggunakan air untuk injeksi.
b. Pembawa non air dan campuran
- Minyak nabati
Minyak jagung,Minyak biji kapas, Minyak
kacang dan Minyak wijen.
- Pelarut bercampur air
Gliserin,Etil alkohol, Propilen glikol dan
Polietilenglikol 300.
Menurut Banker, 2002, Modern Pharmaceutics,
hal: 393
7. Syarat syarat injeksi !
Menurut Robert,2017. Teknologi sediaan steril. Hal.
88.
a. Bebas dari mikroorganisme, steril atau dibuat dari
bahan- bahan steril di bawah kondisi yang kurang akan
adanya kombinasi mikroorganisme (proses aseptik).
b. Bahan-bahan bebas dari endotoksin bakteri dan bahan
pirogenik lainnya.
c. Bahan-bahan yang bebas dari bahan asing dari luar
yang tidak larut.
8. Cara pengisian ampul !

Menurut Robert,2017. Teknologi sediaan steril. Hal. 99


Untuk pengisian ampul, jarum hipodermik panjang
adalah penting karena lubangnya kecil.Jarum harus
dimasukkan ke dalam ampul sampai batas leher ampul, tetapi
tidak cukup jauh untuk masuk ke dalam larutan yang
dimasukkan ke dalam ampul.Jarum harus dikeluarkan dari
ampul tanpa menggunakan tetes larutan pada dinding primer
dari leher ampul.Metode ini digunakan untuk mencegah
pengurangan dan pengotoran jika ampul disegel.

Menurut lachman, 1994, Teori dan praktek farmasi


industry, Hal:143,147-149
• Pengisian
Pembagian mekanik dari suatu cairan bergerak dengan
serapan rendah dapat dicapai dengan mesin berkemampuan
kerja ringan, tetapi cairan kental lengket/ memiliki kecepatan
tinggi yang di hubungkan untuk mendispersikannya.
8. cara penyegelan ampul !
MenurutRobert,2017. Teknologi sediaan steril.Hal. 98
Ampul dapat ditutup dengan melelehkan bagian gelas
dari leher ampul sehingga membentuk segel penutup atau
segel tarik.Segel penutup dibuat dengan melelehkan
sebagian gelas pada bagian atas leher ampul bulatan gelas
dan menutup bagian yang terbuka.Segel tarik dibuat dengan
memanaskan leher dari suatu ampul yang berputar di daerah
ujungnya kemudian menarik ujungnya hingga membentuk
kapiler kecil yang dapat diputar sebelum bagian yang meleleh
tersebut ditutup.

