Anda di halaman 1dari 9

ASAM BASA ORGANIK

DAN TURUNAN
Andi muhammad syafaat (H021181022)
DKK
ASAM ORGANIK
Asam organik dicirikan oleh adanya atom hidrogen
yang terpolarisasi positif. Terdapat dua macam asam
organik, yang pertama adanya atom hidrogen yang
terikat dengan atom oksigen, seperti pada metil alkohol
dan asam asetat.
Kedua, adanya atom hidrogen yang terikat pada atom
karbon di mana atom karbon tersebut berikatan
langsung dengan gugus karbonil (C=O), seperti pada
aseton.
Metil alkohol mengandung ikatan O-H dan karenanya
bersifat asam lemah, asam asetat juga memiliki ikatan
O-H yang bersifat asam lebih kuat.
Asam organik merupakan asam lemah karena ionisasi
sangat tidak lengkap. Pada suatu waktu sebagian
besar dari asam berada di larutan sebagai molekul
yang tidak terionisasi. Sebagai contoh pada kasus
asam etanoik, larutan mengandung 99% molekul asam
etanoik dan hanya 1 persen yang benar benar
terionisasi. Posisi dari kesetimbangan menjadi
bergeser ke arah kiri.

Dua faktor yang mempengaruhi ionisasi dari asam


adalah:
• Kekuatan dari ikatan yang diputuskan,
• kestabilan ion yang terbentuk.
BASA ORGANIK
Basa organik dicirikan dengan adanya atom dengan
pasangan elektron bebas yang dapat mengikat proton.
Senyawa-senyawa yang mengandung atom nitrogen
adalah salah satu contoh basa organik, tetapi senyawa
yang mengandung oksigen dapat pula bertindak
sebagai basa ketika direaksikan dengan asam yang
cukup kuat. Perlu dicatat bahwa senyawa yang
mengandung atom oksigen dapat bertindak sebagai
asam maupun basa, tergantung lingkungannya.

Dua faktor yang mempengaruhi kekuatan dari sebuah


basa adalah:
• Kemudahan pasangan bebas mengikat ion hidrogen,
• kestabilan dari ion yang terbentuk
ASAM ETANIOK
Hidrogen yang mengakibatkan sifat asam adalah hidrogen
yang terikat dengan oksigen. Saat asam etanoik terionisasi
terbentuklah ion etanoat, CH3COO–. Anda mungkin
menyangka bahwa struktur dari ion etanoat adalah seperti
dibawah ini, namun dari pengukuran panjang ikatan
menunjukkan bahwa ikatan karbon dengan kedua oksigen
memiliki panjang yang sama. Dengan panjang berkisar
antara panjang ikatan tunggal dan ikatan rangkap.
FENOL
Fenol memiliki -OH terikat pada rantai benzennya.
Saat ikatan hidrogen-oksigen pada fenol terputus, anda
mendapatkan ion fenoksida , C6H5O–.
Delokalisai juga terjadi pada ion ini. Pada saat ini, salah
satu dari antaSra elektron bebas dari atom oksigen overlap
dengan elektron dari rantai benzen.
Overlap ini mengakibatkan dislokalisasi. Dan sebagai hasil
muatan negatif tidak hanya berada pada oksigen tetapi
tersebar ke seluruh molekul.
Pada ion etanoat, delokalisasi terpusat pada daerah antara
2 atom oksigen.Sistem yang terdelokalisasi membagi
muatan negatif diantara kedua atom oksigen. Tidak ada
oksigen yang lebih kuat menarik hidrogen ion.
AMONIA SEBAGAI BASA LEMAH
ebuah ion amonium dibentuk bersama dengan ion
hidroksida. Karena amonia merupakan basa lemah,
keadaan ion tidak lama dan kembali lagi ke keadaan
semula. Kesetimbangan bergeser ke arah kiri.
Amonia bereaksi sebagai basa karena adanya pasangan
bebas yang aktif dari nitrogen, Nitrogen lebih elektronegatif
dari hidrogen sehingga menarik ikatan elekton pada
molekul amonia kearahnya. Atau dengan kata lain dengan
adanya pasangan bebas terjadi muatan negatif sekitar
atom nitrogen. Kombinasi dari negatifitas ekstra tersebut
dan daya tarik pasangan bebas, menarik hidrogen dari air.
METILAMIN
Perbedaannya dengan amonia hanyalah adanya CH3 pada
metil amin. Golongan alkil memiliki kecenderungan untuk
mendoron elektron menjauh dari mereka. Ini berarti akan
adanya sejumlah muatan negatif tambahan disekitar atom
nitrogen. Muatan negatif tambahan tersebut membuat
pasangan bebas lebih menarik atom hidrogen.
Semakin negatif nitrogen semakin mudah terikatnya ion
hidrogen.
Pada ion metilamonium, muatan positif tersebar disekitar
ion dari efek “dorongan elektron” metil. Semakin anda
menyebar muatan tersebut, semakin stabil sebuah ion.
Namun pada ion amonium tidak ada cara untuk
menyebarkan ion positif.