Anda di halaman 1dari 17

TEMU KE - 2

PETROGRAFI
KUALITATIF DAN KUANTITATIF
BY :
ASISTEN PETROGRAFI 2017
Teknik Geologi
Sekolah Tinggi Teknologi Nasional
Yogyakarta

https://telegram.me/mineral_STTNAS
REFERENSI
– Chayes, F., 1954. The theory of thin-section analysis. The Journal of
Geology, pp.92-101.

– Jensen, V. and Sibbick, T., 2001. RILEM petrographic method:


practical use and comparison with other petrographic methods in
use. 9th Euroseminar on Microscopy applied to building Materials.

– Higgins, M.D., 2006. Quantitative textural measurements in igneous


and metamorphic petrology. Cambridge University Press.

– Larrea, M., Martig, S., Castro, S., Aliani, P. and Bjerg, E., 2010, May.
Rock. AR–A Point Counting Application for Petrographic Thin
Sections. In 26th Spring Conference on Computer Graphics,
Budmerice, Slovakia (pp. 13-15).

– Heilbronner, R., Barret, S., 2014, Image Analysis in Earth Science:


Microstructure and textures of Earth Materials, Springer-Verlag
Berlin, 520 p.
OBJEKTIF PRAKTIKUM

Mahasiswa diharapkan mengetahui dan


memahami konsep petrografi, dan
perhitungan volumetric (% vol.)
PERHITUNGAN PERSENTASE
VOLUMETRIK
Pada pengamatan petrografi, kita harus dapat
menentukan jumlah komposisi secara
volumetric untuk menentukan secara tepat
nama dan tekstur batuan..
HAL – HAL YANG DIPERHATIKAN DALAM
PENGAMATAN PETROGRAFI
1. Tekstur batuan pada dasarnya adalah hubungan geometrik antara
butiran, kristal, lubang, atau gelas dalam batuan. Tekstur batuan
juga dapat didefinisikan sebagai orientasi kristal dalam batuan,
atau orientasi butiran yang biasa juga disebut sebagai kemas
(fabric).

• Komponen – komponen tekstur, dapat dibagi menjadi :


– Ukuran butir, kristal atau gelembung

– Bentuk dan batas butiran dan bentuk kristal

– Orientasi dari butiran dan bentuk kristal

– Posisi dan hubungan kontak antara butir atau kristal

– Hubungan antara fase dalam batuan.


Bentuk hubungan distribusi spasial antara butir atau kristal (Higgins, 2006)
2. Batas pengamatan untuk perhitungan
Pengamatan petrografi hanya mewakili sekitar 3 – 5 cm, dari
batuan yang akan diamati dari singkapan Lapangan,
sehingga perlu di perhatikan dimensi conto yang
dihasilkan dalam sayatan tipis.

Batas sayatan sering menampakan bentuk yang tidak


beraturan, sehingga perlu penanganan khusus dengan 2
(dua) cara ,yaitu :
• Membatasi manual, berdasarkan kesempurnaan bentuk
butir dan kristal
• Membuat kotak atau batasan simetri, sebagai batas
pengamatan
Metode pembatasan pengamatan pada sayatan tipis, (a). membatasi medan
pengamatan berdasarkan kesempurnaan bentuk butir atau kristal, (b). membuat
kotak, atau batasan simetri sebagai medan pengamatan (Higgins, 2006).
3. Modal Analysis
Penentuan proporsi volumetrik mineral
atau butiran yang menyusun batuan atau
disebut komposisi modal, dapat dilakukan
dengan berbagai teknik, tergantung dari
presisi dan akurasi yang diinginkan.
Beberapa teknik yang digunakan yaitu :

– Teknik Penyamaan Visual (Kualitatif)

– Teknik Point Counting (Kuantitatif)


Teknik Penyamaan Visual (Kualitatif)

Cara perhitungan dengan teknik ini adalah


dengan menyamakan secara visual
sebaran dan bentuk mineral (biasanya
fenokris atau fragmen), dengan standar
yang telah dibuat oleh Terry & Chillingar,
dalam Best, 2006
Penentuan volumetrik secara visual (dalam Best, 2013)
Teknik Point Counting (Kuantitatif)

Berupa teknik perhitungan dengan membuat titik


titik berdasarkan grid yang disepakati.
Teknik point counting dilakukan dengan tahapan
sebagai berikut :
1. Buat titik (point), dari pertemuan garis-garis grid
yang telah dibuatBerdasarkan data statistik,
maka diperlukan titik sebanyak 1000 titik untuk
ukuran butir < 2mm, dan 1500 titik (point) untuk
ukuran 2 – 4 mm dan dilakukan pada satu
sayatan tipis [Danish Petrographic Methode TI B
52, dalam Jensen, 2001].
Grid yang dibuat sebagai dasar perhitungan
2. Lakukan pengamatan di perbesaran
objektif 4X
3. Sebelum perhitungan, tentukan jenis jenis
mineral atau nama butiran utama yang
akan dilakukan perhitungan (>0.0625 mm).
4. Buat tabel komposisi mineral
5. Lakukan Perhitungan
Perhitungan point
Counting, dilakukan
dengan menentukan
nama mineral atau
material di sayatan yang
terkena titik, dimana
pengamatan harus
dilakukan secara
objektif. Mineral yang
ditulis dalam
perhitungan harus
terkena titik grid yang
telah dibuat.
Update Tugas Tiap Pertemuan
• Form manual yang sudah di-acc diketik
dan dibuat laporan resmi dikumpul
pertemuan berikutnya
• Setiap pengamatan harus disertai analisa
petrografi kualitatif dan kuantitatif
• Untuk analisa kuantitatif menggunakan
400 titik

Anda mungkin juga menyukai