Anda di halaman 1dari 19

SEKOLAH TINGGI TRANSPORTASI DARAT

DESAIN PRASARANA ANGKUTAN UMUM


(Rute dan Jaringan)

OLEH : Eddi, Amd LLAJ, S.Sos, MM


SISTEM RUTE DAN JARINGAN RUTE

Contoh Sistem Jaringan Rute Angkutan Umum di Kota Jogjakarta


SISTEM RUTE DAN JARINGAN RUTE

Contoh Sistem Jaringan Rute Angkutan Umum di London


SISTEM RUTE DAN JARINGAN RUTE

Rute angkutan umum :


Tempat-tempat di mana
angkutan umum secara Jaringan Rute :
tetap melayani sekumpulan rute
penumpang, yaitu dengan yang bersama-sama
menaikkan dan melayani kebutuhan
menurunkannya. Dengan umum masyarakat
demikian rute merupakan perkotaan.
suatu lintasan yang
dilewati suatu sistem
angkutan umum secara
tetap.
KARAKTERISTIK PELAYANAN RUTE ANGKUTAN UMUM

Karakteristik sosial-ekonomi Karakteristik Aktifitas

pergerakan penumpang
yang relatif rendah
Kelompok Choice

jumlah kebutuhan
pergerakan penumpang
Kelompok Captive sangat tinggi (waktu jam
puncak)
KLASIFIKASI RUTE

Dari tipe pelayanannya :


1. Rute tetap
2. Rute tetap dengan deviasi tertentu
3. Rute dengan batasan koridor
4. Rute dengan deviasi penuh (Demand responsive routing)

Dari tipe struktur dan geometrik jaringan :


1. Rute dengan struktur jaringan Grid
2. Rute dengan struktur jaringan Radial
3. Rute dengan struktur jaringan Linear
4. Rute dengan struktur jaringan Modifikasi Radial
5. Rute dengan struktur jaringanTerritorial

Ditinjau dari peranannya dalam struktur jaringan :


1. Trunk route
2. Principal routes
3. Secondary routes
4. Branch routes
5. Local routes
6. Feeder routes
7. Double feeder routes
DEVIASI PADA RUTE

Deviasi pada rute adalah kemungkinan dari bus untuk menyusuri


daerah-daerah yang sebenarnya bukan rutenya. Disebabkan
karena alasan khusus, misalnya pada jam-jam tertentu ada calon
penumpang yang cukup banyak menunggu di daerah yang
sebenarnya bukan jalur rutenya atau karena alasan lain.

Keterangan :
Rute AU
Sebenarnya
Rute AU yang
sudah mengalami
deviasi
JENIS-JENIS TINGKAT DEVIASI

Rute Tetap (fixed routes)


Pada jenis ini pengemudi bus diwajibkan hanya melewati rute atau jalur rute yang telah
ditentukan. Tidak diperkenankan untuk menyimpang dari rute yang telah ada dan jadwal
waktu yang telah direncanakan sebelumnya

Rute tetap dengan deviasi khusus


Pengemudi diberi kebebasan melakukan deviasi untuk alasan-alasan khusus, misalnya
menaikkan dan menurunkan sekelompok calon/penumpang karena alasan fisik atau usia.

Corridor Routing
Pengemudi diizinkan melakukan deviasi dari rute yang telah ditentukan
dengan batasan-batasan tertentu, yaitu :
a. Pengemudi wajib menghampiri (untuk menaikkan dan menurunkan penumpang)
beberapa lokasi perhentian tertentu, yang jumlahnya terbatas, misalnya 3 sampai 4
perhentian;
b. Di luar perhentian yang diwajibkan tersebut, pengemudi diizinkan melakukan deviasi
sepanjang tidak melewati daerah koridor yang telah ditentukan sebelumnya.
JENIS-JENIS TINGKAT DEVIASI

BATAS KORIDOR

BATAS KORIDOR

Di luar perhentian yang diwajibkan tersebut, pengemudi


diizinkan melakukan deviasi sepanjang tidak melewati daerah
koridor yang telah ditentukan sebelumnya.
JENIS-JENIS TINGKAT DEVIASI

Rute dengan Deviasi Penuh (demand responsive routing)


• Pada rute jenis ini pengemudi diberikan kebebasan sepenuhnya
untuk mengemudikan ke mana dia suka, sepanjang dia mempunyai
rute awal dan rute akhir yang sama.
• Pengemudi sepenuhnya dapat mengarahkan kendaraannya dan juga
sesuai dengan keinginan penumpang.
• Pengaturan seperti ini, penumpang tidak bisa tahu secara persis di
mana dan kapan mereka dapat menaiki bus jika tidak telebih dahulu
menghubungi ke pusat pengelola.
• Selain itu, penumpang yang ada diatas bus harus rela untuk lebih
lambat sampai ke tempat tujuan, karena bus harus mengantar
beberapa penumpang lain pada arah berlainan.
• Pengemudi harus pandai mengatur arah perjalanannya agar
penumpang yang diangkutnya tidak merasa terlalu dirugikan karena
harus lebih dulu mengantar pada tujuan berlawanan.
Hirarki Rute berdasarkan beban pelayanan

Berdasarkan kemampuan melayani penumpang atau beban


pelayanan yang dapat diberikan, rute angkutan umum
dikelompokkan dalam kelas-kelas yang mencerminkan hirarki :
a. Trunk routes.
b. Principal routes.
c. Secondary routes.
d. Branch routes.
e. Local routes.
f. Feeder routes.
g. Double feeder routes.

