Anda di halaman 1dari 34

Kelompok 4

1. Liya Anggraeni 14030194035


2. Alivia Cholidiany 14030194038
3. Winda Dwi Fitria 14030194067
4. Nurul Lailiy 14030194074
5. Yosep Yuswanto 14030194094
6. M. Fahmi Razaq 14030194097

PKB 2014
Pembuatan, Sifat , dan Kegunaan
Senyawa Mangan (Mn)
Sifat-Sifat Mangan
Mangan logam yang sangat keras, rapuh,
sedikit keabu-abuan masa jenis 7,2. Logam
murni tak bereaksi dengan air tetapi bereaksi
dengan uap air, larut dalam asam. Dengan
HNO3 yang sangat encer melepaskan
H2.Pemanasan dalam N2 pada suhu 12000C
membentuk Mn3N2. mangan juga dapat
bereaksi dengan karbon, belerang dan klor.
Sifat senyawa Mangan terdiri dari :
1. Sifat Fisika
2. Sifat Kimia
Sifat Fisika
 Fase Padat
 Massa jenis(suhu kamar) 7.21 g/c m3
 Titik lebur 1519 K
 Titik didih 2334 K
 Kalor peleburan 12.91 kJ/mol
 Kalor penguapan 221 kJ/mol
 Kapasitas kalor 26.32 J/mol
 Elektronegativitas 1.55
 Energi ionisasi 717.3 kJ/mol
 Jari-jari atom 140 pm
Sifat Kimia
a. Sifat-Sifat Oksida Mangan
1. MnO +2 (Basa)
MnO + H2SO4 → MnSO4 + H2O
2. Mn2O3 +3 (Basa Lemah)
Mn2O3 + 6HCl → 2MnCl3 + 3H2O
3. MnO2 +4 (Amfoter)
MnO2 + 4HCl → MnCl2 + 2H2O + Cl2
MnO + Ca(OH)2 → CaO.MnO2 + H2O
4. MnO3 +6 (Asam)
3MnO4 + H2O → 2HMnO4 +MnO2
5. Mn2O7 +7 (Asam)
Mn2O7 + H2O → 2HMnO4
Reaksi Kimia
a). Reaksi dengan air
Mangan bereaksi dengan air dapat berubah
menjadi basa secara perlahan dan gas
hidrogen akan dibebaskan sesuai reaksi:
Mn(s) + 2H2O → Mn(OH)2 +H2

b). Reaksi dengan udara


Logam mangan terbakar di udara sesuai
dengan reaksi:
3Mn(s) + 2O2 → Mn3O4(s)
3Mn(s) + N2 → Mn3N2(s)
c). Reaksi dengan halogen
Mangan bereaksi dengan halogen membentuk mangan
(II) halida, reaksi:
Mn(s) +Cl2 → MnCl2
Mn(s) + Br2 → MnBr2
Mn(s) + I2 → MnI2
Mn(s) + F2 → Mn
Selain bereaksi dengan flourin membentuk mangan (II)
flourida, juga menghasilkan mangan (III) flourida
sesuai reaksi:
2Mn(s) + 3F2 → 2MnF3(s)

