Anda di halaman 1dari 25

Kejang

dr. Meilya silvalila, Sp.EM


Definisi

• Kejang adalah suatu episode dimana terjadi


abnormalitas fungsi neurologis yang
disebabkan oleh pelepasan listrik yang tidak
normal dari neuron otak.
Etiologi Kejang Sekunder
• Gangguan Metabolik
• Trauma – Hipo atau hiperglikemia
• Perdarahan intrakranial (SDH, EDH, – Hipo atau hipernatremia
SAH, ICH) – Hipomagnesemia
• Kelainan Struktural CNS – Hipokalsemia
– Lesi vaskular (Aneurisma, AVM) – Uremia
– Lesi Massa (tumor primer atau – Gagal Hati
metastase) • Toxin dan obat-obatan
– Penyakit Neurologi Degeneratif – Kokain dan simpatomimetik
• Infeksi (meningitis, encephalitis, abses) – TCA
• Eklampsia – Theophylline
• Hipertensive Encephalopathy – Isoniazid
• Anoxic-ischemic injury (henti – Alcohol withdrawal
jantung, hipoksemia berat – Drug withdrawal
Pemeriksaan Lab.
Penunjang

• Sangat individual.
• riwayat kejang (+) dan kemudian datang dengan kejang,
mgkn hanya memerlukan pemeriksaan kadar gula
darah dan level AED.
• Kejang I, riwayat penyakit tidak jelas -> membutuhkan
px yang lebih luas, dan tergantung konteks kliniknya;
– Kadar gula darah
– Elektrolit, termasuk Calcium dan Magnesium
– Tes Kehamilan
– BUN dan Kreatinin
Pemeriksaan Penunjang
Lainnya
• Pemeriksaan Radiologi
– CT-Scan
• Indikasi CT-Scan Kepala pada Pasien Kejang Onset
Baru

– MRI
Pemeriksaan Penunjang
Lainnya
• Pemeriksaan Punksi Lumbal
– Jika pasien demam, immunocompromised, atau
jika curiga SAH namun CT-Scan kepala normal.
• EEG
Epilepsi
Definisi

• Kejang berulang yang tidak diprovokasi yang


disebabkan oleh kelainan genetik atau
kelainan otak yang didapat (bukan bawaan).

• Diagnosis epilepsi membutuhkan setidaknya


2 kejang terpisah dalam 24 jam yang tidak
diprovokasi.
Patofisiologi

• Kejang terjadi saat meningkatnya aktivitas


listrik yang abnormal dari suatu neuron
mengaktivasi neuron yang bersebelahan
dengannya dan berlanjut hingga ke thalamus.
• Struktur subkortikal lainnya juga terstimulasi.
Patofisiologi
• Aktivitas kejang klinis, biasanya (namun tidak
selalu) merefleksikan fokus awal. Ketika ictal
discharge meluas hingga ke bawah korteks
menuju struktur yang lebih dalam, reticular
activating system yang ada di batang otak
mungkin terkena efeknya, menyebabkan
perubahan kesadaran.
• Pada kejang umum, fokus biasanya lebih
dalam dan ke tengah, yang bisa menjelaskan
hilangnya kesadaran dan keterlibatan
bilateral.
Differential Diagnosa
Manajemen

• Biasanya kejang akut akan berhenti dengan


sendirinya atau dengan bantuan obat-obatan
sebelum membutuhkan manajemen jalan
nafas aktif
• Secepatnya kemungkinan penyebab kejang,
seperti hipoglikemia) harus dipertimbangkan
dan jika ditemukan, harus segera diberikan
terapi.
Obat
Obat
Status
Epileptikus
Status Epileptikus

• Keadaan dimana terjadinya dua atau lebih


rangkaian kejang tanpa adanya pemulihan
kesadaran di antara kejang atau aktivitas
kejang yang berlangsung lebih dari 30 menit.
Potensial Etiologi
Pemeriksaan Penunjang
• Dapat dipertimbangkan
• Untuk semua pasien berdasarkan tampilan
– Pemeriksaan kadar gula klinis :
darah – MRI Kepala
– Monitor tanda-tanda vital – Lumbal punksi
– CT- Scan Kepala – Penanda toksikologi untuk
– Pemeriksaan laboratorium : zat-zat/obat yang sering
darah rutin, penanda menyebabkan kejang (mis
metabolik dasar, Calcium, : Isoniazid, TCA, Coccain,
Magnesium, level obat anti Alkohol, dll)
epilepsi dalam darah – Pemeriksaan laboratorium
– EEG monitoring lainnya, seperti analisa gas
darah, fungsi hati, kadar
troponin, koagulasi, dll.
Manajemen
Manajemen
Komplikasi
Komplikasi
Prognosis

• Faktor-faktor yang mempengaruhi outcome


yang buruk:
– Etiologi yang mendasari
– Terjadi saat pasien di rawat
– Usia lebih tua (older age)
– Durasi kejang
– Adanya komplikasi medis
Daftar Pustaka
• Pati S, Sirven JI. 2012. Seizures and Status Epilepticus. In :
Roos KL. Emergency Neurology. London : Springer, pp. 179-
192.
• Mirski MA. 2011. Status Epilepticus. In : Bhardwaj A, Mirski
MA.Handbook of Neurocritical Care. 2nd ed. London :
Springer, pp. 489-503.
• Tintinalli, JE. 2011. Tintinalli’s Emergency Medicine A
Comprehensive Study Guide. 7th ed.
http://www.accessmedicine.com.
• Dorland WAN. 2002. Kamus Kedokteran Dorland. Jakarta :
EGC.
Daftar Pustaka
• Wolfson Allan B.2010. Clinical Practice of
Emergency Medicine fifth edition. USA.
LWWW