Anda di halaman 1dari 29

Dr.

Miralza Diza, SpTHT-KL


 Mimisan
 Perdarahan dari hidung
 Bukan suatu penyakit, melainkan
sebagai gejala/manifestasi penyakit lain.
 Hampir 90 % dapat berhenti sendiri
 Kaya akan suplai darah
 Arteri karotis interna  Melalui
a.ethmoidalis anterior dan posterior
 Arteri karotis eksterna  Melalui
a.fasialis, a.maksilaris interna dan
cabangnya a.palatina mayor dan
a.spenopalatina
 Pembuluh darah saling berhubungan
melalui anastomosis :
- Pleksus Kiesselbach atau little’area
( bagian depan septum )
- Pleksus Woodruft nasofaringeal
- Anatomi vaskular yang bervariasi
dengan sistem anastomosis arteri
yang banyak
 Pria : Wanita ( 58 % : 42 % )

 Lebih sering pada anak- anak dan


orang tua
Penyebab lokal :
1. Idiopatik ( 85 % Kasus )
2. Trauma
3. Pengaruh Lingkungan
4. Infeksi hidung dan sinus
5. Tumor ( Jinak dan Ganas )
6. Iritasi
7. Abnormalitas septum nasi
8. Iatrogenik atau penggunaan Steroid Topikal
Penyebab Sistemik :
A. Kelainan Kardiovaskular (Hipertensi,
arteriosklerosis, DM, Nefritis Kronik, Sirosis
hepar)
B. Kelainan Darah (Leukemia,
Trombositopenia,Hemofilia anemia aplastik akut,
Polisitemia vera,dll )
C. Penyakit Hepar
D. Infeksi
E. Kelainan Endokrin ( kehamilan )
F. Kelainan Kongenital (Osler Weber Rendu =
Hereditary Hemorrhagi teleangiectasia )
 Terdapat 2 sumber perdarahan

 Epistaksis anterior :
* Pleksus Kiesselbach
* Banyak terjadi
* Pada anak-anak
* Berhenti spontan
Epistaksis Posterior :
- Dari a.sfenopalatina dan a.ethmoidalis
posterior
- Pada usia lanjut & Hipertensi, arteriosklerosis
- Perdarahan hebat & jarang berhenti spontan
ANAMNESIS :
1. Riwayat perdarahan sebelumnya
2. Lama perdarahan
3. Lokasi perdarahan  aliran darah
4. Jumlah perdarahan
5. Riwayat gangguan perdarahan pada keluarga
6. Hipertensi
7. DM
8. Penyakit Hati
9. Penggunaan atau asumsi obat-obatan
10. Trauma Hidung
PEMERIKSAAN FISIK :
* Lokal : Hidung & nasoparing ( rinoskopi )
* Umum : Tekanan darah, Frekuensi nadi

PEMERIKSAAN LAB :
* Pemeriksaan darah rutin / lengkap
* Uji faal hati & faal ginjal

Alat-alat : Lampu kepala, speculum hidung,


alat penghisap
PEMERIKSAAN PENUNJANG :
* Rontgen hidung ; sinus paranasal
* CT Scan
* Angiografi
* Naso endoscopy, nasofaringoscopy

PENATALAKSANAAN :
1. Hentikan perdarahan
2. Mencegah komplikasi
3. Mencegah berulangnya epistaksis
4. Mencari etiologi
Menghentikan perdarahan
“Secara aktif ( seperti kaustik dan
pemasangan tampon) adalah lebih baik
dari pada pemberian obat hemostatis”
1. Pencet cuping hidung ( 10 – 15 mnt ),
dilanjutkan mencari sumber perdarahan.
2. Tampon kapas adrenalin ( 1:100.000 ) dan
lidokain / pantokain.
3. Kauterisasi kimia atau elektrik :
- AgNO3 20-30%
- Elektrokauter
4. Tampon anterior
- kassa gulung ( lebar 1 cm ), diberi vaselin,
betadin, antibiotika cream.
- dipertahankan 2-3 hari.
- merocel / netcell.
5. Tampon posterior
- tampon Bellocq dan tampon anterior
- kateter Foley ( pengganti Bellocq )
- dipertahankan 3-5 hari
- antibiotika oral
6. Ligasi Arteri
- pada epistaksis berat & berulang
- a.maksilaris di fossa pterigo maksila
- a.ethmoidalis
- a.karotis eksterna
- a.sfenopalatina
Akibat Perdarahan
 Syok dan Anemia : iskemia otak, insufisiensi
koroner & infark miokard ( tekanan darah
turun mendadak ), kematian.
Akibat Pemasangan Tampon
 Sinusitis, OMA sampai septikemia
 Hemotympanum
 Blood tears
 Laserasi palatum molle dan sudut bibir
 Aspirasi