d). Reaksi dengan asam


Logam mangan bereaksi dengan asam-asam encer secara
cepat menghasilkan gas hidrogen sesuai reaksi:
Mn(s) + H2SO4 → Mn2+(aq) + SO42-(aq) + H2(g)
Pembuatan Senyawa Mangan
Mangan diperoleh dengan ekstraksi oksida-
oksidanya dari tambang bijihnya. Prosesnya
ada beberapa cara antara lain:
Reduksi dengan karbon
Oksida mangan yang telah diekstraksi
dicampur dengan karbon lalu dipanaskan,
sehingga terjadi reaksi:
Mn3O4 + 4C → 3Mn + 4CO
MnO +2C → Mn + 2CO
 Prosesalumino thermic
Bijih dicuci dengan mengalirkan air dan
dipanggang dengan dialiri udara lalu
dipanaskan terus sampai pijar(merah)
dimana MnO2 akan berubah menjadi Mn3O4
MnO2 → Mn3O4 + O2
Oksida yang terbentuk dicampur dengan
bubuk aluminium dalam krus, lalu ditimbuni
dengan bubuk magnesium dan barium
peroksida. Reduksi terjadi dalam pemanasan
3Mn3O4 + 8Al → 4Al2O3 + 9Mn
 Metode Elektrolisa
Mangan secara besar-besaran diprodiuksi dengan cara ini:
Bijih digiling dan dipekatkan dengan proses gravity. Bijih
yang sudah dipekatkan dipanggang (elumino proses) sampai
terbentuk Mn3O4.
Mn3O4 diubah menjadi MnSO4.
Mn3O4 dipanaskan bersama H2SO4 encar maka terbentuk
MnSO4 (larut) dan MnO2 (tak larut). MnO2 dapat dipijarkan
lagi menjadi Mn3O4 dan proses diulang seperti diatas.
Elektrolisa larutan MnSO4 dielektrolisa menggunakan
katoda merkuri. Mangan dibebaskan pada katoda ini
membentuk amalgam. Selanjutnya amalgam didestilasi
dimana Hg akan menguap lebih dulu dan tinggal mangan.
Kegunaan
 Mangan sangat penting pada produksi besi dan baja.
Industri baja tercacat menggunakan sekitar 85% sampai
90% total produksi mangan.
 Mangan dioksida juga digunakan sebagai katalis.
Mangan digunakan pula sebagai dekolorisasi kaca dan
membuat kaca berwarna ungu.
 Kalium permanganat merupakan oksidator kuat dan
digunakan sebagai desinfektan.
 Senyawa lain yang banyak dimanfaatkan adalah mangan
dioksida (MnO) yang digunakan untuk pupuk dan
keramik, serta mangan karbonat (MnCO3) yang
dimanfaatkan sebagai material awal untuk membuat
senyawa mangan lainnya.
 Mangan juga digunakan untuk produksi baterai
kering, keramik, gelas dan kimia.
 Mangan (IV) oksida (mangan dioksida, MnO2)
digunakan sebagai reagen dalam kimia organik
untuk oksidasi dari benzilik alkohol (yaitu
bersebelahan dengan sebuah cincin aromatik)
 Mangan merupakan salah satu mineral yang
digunakan oleh beberapa orang untuk membantu
mencegah keropos tulang dan mengurangi gejala
yang mengganggu terkait dengan sindrom
pramenstruasi (PMS).
 Methylcyclopentadienyl mangan tricarbonyl
digunakan sebagai aditif dalam bensin bebas
timbel bensin untuk meningkatkan oktan dan
mengurangi ketukan mesin.
Pembuatan, Sifat , dan Kegunaan
Senyawa Teknesium (Tc)
Sifat-Sifat
 Teknesium adalah logam abu-abu keperak-
perakan yang dapat menjadi kusam perlahan -
lahan dalam udara lembab. Bilangan oksidasi
Teknesium adalah +7, +5, dan +4 . Sebagai
oksidator, technetium (VII) akan terdapat sebagai
ion pertekhnetat, TcO4-.
 Sifat kimia technetium dilaporkan mirip dengan
rhenium. Teknesium larut dalam asam nitrat, aqua
regia, dam asam sulfat pekat, tapi tidak dapat larut
dalam asam klorida dalam berbagai konsentrasi.
Insur ini merupakan penghambat korosi yang luar
biasa untuk baja. Logam ini adalah
superkonduktor yang sempurna pada suhu 11 K
dan di bawah suhu 11K.
Sifat Fisika
 Fase Padat
 Massa jenis(suhu kamar) 11 g/c m3
 Titik lebur 2430 K
 Titik didih 4538 K
 Kalor peleburan 33.29 kJ/mol
 Kalor penguapan 585.2 kJ/mol
 Kapasitas kalor 24.27 J/mol K
 Elektronegativitas 1.9
