Anda di halaman 1dari 9

Bila moral mendorong orang untuk melakukan

1. , : kebaikan maka etika merupakan rambu-rambu


(sign) sebagai kesepakatan secara rela dari semua
: anggota kelompok.

Etika berkaitan dengan keseimbangan, selaras,


serasi serta tindakan terpuji.
ETIKA DALAM Etika bisnis : aturan mainnya yang tidak mengikat
BISNIS karena bukan hukum, namun sehari-hari etika
INTERNASIONAL bisnis sebagai batasan bagi aktifitas bisnis yang
dijalankan.

Suatu standar atau prinsip moral yang diterapkan


didalam suatu lembaga atau organisasi bisnis dan
prilaku yang dapat diterima atau tidak dari orang-
orang yang bergerak di dunia bisnis dan secara
internasional merupakan standar moral yang
diterapkan didalam kegiatan bisnis internasional.
ETIKA DALAM KEILMUAN TERBAGI DUA :

1. Normatif
 Apakah sesuatu itu baik atau tidak
 Apakah sesuatu itu benar atau salah
Mis : apakah suap itu baik atau salah
2. Diskriptif
 tidak sampai pada keputusan baik atau tidak, benar atau salah
Mis : anthtopolog menjelaskan secara akurat mengenai moral &
suku bangsa, tapi tidak mengukur mana yang baik & mana yang
tidak baik

Deontology (Yunani)
 melakukan apa yang menjadi kewajiban yang harus
dilakukan
TEORI
ETIKA Teteology (Yunani)
 menilai baik & buruknya suatu tindakan dilihat dari tujuan
atau akibat dari tindakan tersebut (situasional)
 nilai moral yang diukur dari keteladanan dalam masyarakat

Perusahaan bisnis internasional (multi & transnasional) telah


memiliki pedoman etika dimulai tahun 1994 the caux round table
principle for bisnis (perusahaan Jepang, Eropa, Amerika Serikat)
Ricard De Goerge ; tentang perbedaan Norma
Moral dari Negara lain dengan Negara yang diamati
memiliki 3 alternatif pendekatan :

1. Menyesuaikan diri
- Perusahaan harus mengikuti Norma dan aturan yang berlaku di
Negara di mana perusahaan tersebut berbisnis.
- Norma Non Moral terhadap perilaku manusia bisa berbeda di
berbagai tempat, misal ; Norma sopan santun.
2. Regorisme Moral
- Mempertahankan kemurnian etika yang sama seperti di Negerinya.
- Berpendapat bahwa apa yang terbaik di Negeri tidak mungkin tidak
baik di Negeri lain.
- Konsisten dalam perilaku moral yang dianut.
- Pendapatan kurang memperhatikan situasi yang berbeda yang
mempengaruhi keputusan Etis.
3. Moralitas Naif
- Tidak harus berpedoman/berpegang pada Norma etika tapi mematuhi
ketentuan-ketentuan hukum di Negara yang bersangkutan.
- Berpendapat bila terikat dengan Norma moral (etika) maka akan
berada dalam posisi merugikan dan daya saing akan terganggu.
Di Bidang Produksi
Mis :
Masalah lingkungan : - masyarakat
- alam

Di Bidang Pemesaran
PERMASALAHAN Mis : promosi (unsur porno)
DALAM ETIKA
BISNIS Di Bidang Keuangan
Mis : pembuatan laporan yang tidak benar (pajak)

Di Bidang Haki
Mis : pembajakan, pemalsuan merk

Di Bidang Tenaga Kerja


Mis : pemberian upah dibawah standar moral

Dumping Produk
-Menjual produk dalam kuantitas besar dengan harga dibawah harga
pasar di Negara lain.
-Produsen yang sama akan keberatan.
-Konsumen merasa diuntungkan
Caux berakar pada 2 nilai ideal dasar dalam etika :
• Kyosei (Jepang)
 Hidup & bekerja bersama-sama demi
kesejahteraan umum.
• Human Difinity (Barat)
PRINSIP  Martabat manusia yang mengacu kepada
ETIKA kesucian atau nilai pribadi sebagai tujuan
BISNIS tidak semata-mata sebagai sarana untuk
mencapai tujuan orang lain ataupun
kehendak mayoritas.

