Anda di halaman 1dari 25

KIMIA ANORGANIK

(GOLONGAN KROMIUM)
Oleh :
Annisa Rahmawati (14030194026)
Rahmatulloh (14030194022)
Dzikrina Aulia S.I (14030194028)
Nur Aisyi Sainah (14030194070)
Affan Hafidz (14030194095)
Renny Anggraeni (14030194100)

Pendidikan Kimia B 2014


Cr (Cromium)
Sejarah

Pada tahun 1797 analis dari prancis yang bernama Louis-Nicholas Vauquelin
menemukan ``kromium``. Namun sebelumnya Vauquelin menganalisis zamrud
dari peru dan menemukan bahwa warna hijau adalah karena adanya unsur baru,
yaiutu kromium. Kemudian seorang kimiawan dari jerman, Tassaert yang
bekerja di paris menemukan kromium dalam bijih Kromit, Fe(CrO 2)2 yang
merupakan sumber utama kromit hingga sekarang
Kelimpahan
Di alam kromium tidak ditemukan sebagai logam bebas. Selain ditemukan
dalam bijih kromit, kromium juga dapat ditemukan dalam PbCrO 4 yang
merupakan mineral kromium dan banyak ditemukan di Rusia, Brazil, Amerika
Serikat, dan Tasmania. Selain itu, kromim juga dapat ditemukan di matahari,
meteorit, kerak batu dan air laut.
Pembuatan

Logam krom dapat d buat menurut proses Goldscmidt, yaitu mereduksi Cr 2O3
dengan Aluminium (proses alminothermy)
Persamaan reaksi :
Cr2O3 (s) + 2Al (s) = Al2O3 (s) + 2 Cr (s)
Kegunaan
a. Kromium digunakan untuk mengeraskan baja, pembuatan baja tahan karat dan
mebentuk banyak alloy yang berguna.
b. Digunakan dalam proses pelapisan logam untuk menghasilkan permukaan loam
yang keras dan indah da juga dapat mencegah korosi
c. Industri refraktori menggunakan kromit untuk membentukbatu bata, karena kromit
memiliki titik cair yang tinggi, pemuaian yang relative rendah dan kestabilan struktur
Kristal
d. Beberapa senyaa kromium digunakan sebaai katalis. Misalnya phillips katalis
untuk produksi polietilen, dll.
Sifat-sifat
Reaksi yang terjadi pada Kromium

1. Logam kromium tidak bereaki dengan udara atau oksigen pada suhu kamar
2. Logam kromium tidak bereaksi dengn air pada suhu kamar
3. Kromium bereaksi dengan fluorin, F2 pada suhu 400oC dan 200-300 atmosfer untuk membentuk
kromium (VI) fluoride, CRF6
Cr (s) + 3F2 (g) = CrF6 (s)[kuning]
Dibawah kondisi ringan, kromium (V) bereaksi dengan fluoride, membentuk CRF 2
2Cr (s) + 5F2 (g) = 2CrF5 (s) [merah]
2Cr (s) + 3F2 (g) = 2CrF3 (s) [hijau]
4. Logam kromium dapat bereaksi dengan unsur klorin, Cl 2 membentuk CrCl3
2Cr (s) + 3 Cl2 (g) = 2CrCl3 (s) [merah-violet]
5. Logam kromium dapat bereaksi dengan unsur Bromida, Br 2 membentuk CrBr3
2Cr (s) + 3Br2 (g) = 2CrBr3 (s) [sangat hijau]
6. Logam kromium dapat bereaksi dengan unsur Iodida, I 2 membentuk CrI3
2Cr (s) + 3I2 (g) = 2CrI3 (s) [hijau gelap]
Molibdenum (Mo)
Sejarah
Scheele menemukan molibdenum pada tahun 1778. Logam ini sering sulit
dibedakan dengan grafit dan bijih timah.

Molibdenum tidak ditemukan bebas di alam. Unsur Molybdenum relatif jarang,


kelimpahan Molybdenum sama seperti tungsten. Untuk molibdenum bijih
utama adalah molibdenit-molibdenum disulfida, MoS2 tapi molybdates seperti
molibdat timbal, PbMoO4 (wulfenite), dan MgMoO4 juga ditemukan.
Sifat fisika
No Komponen Keterangan

1. Nomor atom 42 8. Isotop 11

2. Massa atom 95,94 g/mol 9. Energi ionisasi pertama 651 kJ/mol

3. Elektronegativitas 1,8 10. Potensial standar -0,2 Volt

4. Kepadatan 10,2 g/cm3


Molibdenum merupakan logam transisi berwarna putih
5. Titik lebur 2610 C o keperakan dan lebih lunak dibandingkan tungsten.

