Anda di halaman 1dari 53

NARKOBA

NAR : NARKOTIKA

KO : PSIKOTROPIKA

BA : BAHAN ADIKTIF
Budaya dan Narkoba
A Sadhu (Hindu holy-man) smoking
Ganja (marijuana) in a chillum

Dukun Suku Maya / Inca memakai


tanaman berefek narc. Untuk
penyembuhan dan upacara ritual.
Budaya dan Narkoba
• the Rastafarian’s holy weed
• The Rastafarian movement claims to be a
form of religion. It insists that Jesus is black
and all Rastas call their god Jah.
UU No. 35 Tahun 2009 ttg NARKOTIKA

NARCOTIC
NAR NARKOSIS
(NARKOTIKA)

ZAT ATAU OBAT DR TANAMAN ATAU BKN


TANAMAN, SINTETIS / SEMI SINTETIS DPT
TURUN ATAU RUBAH SADAR, KURANGI
SAMPAI HILANG RASA NYERI DAN DPT
TIMBUL KETERGANTUNGAN
CONTOH : yg sering disalahgunakan
GANJA, HEROIN, COCAIN, OPIUM, MORPHIN, SABU, EXSTASI
Penggolongan Narkotika
(Menurut UU. No. 35 Tahun 2009)

Golongan I (untuk penelitian)(65 Jenis)


Contoh : Ganja, Opium, Kokain, Amphetamin (Ekstasi),
Meth-Amphetamin (Shabu), dll.
Golongan II (pengobatan)(86 Jenis)
Contoh : Alfasetilmetadol, Alfameprodina, Metadone,
Morfin, dll
Golongan III (pengobatan / terapi)(14 Jenis)
Contoh : Etilmorfin, Kodein, Nikokodina, dll
Jenis Narkotika yang sering disita
oleh Sat Narkoba Polres Malang Kota

 Narkotika = ganja, Hasis, sabu,


ekstasi.
 Psikotropika = alprazolam/diazepam,
xanax
 Okerbaya (obat keras berbahaya) =
tablet “LL” (trihexiphenidyl)
GANJA PUTAUW

CANDU / OPIUM
MORFIN

GOLONGAN NARKOTIKA YG SERING DISALAHGUNAKAN DI INDONESIA


GANJA (CANNABIS)
 Mengandung zat kimia (d eta - 9 – tetrahydro cannabinol / THC)
yang mempengaruhi perasaan dan penglihatan serta
pendengaran
 Efek :
 konsentrasi hilang
 denyut jantung meningkat
 kehilangan keseimbangan
dan koordinasi tubuh
 rasa gelisah dan panik
 depresi (stress) kebingungan
atau halusinasi
Legalisasi ganja diluar negeri
• Negara yang melegalkan ganja : canada, belanda, amerika dll.
• Legal bukan berarti dijual bebas, namun harus memakai resep /
rekomendasi dari dokter utk mengobati kanker, anorexia, AIDS, rasa
sakit kronis, kejang-kejang, glukoma, arthritis/radang, migrain.
Produk Legal
Berbahan Narkotika
• Obat Sakit Gigi

Obat sakit gigi tetes Cocaine ini (1885) dulunya populer untuk anak-
anak. Tidak hanya menyembuhkan sakitnya, tapi juga membuat mood
penggunanya jadi lebih

• Permen Pelega Tenggorokan

Permen pelega tenggorokan yang mengandung


kokain (1900) ini "tak tergantikan bagi penyanyi, guru,
dan orator.". Sebagai tambahan dari sekedar
membersihkan tenggorokan, permen ini juga
menyediakan "semangat" bagi mereka agar selalu
top dalam performa pekerjaannya.
HEROIN / PUTAUW
 Dapat “menjerat” pemakainya
dengan cepat baik secara fisik
maupun mental:
 Bila pemakaian dikurangi
timbul sakit
 Jika pemakaian dihentikan
timbul kejang-kejang
 Usaha untuk berhenti memakai /
mengkonsumsi timbul:
 rasa sakit disertai kejang-kejang
 menggigil disertai mata berair
 nafsu makan hilang
SABU