1. Tanggung jawab dari steakholders ke


steakholders.
PRINSIP
DARI Melalui produksi dapat :
CAUX - menciptakan lapangan kerja
- nilai jual rendah
- kualitas baik
(kepuasan pelanggan, jaminan
kehidupan karyawan & stabilitas usaha
untuk pemilik saham), saling
mengikuti & memenuhi kewajiban
terhadap pemasok, pesaing dengan adil
& jujur, dll

Sambung.
..
2. Dampak ekonomi & sosial dari bisnis menuju inovasi, keadilan dan komunitas
dunia
• Perusahaan yang berada di negara lain juga memberikan sumbangan bagi
pemberdayaan sosial di negara tersebut dengan kesempatan kerja, HAM,
pendidikan, dll. Disamping memberikan sumbangan pembangunan ekonomi
& sosial bagi komunitas dunia lainnya (penggunaan sumber daya, kompetisi
bebas & adil).
3. Prilaku bisnis dari hukum tersurat/tertulis ke semangat saling percaya
disamping mengakui keabsahan rahasia dagang, bagi organisasi bisnis juga
harus jujur, memegang janji, transparan tidak hanya untuk kredibilitas &
stabilitas perusahaan sendiri tapi juga untuk kelancaran bisnis internasional.
4. Mendukung sistem perdagangan multinasional dari GATT/WTO &
kesepakatan-kesepakatan lainnya.
5. Sikap mengikuti aturan
untuk menghindari konflik dagang dalam perdagangan bebas, maka
perlakuan yang seimbang bagi seluruh perusahaan/organisasi bisnis dalam
melaksanakan aturan-aturan internasional & domestik.
6. Sikap hemat bagi lingkungan alam
mendukung pembangunan yang berkelanjutan untuk mencegah pemborosan
& pengerusakkan sumber-sumber daya alam (lingkungan).
Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)

Konsep dasar :

• tanggung jawab untuk turut meningkatkan kesejahteraan

masyarakat dilingkungan masyarakat & menjaga/meningkatkan

kondisi lingkungan hidup.

CSR  komitmen berkelanjutan dari dunia usaha untuk bertindak etis

& memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi

masyarakat setempat maupun masyarakat luas disamping

meningkatkan taraf hidup karyawan berserta lingkungan

internal perusahaan.
Norma-norma yang penting tentang Etika pada KMN menurut De George :

1. KMN Tidak boleh dengan sengaja mengakibatkan kerugian langsung bagi


orang lain (Negara lain).
2. KMN harus menghasilkan lebih banyak manfaat dari pada kerugian bagi
Negara dimana perusahan beroperasi.
3. KMN Harus memberikan Kontribusi bagi pembangunan dimana perusahan itu
berada.
4. KMN Menghormati HAM dan Semua karyawan.
5. Menghormati kebudayaan lokal dan melaksanakan kerjasama sepanjang
kebijakan tersebut tidak melampaui Norma-norma etika.
6. Membayar pajak secara jujur.
7. Bagi KMN yang membangun Pabrik beresiko tinggi wajib menjaga Kondisi
pabrik yang aman bagi lingkungan.
Korporasi MultiNasional :
- Perusahaan yang berinvestasi langsung pada dua Negara atau lebih.
- Pengorganisasian KMN bisa berbeda-beda.
Contoh :
Perusahaan di Negara lain sebahagian dimiliki oleh orang setempat,
namum management dan kebijakan bisnis umum ditanggung oleh
perusahaan di Negara asal (Coca cola, IBM, Toyota dll).

Korupsi dalam tingkat Internasional:


Mengapa Korupsi (Uang suap) bertentangan dengan Etika :
1. Praktek suap melangar etika pasar karena persaingan tidak sehat.
2. Orang yang tidak berhak mendapatkan imbalan, sedangkan yang berhak
tidak menerima.
3. Melakukan perbuatan tidak legal, selanjutnya tidak bisa membukukan uang
suap tersebut seperti mestinya.