Menurut lachman, 1994, teori dan praktek farmasi


industry, Hal: 143,147-149
• Penyegelan
Ampul bias di tutup dengan melelehkan bagian
gelas dari leher ampul sehingga membentuk egel penutup
(lip-seal) atau segel Tarik (pull-steat). Sebagai penutup dibuat
dengan memanaskan leher membentuk kapiler kecil yang
dapat diputar sebelum bagian yang meleleh tersebut di tutup.
9.Tipe-tipe gelas dan pewadahan ampul
Menurut Robert,2017. Teknologi sediaan steril. Hal. 91.
Gelas digunakan untuk sediaan parenteral
dikelompokkan dalam tipe 1. Tipe II, dan Tipe II (tabel 8). Tipe
I adalah mempunyai derajat yang paling tinggi, kelihatan
eksklusif dan borosilikat (silikon dioksida), dibuat resisten
secara kimia terhadap kondisi asam dan basa yang
ekstrim.Gelas tipe 1, meskipun paling mahal, ini lebih disukai
unruk produk terbanyak yang digunakan untuk pengemasan
beberapa parenteral.Gelas tipe II adalah gelas soda-lime
(dibuat dengan natrium sulfit atau sulfida untuk menetralisasi
permukaan alkalinoksida), sebaliknya gelas tipe III tidak
dibuat dari gelas soda lime.Gelas tipe II dan III digunakan
untuk serbuk kering dan sediaan parenteral larutan
berminyak. Tipe II dapat digunakan untuk produk dengan pH
di bawah 7,0 sebaik sediaan asam dan netral.
Menurut Howard C. Ansel, 2011, Pengantar bentuk sediaan
farmasi, Hal: 181
Gelas yang digunakan dalam mengemas sediaan farmasi
digolongkan menjadi empat kategori, tergantung kepada
bahan kimia dari gelas tersebut dan kemampuannya untuk
mencegah peruraian. Table 5-4 memperlihatkan
penggolongan berbagai gelas ditinjau dari susunan kimianya:
tipe I, Tipe II, tipe III dimaksudkan untuk produk parenteral
dan tipe NP dimaksudkan untuk produk nonparenteral dan
tipe itu dimaksudkan untuk penggunaan oral dan topikal.
Pewadahan Ampul :
Wadah dosis tunggal umumnya disebut ampul,tertutup
rapat dengan melebur wadah gelas dalam kodisi
aseptis,wadah gelas dibuat mempunyai leher agar dapat
degan mudah dipisahkan dari bagian badan wadah tanpa
terjadi serpihan-serpihan gelas,sesuda dibuka,isi ampul dapat
dihisap ke dalam alat suntik dengan jarum hipodermik.sekali
dibuka,ampul tidak dapat ditutup kembali dan digunakan lagi
untuk suatu waktu kemudian,karena sterilitas isinya tidak
dapat dipertanggung jawabkan lagi.
Menurut Voight, R.,1995,Buku pelajaran teknologi
farmasi,Diterjemahkan oleh soedani N S,.UGM
Press,Yogyakarta.Hal 464
1. Ampul Semprot
Dalam segi tehnik injeksi tercatat beberapa
perkembangan mutakhir,dan beberapa di antaranya akan
diuraikan disini.Ampul semprot merupakan istilah gabungan
untuk wadah dan alat yang tidak hanya memiliki fungsi
penyimpanan ( fungsi pengemasan ) akan tetapi sekaligus
juga fungsi penggemasan.Ampul tersebut pada umumnyza
merupakan kombinasi dari gelas (Wadah preparat),karet
(Tutup labu,segel) dan logam (Tudung kanula).
Ampul semprot yang terdiri dari bahan sintesis,tidak
dapat digunakan. Sebaliknya plastik,menunjukan tingkat
keberhasilan sebagai materi wadah yang semakin meningkat
bagi larutan infus.penggunaanya secara umum saat ini masi
dirintangi dengan terbatasnya informasi antaraksi antara
bahan obat dan stabilisator disatu pihak dan dengan material
2.Pada ampul slinder (pipa kecil ),Cairan injeksi berada
dalam sebuah silinder gelas,yang sala satu sisinya di
tutupi dengan penutup karet atau penutup dari bahan
sintesis yang tebal dan berfungsi sebagai torak.sisi lain
hanya di tutup dengan membran karet atau membran
dari bahan sintetis,yang tipis yang pada saat
pemasangan ampul dalam sebuah alat semprot
spesial di tembusi oleh sebuah jarum injeksi dari ujung
belakangnya.carpule khususnya di gunakan dalam
pengobatan gigi
Pewadahan ampul silindris terbuat dari gelas,yang
memiliki ujung runcing (leher) dan bidang dasar datar.Ukuran
nominalnya 1,2,5,10,20 kadang-kadang juga 25 atau 30
ml.wadah takaran tungal,oleh karena total jumlah cairannya di
tentukan pemakaian untuk satu kali injeksi.
3. Botol kecil dan botol
Botol kecil injeksi (Vial,botol penusuk,botol kapsulot)
dapat beruapa wadah takaran tunggal atau takaran
ganda.botol tersebut di gunakan untuk mewadahi serbuk
bahan obat larutan atau suspensi dengan volume sebanyak 5
ml,akan tetapi diperdagangkan juga teredia untuk volume
yang lebi besar.Botol gelas kecil berleher lebar di tutupi
dengan penutup karet,yang diketatkan pada leher botol
dengan sebuah kapsul tudung yang terbuat dari logam ringan.
Tutup karet (kadang-kadang juga lempengnya karet) dibuat
sedemikian rupa sehingga ketebalan dibagian tenggahnya
paling kecil yang mengandung bahan obat kering karena
memiliki stabilitas yang rendah di dalam larutan,larutanya di
buat dengan menambahkan air sterill,cara ini umumnya
diberiakn dalam bentuk kemasan tambahan ampul bahan
pelarut dan dengan meggunakan jarum ijeksi, tutupnya di
tusuk,sesaat sebelum pemkaian.
10. Evaluasi ampul !
Menurut Ditjen Pom, 1979, Farmakope Indonesia
Edisi III, Hal: 19
a. Uji keseragaman bobot
Sediaan yang sebelum digunakan sebagai
injeksi dilarutkan terlebih dahulu, harus memenuhi
syarat keseragaman bobot berikut : hilangkan 10
wadah, cuci bagian luar wadah, cuci wadah dengan
air, keringkan. Timbang satu persatu dalam keadaan
terbuka, kluarkan isi wadah, cuci wadah dengan air
kemudian dengan etanol (95%) p , keringkan pada
suhu 105°C hingga bobot tetap, dinginkan, timbang
satu persatu, bobot isi wadah yang tidak boleh
menyimpang lebih dari batas yang tertera pada daftar
berikut, kecuali satu wadah yang boleh menyimpang
tidak lebih dari 2 kali batas yang tertera.
TUGAS PENDAHULUAN
2. Jelaskan tentang pemilihan bahan dalam formulasi sediaan parenteral
dosis tunggal! Apakah sediaan perlu pendaparan atau tidak, jelaskan
alasannya!
Untuk pemilihan bahan formulasi sediaan parenteral dosis tunggal,
sediaan perlu pendaparan karena :
Menurut Banker, 2002, Modern Pharmaceutical, Hal: 393 Komposisi
sediaan injeksi yaitu:
a) Antimikroba
b) Antioksidan
c) Buffer
d) Penggembur
e) Agen khelating
f) Pengawet
g) Agen pelarut
h) Surfaktan
i) Agen penyesuai tonisitas