11
a) Trunk routes
• Rute tipe ini merupakan rute dengan beban pelayanan paling tinggi,
• mencakup waktu panjang.
• Biasanya melayani koridor utama jalan, yaitu jalan-jalan arteri yang kiri
kanannya dipenuhi oleh pusat-pusat kegiatan utama.
• Karena tingkat demandnya yang tinggi, biasanya selain bus reguler, juga
dioperasikan bus PATAS dengan perhentian terbatas.
• Karakteristik operasionalnya adalah frekuensi yang tinggi, jenis
kendaraan yang besar, baik berupa ‘bus tingkat’ ataupun ‘bus gandeng’

Contoh Trunk Route pada jalur Jakarta-Jogja


12
b) Principal routes
• Rute tipe ini mempunyai karakteristik pelayanan yang hampir sama dengan
trunk routes, hanya saja bus yang dioperasikan tidak sampai larut malam,
hanya sampai jam 8 atau 10 malam.
• Pengoperasian rute ini dilakukan tujuh hari dalam seminggu.
• Hampir sama dengan trunk routes, yaitu dimungkinkan dioperasikannya bus
PATAS, tetapi jumlahnya lebih sadikit.
• Biasanya melayani jalan-jalan dan koridor-koridor utama, tetapi dengan
pembebanan yang lebih rendah dibandingkan dengan trunk routes

Contoh Principal Route pada jalur solo-


semarang
13
c) Secondary routes
Merupakan rute di mana dioperasikan angkutan umum selama kurang dari 15 jam
per-harinya, misal dari jam 06.00 pagi sampai jam 20.00 malam, dan selama tujuh
hari per minggunya.
Ditinjau dari tingkat demand yang harus dilayani, maka rute ini mempunyai beban
yang lebih rendah dibanding trunk routes ataupun principal routes.
Biasanya melayani koridor dari daerah pemukiman ke daerah sub-pusat kota.
Karena tingkat demannya relatif rendah, maka biasanya dioperasikan kendaraan
yang tidak terlalu besar dengan frekuensi yang tidak terlalu tinggi.
Tipe bus yang sering digunakan, biasanya bus standar ataupun bus midi dengan
kapasitas 70 sampai 100 orang /unit kendaraan.

14
d) Branch routes
Rute tipe ini merupakan rute yang berfungsi untuk menghubungkan trunk
routes ataupun principal routes dengan daerah-daerah pusat aktifitas
lainnya, seperti sub-kota ataupun pusat pertokoan lain.
Karena tingkat demand yang harus dilayani relatif tidak begitu besar,
maka pada rute tipe ini frekuensi yang diberikan biasanya tidak begitu
tinggi, dan tipe kendaraannya juga tidak begitu besar.
Jenis kendaraan yang melayani rute tipe ini biasanya adalah bus standard
ataupun bus midi dengan kapasitas lebih dari 50 penumpang per unit
kendaraan.

15
e) Local routes
• Merupakan rute yang melayani suatu daerah tertentu yang luasnya relatif kecil
untuk selanjutnaya dihubungkan dengan rute lainnya dengan klasifikasi lebih
tinggi.
• Biasanya melayani daerah kota secara melingkar,bukan secara radial seperti
principal routes, sehingga akan berpotongan dengan rute-rute jenis trunk routes
ataupun principal routes.
• Karena karakteristik dari demandnya adalah relatif rendah dan juga tidak terlalu
bervariasi terhadap waktu, jenis kendaraan yang digunakan seperti minibus,
dengan kapasitas 10 sampai 20 penumpang per unit kendaraan .

Contoh Kendaraan pada local Route


16
f) Feeder routes
Rute tipe ini merupakan local rutes yang khusus melayani
daerah tertentu dengan trunk routes, principal routes
ataupun secondary routes. Dengan demikian pada titik
pertemuan antara rute tipe ini dengan rute lainnya yang
cukup besar biasanya disediakan prasarana khusus yang
dimungkinkannya penumpang untuk bertukar bus secara
nyaman.
Sama seperti local routes, pada rute tipe ini kendaraan
yang dioperasikan biasanya adalah kendaraan ukuran kecil
dengan frekuensi yang tidak begitu tinggi

17
g) Double feeder routes
Rute tipe ini pada dasarnya sama dengan tipe feeder routes,
tetapi rute ini dapat melayani dua trunk rouites sekaligus,
yaitu dengan menghubungkan kedua trunk routes pada kedua
ujungnya.
Dengan kondisi demikian, route ini melayani dua trunk routes
sekaligus , dan juga melayani daerah-daerah pemukiman
diantara kedua ujung trunk routes.
Secara umum karakteristik operasional rute tipe ini sama
dengan feeder routes.

18
SEKOLAH TINGGI TRANSPORTASI DARAT

~TERIMAKASIH~