 Energi ionisasi 703 kJ/mol
 Jari-jari atom 135 pm
 Afinitas elektron -53 kJ/mol
Sifat Kimia
 Reaksi dengan air
Teknesium tidak bereaksi dengan air
 Reaksi dengan udara
Teknesium dalam bentuk bubuk dan
sponge lebih reaktif. Ketika dibakar
dengan oksigen menghasilkan teknesium
(VII) oksida sesuai reaksi :
4Tc(s) + 7O2(g) → 2Tc2O7(s)
 Reaksi dengan halogen
Teknesium direaksikan dengan fluorin
menghasilkan campuran teknesium (VI) fluoride,
sesuai reaksi :
Tc(s) + F2(g) → TcF6(s)
2Tc(s) + 7F2(g) → 2TcF7(s)
 Reaksi dengan asam
Teknesium tidak larut dalam asam hidroklorik
(HCl) dan asam hidroflourik (HF). Teknesium
dapat larut dalam asam nitrit (HNO3) atau H2SO4,
dimana dalam keduanya akan teroksidasi untuk
membentuk larutan asam perteknetik (HTcO4),
yang memiliki bilangan oksidasi stabil +7.
Pembuatan
Teknesium dibuat pertama kali dengan
menembakkan molybdenum dengan
deuteron (hydrogen berat) di siklotron dan
merupakan elemen buatan pertama. Di bumi
teknesium diproduksi melalui peluruhan
uranium 235 di reactor nuklir. Teknesium
juga dideteksi pada spektra bintang dan
matahari
Kegunaan
 Teknesium dapat mencegah korosi dan stabil dalam
melawan aktivitas neutron, sehingga dapat digunakan untuk
membangun reactor nuklir. Telah dilaporkan bahwa baja
karbon yang lunak dapat dilindungi dari korosi secara efektif
dengan konsentrasi KTcO4 sekecil 55 ppm dalam air suling
yang diaerasi pada suhu 250oC. Perlindungan terhadap korosi
semacam ini terbatas untuk sistem tertutup, karena technetium
bersifat radioaktif dan penggunaannya harus dibatasi. 98Tc
memiliki aktivitas jenis sebesar 6.2 x 108 Bq/g. Aktivitas
pada tingkat ini tidak boleh menyebar (harus terisolasi).
Tc-99m digunakan untuk memberikan sumber radiasi/terapi
dengan memancarkan sinar gamma murni dalam pengobatan
karena dapat mendeteksi tumor di organ hati, otak, tiroid dan
limpa. Campuran antara Tc-99m dan senyawa timah dapat
menjepit sel darah merah yang selanjutnya dapat digunakan
untuk memetakkan gangguan sirkulatori. Isotop teknesium-
99m digunakan untuk kalibrasi peralatan.
Pembuatan, Sifat , dan Kegunaan
Senyawa Renium (Re)
Sifat-Sifat
 Renium adalah logam perak-putih dengan salah satu titik
leleh tertinggi dari semua elemen, hanya dilampaui oleh
tungsten dan karbon. Hal ini juga salah satu terpadat,
melebihi hanya oleh platinum, iridium dan osmium.
Bentuk biasa komersial adalah bubuk, namun elemen ini
dapat dikonsolidasikan dengan menekan dan sintering
dalam suasana vakum atau hidrogen. Prosedur ini
menghasilkan yang solid kompak yang memiliki
kepadatan di atas 90% dari kepadatan logam. Ketika anil
logam ini sangat ulet dan dapat ditekuk, melingkar, atau
digulung Renium-molibdenum paduan superkonduktif
pada 10 K;. Tungsten paduan renium juga superkonduktif
sekitar 4-8 K, tergantung pada paduan . Renium logam
superconducts pada 2,4 K.
Sifat Fisika
 Fase Padat
 Massa jenis(suhu kamar) 21.02 g/c m3
 Titik lebur 3459 K
 Titik didih 5869 K
 Kalor peleburan 60.43 kJ/mol
 Kalor penguapan 704 kJ/mol
 Kapasitas kalor 25.48 J/mol K
 Elektronegativitas 1.9
 Energi ionisasi 760 kJ/mol
 Jari-jari atom 135 pm
Sifat Kimia
 Reaksi dengan air
Renium tidak bereaksi dengan air
 Reaksi dengan udara
Renium bereaksi dengan oksigen
membentuk renium (VII) oksida sesuai
reaksi
4Re(s) + 7O2(g) → 2Re2O7(s)
 Reaksi dengan halogen
Renium bereaksi dengan fluorin menghasilkan
senyawa renium (VI) fluoride dan renium (VII)
flurida, reaksi:
Re(s) + 3F2(g) → ReF6(s)
2Re(s) + 7F2(g) → 2ReF7(s)
 Reaksi dengan asam