Sehingga sediaan parenteral tersebut membutuhkan pendaparan


karena kondisi suatu larutan injeksi pHnya harus sesuai dengan pH
fisiologis tubuh sekitar 7.4.Larutan buffer juga diperlukan untuk mencegah
agar senyawa obat tidak rusak dan potensinya tidak berkurang oleh asam
atau basa.Larutan buffer dapat pula merubah zat yang kurang aktif menjadi
aktif (biasanya didalam sediaan steril).
Menurut Swarbrick, 2007, Encyclopedia of pharmaceutical
technology, hal: 1006, 1273-1274
Buffer merupakan bahan yang terdiri dari asam lemah
dan bentuk garamnya yang sesuai.Buffer digunakan untuk
memperhatikan tingkat pH larutan dalam kisaran yang
menyediakan baik stabilitas maksimal obat terhadap
degradasi hidrolitik atau kelarutan maksimal atau optimal obat
dalam larutan.
Dan buffer dapat diberikan dalam formulasi parenteral untuk
memastikan pH yang diperlukan untuk kelarutan dan atau
untuk pertimbangan stabilitas.

Menurut lachman, 1986, teori dan praktek farmasi industry,


hal: 1302
Dapar ditambahkan untuk menjaga pH biasa menyebabkan
perubahan nyata dalam laju reaksi peruraian.
4. Jika dekstrosa 40% akan diformulasi menjadi
suatu sediaan IV dosis tunggal bolus, jelaskan
tentang :
a. Cara pemberian yang dapat ditempuh untuk
mengatasi penyimpangan besar dari tonisitas
dan osmolaritasnya!
b. Proses sterilisasi dan wadah gelas tipe apa yang
digunakan?
Jawab :

a. Cara pemberian yang dapat di tempuh untuk


mengatasi penyimpangan besar dari tonisitas
dan osmolaritasnya !
b. Proses sterilisasi dan wadah gelas tipe apa
yang digunakan ?
Menurut syamsuni 2006 (ilmu resep: 185-186)
– Proses sterilisasi dengan pemanasan secara kering
• Sediaan yang akan disterilkan dimasukkan
kedalam wadah,kemudian ditutup kedap,atau
ditutup sementara untuk mencegah
pencemaran.jika volu,e dalam tiap wadah tidak
lebih dari 30 ml,panaskan pada suhu 150 selama
1 jam. Jika volume dalam tiap wadah lebih dari 30
ml,waktu sterilisasi diperpanjang hingga seliruh isi
tiap wadah berada pada suhu 150 selama 1 jam.
Wadah yang tertutup sementara kemudian ditutup-
kedap menurut cara aseptic.

Anda mungkin juga menyukai