. EXTACY EXTACY

GOLONGAN PSIKOTROPIKA YANG SERING DISALAHGUNAKAN DI INDONESIA


ECSTASY / INEK
 Termasuk Narkotika dan biasanya diproduksi secara
illegal, dalam bentuk pil / tablet
 Mendorong tubuh bekerja di luar batas kemampuan
 pengerahan tenaga yang tinggi dan lama
 kekurangan cairan tubuh

 Efek :
 diare
 rasa haus berlebihan
 Hiperaktif
 sakit kepala dan pusing
 menggigil tak terkontrol
 detak jantung cerpat dan sering
 mual, muntah, dan nafsu makan hilang
Narc Production
FARM
Coca, opium,
Marijuana

Lab 2 Lab 1

Strorage Strorage Strorage Strorage


Perubahan Grafik
Peredaran Narkotika

Faktor Perubahan :
• Dampak regulasi dunia pendidikan
• Jumlah Jurusan di Univ yang bertambah
• Pelajar dan Mahasiswa sebagai konsumen utama
• Jumlah Pelajar dan mahasiswa yang kian hari kian meningkat (unibraw, jumlah
mahasiswa baru 14.000 orang)
• Kawasan kos-kosan
UU. NO.5 TH. 1997 TTG
PSIKOTROPIKA
KO
(PSIKOTROPIKA)

ZAT ATAU OBAT, ALAMIAH MAUPUN SINTETIS, BUKAN


NARKOTIKA YG BERKHASIAT PSIKOAKTIF MELALUI
PENGARUH SELEKTIF PD SUSUNAN SARAF PUSAT YG
SEBAB RUBAH KHAS PD AKTIFITAS MENTAL DAN
PRILAKU
Penggolongan Psikotropika
(Menurut UU. No. 5 Tahun 1997)

Golongan III
Contoh : Flunitrazepam
Golongan IV
Contoh : Diazepam, Fenobarbital, Nitrazepam.

Catatan : Golongan I dan II yakni Ekstasi dan Shabu telah masuk


kepada Narkotika.
BA
( BAHAN ADIKTIF )
Diatur dalam undang-undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009

BAHAN ATAU ZAT BUKAN NARKOTIKA MAUPUN


PSIKOTROPIKA YANG DAPAT MENIMBULKAN
KETERGANTUNGAN

CONTOH :
ALKOHOL ( MINUMAN KERAS )
KAFEIN ( K O P I )
NIKOTIN ( R O K O K )
TINER, BENSIN, SPIRTUS ( ZAT YG MUDAH MENGUAP)
NIKOTIN DLM ROKOK

BAHAN
MIRAS
ADIKTIF LAINNYA

ZAT DESAINER
VOLATILE SOLVENT
atau INHALENSIA
Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap pemakainya, narkoba
dikelompokkan sebagai berikut:

• Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian
dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan
melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain
• Stimulan , efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti
jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan
seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat
seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu
• Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan
mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan
bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
• Adiktif , Seseorang yang sudah mengonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin
lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat
pasif , karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam
otak,contohnya ganja , heroin , putaw
• Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam
tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis
dan akhirnya kematian
CARA MENYELUNDUPKAN / MODUS OPERANDI
YANG BERHASIL DI UNGKAP OLEH POLRI

RONGGA PERUT DALAM PATUNG PAKET POS

TEMPEL BADAN BONEKA TITIPAN KILAT


PERUT MAINAN EKSPIDISI
PAHA BAYI
TANGAN

LOKASI TRANSAKSI
PERUMAHAN/PEMUKIMAN
DISKOTIK / HBRN
LOKALISASI
MALAM
PARKIRAN / TERMINAL
HOTEL
KAMPUS
PERTOKOAN
SEKOLAHAN
PASAR
STASIUN, KA,
KANTIN / WR MINUMAN
BANDARA / LAUT
NARKOBA DIMASUKKAN DLM TAS PUNGGUNG, DIBAWA
KE KOTA TUJUAN DENGAN NAIK BUS MALAM

NARKOBA DITEMPELKAN DI TUBUH KURIR DAN


DITUTUP DENGAN TENSOPLAS

NARKOBA DIMASUKKAN DALAM GULUNGAN


BENANG JAHIT DAN DIKIRIM KPD PEMBELI

NARKOBA DIMASUKKAN DALAM BALLPOINT DAN


DIKIRIM KEPADA PEMBELI
BEBERAPA PENYELUNDUPAN NARKOBA YG BERHASIL
DIUNGKAP OLEH POLRI
HSL SITA BB NARKOBA
FOTO TERSANGKA
FOTO BARANG BUKTI GANJA