Molibdenum memiliki modulus elastisitas tinggi, dengan


6. Titik didih 4825 oC hanya tungsten dan tantalum yang terdapat lebih melimpah,
memiliki titik leleh lebih tinggi.
7. Radius ionik 0,06 nm
Molibdenum tidak mudah larut dalam tanah asam dan lebih
mudah larut dalam tanah basa. Hal ini membuat tanaman
dapat memiliki hingga 500 ppm molibdenum ketika tumbuh di
tanah basa.
Sifat Kimia
Molybdenum tidak larut dalam reagen kimia yang paling umum. Reagen kimia
adalah suatu zat yang digunakan untuk mempelajari bahan-bahan lain, seperti
asam atau alkali. Sebagai contoh, molybdenum tidak larut dalam asam klorida,
asam fluorida, amonia, sodium hidroksida, atau asam sulfat encer. Reagen Zat
kimia ini sering digunakan untuk menguji bagaimana suatu zat reaktif.
Molybdenum tidak larut dalam panas sulfat atau asam nitrat, Logam ini tidak
bereaksi dengan oksigen pada suhu kamar,dan juga tidak bereaksi dengan
oksigen pada temperatur tinggi.
Ekstraksi
Logam Molibdenum murni dapat diperoleh dari Molibdenum trioksida (MoO 3)
dalam berbagai cara. Molibdenit ini pertama dipanaskan sampai suhu 700 ° C (1292
° F) dan sulfida yang teroksidasi menjadi oksida (VI) molibdenum melalui udara:
2MoS2 + 7O2 → 2MoO3 + 4SO2
Bijih teroksidasi kemudian dipanaskan sampai 1.100 ° C (2010 ° F) untuk
menghaluskan oksida, atau pencucian dengan amonia yang kemudian bereaksi
dengan oksida (VI) molibdenum untuk membentuk molybdate yang larut dalam air:
MoO3 → NH4OH + 2(NH4) 2(MoO4) + H2O
Tembaga merupakan pengotor yang kurang larut dalam amonia sehingga digunakan
hidrogen sulfida untuk mengendapkannya.
W (Wolfram )
Logam tungsten berwarna perak-putih dan mengkilat atau berkilau, tetapi logam
ini biasanya diperoleh berupa serbuk berwarna abu-abu. Tungsten yang sangat
murni dapat dipotong dengan gergaji besi dan bisa dibentuk dengan mudah.
Dalam keadaan tidak murni, tungsten rapuh dan membutuhkan kerja keras
untuk bisa membentuknya

Tungsten memiliki titik cair tertinggi dari semua unsur logam, dan pada suhu
1650ᴼC memiliki kekuatan regang tertinggi. Tungsten teroksidasi di udara dan
harus dilindungi bila disimpan pada suhu yang meningkat. Pemuaian akibat
panasnya hampir sama dengan kaca borosilikat, yang membuatnya berguna
untuk segel dari kaca ke logam. Tidak seperti logam Cr, anion W adalah
pengoksidasi lemah
Sg ( Seaborgium )

Sifat Fisik :
• Sebuah logam radioaktif yang tidak terjadi secara alami dan hanya untuk kepentingan penelitian
saja. Hanya beberapa atom yang pernah dibuat dan bentuk kimia menyerupai tungsten.
• Seaborgium adalah unsur yang sangat tidak stabil, dengan setengah kehidupan para isotop yang
diukur dalam detik. Ketidakstabilan ini membuat seaborgium mustahil untuk ditemukan di alam,
tetapi harus disintesis di laboratorium oleh para peneliti yang akan mempelajarinya. Seperti
elemen berat sintetis lain, seaborgium tidak memiliki komersial karena sangat mahal untuk
memproduksi dan hidup terlalu pendek untuk menjadi sangat produktif.
Sifat Kimia :
• Sifatkimia Seaborgium mirip dengan Wolfram. Dikarenakan unsur ini
memiliki nomor atom lebih tinggi daripada Uranium, sehingga Seaborgium
memiliki sejumlah sifat kimia yaitu ketidakstabilan dan radioaktivitas.
Pembuatan

Seaborgium dibuat dengan reaksi 249Cf(18O,4n)263X (membombardir atom


Californium-249 dengan ion oksigen) dengan menggunakan mesin yang disebut
Super-Heavy Ion Linear Accelerator. Benturan atom memancarkan alfa menjadi
Rutherfordium (Seaborgium), kemudian emisi alfa menjadi Nobelium,
dilanjutkan dengan peluruhan alfa antara Seaborgium dan Nobelium. Unsur ini
diidentifikasi memiliki energi alfa 9.06 dan 9.25MeV dengan masa paruh waktu
sekitar 0.9+/-0.2 detik
Kegunaan

Manfaat dan kegunaan seaborgium belum diketaahui aplikasinya secara pasti


Reaksi yang terjadi

• Reaksi dengan air


Tidak bereaksi dengan air pada suhu ruangan.
• Reaksi dengan oksigen
tidak bereaksi denfan oksigen pada suhu ruangan
• Reaksi dengan halogen
Krom bereaksi dengan fluoride pada 4000 C dan pada tekanan 200-300 atm membentuk chromium (IV)
fluoride.
Reaksi: Cr(s) + 3F2(g) → CrF6(s)
• Dibawah kondisi ekstrim, chromium (V) fluoride dapat dibentuk.
Reaksi : 2Cr(s) + 5F2(g) → 2CrF5(s)
• Dibawah kondisi lebih normal, reaksi chromium dengan halogen membentuk
chromium (III) trihalides.
Reaksi : 2Cr(s) + 3X2(g) → 2CrX3(S)
• Reaksi dengan asam
Logam kromium larut dalam asam klorida encer untuk membentuk larutan
yang mengandung Cr aquated (II) ion bersama-sama dengan gas hidrogen.
Cr (s) + 2HCl (aq) → Cr2 + (aq) + 2Cl-(aq) + H2 (g)
TERIMAKASIH
PERTANYAAN
NAMA : Yosep Yuswanto T.A
NIM : 14030194094

TANYA : Logam Cr dapat digunakan untuk mencegah korosi jenis


logam apa saja yang dapat dicegah menggunakan Cr ?
JAWAB : Logam Cr dapat digunakan untuk mencegah korosi pada besi
dan baja