Renium tidak dapat larut dalam asam hidroklorik
(HCl) dan asam hidroflorik (HF), tetapi dapat larut
dalam asam nitrit (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4)
dimana dalam keduanya renium akan teroksidasi
membentuk larutan perrhenic (HReO4) yang memiliki
bilangan oksidasi yang stabil +7
Pembuatan
Renium dapat dibuat dengan mereaksikan
NH4ReO4 dalam stream atau aliran hidogen
melalui reaksi:
2 NH4ReO4 + 4H2 → 2Re + N2 + 8H2O
Kegunaan
 Digunakan secara luas sebagai filamen dalam
spektrograf massa dan gauge ion. Alloy renium-
molibdenum bersifat superkonduktif pada suhu
10K.
 Renium juga digunakan seagai bahan kontak
listrik karena tahan lama dan tahan terhadap
korosi akibat percikan api. Termokopel yang
terbuat dari renium-tungsten digunakan untuk
mengukur suhu hingga 2200°C, dan kawat renium
digunakan dalam lampu kilat fotografi.
Katalis renium sangat tahan terhadap serangan
nitrogen, sulfur dan fosfor.
 Renium juga digunakan untuk proses hidrogenasi
senyawa kimia tertentu.
 Isotop Re-186 dan Re-188 disamping
memancarkan sinar gamma juga
memancarkan sinar beta dengan energi
sesuai yang digunakan untuk kepentingan
terapi
 Untuk campuran dalam tungsten dan
molybdenum yang digunakan untuk
pembuatan komponen misil, filament
elektronik, kontak listrik, elektroda dan
filament oven
 Digunakan untuk pembuatan bohlam,
permata, pelat atau logam elektrolisis
Pembuatan, Sifat , dan Kegunaan
Senyawa Bohrium (Bh)
Sifat-Sifat
Bohrium diproyeksikan untuk menjadi anggota
keempat dari seri 6d logam transisi dan
anggota kelompok VII terberat dalam tabel
periodik, di bawah mangan , teknesium dan
renium . Semua anggota kelompok mudah
menggambarkan kelompok oksidasi +7 dan
menjadi lebih stabil sebagai kelompok yang
turun. Jadi bohrium diharapkan untuk
membentuk sebuah yang stabil +7. Teknesium
juga menunjukkan keadaan yang stabil +4
sementara renium stabil +4 dan +3.
Para anggota kelompok lebih berat dikenal untuk membentuk
heptoxides volatil M 2 O 7, sehingga bohrium juga harus
membentuk oksida yang mudah menguap Bh2O7. Oksida
harus larut dalam air untuk membentuk asam perbohric,
HBhO4. Renium dan teknesium membentuk berbagai
oxyhalides dari halogenasi oksida. Para klorinasi oksida
membentuk oxychlorides MO3Cl, sehingga BHO3Cl harus
dibentuk dalam reaksi ini. Fluorinasi hasil dalam MO, MO3F
dan 2F3 untuk unsur yang lebih berat di samping senyawa
renium ReOF5 dan ReF7. Oleh karena itu, pembentukan
oxyfluoride untuk bohrium dapat membantu untuk
menunjukkan eka-renium properti.
Bilangan oksidasi yang stabil diperkirakan
adalah +7. Informasi tentang kegunaan
bohrium, sifat fisika, dan sifat kimia yang
lain sampai saat ini belum diketahui karena
waktu paruhnya sangat singkat.
Isotop
Seperti semua elemen buatan, ia tidak
memiliki isotop stabil . Yang pertama isotop
dapat disintesis adalah 262 Bh pada tahun
1981. Ada 12 isotop dikenal mulai dari 260
sampai 275 Bh Bh, dan 1 isomer , 262m Bh.
Isotop berumur terpanjang adalah 274 Bh
dengan paruh sebesar 0,9 menit.
Pertanyaan
 Mengapa unsur golongan 12 larut dalam tidak
larut dalam asam hidroklorik (HCl) dan asam
hidroflourik (HF) tetapi dapat larut dalam asam
nitrit (HNO3) atau H2SO4 ?
 Jawab:
Reaksi unsur golongan 12 misalnya seng larut
perlahan dalam asam sulfat encer untuk
membentuk gas hidrogen
Zn (s) + H2SO4 (aq)  Zn2+ (aq) + SO42- (aq) +
H2 (g
Reaksi seng dengan asam pengoksidasi seperti
asam nitrit dan HNO3 sangat kompleks dan
bergantung pada kondisi yang tepat sehingga
banyak yang tidak larut.