JADI PECANDU
SEJAK SMA,
JADI
PENGEDAR
SAAT
MAHASISWA
HSL SITA BB NARKOBA
FOTO TERSANGKA
FOTO BARANG BUKTI SABHU

WIL PEREDARAN
SBY, MLG, PROB,
JEMBER,KEDIRI,BA
NYUWANGI
HSL SITA BB NARKOBA
FOTO TERSANGKA
FOTO BARANG BUKTI
OKERBAYA

WILAYAH
PEREDARAN
DAERAH
3.000 butir MALANG RAYA
M.O PEREDARAN GELAP
NARKOBA
KURIR
PENGEDAR

BANDAR KURIR PEMBELI

PEMILIK REK.
FIKTIF

BANK
Eksternal
Internal Bujukan dari teman
Bergaul dengan Pemakai
Lingkungan Sekolah / Masy
INGIN COBA-COBA= 80 %

•Kepribadian
lemah
•Tidak percaya diri / PD
•Untuk gengsi/gaul
•UNTUK SENANG-SENANG
•(pesta, kelulusan,diskotik)
•Tidak tahan godaan Kurang bahagia dalam
•Kasih sayang yg kurang lingkungan keluarga
•Frustasi / Gelisah Kurang mendapat
bekal AGAMA
Menghilangkan Stres
Atau Masalah
Prestasi sekolah menurun
Malas belajar / tak gaerah
Tidak Sopan / Norma
Suka begadang
Tidak menjalankan AGAMA
Pakaian kumuh , Rambut acak-acakan
Sering mengurung diri / menghindar kontak mata
Jalan sempoyongan
Dikamar ada kertas Grenjeng, Spet, Bong, Korek, Pil
Bicara pelo/mata merah
Sering bohong/ spp tidak dibayar
Ngelamun / ketawa sdr
Sering minta uang, bahkan mencuri, Menodong
Apatis / masa bodo
Suka melawan ortu / guru
Hidung berair / ngiler
Mudah tersinggung / marah, tertutup
Takut air  Malas mandi
Ancaman
Hukuman
PASAL 111 (1)
(UU.RI NO 35 TAHUN 2009)

SETIAP ORANG YANG TANPA HAK ATAU MELAWAN HUKUM


MENANAM, MEMELIHARA, MEMILIKI, MENYIMPAN, MENGUASAI,
ATAU MENYEDIAKAN NARKOTIKA GOLONGAN I DALAM BENTUK
TANAMAN, DIPIDANA DENGAN PIDANA PENJARA PALING
SINGKAT 4 TAHUN DAN PALING LAMA 12
TAHUN DAN PIDANA DENDA PALING SEDIKIT RP. 800 JT
DAN PALING BANYAK RP. 8M
PASAL 112 (1)
(UU.RI NO 35 TAHUN 2009)

SETIAP ORANG YANG TANPA HAK ATAU MELAWAN HUKUM


MENANAM, MEMELIHARA, MEMILIKI, MENYIMPAN, MENGUASAI,
ATAU MENYEDIAKAN NARKOTIKA GOLONGAN I DALAM BENTUK
BUKAN TANAMAN, DIPIDANA DENGAN PIDANA PENJARA
PALING SINGKAT 4 TAHUN DAN PALING
LAMA 12 TAHUN DAN PIDANA DENDA PALING SEDIKIT
RP. 800 JT DAN PALING BANYAK RP. 8M
PASAL 114 (1)
(UU.RI NO 35 TAHUN 2009)

SETIAP ORANG YANG TANPA HAK ATAU MELAWAN HUKUM


MENAWARKAN UNTUK DIJUAL, MENJUAL, MEMBELI,
MENERIMA, MENJADI PERANTARA DALAM JUAL BELI,
MENUKAR, ATAU MENYERAHKAN NARKOTIKA GOLONGAN I,
DIPIDANA DENGAN PIDANA PENJARA SEUMUR HIDUP ATAU
PIDANA PENJARA PALING SINGKAT 5 TAHUN DAN PALING
LAMA 20 TAHUN DAN PIDANA DENDA PALING SEDIKIT RP. 1M
PALING BANYAK RP. 10M
PASAL 113 (1)
(UU.RI NO 35 TAHUN 2009)

Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum


memproduksi, mengimpor, mengekspor, atau
menyalurkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan
pidana penjara
paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun
dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.M dan paling
banyak Rp. 10 M
PASAL 116
(UU.RI NO 35 TAHUN 2009)

SETIAP ORANG YANG TANPA HAK ATAU MELAWAN HUKUM


MENGGUNAKAN NARKOTIKA GOLONGAN I TERHADAP ORANG
LAIN ATAU MEMBERIKAN NARKOTIKA GOLONGAN I UNTUK
DIGUNAKAN ORANG LAIN, DIPIDANA DENGAN PIDANA
PENJARA PALING SINGKAT 5 TAHUN DAN
PALING LAMA 15 TAHUN DAN PIDANA DENDA
PALING SEDIKIT RP. 1M DAN PALING BANYAK RP. 10M
PASAL 127 (1)
UU.RI NO 35 TAHUN 2009

SETIAP PENYALAH GUNA:


A. NARKOTIKA GOLONGAN I BAGI DIRI SENDIRI DIPIDANA
DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA 4 TAHUN;
B. NARKOTIKA GOLONGAN II BAGI DIRI SENDIRI DIPIDANA
DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA 2 TAHUN; DAN
C. NARKOTIKA GOLONGAN III BAGI DIRI SENDIRI DIPIDANA
DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA 1 (SATU) TAHUN
PASAL 131
(UU.RI NO 35 TAHUN 2009)

SETIAP ORANG YANG DENGAN SENGAJA TIDAK


MELAPORKAN ADANYA TINDAK PIDANA NARKOTIKA
DIPIDANA DENGAN PIDANA PENJARAPALING LAMA 1
TAHUN ATAU PIDANA DENDA PALING BANYAK RP. 50JT
Dihukum penjara
PENGGUNA / PEMILIK paling singkat 4 tahun
paling lama 15 tahun
Pasal 59(1) a dan denda 750 juta
ANCAMAN
HUKUMAM
UU NO.5 /1997
TENTANG PENGEDAR -Hukuman mati -
penjara seumur hidup
PSIKOTROPIKA penjara 20 th dan
Pasal 59 (2)
denda 750 jt

MEMPRODUKSI -Hukuman mati -


Penjara seumurhidup
Pasal 59 (3) penjara 20 th dan
denda 5 milyard
PREVENTIF

UPAYA
PENANGGULANGAN REPRESIF
OLEH POLRI

TREATMENT
(REHABILITASI)
P PENYULUHAN
-SEKOLAH
R -KAMPUS
E -ORG. MASY.
V -LSM
E -TOGA / TOMAS
N -ANGGOTA TNI
T SOSIALISASI
-ANGGOTA POLRI
I -INSTANSI
F PEMERINTAH
/SWASTA
R
E
P
R PENEGAKKAN HUKUM
E
S
I
F
BAGAIMANA AGAR
TERHINDAR DARI

NARKOBA
Salurkan Bakat Anda melalui

Jalur Organisasi
Ketrampilan
Lembaga keagamaan
Seni & Tari

Olah Raga / Beladiri

dll
Pondok Pesantren Inabah

Pondok Pesantren Baitul Rohman Gus Kholik Pondok Pesantren Metal

Pondok Pesantren

1. Terapi “Awalah”
2. Pondok
Pesantren KH.
Abdul Rosyid
3. Padepokan
Ngudi Waluyo

1. Pondok Pesantren Al-Falah Pondok Pesantren


2. Perguruan Macan Putih
Pondok Pesantren Surya Laya
Pondok Pesantren
1. Yayasan Corpus Cristi Lawang
2. Pesantren Al-Istiqomah Lawang
3. Pesantren Hasbunalloh Lawang
RSUD

1. RSU 1. RSU.
2. RS Bhayangkara Dr.Soetomo
3. RSU Kertosono 2. RSJ. Menur
3. Puskesmas
Manukan
RS Dr. Soedomo Kulon
4. Puskesmas
Jagir

1. RS Bhayangkara 1. RSJ Wikarta Mandala 1. Puskesmas Gondanglegi


2. RS Dr. Iskak 2. RS HMC DAU 2. Puskesmas Kendalsari
SEKIAN
DAN TERIMA KASIH